11 research outputs found

    Rancang Bangun Pendeteksi Curah Hujan Menggunakan Tipping Bucket Rain Sensor dan Arduino Uno

    Get PDF
    Curah hujan merupakan salah satu parameter hujan yang dapat diukur. Dimana curah hujan menyatakan seberapa besar tinggi air yang ditimbulkan oleh hujan di suatu daerah. Alat untuk megukur jumlah curah hujan yang turun kepermukaan tanah per satuan luas, disebut Penakar Curah Hujan. Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 (satu) milimeter atau tertampung air sebanyak 1 (satu) liter atau 1000 ml. Penakar hujan Tipping Bucket, nilai curah hujannya tiap bucket berjungkit tidak sama, serta luas permukaan corongnya beragam, misalnya ada yang 0.1 mm, 0.2 mm, 0.5 mm dan lain-lain. Dalam perancangan alat ini resolusi Tipping Bucket yang digunakan ialah 0.2 mm, dan juga memakai Modul Sensor Reed Switch. Reed Switch akan bekerja ketika magnet yang di tempel pada bagian tengah Tipping Bucket mendekati sensor Reed Switch, yang dimana Tipping Bucket akan bergerak disaat curah hujan masuk ke dalam corong dan akan ditampung pada Tipping Bucket yang membuat Tipping Bucket akan berjungkit. Kemudian Reed Switch akan mendeteksi magnet yang ada pada Tipping Bucket. Mikrokontroler berfungsi untuk membaca data dari Modul Sensor Reed Switch yang tiap kali ada sentuhan dari magnet

    Analisis Nilai Tambah Dan Kelayakan Finansial Industri Minyak Serai Wangi

    Full text link
    Kelompok Tani Minyak Serai Wangi Berkat Yakin merupakan kelompok tani penggerak diDesa Balai Batu Sandaran yang mengelola industri penyulingan minyak serai wangi. Pengolahan serai wangi harus memperhatikan aspek efisiensi dan efektifitas agar mampu memberikan keuntungan yang maksimal dan meningkatkan nilai tambah pada serai wangi. Tujuan penelitian adalah menentukan nilai tambah dan kelayakan finansial USAha minyak serai wangi pada Industri Minyak Serai Wangi Berkat Yakin Desa Balai Batu Sandaran. Analisis data dilakukan dengan Metode Hayami dan parameter kuantitatif dalam analisis kelayakan finansial ditunjukkan oleh indikator seperti: Benefit Cost Ratio (B/C),Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV) dan Payback Periods (PBP). Hasil analisis nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan serai wangi dengan bahan baku 25.000kg menjadi minyak serai wangi sebanyak 400 kg adalah Rp.3.080/kg. Sedangkan rasio nilai tambah produk minyak serai wangi adalah sebesar 84%, artinya 84% dari nilai output (produk minyak serai wangi) merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan serai wangi menjadi minyak serai wangi. Hasil perhitungan analisis kelayakan finansial industri minyak serai wangi didapatkan NPV Rp. 1.635.698.925,-  IRR 37,60%,B/C Ratio 1,45, dan PBP adalah 3 tahun 6,5 bulan. Ditinjau dari aspek ekonomi, USAha produksi minyak serai wangi dapat dikatakan layak dan menguntungkan

    ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM BANTUAN KEUANGAN KHUSUS (BKK) GERBANGSADU MANDARA DI KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 2017 (STUDI KASUS PADA 18 DESA KAWASAN RAWAN BENCANA ERUPSI GUNUNG AGUNG)

    Full text link
    Karangasem Regency is one of the regencies in Bali which has the highest poverty rate in Bali, The Gerbangsadu Mandara program in 2016 has been distributed in 54 villages with an average budget of 1 billion rupiah per village. However, in mid 2017 the eruption of Mount Agung erupted causing economic paralysis in 22 affected villages in Karangasem Regency. Among them 18 villages are disaster prone areas (KRB) are recipients of the Gerbangsadu Mandara program.  Indicators in measuring effectiveness used are performance measurement instruments for 2016-2018 in the form of CCR, ROI, LAR financial ratios aimed at measuring health and its relation to the readiness of citizens to receive further intervention from the government for the following year. The problems to be solved in this study are: How is the effectiveness of Gerbangsadu Mandara Special Financial Assistance (BKK) in 18 villages of Mount Agung Eruption in Karangasem Regency as seen from Cost Coverage Ratio (CCr), Return on Investment (ROI), and Loan at Risk (LAR). The results showed that during the period 2016-2018, the average performance of 18 Bumdes in Karangasem Regency for a Cost Coverage Ratio (CCr) ratio of 183% (very satisfying), Return on Investment (ROI) of 7% (quite satisfactory), and Loan at Risk (LAR) of 19% (minimum). Paired T-test shows that Sign.2-tailed value is greater than 0.05, it means that financial performance before and after the eruption of Mount Agung did not occur a significant significant difference. The conclusion is that the Bumdes financial performance in Karangasem Regency is not affected by the risk of the eruption of Mount Agung. The limitation of the research lies in the object of research at one financial institution that is Bumdes, further research this concept can be tested at other financial institutions such as Village Credit Institutions, Banks and Cooperatives.</jats:p

    PENGARUH HUMAN CAPITAL TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED PADA SEKTOR UMKM DI PROVINSI BALI

    Full text link
    Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have a role in accelerating the economy of the community. The quality of MSMEs is largely determined by competitive advantage by utilizing resources that focus on developing or obtaining valuable resources and capabilities. The UMKM sector with intangible assets of MSME players, namely human capital towards the creation of economic value added or Economic Value Added (EVA) in MSMEs. The purpose of this study was to examine and explain the effect of human capital of MSME players in Bali on the achievement of Economic Value Added (EVA). This study uses a positivism approach. The population in this study was the UMKM in Bali Province, amounting to 450 UMKM, with a research sample of 212 MSMEs in Bali Province. The results of research findings that human capital have a significant positive effect on the creation of economic value added (EVA) in MSMEs. The average level of EVA on MSMEs is negative, which means that in general, MSMEs in Bali province have not been able to achieve EVA in their business management.The limitation in this study is the incomplete availability of MSME financial reports. In addition, further research is expected to add other contingencies, such as personality and defense mechanisms.</jats:p

    PROSES PEMBELAJARAN KERAJINAN KAYU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BONDOWOSO JAWA TIMUR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tujuan pembelajaran keterampilan kerajinan kayu pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. (2) Untuk mengetahui proses pembelajaran keterampilan kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. (3) Untuk mengetahui jenis dan fungsi kerajinan kayu buatan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut : (1) tehnik observasi, (2) tehnik wawancara, (3) tehnik dokumentasi, (4) tehnik kepustakaan.&#x0D; &#x0D; Hasil penelitian yang diperoleh : (1) Mengacu pada Sistem Pamasyarakatan dimana narapidana dipandang bukan sebagai Objek tetapi Subjek permbinaan, pembelajaran kerajinan kayu juga bertujuan untuk memberi nilai kecakapan hidup kepada narapidana agar nanti saat setelah usai masa pidananya narapidana diharapkan tidak lagi melakukan kembali kejahatan yang pernah mereka lakukan sebelumnya. (2) Proses pembelajaran kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur terdiri dari beberapa tahap yakni : a) Proses pemilihan bahan baku kayu, b) Proses pengenalan bahan baku kayu, c). Proses pengenalan alat, d). Proses pengolahan kayu, e) Proses cara membuat rancangan/ desain kerajinan kayu, f). Proses pembuatan bentuk berdasarkan rancangan/ desain, g). Proses cara finishing. (3). Jenis dan Fungsi kerajinan kayu yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso yakni terdiri dari: a). Kap Lampu sebagai tempat lampu penerang ruangan dan juga untuk menambah nilai estetis sebuah ruangan b) Sangkar burung fungsinya untuk tempat memelihara burung kicau sejenis lovebird, pleci dan lain-lain. c). Kaligrafi fungsinya sebagai sarana pembinaan rohani narapidana. Dan juga sebagai sarana hiasan dinding dengan ayat-ayat suci Al-Quran.Kata Kunci : Proses pembelajaran, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso, Kerajinan kayu This research aims to (1) discover the objective of wood craftsmanship training for the inmates in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java, (2) learn about the learing process of wood craftsmanship in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java, and (3) identify the types and functions of wooden crafts produced by the inmates in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java. Descriptive qualitative method through the following data collection techniques : (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) desktop research.&#x0D; &#x0D; Results of the research are : (1) Referring to to the correctional system where inmates are viewed not as Objects, but rather as Subjects to nurture, the wood craftsmanship training also aims to equip them with life skills that will eventually prevent them from going back to doing unlawful activities to provide for themselves. (2) The wood craftsmanship training program in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java consists of several stages, which are : a) Raw material selection process, b) Raw material identification process, c) Tools knowledge, d) Wood processing, e) Wooden crafts design process, f) Process of crafting based on the design, g) Finishing Process. (3) The types and functions of wooden crafts produced in the Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java are : a) Lamp shades to house the lamps used in illuminating the room and also to add aesthetic values to the room, b) Birdcages to keep songbirds such as lovebirds, pleci, etc. c) Wooden calligraphy as a tool for the inmates’ religious development and also to decorate the walls with verses from the Al-Quran.&#x0D; keyword : learning process, Bondowoso Class II B Correctional Facility, wood craftsmanship</jats:p

    Pengaruh Peran Human Capital Efficiency, Capital Employed Efficiency, Structural Capital Efficiency Terhadap Kinerja Keuangan pada Pt Bali Towerindo Sentra TBK

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan serta peningkatan aset dan pendapatan dalam kurun waktu tahun 2015 – 2023 . Hal ini didukung dengan strategi yang tepat dalam mengkomunikasikan produk serta perindustrian PT Bali Towerindo Sentra Tbk, yang mana manajemen PT Bali Towerindo Sentra Tbk perlu menggerakkan seluruh sumber daya yang ada, guna meningkatkan mangsa pasar dan kinerja keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif, Dalam menguji hipotesis penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil olah data menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) dari laporan keuangan PT Bali Towerindo Sentra Tbk. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Adapun data yang didapatkan secara tidak langsung dari objek atau subjek penelitian melalui media perantara dan bersumber dari Bursa Efek Indonesia. Teknin Anlisis data yang digunakan yaitu penelitian Statistik Deskriptif, Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi (R2) dan Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukan intellectual capital yang meliputi Human Capital Efficiency (HCE), Capital Employed Efficiency (CEE), dan Structural Capital Efficiency (SCE) berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Return on Asset (ROA). Sesuai dengan hasil analisis dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran yaitu PT Bali Towerindo Sentra Tbk diharapkan untuk lebih meningkatkan Human Capital-nya yang merupakan sumber daya manusia atas kemampuannya dalam mengaplikasikan keterampilan dan keahlian merek

    Pengaruh Literasi Keuangan dan Penggunaan Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM di Kota Denpasar (Studi Kasus UMKM Bidang Fashion di Kota Denpasar Barat)

    No full text
    Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM merupakan sektor usaha yang memiliki peran penting terhadap perekonomian nasional. UMKM adalah penopang perekonomian suatu negara dalam menghadapi krisis ekonomi. Ketika krisis ekonomi menerpa dunia otomatis memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia. Tujuan penelitian yang diharapkan diantaranya 1) Untuk mengetahui pengaruh perencanaan keuangan terhadap peningkatan kinerja keuangan pada UMKM di Kota Denpasar, 2) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan digital technology terhadap peningkatan kinerja keuangan pada UMKM di Kota Denpasar, 3) Untuk mengetahui pengaruh perencanaan keuangan dan penggunaan digital technology terhadap meningkatkan kinerja keuangan pada UMKM di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Tempat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah UMKM yang bergerak di di Kota Denpasar, Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kecamatan Denpasar Baratat yang bergerak di bidang fashion sebesar 3.115. Jumlah sampel sebanyak 97 UMKM di Kota Denpasar. Dengan teknik sampel purposive sampling. Metode penelitian, observasi, wawancara, studi Pustaka, kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pernyataan mengenai kinerja keuangan menghasilkan resume dari rata-rata total skor kinerja keuangan sebesar 310 dan berada pada kriteria cukup. Maka dapat disimpulkan bahwa, dalam penelitian ini responden cukup literasi keuangan (X1) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan (Y). Hasil penelitian mendukung hipotesis kedua bahwa variabel teknologi digital (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja keuangan (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi X2 sebesar 1,194. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini variabel teknologi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan

    Pengaruh Efisiensi Penggunaan Modal Kerja dan Efektivitas Pengendalian Biaya Terhadap Profitabilitas PT Asia Pacific Fibers Tbk Periode 2015 – 2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efisiensi penggunaan modal kerja dan efektivitas pengendalian biaya terhadap profitabilitas pada PT. Asia Pacific Fibers Tbk baik secara parsial ataupun simultan. Efisiensi penggunaan modal kerja diproksikan dengan perputaran modal kerja (WCT), efektivitas pengendalian biaya diproksikan dengan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Sementara profitabilitas sebagai variabel dependen diproksikan dengan ROA. Penelitian ini dilakukan pada PT. Asia Pacific Fibers Tbk periode 2015 - 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini di antaranya : uji asumsi klasik, uji hipotesis, analisis regresi linear berganda dan uji koefisien determinasi (R2). Penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS dalam pengolahan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) secara parsial efisiensi penggunaan modal kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas PT. Asia Pacific Fibers Tbk periode 2015 - 2022, (2) secara parsial efektivitas pengendalian biaya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilias PT. Asia Pacific Fibers Tbk periode 2015 - 2022, (3) secara simultan efisiensi penggunaan modal kerja dan efektivitas pengendalian biaya berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas PT. Asia Pacific Fibers Tbk periode 2015 - 2022

    Analisis Metode Economic Value Added (EVA) terhadap Kinerja Keuangan PT. Angkasa Pura I (Persero) Periode 2018-2022

    No full text
    Secara umum, kinerja perusahaan dapat dinilai melalui pencapaian laba yang diperoleh, akan tetapi laba belum tentu mencerminkan kinerja keuangan yang positif. Penelitian ini dilatar belakangi karena terjadinya penurunan laba pada perusahaan di sektor transportasi publik, dimana yang menjadi objek penelitian adalah PT. Angkasa Pura I (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Angkasa Pura I (Persero) dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Model atau jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan memakai studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Metode analisis yang digunakan adalah metode Economic Value Added (EVA) dengan melakukan perhitungan terhadap Net Operating After Tax (NOPAT), Invested Capital (IC), Weighted Average Cost of Capital (WACC) dan Capital Charges (CC). Hasil analisis kinerja keuangan PT. Angkasa Pura I (Persero) periode 2018 s.d 2022 menunjukkan hasil yang berfluktuasi. Nilai EVA positif (EVA>0) pada tahun 2018 dan 2019 menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Angkasa Pura I (Persero) dalam keadaan baik karena perusahaan mampu memberikan nilai tambah atas investasi yang dilakukan. Sementara pada tahun 2020-2022 menghasilkan nilai EVA negatif (EV

    Rancang Bangun dan Analisis Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah Tipe Silinder Horizontal

    Full text link
    Proses pemisahan biji dan kulit kacang tanah dapat dilakukan secara tradisional atau menggunakan mesin. Pengupasan kacang tanah secara tradisional dilakukan dengan menggunakan tangan (tanpa alat bantu) atau tongkat. Pengupasan kacang secara tradisional ini tanah dengan menggunakan tangan membutuhkan banyak tenaga dan waktu walaupun hasil pengupasan sangat bagus. Sedangkan pengupasan kacang tanah dengan menggunakan tongkat membuat kualitas kacang tanah hasil kupasan buruk dengan kapasitas kupasan kacang tanah yang juga kecil. Penelitian ini bertujuan membuat mesin pengupas kulit kacang tanah untuk skala industri rumah tangga dan melakukan analisis kinerja serta analisis ekonomi. Metode penelitian dimulai dari identifikasi masalah, penyempurnaan ide rancangan, dilakukan pembuatan alat, uji fungsional, uji kinerja dan terakhir dilakukan analisis ekonomi. Hasil uji kinerja mesin pengupas kulit kacang tanah tipe silinder horizontal diperoleh kapasitas alat 15,22 kg/jam, persentase kacang tidak terkupas 50%, rendemen 33,5%, dan persentase kerusakan hasil 2,15%. Hasil analisis ekonomi teknik diperoleh biaya tetap Rp. 1.654.853,36/tahun, biaya tidak tetap Rp. 27.648,13/jam, biaya pokok Rp. 1.879,48/kg, dan BEP sebanyak 1.732,03 kg/tahun. Mesin ini sangat cocok untuk skala industri rumah tangga karena mempunyai kapasitas 15,22 kg/jam dengan biaya listrik yang kecil sebesar Rp. 272,91/jam
    corecore