2,775 research outputs found
PENERTIBAN TANAH TERLANTAR OLEH KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2010 ( Studi pada Hak Guna Usaha PT. Karya Rinjani Utama)
Pemberian hak atas tanah oleh Pemerintah kepada masyarakat atau badan
hukum dengan hak skala besar seperti HGU mendatangkan tanggung jawab yang
besar bagi pemegang hak. Kenyataan yang sering dijumpai masih banyak terdapat
penyimpangan-penyimpangan dalam pemanfaatan, penggunaan dan pengelolaan
tanah tersebut seperti yang dilakukan oleh pemegang hak atas tanah dengan tidak
memperhatikan bahkan melakukan tindakan berupa penelantaran tanah.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengapa HGU milik PT. Karya
Rinjani Utama dikategorikan sebagai tanah terlantar oleh Kanwil BPN Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung dan bagaimana Kewenangan dan Mekanisme Penertiban
Tanah Terlantar Yang Dilakukan Oleh Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung.
Metode penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis empiris,
sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder yang
dikelompokkan secara sistematis sesuai dengan fakta dan karakteristik objek yang
diteliti secara tepat, kemudian dianalisis secara kualitatif, dengan penarikan
kesimpulan secara induktif.
Hasil dari penelitian didapati faktor-faktor penyebab HGU PT. Karya
Rinjani Utama dikategorikan sebagai tanah terlantar adalah tidak adanya aktivitas
atau kegiatan produksi apapun dalam areal HGU; sebagian besar HGU tidak
dimanfaatkan secara optimal bahkan sebagian besar telah diusahakan oleh masyarakat
sekitar areal HGU; berdasarkan pertimbangan Pasal 20 Peraturan Kepala BPN RI
Nomor 4 Tahun 2010, maka HGU PT. Karya Rinjani Utama termasuk ke dalam
kelompok lebih dari 25 % (persen) sampai dengan kurang dari 100 % (persen)
terlantar, yaitu ± 90 % (persen) terlantar; dan PT. Karya Rinjani Utama selaku
pemegang hak tidak mengindahkan Surat Peringatan I,II dan III yang dikeluarkan
oleh Kakanwil BPN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kewenangan penertiban
tanah terlantar oleh BPN RI diperoleh dari Pemerintah (Presiden) berupa kewenangan
delegasi. Mekanisme penertiban tanah terlantar dengan tahapan inventarisasi tanah
yang terindikasi terlantar, identifikasi dan penelitian, peringatan dan penetapan tanah
terlantar.
Saran yang dapat diberikan adalah perlu dilakukan monitoring dan evaluasi
yang berkesinambungan oleh Pemerintah khususnya BPN melalui Kanwil BPN
Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota terhadap penggunaan dan
pemanfaatan tanah atas pemberian hak atas tanah terutama hak-hak atas tanah dengan
skala besar supaya pemegang hak tidak melakukan penelantaran tanah dan tujuan
kemakmuran rakyat tercapai
METODE EPQ MULTI ITEM PADA SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN KERTAS BERDASARKAN KEBIJAKAN PENGIRIMAN PARSIAL SERTA JAMINAN KUALITAS KERTAS (STUDI KASUS PT PURA NUSAPERSADA KUDUS)
Penyetaraan Tes Berbentuk Uraian
Skor dari dua paket tes yang mengukur kemampuan yang sama yang dibuat dengan
kisi‐kisi yang sama tidak dapat diperbandingkan langsung, karena skor tes tersebut belum
berada pada skala yang sama. Skor tes yang dapat dibandingkan langsung harus terletak pada
satu skala, sehingga perlu dilakukan penyetaraan skor tes.Terdapat beberapa metode yang
dapat digunakan untuk menyetarakan tes, termasuk tes berbentuk uraian. Masing‐masing
metode memiliki kekurangan dan kelebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
metode penyetaraan tes yang paling stabil pada tes berbentuk uraian. Data pada penelitian ini
adalah respon siswa terhadap suatu tes. Ada dua set data, respon siswa kelompok tertentu
terhadap tes 1 dan respon siswa kelompok lain terhadap tes 2. Masing‐masing set data
dianalisis dengan menggunakan program PARSCALE, kemudian konstanta penyetaraan
dihitung dengan menggunakan empat metode yaitu metode Rerata & Sigma (RS), Rerata &
Rerata (RR), Haebara (HA), dan Stocking & Lord (SL).Semua metode komputasinya
menggunakan program STUIRT. Dengan menghitung rata‐rata root mean square differences
(RMSD) kemampuan pada masing‐masing metode menurut banyaknya replikasi, nilai rata‐rata
RMSD yang lebih kecil menunjukkan hasil penyetaraan lebih stabil. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai rata‐rata RMSD kemampuan yang terkecil diperoleh dari metode SL,
diikuti metode HA, dan kemudian dua metode lainnya. Diantara keempat metode penyetaraan
tes, yang paling stabil adalah metode SL. Sebaiknya gunakanlah metode SL dalam penyetaraan
tes berbentuk uraian, walaupun komputasinya sukar dilakukan dengan cara manual.
Kata kunci: penyetaraan, PARSCALE, STUIRT, RMSD
Ruang topologi pergandaan
Dalam tulisan ini, latar belakang pembahasan adalah ruang topologi.
Pada ruang topologi dikembangkan konsep tentang pemetaan pemetaan pada ruang topologi.
Selanjutnya berdasarkan konsep ini,dikembangkan konsep ten tang topologi pergandaan.
Salain definisi dan teorema yang menyangkut topologi per - gandaan, diberikan juga beberapa akibat,catatan,contoh ser to kesimpulan.
This document is Undip Institutional Repository Collection. The author(s) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translate the submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that .UNDIP-IR may keep more than one copy of this submission for purpose of security, back-up and preservation:
(http://eprints.undip.ac.id
DECENTRALIZATION AND QUALITY SCHOOLS: LOCAL POLITICAL DYNAMICS
This research examined the role of local politics in supporting school improvement in Kebumen and
examines the efforts of school stakeholders in improving the quality of schools in Kebumen. This study found that
local politics is very important in realizing the quality of schools. Local elite joined the ranks of the board of
education and the House of Representatives, and NGOs to be decisive political dynamics of education at the local
level. Meanwhile, at the school level tactics and strategy relies heavily on the ability of the principal in influencing
and implementing ideas to actions taken by the subject teachers, guidance counseling teachers, administrative
staff, and the school committee including parents.
Keywords: local politics, political dynamics, local elites, quality of schools
Pengembangan Kemampuansiswa Meneliti Sejarah Lokal melalui Model Inkuiri (Studi Kasus di SMA Negeri 5 Purwokerto)
Thepurpose of this study is know effectivity of inquiry's model in developingpupil's ability studying local history at SMA Negeri 5 Purwokerto year of 20062007. This study is a classroom action research with subject mailer of history andtopic about principles historical research. There are four phase in this classroomactiOn research, i.e.: planning, classroom action, observationand reflection.The result of thisstudy shows that inquiry'S model effective enough todevelopingpupil's ability in studying local history. There is significant improvingin instructional process of historical subject matter by inquiry's model from firstcydies toward third cyclies. The significan, improving could be seen by pretest andPOSllest values in every cyclies, angket value in first cyclies, and collective's dutiesfrom first cyclies toward third cyclie
Strategi Model Pengendalian Penyebaran Virus Influenza
Influenza or more popular is called flu is a kind of disease caused by virus which infect system of respiratory. Virus of influenza spread by direct contact with a host, so it is needed a quarantine and isolate program to rein it. By quarantine and isolate, formulation of reproduction number are made, by then is to determine a strategy to rein the virus. As a verification of formula obtained, we study the avian influenza at Central Java on September 2005 – April 2008
APLIKASI TRANSFORMASI LAPLACE DALAM PEMODELAN MATEMATIKA SIKLUS KARBON DI ATMOSFER DAN VEGETASI
Model Matematika Untuk Mendeteksi Diabetes Mellitus Tipe
Diabetes Mellitusis a disease causedby a deficiency ofthe insulin hormone,, resulted concentrationina person's bloodsugaris highbecausesugarin the bloodcan not be usedby the body. Detection ofdiabetesmellituscan be constructedin the form ofmathematicalmodelstoform adifferentialequation. The equations ofthe differential model is asystem ofnonlineardifferentialequationswithtwovariables. The modeltakesthe form ofsystematicnonlinearlinearization. LinearizationperformedbyTaylor seriesapproach. Toillustratethe modelsimulationby givingthe values ofthe calibrationparameters areprocessedby thesolvertools and obtainedtoindicatethe patient'snaturalperiodwithin thenormalglucoseislessthan4hours
- …
