632 research outputs found

    UPAYA PASUKAN SUB-WEHRKREISE 106 KULON PROGO DALAM PERTEMPURAN MEMPERTAHANKAN JEMBATAN BANTAR SENTOLO 1948-1949

    Get PDF
    Sejak kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan banyak peristiwa yang berusaha menganggu kemerdekaan seperti keberadaan NICA dan agresi militer Belanda. Militer dibentuk untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Wilayah Kulon Progo terdapat pasukan Sub-Wehrkreise 106 yang berada di bawah komando Wehrkreise III Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah lahirnya pasukan Sub-Wehrkreise 106 Kulon Progo; (2) Upaya yang dilakukan pasukan Sub-Wehrkreise 106 Kulon Progo dalam mempertahankan Jembatan Bantar; (3) Dampak pasukan Sub-Wehrkreise 106 Kulon Progo dalam mempertahankan Jembatan Bantar. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo: (1) Pemilihan topik yang menurut peneliti memiliki ketertarikan, kedekatan emosional dan intelektual; (2) Heuristik atau pengumpulan sumber. Penelitian ini menggunakan sumber surat kabar lama dan buku dari perpustakaan yang ada di Yogyakarta; (3) Verifikasi, dalam hal ini peneliti melakukan kritik terhadap sumber baik kritik intern maupun ekstern; (4) Interpretasi, yang juga disebut sebagai tafsiran fakta-fakta sejarah yang didapat menjadi suatu kesatuan; dan (5) Historiografi, peneliti melakukan penulisan sejarah mengenai topik yang diteliti. Penelitian ini menghasilkan; (1) Lahirnya pasukan Sub-Wehrkreise 106 Kulon Progo sebagai bagian dari peristiwa yang muncul setelah Proklamasi Kemerdekaan; (2) Strategi gerilya yang terdapat di dalam Perintah Siasat No.1 1948 digunakan oleh pasukan Sub-Wehkreise 106 Kulon Progo untuk menjaga wilayah Kulon Progo dari serangan Belanda. Serangan balik juga dilakukan pasukan Sub-Wehrkreise 106 Kulon Progo terhadap kedudukan pos Belanda yang ada di daerah Kulon Progo khususnya Jembatan Bantar; (3) Pasukan Sub-Wehrkreise 106 Kulon Progo berhasil mengunci dan menekan pasukan Belanda yang berada di pos Jembatan Bantar. Kata kunci. Sub-Wehrkreise 106, Jembatan Bantar, 1948-194

    Ligasi Gen Rv 1980c Pengkode Protein MPT 64 ke PGEM-T Mycobacterium Tuberculosis sebagai Antigen untuk Immunodiagnostik Tuberkulosis Laten

    Full text link
    Penyakit tuberkulosis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis merupakan penyakit infeksi penyebab kematian manusia terbesar di dunia. Tantangan utama dalam pengendalian TB adalah mendiagnosis secara cepat dan tepat penyakit TB khususnya TB laten. Deteksi TB laten tidak memiliki standar baku, namun saat ini dilakukan dengan uji tuberculin skin test (TST). Prinsip uji tuberkulin adalah timbulnya hipersensitivitas pada seseorang yang terinfeksi M. tuberculosis terhadap komponen tuberkulin yaitu purified protein derivative (PPD). PPD mengandung kurang lebih 200 antigen mikobakteri, sehingga uji tuberkulin mempunyai keterbatasan antara lain terjadi reaksi positif palsu karena adanya reaksi silang antara PPD dan antibodi yang dihasilkan oleh vaksinasi BCG atau infeksi dengan mikobakteria bukan TB. Dengan demikian, ketersediaan reagen diagnostik untuk TB sangat diperlukan yang secara ideal dapat mengidentifikasi individu terinfeksi baru dan laten dengan resiko tinggi untuk berkembang menjadi tuberkulosis aktif. Beberapa protein yang dikode pada daerah RD 2 Mycobacterium tuberculosis telah dikembangkan menjadi vaksin dan reagen diagnostik, antara lain protein MPT 64. Protein ini merupakan kandidat yang sesuai untuk pengujian diagnostik yang berbasis sel T. Protein ini dapat pula membedakan penderita TB aktif, TB laten dan orang sehat yang telah divaksin BCG. Tujuan penelitian ini adalah untuk meligasi gen MPT 64 Mycobacterium tuberculosis ke sel host Escherichia coli JM 109 sebagai imunodiagnostik TB laten. Metode yang digunakan adalah mengkultur M.tuberculosis dalam medium Lowenstein Jensen, mengisolasi DNA kromosom, mengamplifikasi gen Rv 1980c (MPT 64) dengan PCR. Selanjutnya meligasi gen tersebut ke vektor kloning dan transformasi ke sel host E.coli. Karakterisasi klon rekombinan dilakukan dengan PCR. Hasil penelitian diperoleh beberapa koloni putih dari pGEM-T-MPT64. Setelah dilakukan karakterisasi klon diperoleh bahwa DNA sisipan yang diligasi ke vektor pGEM-T dan transformasi ke sel host E.coli adalah benar MPT 64

    Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Profitabilitas, Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis pengaruh pengungkapan corporate social responsibility, profitabilitas, dan kepemilikan manajerial terhadap nilai Perusahaan pada Perusahaan manufaktur yang listing di BEI. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, sedangakan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan tahunan Perusahaan manufaktur dari tahun 2008-2012. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah 21 Perusahaan dari 148 Perusahaan yang terdaftar di BEI. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu corporate social responsibility (CSR), profitabilitas (NPM), dan kepemilikan manajerial dengan variabel terikat yaitu nilai Perusahaan (PBV). Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan corporate social responsibility (CSR), profitabiitas (NPM), memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai Perusahaan (PBV) sedangkan kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap nilai Perusahaan (PBV). Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel-variabel penelitian yang lain baik variabel keuangan mapun non keuangan dan meneliti Perusahaan yang berbeda, untuk melihat apakah varibel yang sama dapat berpengaruh signifikan pada Perusahaan yang lain

    HISTOLOGIS SALURAN PENCERNAAN IKAN LELE LOKAL (CLARIAS BATRACHUS)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui histologis saluran pencernaan ikan lele lokal (Clarias batrachus). Saluran pencernaan yang terdiri dari esofagus, lambung, dan usus berasal dari tiga ekor ikan lele lokal yang diamati dengan metode histologis eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap lapisan dari dinding saluran pencernaan terdiri dari tunika mukosa yang tersusun atas lamina epitelia, propria, dan muskularis mukosa, tunika submukosa yang tersusun atas jaringan ikat, tunika muskularis yang terdiri dari otot yang melingkar dan memanjang, dan tunika serosa yang tersusun atas jaringan ikat padat dan pembuluh darah. Mukosa esofagus membentuk lipatan seperti vili-vili yang terdapat sel epitel pipih banyak lapis, sel mukosit, dan eosinophilic club cells pada lamina epitelia, kuncup pengecap pada lamina propria, dan otot lurik pada tunika muskularis. Mukosa lambung terdiri dari epitel silindris sebaris bersilia, terdapat kelenjar lambung pada lamina propria. Mukosa usus yang membentuk vili tersusun dari sel epitel silindris sebaris bersilia dan sel goblet, tidak ditemukannya kelenjar Brunner maupun Liberkhun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sel mukosit dan eosinophilic club cells terdapat pada mukosa, kuncup pengecap pada lamina propria, dan otot lurik pada tunika muskularis esofagus. Lambung memiliki kelenjar lambung. Sel goblet ditemukan pada mukosa usus, namun tidak dijumpai kelenjar Brunner dan Liberkhun

    PROFIL AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII-3 PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) MATERI GETARAN DAN GELOMBANG DI MTSN RUKOH BANDA ACEH

    Get PDF
    The study, titled "Profile Activities Student Class VIII-3 On the Application of Cooperative Learning Model Material STAD Vibrations and Waves in MTsN Rukoh Banda Aceh" This raised the question of how the activity profile of student learning in terms of learning outcomes and learning processes. This study aims to determine the activity profile of student learning, teacher and student activity, teacher's ability to manage learning, as well as the students' response to the implementation of cooperative learning model type STAD. The subjects were students of class VIII-3 MTsN Rukoh academic year 2015/2016 totaling 36 students. The approach taken in this research is descriptive statistical approach where the data obtained are then processed using statistical methods and explain again using the word. This type of research is the Classroom Action Research (PTK). Research data collection instruments that test, the observation sheet activities of teacher and student, teacher observation sheet capabilities, and student response sheet. The research data were analyzed using percentage test. The results of data analysis showed activity profile students' cognitive, affective and psychomotor VIII-3 MTsN Rukoh increased, the activities of teachers and students in the implementation of cooperative learning model STAD also increased, the ability of teachers to manage learning using cooperative learning model STAD show an increase in a row from the first cycle to the third cycle, and the students' response to cooperative learning model STAD for three cycles is positive. Since the model of STAD cooperative learning can enhance students' learning activities in the material vibrations and waves, it is recommended to be used for other relevant material.Keyword :Profile, Student activity, Cooperatif Learning, STAD Penelitian yang berjudul “Profil Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII-3 Pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Materi Getaran dan Gelombang di MTsN Rukoh Banda Aceh” ini mengangkat masalah bagaimanakah profil aktivitas belajar siswa yang ditinjau dari segi hasil belajar dan proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil aktivitas belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, serta respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 MTsN Rukoh tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 36 siswa. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik deskriptif dimana data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode statistik dan dijelaskan kembali menggunakan kata. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen pengumpulan data penelitian yaitu tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan kemampuan guru, dan lembar respon siswa. Data penelitian dianalisis menggunakan uji persentase. Hasil analisis data menunjukkan profil aktivitas belajar siswa ranah kognitif, afektif dan psikomotor kelas VIII-3 MTsN Rukoh mengalami peningkatan, aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD juga mengalami peningkatan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan peningkatan secara berturut-turut dari siklus I hingga siklus III, dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD selama tiga siklus adalah positif. Berhubung model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi getaran dan gelombang, maka disarankan agar dapat digunakan untuk materi lainnya yang relevan

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X TKJ SMK BINA PROFESI PEKANBARU PADA MATERI IKATAN KIMIA

    Get PDF
    ABSTRAKModel penemuan terbimbing (guided discovery) efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ikatan kimia di Kelas X TKJ SMK Bina Profesi Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan pra-eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan dari 2 kelas X TKJ diperoleh kelas X TKJ 1. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t berpasangan. Berdasarkan hasil uji analisis data diperoleh thitung>ttabel yaitu 92,85%, artinya penggunaan strategi Guided Discovery dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ikatan kimia di Kelas X TKJ SMK Bina Profesi Pekanbaru.Kata kunci : Guided Discovery, Hasil Belajar, Ikatan KimiaABSTRACTThe guided discovery model is effective for improving student learning outcomes on chemical bonding material in Class X TKJ SMK Bina Profesi Pekanbaru. This type of research used pre-experiment with one group pretest and posttest design. Sampling was carried out based on the considerations of 2 class X TKJ obtained class X TKJ 1. The data analysis technique used was paired t-test. Based on the results of the data analysis test, it was obtained that tcount>ttable was 92.85%, meaning that the use of the Guided Discovery strategy could improve student learning outcomes on chemical bonding material in Class X TKJ SMK Bina Profesi Pekanbaru.Keywords: Guided Discovery, Learning Outcomes, Chemical Bond

    Perancangan Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan dalam Penerimaan Anggota Baru pada UKM IT Cybernetix Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process dengan Bahasa Pemrograman Php & Mysql

    Get PDF
    Perencanaan dan USAha pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia, yang dilakukan dalam seleksi, bila dikelola secara profesional akan sangat menentukan mutu dan kesuksesan organisasi. Dengan kata lain seleksi yang efektif akan memperoleh sumber daya yang baik untuk jangka waktu yang lebih panjang. Dalam penelitian ini akan dibuat sebuah sistem pendukung keputusan untuk memudahkan pihak panitia penerimaan dalam proses seleksi calon anggota baru, khususnya pada proses penilaian dari beberapa tes yang telah dilaksanakan. Tes yang dilakukan secara umum akan menunjukkan keadaan emosional seseorang, walaupun tidak selalu demikian. Ini menunjukkan bahwa seorang calon anggota juga akan berhasil jika di dalam diri mereka terbentuk nilai-nilai yang tinggi. Penilaian dan pertimbangan dari hasil tes harus dilakukan secara berhati-hati dan dengan metode yang tepat. Laporan ini memanfaatkan Analytical Hierarchi Process (AHP) sebagai model Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Dalam aplikasi ini, pengguna diijinkan untuk menentukan kriteria apa saja yang dipakai beserta bobot dari kriteria-kriteria tersebut. Dengan perpaduan antara data kriteria serta bobot yang dimasukkan pengguna dengan data mahasiswa yang telah ada pada panitia penerimaan, aplikasi akan mampu menghasilkan rangking masing-masing calon anggota berdasarkan besarnya nilai akhir. Semakin besar nilai seorang calon anggota maka semakin bagus rangking yang diberikan berarti pula semakin sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh organisasi. Proses penilaian akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi berbasis web yang menggunakan bahasa pemrograman PHP serta tempat penyimpananan segala data yang berkaitan dengan data penerimaa
    corecore