38 research outputs found

    Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Surat Kabar Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Probabilistik Pada PT. X

    Get PDF
    Pengendalian persediaan merupakan tahapan kebijakan pengendalian untuk menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan pesanan untuk menambah persediaan harus dilakukan dan berapa besar pesanan harus diadakan, jumlah atau tingkat persediaan yang dibutuhkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan pabrik. Berdasarkan hasil survei, perusahaan ini dapat memproduksi ±1.200 surat kabar dalam sehari, sehingga dalam sebulan dapat mencapai angka produksi ±26.400 surat kabar dengan 22 hari kerja dalam sebulan. Angka tersebut berkategorikan berfluktuasi dikarenakan untuk produksi produk tersebut tergantung dari demand konsumen. Selanjutnya, terkait penyediaan bahan baku berupa kertas kalkir, plat, dan kertas koran tersebut memiliki sebuah kelemahan. Pada periode tertentu, proses produksi mengalami penurunan dikarenakan tidak dapat menangani fluktuasi dari demand konsumen akibat kekurangan bahan baku. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan ini mengadopsi metode manajemen persediaan yang sederhana, yaitu dengan melakukan pemesanan bahan baku kembali di saat persediaannya hampir habis (acak atau tidak konsisten). Persediaan hampir habis dikarenakan perusahaan tidak memesan banyak stok bahan baku dan sesuai demand konsumen Selain itu, dalam pemesanan kembali perusahaan mengalami waktu tunggu (lead time) yang berbeda-beda

    PERANCANGAN STRATEGI RISIKO RANTAI PASOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN HOUSE OF RISK (HOR) (STUDI KASUS : UKM MRP.PAYAKUMBUH)

    Get PDF
    UKM Mrp.Payakumbuh is located in Payakumbuh, West Sumatra, UKM Mrp.Payakumbuh operates in the clothing industry. The problem of delays in raw materials from suppliers causes the process to take a long time. A long supply chain process can result in the company experiencing losses. There are still many rejected products, and identification of sources of risk from suppliers, raw materials, distributors and consumers is not optimal. The aim of this research is to determine chain risk priorities. supplies that must be handled and designing a supply chain risk strategy for SMEs Mrp. Payakumbuh. The results of this research obtained thirteen risks which were prioritized in this research, UKM Mrp. Payakumbuh uses the House of Risk (HOR) method to identify existing risks. In the HOR Phase 1 method, there are 20 risk events and 20 risk agents. In HOR Phase 2, this stage requires the output results in HOR Phase 1, namely designing an appropriate risk management strategy in accordance with the 8 priority risks. In HOR Phase 2 there are 13 proposed preventive actions with codes PA1 to PA13 and a priority risk management proposal is obtained, then code PA2 is obtained. Code PA2 is Controlling storage areas every month

    Analisis Persediaan Bahan Baku Roti Menggunakan Inventori Probabilistik Back Order dan Lost Sales

    Get PDF
    UMKM Richard Bakery merupakan UMKM yang memproduksi roti donat original, donat gula, dan lain-lain. UMKM Richard Bakery memiliki kelemahan dalam penyediaan bahan baku. Diantaranya terjadi keterlambatan dalam memenuhi permintaan bahan baku yang diakibatkan oleh ketidakpastian permintaan pasar terhadap produk. Sehingga dalam menyediakan stok bahan baku menjadi terhambat dalam melakukan pendistribusian dan mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar yang tidak pasti terhadap produk roti donat. Metode Inventori Probabilistik dengan Kebijakan Backorder dan Lost sales digunakan untuk mengoptimalkan tingkat pelayanan dan meminimalkan biaya persediaan. Dalam peramalan pemakaian tepung, metode Moving Average dengan periode n = 10 terpilih sebagai metode terbaik dengan nilai MAPE 10,657%. Hasil peramalan menunjukkan permintaan total tepung sebesar 2.919,41 Kg pada tahun 2022. Sedangkan dalam peramalan pemakaian telur, metode Moving Average dengan periode n = 8 terpilih sebagai metode terbaik dengan nilai MAPE 10,2%. Hasil peramalan menunjukkan permintaan total telur sebesar 13.693,41 butir pada tahun 2022. Setelah melakukan peramalan, dilakukan perhitungan biaya bahan baku menggunakan metode inventory probabilistik sesuai dengan situasi perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa model persediaan sistem P back order memberikan biaya persediaan yang paling optimum, yaitu Rp 43.930.885 untuk tepung dengan tingkat pelayanan 99,96%, dan Rp 28.289.892 untuk telur dengan tingkat pelayanan 85,57%

    TURNITIN_ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN BARANG JALUR NUGRAHA EKAKURIR AGEN PANAM PEKANBARU DENGAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL)

    Get PDF
    PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan/impor kiriman barang dan dokumen juga pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini yaitu kualitas pelayanan yang kurang baik seperti terjadinya keterlambatan dalam pengiriman barang, salah dalam pengiriman barang, tertukarnya paket dengan tetangga, untuk pengiriman ke desa-desa sangat susah dijangkau dan terjadinya kenaikan ongkos kirim. Tujuan penelitian dari untuk mengetahui kepuasan konsumen dan pengaruh kualitas pelayanan terhadap konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu servqual dan regresi linear. Metode servqual untuk melihat tingkat kepuasan konsumen dan metode regresi linear digunakan untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan. Berdasarkan penelitian yang diperoleh bahwa hasil nilai yang diperoleh negatif dengan demikian secara keseluruhan dimensi konsumen belum memperoleh pelayanan yang memenuhi harapan konsumen atau konsumen belum memperoleh kepuasan dari layanan yang di berikan. Dengan kualitas pelayanan dari lima dimensi mendapatkan nilai siginifikan yaitu kurang dari 0,05 sehingga dimensi pada metode servqual mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan

    Islamic activity management of housewives in a multi-ethnic village

    Get PDF
    This study aims to reveal the morals of housewives in multi-ethnic villages, and border areas of the Province, both in the event of grief, joy, and village government activities. The research methodology is a qualitative phenomenological model, with the key data source being 16 housewives aged 30 to 47 years, the instrument used is a structured interview guide and processing data starting from the collection, validation, analysis, triangulation, and making conclusions. Research results: The morals of Batusondat village housewives outside the home towards bereavement activities, Islamic behavior of Batusondat village housewives outside the home in responding to joy is: visiting with polite clothes and not newly bought ones. While in Sukamaju village are: visiting with polite clothes but with newly bought clothes, Batu Sondat village housewives apply the Islamic leadership model in fostering their children's morals by prioritizing giving examples of behaving in an Islamic manner. While in Sukamaju village: prioritizing a simple lifestyle, The contribution shown by housewives of Batusondat village in participating in the youth moral development program in the village PKK/Jorong is by giving the energy to do activities in activities and also giving money to participate in activities according to sincerity

    Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan di Perusahaan Jasa Pengiriman Barang Jalur Nugraha Ekakurir Agen Panam Pekanbaru Dengan Metode Service Quality (Servqual)

    Get PDF
    PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan/impor kiriman barang dan dokumen juga pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini yaitu kualitas pelayanan yang kurang baik seperti terjadinya keterlambatan dalam pengiriman barang, salah dalam pengiriman barang, tertukarnya paket dengan tetangga, untuk pengiriman ke desa-desa sangat susah dijangkau dan terjadinya kenaikan ongkos kirim. Tujuan penelitian dari untuk mengetahui kepuasan konsumen dan pengaruh kualitas pelayanan terhadap konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu servqual dan regresi linear. Metode servqual untuk melihat tingkat kepuasan konsumen dan metode regresi linear digunakan untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan. Berdasarkan penelitian yang diperoleh bahwa hasil nilai yang diperoleh negatif dengan demikian secara keseluruhan dimensi konsumen belum memperoleh pelayanan yang memenuhi harapan konsumen atau konsumen belum memperoleh kepuasan dari layanan yang di berikan. Dengan kualitas pelayanan dari lima dimensi mendapatkan nilai siginifikan yaitu kurang dari 0,05 sehingga dimensi pada metode servqual mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan

    PEMILIHAN SUPPLIER DAN PENENTUAN JUMLAH PEMBELIAN BAHAN BAKU KEDELAI MENGGUNAKAN METODE MOORA (MULTY-OBJECTIVE BY RATIO ANALYSIS) DAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) (STUDI KASUS: PABRIK TAHU TEMPE PAK TOTO)

    Get PDF
    ABSTRAK Pemilihan supplier yang tepat sangat penting dalam menjamin ketersediaan bahan baku. Peneitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu dan Tempe Pak Toto. Pemilihan supplier yang kurang tepat serta pemesanan bahan baku yang tidak terjadwalkan dengan baik membuat pabrik mengalami kerugian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memilih supplier yang tepat dan menentukan jumlah optimal pemesanan dalam memenuhi kebutuhan produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu MOORA (Multi – Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis) dan EOQ (Economic Order Quantity). Hasil dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode MOORA menghasilkan Toko Ahong terpilih sebagai supplier terbaik dengan nilai 0,235. Toko Ahong sangat baik dari segi kualitas, pengiriman,Sejarah peforma, kebijakan garansi dan klaim, harga, serta lokasi geografis. Pada perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode EOQ jumlah pembelian optimal sebesar 9.800,02 kg. Safey Stock yang dibutuhkan sebesar 56,76 Kg dan ROP sebesar 1.789,47 kg. Persediaan maksimum pada Storage sebesar 9.856,78 kg. Biaya persediaan optimal untuk bahan baku kacang kedelai sebesar Rp. 1.106.322,14 sehingga biaya turun sebesar Rp. 546.107,52. Kata Kunci: EOQ, Forecasting, MOORA, ROP, Safety Stock

    Mitigasi Risiko Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pada Proses Produksi Pinting Cup

    Get PDF
    Utama Cup Printing merupakan salah satu perusahaan yang berbentuk industri rumahan dan bergerak dibidang sablon. Permasalahan yang ada di perusahaan ini yaitu banyaknya terdapat produk cacat yang dihasilkan pada setiap produksi sehingga menyebabkan kerugian dan menurunkan kualitas dari produk tersebut. Hasil produk cacat yang ditemukan pada bulan Oktober 2021 – September 2022 mencapai 5% dan melebihi batas toleransi perusahaan yaitu 2% dengan 8 jenis cacat produk. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi risiko dan smber dari risiko tersebut sehingga mampu meminimalisir kecacatan dengan melakukan memberi usulan aksi mitigasi. Setelah diakukan identifikasi risiko didapatkan 11 kejadian risiko Utama Cup Priting. Terdapat 3 risk agent prioritas yang diberi aksi mitigasi yaitu A2 Screen yang digunakan bocor, A4 Terdapat kerusakan dan kesalahan settingkomponen mesin, A8 Operator memasukkan cup yang sudah tersablon 2 kali ke molding. Terdapat 5 aksi mitigasi yang dapat dilakukan perusahaan untuk meminimalisir risiko cacat yaitu PA1 Melakukan pemeriksaan dan perawatan layar screen setelah selesai digunakan, PA2 Melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen mesin produksi minimal 1 kali dalam 1 bulan, PA3 membuat SOP produksi (tertulis), PA4 Meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) di Utama Cup Printing dengan cara menerapkan pelatihan screen printing pada karyawan, PA5 melakukan breafing sebeum memulai produksi. &nbsp

    Selection of Flour Suppliers as the Main Ingredient of Onion Crackers Using the Interpretive Structural Modeling Method and Simple Multi-Attribute Rating Technique

    Get PDF
    Raw materials are very important because raw materials are something that will determine whether the products produced are good and by the wishes of consumers or not, so it is necessary to pay attention to the provider of raw materials, namely the supplier of raw materials. The purpose of this research is to be able to find out the best suppliers by relying on the criteria that are the key criteria. In this study, the Interpretive Structural Modeling (ISM) and Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) methods were used. The ISM method is useful for sorting out the criteria used so that it is obtained only in the form of key criteria while the SMART method is useful for determining the best supplier based on the existing key criteria. The results of this study are obtained from 9 key criteria out of 12 criteria used, namely quality criteria, delivery of goods, price of goods, communication system, control in operation, service improvement, attitude, packaging ability, and geographical location. The supplier that has the highest criteria based on the key criteria used is Sinar Terang supplier with a score of 0.5895 followed by Cece (0.555), Av (0.555), Aroma (0.5305), Harapan (0.5155), and finally Laris (0.4005)

    PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TBS (TANDAN BUAH SEGAR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE P (PERIODIC REVIEW SYSTEM) DAN METODE Q (CONTINUOUS REVIEW SYSTEM) PADA PT. KARYA PANEN TERUS.

    Get PDF
    PT. Karya Panen Terus merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit. Permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah belum efektif menyediakan kebutuhan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) sebagai bahan utama produksi CPO, dan PT. Karya Panen Terus tidak mempunyai lahan perkebunan sendiri sebagai penunjang kebutuhan TBS. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan produksi CPO perharinya perusahaan sering mengalami kekurangan bahan baku maupun kelebihan bahan baku TBS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Periodic Review System dan Continuous Review System. Berdasarkan hasil penelitiaan perencanaan paling optimal diperoleh menggunakan metode Continuous Review System yaitu persediaan maksimum sebanyak 3.231 ton, dengan Safety stock untuk penyediaan bahan baku TBS sebesar 270 ton per pesanan dan reorder point sebesar 273 ton dengan penghematan sebesar Rp118.167.599,26 jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan
    corecore