13 research outputs found

    Policy Change for Empowering MSMEs in The Covid-19 Pandemic Situation (Case Study of Increasing Competitiveness of Business Actors in Cianjur Regency)

    Get PDF
    The COVID-19 pandemic has presented various problems and also has an impact on business actors, especially those engaged in the Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) sector. They complained about the decline in sales, purchases, and even venture capital. The decline in MSME productivity, in a decrease in the Gross Domestic Product (GDP) in the regions, as well as the Human Development Index (IPM). Therefore, this study seeks to examine changes in MSME empowerment policies during the COVID-19 pandemic, in order to increase the competitiveness of business actors in Cianjur Regency. This study uses a qualitative approach with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The data analysis technique was carried out through three stages, namely open coding, axial coding and selective coding. Research informants came from a) Department of Cooperatives, MSMEs, Trade and Industry of Cianjur Regency; b) Center for Integrated Services of SMEsCo in Cianjur Regency; c) Directorate of Domestic Trade, Ministry of Trade of the Republic of Indonesia; and d) SMEs in Cianjur Regency. The results of the study indicate that there are three aspects of MSME empowerment policies carried out by the Cianjur Regency Government, namely; a) Marketing, with a focus on online marketing through the creation of e-catalog and e-commerce applications in Cianjur Regency, as well as offline marketing through the application of Cianjur local government regulations and product diversification programs; b) Capital, which focuses on facilitating access to payments, and a revolving fund program with 0% interest

    Kepemimpinan dan Keberhasilan Keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil: Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) di Jayapura, Papua

    Get PDF
    Organisasi masyarakat sipil (OMS) merupakan organisasi non profit di Indonesia keberadannya berperan dalam kesuksesan perkembangan demokrasi di Indonesia semenjak era reformasi. Hal ini dikarenakan OMS memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan peran yang dibutuhkan untuk proses pembangunan masyarakat utamanya di daerah Papua. Karena pentingnya keberadaan OMS ini maka diperlukan organisasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup demi keberlanjutannya melalui program-program dan layanan yang dimilikinya. Keberlanjutan sebuah organisasi dalam hal ini adalah organisasi non profit dapat di pengaruhi oleh 7 (tujuh) arena yang antara lain adalah Tatakelola, Kepemimpinan, Keuangan, Sistem Administrasi, Kepegawaian, Program dan Citra organisasi. Penelitian dilakukan pada ALDP di Jayapura yang telah mencapai usia 20 (dua puluh) tahun yang merupakan usia matang sebuah organisasi yang telah melewati beberapa tahapan siklus kehidupan. Dari penelitian terlihat bahwa kepemimpinan pada organisasi ini memainkan peran penting bagi keberlanjutan. Meski demikian untuk dapat bertahan dan berkembang organisasi juga perlu melakukan regenerasi dan transisi pemimpin demi terciptanya program baru yang bersifat inovatif serta perbaikan sistem secara keseluruhan, peningkatan tata kelola organisasi, juga peningkatan kapasitas organisasi melalui pelatihan karyawan dan upaya meningkatkan kualitas koordinasi jaringan dan hubungan dengan pihak eksternal. Kata kunci; Kepemimpinan, Keberlanjutan Organisasi, dan Organisasi Masyarakat SipilOrganisasi masyarakat sipil (OMS) merupakan organisasi non profit di Indonesia keberadannya berperan dalam kesuksesan perkembangan demokrasi di Indonesia semenjak era reformasi. Hal ini dikarenakan OMS memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan peran yang dibutuhkan untuk proses pembangunan masyarakat utamanya di daerah Papua. Karena pentingnya keberadaan OMS ini maka diperlukan organisasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup demi keberlanjutannya melalui program-program dan layanan yang dimilikinya. Keberlanjutan sebuah organisasi dalam hal ini adalah organisasi non profit dapat di pengaruhi oleh 7 (tujuh) arena yang antara lain adalah Tatakelola, Kepemimpinan, Keuangan, Sistem Administrasi, Kepegawaian, Program dan Citra organisasi. Penelitian dilakukan pada ALDP di Jayapura yang telah mencapai usia 20 (dua puluh) tahun yang merupakan usia matang sebuah organisasi yang telah melewati beberapa tahapan siklus kehidupan. Dari penelitian terlihat bahwa kepemimpinan pada organisasi ini memainkan peran penting bagi keberlanjutan. Meski demikian untuk dapat bertahan dan berkembang organisasi juga perlu melakukan regenerasi dan transisi pemimpin demi terciptanya program baru yang bersifat inovatif serta perbaikan sistem secara keseluruhan, peningkatan tata kelola organisasi, juga peningkatan kapasitas organisasi melalui pelatihan karyawan dan upaya meningkatkan kualitas koordinasi jaringan dan hubungan dengan pihak eksternal. Kata kunci; Kepemimpinan, Keberlanjutan Organisasi, dan Organisasi Masyarakat Sipi

    Dinamika Kebijakan Penanganan Pandemi COVID-19 Dalam Perspektif Kesejahteraan Sosial

    Get PDF
    Wabah virus Corona merubah kebiasaan hidup, pola interaksi dan perilaku masyarakat. Dampaknya sangat besar dan massif, tidak hanya menyasar aspek kesehatan tetapi juga bidang ekonomi, psikologi, sosial, politik, pendidikan, budaya, keagamaan, dan sebagainya sehingga perlu dihandel dengan kebijakan pemerintah yang tepat. Artikel memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini konsen pada dinamika yang terjadi dalam masyarakat pasca kebijakan terkait COVID-19 diimplementasi. Metode pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan analisis konten publikasi media online. Fokus kajian ialah kebijakan pemerintah, respon masyarakat, dan kejadian yang mengikutinya setelah kebijakan diimplementasi dalam periode Maret sampai Agustus 2020 di Kota Kendari. Hasil studi menunjukkan bahwa pasca kebijakan pencegahan penularan COVID-19 diimplementasi muncul dinamika dan kegaduhan dalam masyarakat. Kegaduhan, kepanikan, dan stress tersebut dipicu oleh 3 hal yaitu pertama, instruksi Walikota Kendari yang melarang warga Kota Kendari beraktivitas di luar rumah selama 3 hari secara berturut-turut tanpa jaminan sosial yang jelas; kedua, isu kedatangan Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok, dan ketiga, pasien diduga terinfeksi Corona kabur dari ruang isolasi rumah sakit.  Respon masyarakat terhadap kebijakan kontroversial pemerintah beragam, mulai dari ketidak-patuhan, melanggar aturan protokol kesehatan, hingga timbul kecemasan dan kegaduhan dalam masyarakat. Agar tidak menimbulkan kegaduhan dan kontroversi, kebijakan pemerintah mestinya dibuat untuk menjawab kebutuhan, menyelesaikan masalah, dan mensejahterakan masyarakat

    Kepemimpinan dan Keberhasilan Keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil: Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) di Jayapura, Papua

    Get PDF
    Organisasi masyarakat sipil (OMS) merupakan organisasi non profit di Indonesia keberadannya berperan dalam kesuksesan perkembangan demokrasi di Indonesia semenjak era reformasi. Hal ini dikarenakan OMS memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan peran yang dibutuhkan untuk proses pembangunan masyarakat utamanya di daerah Papua. Karena pentingnya keberadaan OMS ini maka diperlukan organisasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup demi keberlanjutannya melalui program-program dan layanan yang dimilikinya. Keberlanjutan sebuah organisasi dalam hal ini adalah organisasi non profit dapat di pengaruhi oleh 7 (tujuh) arena yang antara lain adalah Tatakelola, Kepemimpinan, Keuangan, Sistem Administrasi, Kepegawaian, Program dan Citra organisasi. Penelitian dilakukan pada ALDP di Jayapura yang telah mencapai usia 20 (dua puluh) tahun yang merupakan usia matang sebuah organisasi yang telah melewati beberapa tahapan siklus kehidupan. Dari penelitian terlihat bahwa kepemimpinan pada organisasi ini memainkan peran penting bagi keberlanjutan. Meski demikian untuk dapat bertahan dan berkembang organisasi juga perlu melakukan regenerasi dan transisi pemimpin demi terciptanya program baru yang bersifat inovatif serta perbaikan sistem secara keseluruhan, peningkatan tata kelola organisasi, juga peningkatan kapasitas organisasi melalui pelatihan karyawan dan upaya meningkatkan kualitas koordinasi jaringan dan hubungan dengan pihak eksternal. Kata kunci; Kepemimpinan, Keberlanjutan Organisasi, dan Organisasi Masyarakat SipilOrganisasi masyarakat sipil (OMS) merupakan organisasi non profit di Indonesia keberadannya berperan dalam kesuksesan perkembangan demokrasi di Indonesia semenjak era reformasi. Hal ini dikarenakan OMS memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan peran yang dibutuhkan untuk proses pembangunan masyarakat utamanya di daerah Papua. Karena pentingnya keberadaan OMS ini maka diperlukan organisasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup demi keberlanjutannya melalui program-program dan layanan yang dimilikinya. Keberlanjutan sebuah organisasi dalam hal ini adalah organisasi non profit dapat di pengaruhi oleh 7 (tujuh) arena yang antara lain adalah Tatakelola, Kepemimpinan, Keuangan, Sistem Administrasi, Kepegawaian, Program dan Citra organisasi. Penelitian dilakukan pada ALDP di Jayapura yang telah mencapai usia 20 (dua puluh) tahun yang merupakan usia matang sebuah organisasi yang telah melewati beberapa tahapan siklus kehidupan. Dari penelitian terlihat bahwa kepemimpinan pada organisasi ini memainkan peran penting bagi keberlanjutan. Meski demikian untuk dapat bertahan dan berkembang organisasi juga perlu melakukan regenerasi dan transisi pemimpin demi terciptanya program baru yang bersifat inovatif serta perbaikan sistem secara keseluruhan, peningkatan tata kelola organisasi, juga peningkatan kapasitas organisasi melalui pelatihan karyawan dan upaya meningkatkan kualitas koordinasi jaringan dan hubungan dengan pihak eksternal. Kata kunci; Kepemimpinan, Keberlanjutan Organisasi, dan Organisasi Masyarakat Sipi

    ANALISIS PENGARUH FAKTOR ORGANISASI DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUSKESMAS STUDI PADA PUSKESMAS KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN - PROVINSI JAWA TENGAH

    Get PDF
    The research object is the quality of health service organized by Public Health Centre (PHC) in Kedawung District, Sragen Regency, Central of Java Province. Based on the discussion of the results obtained by the conclusion, that there is a positive and significant influence between Organization Factors and Individual Factor toward Quality of Health Services organized by Kedawung PHC. Thus the hypothesis being tested eight acceptable. Thus it can be stated that the Organization Factors and Individual Factor are factors that determine the quality of health services organized by kedawung Community Health Center in Sragen regency.The research finding is a new model of health service with the title “ Health Service Assurance Model”. The model was developed from a new concept and construction with 13 factors, namely (1) Resources Services, (2) Accountability Services Fund, (3) Organization Skills Service, (4) Demotivator Services, (5) Extroversion Services, (6) Orientation Task Leadership services, (7) Orientation Relationship Leadership services, (8) Orientation Changes Leadership Services, (9) Human Resources Information Services, (10) Information Technology Services, (11) Relations Information Service, (12) Procedures Service, and (13) Technical Services.Research conclusion, the overall hypothesis is accepted and its relations positive and significant. Finally found is Model of Health Services Assurance . Performance of health services PHC Kedawung very good. Suggestions for Central Government, Local Government, and Management Health Center Kedawung that 13 factors can be used as norms, standards, procedures and criteria in the community health services

    Determinants and Impacts of Trust on Awqaf Institutions: Intergenerational Evidence from Indonesia

    Get PDF
    This study evaluates the determinants and impacts of trust toward awqf institutions. We extend previous studies by examining the determining role of religiosity and knowledge on trust towards awqf institutions, in addition to the role of reputation and integrity. Our study differs from the previous studies as we incorporate the intergenerational analysis of 658 experienced and inexperienced Indonesian waqf donors by employing the PLS-SEM method. Our findings suggest that religiosity and knowledge significantly influence trust toward awqf institutions. However, the impact differs across generations X, Y, and Z. While the direct impacts of religiosity and knowledge on the intention to do cash waqf are insignificant for certain generations, the variables significantly impact the intention of all generations when moderated by the trust. Therefore, our primary implication is for awqf institutions to know their customers better and offer more trust-enhancing programs for the inexperienced younger generations.JEL Classification: Z12, L31How to Cite:Haidlir, B. M., Jatmiko, W., Azizon, A., Kasri, R. A., & Laksmono, B. A. (2023). Determinants and Impacts of Trust on Awqf Institutions: Intergenerational Evidence from Indonesia. Etikonomi, 22(1), 175–196. https://doi.org/10.15408/etk.v22i1.26307

    FUNGSI BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi BUMDes Serang Makmur Sejahtera, Desa Serang, Kabupaten Purbalingga)

    Get PDF
    Salah satu upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui kewirausahaan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu wadah pembelajaran kewirausahaan bagi masyarakat pedesaaan. Begitupun yang terjadi di BUMDes Serang Makmur Sejahtera di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Adapun tujuan penelitian untuk menggali informasi tentang fungsi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam pada pengelola BUMDes, Aparatur Desa, dan masyarakat desa. Berdasarkan penelitian ini diperoleh fakta bahwa keberadaan badan usaha milik desa (BUMDes) Serang Makmur Sejahtera memiliki fungsi terhadap kesejahteraan masyarakat yaitu pada  ekonomi  masyarakat, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan  dan rekreasional langsung pada peningkatan layanan publik masyarakat seperti layanan kesehatan dan perbaikan infrastruktur desa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah meningkatkan unit usaha  BUMDes yang berbasis lingkungan, pemberian jaminan sosial pada pengelola dan pegawai BUMDes, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengelola dan pegawai BUMDes

    The Indonesian Chinese and Cross Cultural-communication through CSR Activities The Indonesian Chinese and Cross Cultural-Communication through CSR Activities

    No full text
    Abstract Globalization, China on the rise, and rapid democratization in Indonesia are among major challenging circumstances Indonesia is confronted with today. In terms of culture, China now increases to be a strong imagined reference for self identity among overseas Chinese. Where and how then, could national identity of Indonesia be brought forward? This paper focuses on the meanings or quality of the relationships of Chinese-non Chinese (pribumi). It will address answers to these questions: Are employment and community development programs, and poverty alleviation initiatives meaningful, and to whom? Are forms of civic engagement carried out by Chinese community instrumental in mending ill-feelings and healing sores endured by many native citizens? Can CSR activities improve people's perception about the Chinese and subsequently improve inter-ethnic relations in Indonesia

    Entering 2024 With Consolidation

    No full text

    Issues in developing communication strategies for implementing child-friendly city policies

    No full text
    This study reveals important dimensions related to successful means communication in the implementation of the Child-Friendly City (CFC) Policies in Indonesia. The study was conducted in Kabupaten Bogor, West Java. It finds that communication strategy is the critical in disseminating the CFC policy. Thus, the development of the communication strategy for the CFC policy needed to involve the elements of communication as a whole. Furthermore, the communication strategy for the CFC policy required cooperation between local governments and children’s groups. This research fills the gaps not yet addressed in the previous studies and shows communication strategy is an influential strategy for the successful implementation and development of the CFC policy. Our findings contribute to the development of the communication strategy for a sustainable CFC policy that communication aspect is very important in designing a policy
    corecore