11 research outputs found
ISOLASI SELULOSA DARI BAGAS TEBU MELALUI PEMANASAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO
ABSTRAKDi Indonesia, bagas tebu berpotensi sebagai sumber alternatif selulosa karena jumlahnya yang melimpah. Bagas tebu merupakan hasil samping dari proses pembuatan gula yang mengandung 40-50% selulosa dan 25-35% hemiselulosa. Selulosa berpotensi dikembangkan menjadi salah satu bahan baku kimia terbarukan. Potensi tersebut ditunjang dengan sifatnya yang biokompatibilitas, dan sifat ramah lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan selulosa melalui proses likuifaksi, delignifikasi dan pemutihan menggunakan pemanas gelombang iradiasi mikro. Isolasi selulosa dari bagas tebu memanfaatkan pemanasan iradiasi gelombang mikro selama 18 menit. Isolat selulosa yang dihasilkan menunjukkan rendemen sebesar 38.57% dengan kadar α-selulosa dan hemiselulosa berturut-turut adalah 78.46% dan 18.65%. Keberhasilan proses isolasi juga dapat dilihat dari spektrum FTIR bagas tebu dan isolat selulosa. Hasil spektrum selulosa menunjukkan pengurangan serapan gugus guasil dam siringil, dan peningkatan serapan gugus β-selulosa. Pencirian isolat selulosa juga dilakukan menggunakan DSC dan SEM yang menunjukkan keberhasilan proses isolasi selulosa. Pemanasan menggunakan gelombang irradiasi mikro dapat mengurangi waktu proses. Hal ini mengindikasikan bahwa gelombang irradiasi mikro dapat diaplikasikan untuk efektivitas waktu proses. Kata kunci : sellulosa, isolasi, gelombang irradiasi mikro, bagas teb
MODIFIKASI PATI TALAS KIMPUL DENGAN MONOSODIUM FOSFAT UNTUK BAHAN PENGENTAL MAKANAN
Pati alami memiliki kelemahan untuk dapat diaplikasikan di industri. Oleh karena itu diperlukan modifikasi untuk meningkatkan penggunaan dari pati tersebut, salah satunya dengan melakukan modifikasi pada struktur pati. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pati termodifikasi yaitu pati ikat silang fosfat. Pati ikat silang fosfat disintesis dengan mereaksikan pati talas kimpul dengan monosodium fosfat. Untuk memperoleh kondisi proses yang optimal maka pada penelitian ini dilakukan optimasi terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap karakteristik pati termodifikasi yang dihasilkan. Rancangan percobaan menggunakan metode one factor at a time dengan variabel yang digunakan meliputi: konsentrasi monosodium fosfat 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5% ; lama reaksi (20, 30, 40, 50 dan 60 menit). Karakterisasi sifat fisikokimia dari pati monosodium fosfat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 20% yang mempunyai nilai kadar pati 15,10%, kadar air 9,01%, kejernihan pasta 2,39%, nilai solubility 5,25% dan nilai swelling power sebesar 2,11%, kejernihan pasta 5,91% dan freeze-thaw stability 1,07%.Kata kunci : Talas kimpul, pati termodifikasi, ikatan silang, monosodium fosfa
MODIFIKASI PATI TALAS KIMPUL (XANTHOSOMA SAGITTIFOLIUM) UNTUK BAHAN PENGENTAL MAKANAN
Pati alami memiliki kelemahan untuk dapat diaplikasikan di industri. Maka dari itu dibutuhkan modifikasi dalam upaya mempertinggi pemakaian dari pati tersebut, langkah yang dilakukan dengan membuat modifikasi untuk struktur pati. Penelitian yang dilakukan ini mempunyai tujuan dalam mendapatkan pati termodifikasi dengan kata lain pati ikat silang fosfat. Pati dengan ikat silang fosfat dibuat dengan mereaksikan pati talas kimpul dengan monosodium fosfat. Untuk memperoleh kondisi proses yang optimal maka pada penelitian ini dilakukan optimasi terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap karakteristik pati termodifikasi yang dihasilkan. Rancangan percobaan menggunakan metode one factor at a time dengan variabel yang digunakan meliputi: konsentrasi monosodium fosfat 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5% ; lama reaksi (20, 30, 40, 50 dan 60 menit). Karakterisasi sifat fisikokimia dari pati monosodium fosfat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 20% dan lama reaksi pada pati monosodium fosfat yang terbaik yaitu 60 menit yang mempunyai nilai kadar pati 32,17%, kadar air 9,42%, kejernihan pasta 2,39%, nilai solubility 4,03% dan nilai swelling power sebesar 2,45%, kejernihan pasta 13,23% dan freeze-thaw stability 0,70%
SINTESIS & KARAKTERISASI NANO KALSIUM DARI LIMBAH TULANG AYAM BROILER DENGAN METODE PRESIPITASI
Di Indonesia tingkat konsumsi ayam broiler sangat tinggi dan limbah tulang ayam yang dihasilkan tidak dimanfaatkan, kandungan kalsium pada tulang ayam sekitar 69% dalam bentuk kalsium fosfat dan dapat dimanfaatkan sebagai Nano kalsium sehingga terabsorbsi dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tulang ayam sebagai sumber kalsium. Tahapan dari penelitian ini dimulai dari tahap preparasi sampel tulang ayam dibersihkan dan dikeringkan dibawah sinar matahari selama 3 hari. Proses dekolagenasi dengan larutan KOH 4% selama 48 jam untuk menghilangkan kolagen, selanjutnya dihancurkan menjadi tepung dan diuji kadar logamnya dengan ICP EOS-AAS. Pada tahap Presipitasi, sampel diekstraksi dengan larutan HCl 1N selama 1, 1,5 dan 2 jam pada suhu 90oC. Larutan ekstraksi difiltrasi dan dipresipitasi dengan NaOH 3N untuk mendapatkan endapan. Endapan didekantasi dan dinetralisasi dengan aquadest untuk mendapatkan endapan. Endapan tersebut dikeringkan dengan oven dan di abukan pada suhu 600oC selama 2 jam untuk mendapatkan serbuk kalsium. Dari penelitian ini diperoleh hasil terbaik pada ekstraksi 2 jam dengan rendemen sebesar 14.97%. Hasil pengukuran dengan alat SEM pada perbesaran 10,000x menunjukkan ukuran partikel sebesar 200-1000nm yang mengindikasikan serbuk sudah menjadi nano. Dari karakterisasi tersebut terlihat bahwa tulang ayam memiliki potensi sebagai sumber kalsium dengan ukuran nano pada waktu ekstraksi 2 jam
Analisis Sistem Kriptografi dalam Mengamankan Data Pesan Dengan Metode One Time Pad Cipher
Dalam dunia teknologi informasi yang menggunakan komputer sebagai medianya, maka keamanan data (pesan) menjadi aspek yang sangat penting dalam sistem teknologi informasi. Salah satu metode yang digunakan untuk menjaga keamanan data tersebut adalah algoritma kriptografi One Time Pad (OTP). OTP dipilih karena merupakan algoritma sederhana dan belum dapat terpecahkan. Kunci yang digunakan pada algoritma ini haruslah kunci yang benar-benar acak sehingga kerahasiaan pesan didalamnya dapat terjamin, maka digunakanlah metode pembangkit bilangan acak Linear Congruential Generator (LCG) atau Linear Feedback Shift Register (LFSR). Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Hasil dari pembahasan ini adalah menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi plaintext menggunakan algoritma OTP dan LCG/FLSR sebagai pembangkit kunci.In the world of information technology that uses computers as its medium, data security (messaging) is a very important aspect in information technology systems. One method used for data security is the One Time Pad (OTP) cryptographic algorithm. OTP Selected because it is a simple algorithm and cannot be solved. The key used in this algorithm must be truly random so that the confidentiality of the message in it is safe, so use the Linear Congruential Generator (LCG) random number generator method or the Linear Feedback Shift Register (LFSR). This system was developed using the Visual Basic 6.0 programming language. The result of this discussion is to produce an application that can be used to encrypt and decrypt plaintext using OTP and LCG / FLSR algorithms as key development.
 
ISOLASI SELULOSA DARI BAGAS TEBU MELALUI PEMANASAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO
ABSTRAKDi Indonesia, bagas tebu berpotensi sebagai sumber alternatif selulosa karena jumlahnya yang melimpah. Bagas tebu merupakan hasil samping dari proses pembuatan gula yang mengandung 40-50% selulosa dan 25-35% hemiselulosa. Selulosa berpotensi dikembangkan menjadi salah satu bahan baku kimia terbarukan. Potensi tersebut ditunjang dengan sifatnya yang biokompatibilitas, dan sifat ramah lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan selulosa melalui proses likuifaksi, delignifikasi dan pemutihan menggunakan pemanas gelombang iradiasi mikro. Isolasi selulosa dari bagas tebu memanfaatkan pemanasan iradiasi gelombang mikro selama 18 menit. Isolat selulosa yang dihasilkan menunjukkan rendemen sebesar 38.57% dengan kadar α-selulosa dan hemiselulosa berturut-turut adalah 78.46% dan 18.65%. Keberhasilan proses isolasi juga dapat dilihat dari spektrum FTIR bagas tebu dan isolat selulosa. Hasil spektrum selulosa menunjukkan pengurangan serapan gugus guasil dam siringil, dan peningkatan serapan gugus β-selulosa. Pencirian isolat selulosa juga dilakukan menggunakan DSC dan SEM yang menunjukkan keberhasilan proses isolasi selulosa. Pemanasan menggunakan gelombang irradiasi mikro dapat mengurangi waktu proses. Hal ini mengindikasikan bahwa gelombang irradiasi mikro dapat diaplikasikan untuk efektivitas waktu proses. Kata kunci : sellulosa, isolasi, gelombang irradiasi mikro, bagas tebu</jats:p
Kumbang Koksi Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Kumbang koksi merupakan salah satu satwa liar bangsa serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk corak pada badannya yang membuat mereka mudah dikenali karena penampilannya yang cukup khas, sehingga bisa dibedakan dari serangga lainnya. Bentuk fisik dari kumbang koksi sangat berkesan akan keindahannya, yang saat ini sudah jarang dijumpai. Karya ini mengangkat tentang kekaguman terhadap keindahan kumbang koksi, ke dalam bentuk karya seni lukis dalam bentuk representasional, yang menggunakan konsep distorsi, deformasi, stilisasi yang direpresentasi menggunakan gaya dekoratif. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari persiapan mencari informasi, perancangan dengan menuangkan ide dari hasil data yang didapatkan, perwujudan menghadirkan proses konsep yang dari awal dirancang dan penyajian setelah proses perwujudan selesai dilakukan proses finishing yaitu pembingkaian karya. Karya dalam bentuk dua dimensi berupa karya lukisan, masing-masing karya memiliki perbedaan baik dari bentuk visual yang diwujudkan maupun perasaan yang ingin disampaikan terkait kumbang koksi, yang terdiri dari delapan buah karya dengan judul Plural, Home, Tarian Kumbang Koksi, Bingung, Bingung #2, Queen, Atraktif, dan Kerumunan.</jats:p
Introspeksi Diri Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Self-introspection aims to make peace with oneself and improve oneself to improve the quality of life based on thoughts and feelings. This work is very important for the future so that the same mistakes, which lead to regret, are not repeated. The creation of this painting is an expression of having experienced mistakes made by not thinking about things that harm yourself or others. In the expressionist style, work is a representational form that uses the ideas of deformation and distortion. Method execution consists of two stages: planning and implementation. First, at the planning stage remembering bad events that disturb thoughts and feelings. Then proceed with the embodiment process, namely the work process starting from providing materials, installing canvas cloth, making canvas bases, and making background works, followed by the painting process to finishing. Once the work is framed, it is ready to be presented at the exhibition. This work resulted in five paintings: Regret, Me and My Mind, Endless Illusion, Reflecting, and Past Regrets.</jats:p
Kumbang Koksi Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Kumbang koksi merupakan salah satu satwa liar bangsa serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk corak pada badannya yang membuat mereka mudah dikenali karena penampilannya yang cukup khas, sehingga bisa dibedakan dari serangga lainnya. Bentuk fisik dari kumbang koksi sangat berkesan akan keindahannya, yang saat ini sudah jarang dijumpai. Karya ini mengangkat tentang kekaguman terhadap keindahan kumbang koksi, ke dalam bentuk karya seni lukis dalam bentuk representasional, yang menggunakan konsep distorsi, deformasi, stilisasi yang direpresentasi menggunakan gaya dekoratif. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari persiapan mencari informasi, perancangan dengan menuangkan ide dari hasil data yang didapatkan, perwujudan menghadirkan proses konsep yang dari awal dirancang dan penyajian setelah proses perwujudan selesai dilakukan proses finishing yaitu pembingkaian karya. Karya dalam bentuk dua dimensi berupa karya lukisan, masing-masing karya memiliki perbedaan baik dari bentuk visual yang diwujudkan maupun perasaan yang ingin disampaikan terkait kumbang koksi, yang terdiri dari delapan buah karya dengan judul Plural, Home, Tarian Kumbang Koksi, Bingung, Bingung #2, Queen, Atraktif, dan Kerumunan
