12 research outputs found

    PENGARUH METODE BERMAIN TABUNG BERPUTAR TERHADAP KEMAMPUAN MATEMATIKA PERMULAAN AUD (ANAK USIA DINI) PADA SISWA KELOMPOK A TK INSAN KAMIL KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG TAHUN AJARAN 2018-2019

    Get PDF
    Kemampuan matematika permulaan merupakan salah satu kemampuan yang harus dikembangkan pada anak usia dini. Pembelajaran matematika untuk anak usia dini sangat penting untuk dikembangkan sejak dini agar anak dapat belajar dan berfikir secara logis dan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari metode bermain tabung berputar terhadap kemampuan matematika permulaan AUD pada siswa kelompok A TK Insan Kamil Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung tahun ajaran 2018-2019. Metode bermain merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini, dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode bermain tabung berputar. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan design One group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel terikat yaitu kemampuan matematika permulaan AUD dan variabel bebas yaitu penggunaan metode bermain tabung berputar. Populasi penelitian yaitu siswa kelompok A TK Insan Kamil. Jumlah seluruhnya 25 siswa 10 siswa laki-laki 15 siswa perempuan. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode bermain tabung berputar berpengaruh terhadap kemampuan matematika permulaan AUD. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa N = 25 dengan mengunakan taraf signifikasi 5% = 1,8892296 setelah dicari perbedaan skor rata-rata pre-test dan post-test menggunakan analisis statistik yaitu uji-t diperoleh hasil pre-test dan post-test kemampuan matematika permulaan AUD (1,8892296 > 1,71088 ). Selain itu, juga dapat dilihat dari rata-rata post-test kemampuan matematika permulaan didapat hasil prosentase sebesar  anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH) meningkat dari 12% menjadi 22% dan kemampuan anak yang berkembang sangat baik mengalami peningkatan dari 34% menjadi 53%. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode bermain tabung beputar berpengaruh terhadap kemampuan matematika permulaan AUD pada siswa kelompok A TK Insan Kamil tahun ajaran 2018-2019

    EVALUASI EROSI BERDASARKAN KELAS KEMIRINGAN LERENG DAN POSISI LERENG PADA LAHAN TEGAL, DI KECAMATAN JATINANGOR

    Get PDF
    Pada lahan miring, erosi tidak bisa atau sulit untuk dihindarkan atau dihilangkan sampai pada tingkat erosinya nol. Air yang mengalir di permukaan tanah akan mengangkut material tanah dan terkumpul pada posisi lereng bawah. Tetapi bila kekuatan aliran permukaan tidak terlalu cukup kuat untuk mengangkut material terlarut, maka pada lereng tengah akan terjadi pengendapan sementara material yang tererosi dari lereng atasnya. Karena terjadi terus-menerus erosi permukaan, maka terbentuklah tanah-tanah dangkal di lereng atas. Sebaliknya, pada kaki-kaki lereng sering ditemukan tanah dengan profil dalam akibat penimbunan bahan-bahan yang dihanyutkan dari lereng atas tersebut. Sehingga secara tidak langsung, pada setiap lereng akan memiliki sifat tanah yang berbeda yang menyebabkan pula perbedaan nilai erosinya. Kenyataan di lapangan, para pengelola lahan ataupun peneliti lainnya mengabaikan hal ini. Hal itu telah mendorong penulis untuk mengkaji fenomena tersebut hubungannya dengan tingkat erosi permukaan pada lahan tegalan di Kecamatan Jatinangor. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai bagaimana tingkat erosi permukaan berdasarkan kelas kemiringan lereng dan posisi lereng di kecamatan Jatinangor.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan studi dokumentasi. Populasi penelitian ini termasuk populasi wilayah, yakni lahan tegalan yang diusahakan pada lahan miring yang ada di kecamatan Jatinangor. Sampel diambil pada 3 kelas kemiringan lereng yang terdapat pada lahan tegalan, yaitu landai (8-15%), agak curam (15-25%), dan curam (25-40%). Pada tiap kelas lereng dibagi menjadi 3 posisi lereng, yakni posisi lereng atas, posisi lereng tengah, dan posisi lereng bawah. Sehinga dapat diperoleh 9 titik pengamatan yang akan dijadikan sebagai sampel. Penulis menggunakan teknik analisis kuantitatif yaitu pengolahan dan menginterpretasikan data yang berbentuk angka dengan perhitungan yang bersifat matematik dan teknik analisis kualitatif untuk menginterpretasikan data berupa pendapat, pandangan serta data lainnya. Hasil penelitian menunjukkan seperti halnya penelitian sebelumnya oleh para ahli di daerah lain bahwa kecamatan Jatinangor memiliki tingkat erosi permukaan semakin kecil seiring dengan semakin landai kemiringan. Tidak ada perbedaan yang terlalu besar erosi permukaan pada setiap posisi lereng. Pada kenyataannya memang posisi lereng tidak terlalu mempengaruhi tingkat erosi permukaan. Namun, posisi lereng sangat berhubungan dengan sifat fisik dan kimia tanah. Dengan mengetahui perbedaan tingkat bahaya erosi, akan menentukan pengelolaan selanjutnya yang sesuai dengan karakteristik lahan. Dimana dalam hal ini akan mendukung kegiatan usahatani tegalan di daerah penelitian secara berkelanjutan

    Respon Jeruk Siam (Citrus Nobilis) dan Limau (C. Amblycarpa) Terhadap Aplikasi Dosis dan Frekuensi Pemupukan NPK

    Get PDF
    Jeruk merupakan buah yang paling banyak digemari masyarakat karena memiliki rasa buah manis dan merupakan bahan pelengkap utama dalam menunjang gizi masyarakat. Secara umum tingkat pengelolaan budidaya jeruk oleh petani sangat bervariasi, belum optimal dan belum sepenuhnya menerapkan inovasi teknologi anjuran sehingga mutu yang dihasilkan tidak memuaskan. Jeruk dapat menghasilkan produk yang optimal apabila dilakukan teknik budidaya yang tepat. Salah satu teknik budidaya yang penting yaitu pemupukan tanaman yang disesuaikan dengan umur tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan NPK terhadap jeruk siam dan limau, mengetahui pengaruh frekuensi pemupukan NPK terhadap pertumbuhan tanaman jeruk siam dan limau dan mengetahui interaksi aplikasi dosis dan frekuensi pemupukan NPK terhadap pertumbuhan jeruk siam dan limau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kebun Kelurahan Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada ketinggian tempat 650 m di atas permukaan laut (dpl) pada April hingga September 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tiga taraf dosis pemupukan yaitu 0% dosis anjuran sebagai kontrol, 60% dosis anjuran, dan 120% dosis anjuran. Faktor kedua adalah dua taraf frekuensi pemupukan, yaitu frekuensi sekali pemupukan dan frekuensi dua kali pemupukan. Variabel yang diamati dan diukur dalam penelitian diantaranya pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, jumlah trubus, pertambahan diameter batang, jumlah klorofil, jumlah bunga, dan jumlah buah jadi. Hasil penelitian menunjukan pemberian dosis pupuk 60% dan 120% dosis anjuran mampu meningkatkan pertambahan diameter batang baik jeruk siam maupun limau, pertambahan jumlah daun jeruk siam, jumlah trubus jeruk siam, pertambahan tinggi tanaman jeruk limau dan jumlah klorofil jeruk limau. Aplikasi frekuensi sekali pemupukan memiliki pengaruh terbaik terhadap pertambahan jumlah daun jeruk siam. Aplikasi dosis 60% dengan frekuensi dua kali pada jeruk limau mapu meningkatkan jumlah trubus, pertambahan jumlah daun dan jumlah buah jadi tertinggi. Sementara pada jeruk siam, aplikasi dosis 60% frekuensi sekali memberikan pertambahan tinggi tanaman dan jumlah klorofil tertinggi

    PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS :Studi Tentang Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran PPKn di SMAN 1Ciparay Kabupaten Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari latar belakang pemikiran adanya isu rendahnya kualitas atau mutu pendidikan di Indonesia termasuk mutu Pendidikan Kewarganegaraan. Rendahnya kualitas pendidikan ini salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya kualitas pembelajaran termasuk di dalamnya pembelajaran PPKn. Hal ini tentu saja bukan persoalan yang sederhana, karena akan berkait erat dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia dan lebih jauh lagi akan berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. PPKn merupakan mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, warga negara dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Dikbud; 1995 :7). Melalui mata pelajaran PPKn ini diharapkan bangsa kita khususnya peserta didik mampu mengembangkan nilai-nilai budaya sendiri serta berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Namun dalam proses pembelajarannya, selama ini guru dalam proses belajar mengajar di kelas lebih banyak hanya menyampaikan pengetahuan kewarganegaraan yang bersifat kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotor kurang mendapat perhatian, pembelajaran PPKn lebih bersifat tekstual daripada kontekstual dan diberikan secara indoktrinasi, akibatnya kualitas pembelajaran PPKn rendah karena hanya bersifat hafalan saja dan kurang mengembangkan berpikir siswa termasuk berpikir kritis. Oleh karena itu, penelitian ini mengambil dan menetapkan judulnya adalah Pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran PPKn/PKN dengan objek penelitian di SMAN 1 Ciparay Kabupaten Bandung. Menurut kurikulum Kewarganegaraan tahun 2004, bahwa berpikir kritis ini merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan dalam pembelajaran PKN. Oleh karena itu, sangat penting untuk adanya pembaharuan dalam pola/strategi pembelajarannya, di mana siswa bukan hanya belajar tentang materi pelajaran PKN melainkan juga belajar ber-PKN atau praktik, dilatih uji coba dan mahir serta mampu membakukan diri, bersikap perilaku sebagaimana isi pesan PKN. Jadi, dalam pembelajaran PPKn/PKN itu bukan hanya memberikan informasi yang bersifat kognitif semata, akan tetapi harus lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Dari hasil penelitian ke sekolah, hal inilah yang masih belum mampu dikembangkan oleh guru PPKn/PKN. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap sejumlah masalah yang mengacu pada tema sentral penelitian "Bagaimana kondisi PPKn/PKN dewasa ini dilihat dari pendekatan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa SMA", dan secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan merumuskan tentang gagasan konseptual dan operasional pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran PPKn/PKN di Sekolah Menengah Atas. ix Dalam penelitian ini, proses pembelajaran PPKn/PKN dijadikan pusat kajian baik secara filosofis maupun secara empiris dengan menggunakan data dari guru PPKn/PKN, para pakar Pendidikan Kewarganegaraan yang ditunjang dan kaiian program pembelajaran guru PPKn/PKN. Dari data-data yang diperoleh terungkap sejumlah temuan masalah bahwa dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran PPKn/PKN, di mana pengmbangan kemampuan berpikir kntis dalam pembelajaran PPKn/PKN sangat tergantung pada keprofesionalan guru hu sendiri terutama dalam menerapkan strategi pembelajarannya, dalam merekonstruksi materi pembelajaran, menerapkan pendekatan dan metode pembelajarannya, dan ketersediaan media pembelajaran yang baik atau memadai serta sistem evaluasi yang komprehensip. Dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ternyata masin terdapat beberapa kelemahan yang ditemukan penulis dalam penelitian ini, antara lain bahwa guru PPKn dalam merumuskan tujuan pembelajaran khususnya lebih banyak menekankan pada aspek kognitif daripada aspek afektif dan psikomotor, materi pembelajarannya terlalu teksbuk, metode pembelajarannya masih banyak menggunakan ceramah yang bersifat komunikasinya hanya satu arah dan belum banyak menggunakan pendekatan-pendekatan pemecahan masalah, sistem evaluasinya lebih menekankan pada tes-tes yang dominan kognitif. Dengan ditemukannya kelemahan-kelemahan sebagaimana tersebut, maka akan sangat sulit untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PPKn/PKN. Penelitian ini merekomendasikan bahwa kemampuan berpikir kritis perlu terus dikembangkan dalam pembelajaran PPKn/PKN, karena hal itu merupakan salah satu tujuan PPKn/PKN. Oleh karena itu, paradigma pembelajaran PPKn/PKN harus diubah dari teaching harus menjadi learning yang berpusat pada siswa, pendekatan pembelajaran yang demokratis dan problematis perlu dikembangkan, pengembangan aspek afektif dan psikomotor perlu mendapat perhatian di samping aspek kognitif

    PENGEMBANGAN MEDIA DENAH PROFESI UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN MENGENAL RAGAM PROFESI ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan mengenai rendahnya kemampuan kognitif dan terbatasnya media pembelajaran dilapangan khususnya untuk menyampaikan materi sub tema profesi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran untuk menyampaikan sub tema profesi yang sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Berdasarkan temuan masalah dilapangan peneliti menyusun dan merancang media Denah Profesi untuk memfasilitasi kemampuan mengenal ragam profesi anak usia 5-6 tahun pada sub tema profesi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan dengan desain Educational Desain Research (EDR) karya McKenney dan Reeves. Prosedur penelitian EDR terdapat 4 tahap utama yaitu, tahap Analisis dan Eksplorasi (Analysis and Exploration); tahap Desain dan Konstruksi (Design and Construction); tahap Evaluasi dan Refleksi (Evaluation and Reflection; dan maturing and theorytical . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, angket, dan validasi ahli. Validasi ini dilakukan oleh ahli materi kognitif, dan ahli media pembelajaran. Setelah melalui beberapa revisi sesuai saran validator kemudian dilakukan uji coba produk sebanyak dua kali di KOBER PAUD Miftahul Falah. Berdasarkan hasil analisis dari data uji coba produk, media DEnah Profesi untuk memfasilitasi kemampuan mengenal ragam profesi anak usia 5-6 tahun pada sub tema profesi ini telah berhasil dikembangkan dan layak digunakan dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kognitif, Anak Usia Dini, Denah Profesi, EDR ABSTRACT This research is motivated by the problem of low cognitive abilities and limited learning media in the field, especially for delivering material day and night. The purpose of this research is to develop learning media to deliver material day and night according to the needs in the field. Based on the findings of the problems in the field, the researchers compiled and designed the Day and Night Box media to facilitate the cognitive abilities of children aged 5-6 years. The research method used is the development of the Educational Design Research (EDR) design by McKenney and Reeves. The EDR research procedure has 3 main stages, namely, the Analysis and Exploration stage; stage of Design and Construction (Design and Construction); and the Evaluation and Reflection stage. Data collection techniques in this study were observation, interviews, documentation studies, questionnaires, and expert validation. This validation was carried out by material science experts, learning media experts and pedagogic experts. After going through several revisions according to the validator's suggestions, the product was tested twice at Pelita Mekar Kindergarten. Based on the results of the analysis of the product trial data, the Box Day and Night media to facilitate the cognitive abilities of children aged 5-6 years has been successfully developed and is suitable for use in learning in Early Childhood Education (PAUD). Keywords: Learning Media, Cognitive, Early Childhood, Day and Night, ED

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kecamatan Mandalajati Kota Bandung

    Get PDF
    The state apparatus is expected to provide the best possible service to the community in various ways. One thing that needs attention is the public service sector, especially in terms of the quality or quality of service provided by government officials to the public. This study aims (1) to determine and analyze the quality of service in Mandalajati District, Bandung City; (2) to find out and analyze community satisfaction in Mandalajati District, Bandung City; and (3) to determine the influence of service quality on community satisfaction in Mandalajati District, Bandung City. The method used uses a quantitative approach, with the aim of measuring and understanding the causal relationships between variables (Creswell: 2009). The survey method is also used in obtaining data through various data collection techniques such as direct interviews, distribution of questionnaires, observation or observation. The results of the analysis say that service quality has a significant influence on community satisfaction

    Policy implementation of child protection in Bandung City, Indonesia

    Get PDF
    This study is intended to explore the implementation of child protection policies in the city of Bandung, which is the main task of the function of a Technical Implementation Unit of the Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children in the City of Bandung. This study uses a qualitative case study approach, primary data obtained from interviews with 8 key informants supported by secondary data derived from observations and supporting documents in the form of policies in child protection that apply in the city of Bandung. The results of the study show that the implementation of child protection policies has not been successful because the service process and the criminal justice system have not been implemented because they are still encountering obstacles. The findings from the results of this study are that services must be implemented and one-stop service is made

    Hubungan penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab� (penelitian di MI Riyadlul Jannah Cikundul Kota Sukabumi)

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di MI Riyadlul Janah Cikundul Kota Sukabumi dengan sample penelitian sebanyak 25 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mendeskripsikan fakta-fakta empirik tentang hubungan penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar siswa. Dan secara eksplisit hasil penelitian ini diarahkan untuk mengungkapkan fakta tentang : Ada tidaknya hubungan penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa arab di MI Riyadlul Jannah.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bahasa Arab telah dilakukan dengan baik, yang ditunjukkan oleh hasil analisis data terhadap indikator penggunaan media pembelajaran mencapai angka ratarata sebesar 80 %. Begitu juga hasil analisis data terhadap nilai bahasa Arab yang mencapai rata-rata nilai akhir sebesar 81 % dan ketuntasan pembelajaran mencapai 100 % menunjukkan bahwa prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Arab sangat tinggi. Berdasarkan pada analisis statistik terhadap data variabel penggunaan media pembelajaran (variabel X) dan variabel prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab (variabel Y), diperoleh harga �rhitung� sebesar 0,89 > dari harga �rtabel� yang pada taraf signifikansi 5% hanya sebesar 0,396 dan pada taraf signifikansi 1% hanya sebesar 0,505, membuktikan bahwa terdapat korelasi yang positif dan kuat antara penggunaan media pembelajaran dengan prestasi siswa pada mata pelajaran bahasa Arab, sehingga dapat disimpulkan, semakin baik penggunaan media pembelajaran maka semakin tinggi prestasi belajar sisw

    PREDIKSI KONDISI EKONOMI AKIBAT PANDEMI COVID-19 MELALUI KEBIJAKAN STAY AT HOME DAN LOCKDOWN

    Get PDF
    World Healt Organization (WHO) bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan penyakit baru yang akan Tersebar melintasi batas negara ke seluruh belahan dunia. Saat ini pandemi Covid-19 mirip dengan flu, WHO mengumumkan flu ini pada 12 Maret, Pertama populer di Cina, kemudian menyebar ke seluruh dunia dalam beberapa bulan menjadi pandemi. Dalan penanganan pandemi di Indonesia yaitu dengan menerapkan kebijakan berdiam di rumah (stay at home), namun kebijakan ini menimbulkan dampak ekonomi yang buruk, sehingga berdampak terhadap inflasi yang tinggi. Untuk mengatasi itu maka pemerintah Indonesia telah Memberi bantuan sosial kepada masyarakatnya yaitu dengan memberikan stimulus Bantuan yang disalurkan melalui kartu sembako akan ditambah dari Rp. 150.000 per bulan menjadi Rp. 200.000 per bulan kepada 15.2 juta keluarga penerima selama 6 bulan sejak bulan Maret. Selain itu mensubsidi pajak penghasilan (PPh) kepada perusahaan manufaktur yang berpenghasilan dibawah Rp 200 juta per tahun, juga untuk mendukung pelaksanaan stay at home di daerah, maka Kementerian Keuangan telah menerbitkan surat nomor S-116/PK/2020 tentang Pemberitahuan Penyaluran Dana Insentif Daerah tahun anggaran 2020 Dalam Rangka Pencegahan dan/atau Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) supaya pelaksanaan stay at home di daerah dapat dilaksanakan
    corecore