10 research outputs found

    Pengaruh Intrapreneurship Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Di Tangerang

    Full text link
    This study aims to investigate the influence of intrapreneurship on theperformance of manufacturing companies in Tangerang. The population was managerof a manufacturing company in the province of Banten. This study developed andtested a theoretical model where the variable intrapreneurship shaped by factors ofinnovation, risk / uncertainty, risks / challenges, competitive energy, proactive andautonomy, and performance on financial performance variables, variables and variableproductivity growth and repair. Based on the questionnaire, which is selected usingpurposive sampling method of data obtained from a sample of 25 medium-sizedcompanies manufacturing in Tangerang. This study uses confirmatory analysis basedon structural equation modeling (SEM). This research model using AMOS 21.0. Theresults of this study revealed that intrapreneurship has a multidimensional structure.Innovation factors, risks / challenges, competitive and proactive energy can explainwell intrapreneurship. This model proved its effect on the growth and repair.Intrapreneurship affect the growth and repair. This study contributes to theoryhighlights the importance of intrapreneurship-forming factors and their effects in themodel. This is helpful for researchers looking for appropriate performance measuresand intrapreneurs aims to support their decisions and evaluate their performance

    PENGARUH INTRAPRENEURSHIP TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI TANGERANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh intrapreneurship terhadap kinerja perusahaan manufaktur di Tangerang. Populasi penelitian ini adalah manajer perusahan manufaktur di Provinsi Banten. Penelitian ini mengembangkan dan menguji sebuah model teoritis dimana variabel intrapreneurship dibentuk oleh faktor inovasi, risiko / ketidakpastian, resiko / tantangan, energi kompetitif, proaktif dan otonomi, dan kinerja pada variabel kinerja keuangan, variabel produktivitas serta variabel pertumbuhan dan perbaikan. Berdasarkan kuesioner, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling diperoleh data dari sampel 25 perusahaan menengah manufaktur di Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode analisis konfirmasi yang didasarkan pada model persamaan struktural (SEM). Model penelitian ini menggunakan AMOS 21.0. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa intrapreneurship memiliki struktur multidimensi. Faktor inovasi, risiko / tantangan, energi kompetitif dan proaktif dapat menjelaskan intrapreneurship dengan baik. Model ini membuktikan pengaruhnya pada pertumbuhan dan perbaikan. Intrapreneurship berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perbaikan. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk menyoroti teori pentingnya faktor pembentuk intrapreneurship dan pengaruhnya dalam model. Hal ini bermanfaat bagi para peneliti mencari ukuran kinerja yang tepat dan intrapreneur bertujuan untuk mendukung keputusan mereka serta mengevaluasi kinerja mereka. This study aims to investigate the influence of intrapreneurship on the performance of manufacturing companies in Tangerang. The population was manager of a manufacturing company in the province of Banten. This study developed and tested a theoretical model where the variable intrapreneurship shaped by factors of innovation, risk / uncertainty, risks / challenges, competitive energy, proactive and autonomy, and performance on financial performance variables, variables and variable productivity growth and repair. Based on the questionnaire, which is selected using purposive sampling method of data obtained from a sample of 25 medium-sized companies manufacturing in Tangerang. This study uses confirmatory analysis based on structural equation modeling (SEM). This research model using AMOS 21.0. The results of this study revealed that intrapreneurship has a multidimensional structure. Innovation factors, risks / challenges, competitive and proactive energy can explain well intrapreneurship. This model proved its effect on the growth and repair. Intrapreneurship affect the growth and repair. This study contributes to theory highlights the importance of intrapreneurship-forming factors and their effects in the model. This is helpful for researchers looking for appropriate performance measures and intrapreneurs aims to support their decisions and evaluate their performance

    PENDAMPINGAN PENDIRIAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA KUBANG PUJI KECAMATAN PONTANG

    Get PDF
    Kegiatan PKM sosialisasi dan edukasi tentang BUMDes dan pembentukan BUMDes di Desa Kubang Puji Kecamatan Pontang adalah pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berkolaborasi dengan mahasiswa KKM kelompok desa Kubang Puji dan didukung oleh masyarakat dan pihak desa. Pendampingan dan focus group discussion dalam rangka pembentukan BUMDes melalui musyawarah desa dengan tahapan sosialisasi tentang edukasi tentang BUMDes, pendampingan pemetaan potensi desa, pendampingan tentang penyusunan AD/ART, Raperdes dan pendampingan pengurusan izin BUMDes. Luaran pada progam ini adalah terciptanya nama BUMDes yang sudah mendapatkan izin dari instansi terkait

    SOSIALISASI CALON RELAWAN PRODUK HALAL BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

    Get PDF
    Students as agents of change in society are required to take part in the halal certification program. The Socialization of Halal Product Process Assistance (PPH) for students is aimed at preparing halal volunteers and halal supervisors who help small and medium-sized businesses to obtain halal certification. The socialization activity was designed in three stages: introduction of halal certification, the flow of registration for filing halal certification, and simulation of preparing administration for filling halal certificates. All of instructors described clearly and providing problems that should be solved. The aim of this activity is to create halal volunteers or supervisors who can assist UMKM in applying for halal certificates

    CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUSAHAAN

    Get PDF
    Corporate social responsibility (CSR) merupakan salah satu isu yang menarik dan banyak dibahas saat ini, konsep CSR ini merupakan manifestasi dari konsep social sustainability. Konsep social sustainability lahir sebagai kelanjutan konsep economic sustainability dan environmental sustainability yang telah dicetuskan sebelumnya dalam pertemuan di Yohannesberg pada tahun 2002 yang dilatarbelakangi oleh dua alasan berikut; pertama konsep economic sustainability dan environmental sustainability belum dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas di berbagai negara di dunia dan kedua perlunya sebuah tatanan aturan untuk menyeimbangkan kesejahteraan pembangunan baik di negaranegara selatan maupun negara-negara utara. Untuk mengatasi hal tersebut dirumuskan suatu visi bersama dalam dunia usaha untuk mewujudkan kebersamaan aturan bagi kesejahteraan umat manusia yaitu konsep social sustainability. Dalam perkembangan selanjutnya ketiga konsep ini menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial yang dikenal dengan corporate social responsibility (CSR). CSR merupakan isu penting dalam menjamin keberlangsungan dunia usaha saat ini. Dunia usaha tidak akan bisa berkembang tanpa memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sosial di mana perusahaan berada sehingga pelaksanaan CSR menjadi suatu keharusan bagi perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnisnya, bukan hanya sekedar pelaksanaan tanggung jawab melainkan menjadi suatu kewajiban bagi dunia usaha. Implementasi CSR harus menjadi suatu bagian dalam peran bisnis dan termasuk dalam kebijakan bisnis perusahaan, sehingga dunia bisnis bukan hanya merupakan suatu organisasi yang berorientasi pada pencapaian laba maksimal tetapi juga menjadi suatu organisasi pembelajaran, di mana setiap individu yang terlibat di dalamnya memiliki kesadaran sosial dan rasa memiliki tidak hanya pada lingkungan organisasi saja melainkan juga pada lingkungan sosial di mana perusahaan berada

    Mekanisme Corporate Governance, Profitabilitas Dan Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Sebagai Pemoderasi

    No full text
    This study aims to examine the effect of disclosure of Corporate Social Responsibility in moderating the relationship between corporate governance mechanisms and profitability with firm value in mining and energy companies. The corporate governance mechanism in this study is proxied by the board of commissioners and managerial ownership. The proxied of profitability on this study is Return On Equity. The research sample consists of 27 mining and energy companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2021 period. Data analysis was performed using Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that the board of commissionersand profitability have a positive influence on firm value., but managerial ownership have a negative influence to firm value. However, the existence of CSR disclosure can weaken the relationship between independent commissioners, managerial ownership and profitability with firm value

    Dampak Office Channelling terhadap Kenaikan Third Party Deposits dan Return On Assets Unit Usaha Syari'ah

    Full text link
    The objectives of the research is to study and to analyze empirically the influence of office channelling on third party deposits and return on assets in Indonesian sharia business unit. Third party deposits and return on assets are used as indicators of sharia business unit performance after opening new branchs through office channelling program. The research uses korelasional method.The number of sharia business units taken as samples in the research cover about 10 sharia business unit in Indonesia which already publicate theirs own financial statements separated from their conventional banks financial statements. The data were analyzed using Ordinary Least Square Method.The result show that, firstly, office channelling statistically significant influence third party deposits, but secondly, office channelling statistically insignificant influence return on assets. This unpredicted result shows that the increase of third party deposits through office channelling program not automatically could increase return on assets. We found that the sharia business unit couldn't yet opfimally response the increase of third party deposits. The increasing of third party deposits were not followed yet by the good atocafions of fund

    Active Learning to Improve Fifth Grade Mathematics Achievement in Banten

    No full text
    <p>Teaching for active learning is a pedagogical technique that has been actively promoted in Indonesian education through government reform efforts and international development assistance projects for decades. Recently, elementary schools in Banten province received training in active learning instructional strategies from the USAID-funded project, Decentralized Basic Education 2. Post-training evaluations conducted by lecturers from the University of Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA: <em>Universitas Sultan Ageng Tirtayasa</em>) suggested that teachers were successfully employing active learning strategies in some subjects, but not mathematics. In order to understand the difficulties teachers were having in teaching for active learning in mathematics, and to assist them in using active learning strategies, a team of lecturers from UNTIRTA designed and carried out an action research project to train teachers in an elementary school in the city of Cilegon to use a technique called Magic Fingers in teaching Grade 5 multiplication. During the course of the project the research team discovered that teachers were having problems transferring knowledge gained from training in one context and subject to other school subjects and contexts.</p><p> </p><p>Key Words: <em>Mathematics, Teaching for Active Learning, Indonesia, Banten</em></p

    AKUNTANSI MANAJEMEN (TEORI DAN APLIKASI)

    Full text link
    Informasi keuangan ataupun non keuangan adalah informasi yang dibutuhkan pihak manajemen dalam menjalankan fungsinya. Sebagai salah satu sumber informasi penting adalah informasi akuntansi manajemen berupa berbagai macam format yang disesuaikan dengan kebutuhan manajemen dalam pengambilan keputusan dari berbagai tingkatan manajemen. Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol. Sedangkan sistem akuntansi managemen sendiri artinya adalah suatu sistem informasi yang menghasilkan suatu kesimpulan atau output atau informasi yang menggunakan data yang ada serta proses-proses yang diperlukan dalam memenuhi hasil akhir tertentu dari suatu manajemen. Proses-proses yang dimaksudkan di sini adalah berbagai kegiatan seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Sedangkan Hasil informasi atau kesimpulan dapat berupa laporan khusus, harga pokok produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, dan komunikasi personal. Fungsi dari hasil informasi yang sudah ada di dalam manajemen ada beberapa hal yang bisa di rumuskan yaitu : Merumuskan strategi, proses perencanaan dan pengendalian, Pengambilan keputusan, optimalisasi keputusan, pengungkapan pemegang saham dan pihak luar, pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan, perlindungan atas asset organisasi
    corecore