58 research outputs found

    Implementasi Integrasi Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Nasional di Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    Kurikulum memiliki kedudukan sentral dalam tercapainya suatu tujuan pendidikan. Kurikulum memberikan arah dan pedoman sebagai rambu-rambu dalam menjalankan proses pembelajaran. Di Indonesia, beberapa sekolah telah menggunakan kurikulum internasional untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah serta menyiapkan siswa agar bisa bersaing secara global. Salah satunya adalah SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik yang telah menggunakan kurikulum Cambridge dan kurikulum nasional. Dalam pengimplementasian, sekolah melakukan integrasi kedua kurikulum tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses implementasi integrasi kurikulum Cambridge dan kurikulum nasional serta mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan metode fenomenologi berdasarkan pengalaman subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah wakil kepala bidang pengembangan pendidikan, 4 guru mata pelajaran dan 10 siswa ICP. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan keakuratan data menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan implementasi integrasi kurikulum Cambridge dan kurikulum nasional dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan matang sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran berpusat pada siswa dan dapat meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis serta mampu berdaya saing global. Di sisi lain, pengimplementasian integrasi kurikulum ini memiliki kelemahan pada siswa yang kesulitan dalam memahami materi berbahasa inggris, terutama pada mata pelajaran Mathematics dan Science

    Identification Arbuscular Mycorrhiza Fungi (Amf) Legume Plant on Microscopik Consevation Tillage Cropping Season to 29

    Get PDF
    Arbuscular Mycorrhiza Fungi (AMF) is a form of mutualistic symbiosis between fungi and plant roots. FMA existence in soil is influenced by several agricultural activities such as tilling and fertilizing. The purpose of this study (1) Obtaining data on the number of FMA in each treatment and conservation tillage . (2) Knowing the types FMA in each treatment and conservation tillage planting season to 29. The study was a randomized block design (RAK) , arranged as factorial (2x3), with three replications. The first factor is the intensive tillage (T1), no-tillage (Zero Tillage) (T2) Minimum tillage (Minimum Tillage), and Land Intensive (Full Tillage) (T3); and the second factor is without fertilizer N (N0) and fertilizer application of 100 kg N ha-1 (N1), and Fertilizer of 200 kg N ha-1 (N2). The method used in this study is a description method by observation techniques, the method used for the isolation of spores of strain engineering castings and followed by centrifugation. Observations were made using a microscope binoculars and digital camera, the spores are observed then grouped based on their morphological characters, identification of mycorrhizal done using a guide book "Working with mycorrhizas in Forestry and Agriculture" and reaffirmed by using INVAM website. Based on results of research and discussion can be concluded. The number of spores in the soil no tillage without nitrogen doses is 1,333 at doses 100 kg N spore number is 1,253, and as high as 1,648 spores at dose of 200 kg N. The number of spores on minimum tillage 200 kg of nitrogen dose was 271, on 100 kg dose was 520 spores, and without nitrogen fertilizer contained spores 780. at most that intensive tillage highest number of spores on spore number without nitrogen fertilizer is 4.078, and the number of spores 1,124 at the dose of 100 kg nitrogen, 941 the number of spores nitrogen dose of 200 kg. There are four genera of spores discovered in minimum tillage with various doses Nitrogen fertilizer is the genus Glomus, Acaulospora, Gigaspora, and Scutelospora. Genus most obtained is Glomus and Acaulospora. Type spores were found from 4 genera dominated by genus Glomus with a variety of different types

    PENGARUH pH TERHADAP PENYISIHAN AMONIAK DAN SULFIDA DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET SECARA OZONASI

    Get PDF
    Liquid waste rubber industry is the residue of the processing of rubber into a rubber sheet. Air polution, especially the smell is produce by rubber industry, has rised a worry for the community. It happened because the component which exist in rubber material contains R-CO-NH-R, R-NH2-COOH and R-NH2-SH-R. The components during storage will undergo the process of decomposition into odorless compounds include ammonia (ammonia-free), and sulfide compounds. Rubber industrialwastewater containing ammonia and sulfides will be very dangerous if over the limit established standards so that it can pollute the river water and the surrounding environment. In this research used in allowance ozonator ammonia and sulfidessuch contaminants. The purpose of this study is to study the effect of pH on ammonia and sulfides allowance wastewater ozonation of rubber so as to reduce the impact of community health and air pollution. The volume of waste for each treatm ent of 500 mL, diozonisasi for 30 minutes, with the pH variation wastes: 5, 7, and 9. From the experiments showed that the optimal conditions are pH 5. waste,with removal efficiency of H2S and NH3 respectively show 98.5% and 90.5%.Keywords: ammonia, sulfides, rubber industrial wastewater, ozonatio

    PENGARUH PENAMBAHAN NaOH DAN METANOL TERHADAP PRODUK BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS (JELANTAH) DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI

    Get PDF
    in this research the making of biodiesel from used cooking oil palm has been done. Biodiesel is an alternative diesel fuel ingredient that has physical properties similar to diesel. As a fuel, biodiesel has the advantage, that is environmental friendly, a renewable fuel and is also requires no engine modifications. This study is aimed to obtain biodiesel from waste cooking oil and determine the effect of NaOH and methanol in biodiesel manufacturing process. The method used is transesterification using methanol and catalyst NaOH. The result showed that the addition of NaOH catalyst increase the amount of biodiesel produced. The addition of methanol also increases the amount of biodiesel produced but the effect of adding NaOH greater than the addition of methanol. Optimal results obtained on the addition of 230 mL of methanol and 0.5 grams of NaOH. Testing the quality of biodiesel obtained shows biodiesel made from used cooking oil palm meets the ISO standard. Keywords: Bio Diesel, transesterification, Sodium Hydroxide, Methanol

    Tingkat Pemahaman Guru Paud Tentang Asesmen Anak Usia Dini Di Kecamatan Pondok Kelapa

    Get PDF
    Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana tingkat pemahaman guru PAUD di Kecamatan Pondok Kelapa tentang asesmen anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif survei. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PAUD di kecamatan Pondok Kelapa yang berjumlah empat puluh tujuh orang guru PAUD. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Data yang terkumpul dikelompokkan kedalam tiga kelompok pengkategorian yaitu tinggi, sedang dan rendah kemudian dianalisis menggunakan analisis statistika dengan rumus rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru PAUD di Kecamatan Pondok Kelapa tentang asemen anak usia dini baik itu mengenai konsep asesmen, pelaksanaan asesmen dan pelaporan asesmen yaitu cukup baik dan masuk ke dalam kategori sedang. Saran bagi guru PAUD dalam penelitian adalah diharapkan guru dapat mengimplementasikan asesmen dengan lebih baik lagi dengan melaksanakan penilaian baik harian, mingguan, dan bulanan, memvariasikan teknik dan instrumen yang digunakan serta membuat laporan penilaian baik triwulan maupun semester. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mencari hubungan pemahaman guru tentang asesmen dengan implementasinya di lapangan

    Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik Terhadap Karakter FMA Pada Rhizosfer Tebu Bud Chip

    Get PDF
    This study to obtain data on the number and type of FMA. Obtained amount and types of FMA in each treatment of addition of organic fertilizer dosage level. Find out whether the combination of organic fertilizer and the given organic fertilizer dose affect the amount and type of FMA. The experiment design used was Completely Randomized Design 2 Factor and 3 replications. The first factor is 4 types of organic fertilizer (P), namely: Humat acid (P) and cow manure (D), and the second factor is 4 levels of organic fertilizer dose: D0: 0%, D1: 10 tons of organic fertilizer / ha (50 g per polybag, D2: 20 ton / ha (100 g per polybag), and D3: 30 ton / ha (150 g per polybag) There were 16 experimental units and 3 total replications of 48 experimental unit plots. Myorizas were observed using binocular microscopy and digital camera, observed spores were then grouped by morphological characters including shape, color, and spore ornaments. Identification of indigenous mycorrhizae was done using manual and confirmed by using INVAM website The result of spore count on the application of organic fertilizer containing humic acid, compost fertilizer and the combination of both the highest mycorrhizae is 3,700 in the dosage of humic acid humic fertilizer 50 g + 100 g manure. 2,300 spores in organic humic acid 100 g + 100 g of fertilizer. The number of spores was moderate, ie 1,541 on humic acid fertilizer 50 g + 150 g manure, 1,323 spores at P3D3, 1,203 at treatment of P0D2, and at treatment of P2D0 mycorrhiza reached 1.096. The smallest number mycorrhizal spores of 79 spores in the dosage of manure dose 50 g. There are 4 genera of spore that found the most commonly Genus is Glomus and Acaulospora

    PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PYROLISA UNTUK PRODUKSI BIO-CHAR DAN BIO-CRUDE OIL (BCO)

    Get PDF
    Perkebunan Energi, dengan produk lignocellulose yang memadai sebagai bahan baku punya potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar terbarukan pengganti BBM. Metode penyediaan bahan baku melalui perkebunan energi. Pemilihan jenis tanaman yang tepat, pertumbuhan pesat, tidak perlu pemeliharaan, pemanenan yang mudah, merupakan kriteria untuk penyediaan bahan baku secara kontinyu. Dengan pengembangan teknologi pyrolisa yang smart, model biomasa ini cukup aman untuk dioperasikan oleh masyarakat umum. Kombinasi pyrolisa dengan katalis yang sesuai diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya serta bisa menjadi satu langkah strategis untuk mengatasi masalah energi nasional. Pemilihan jenis tanaman dengan pertumbuhan akan dilakukan sesuai dengan wilayahnya. Metode penanaman akan dilakukan untuk menjaga kontinyuitas proses pyrolisa sehingga dihasilkan kontinyuitas produknya. Optimasi pretreatment bahan baku dilakukan untuk memaksimalkan yield. Kondisi operasi proses dan pemilihan katalis untuk mendapatkan produk yang stabil dengan mengatur suhu dan tekanan serta karakterisasi proses pyrolisa. Dengan inovasi dan pengembangan teknologi yang tepat, akan meningkatkan efisiensi konversi Bio-Char dan Bio-Crude Oil. Perancangan prototype dilakukan untuk mempelajari karakteristik proses pyrolisa berkatalis, dengan melihat unsur keamanan, parameter utama yang menentukan kinerja pyrolisa berkatalis. Penyederhanaan model untuk dimanfaatkan masyarakat dari prototype yang dikembangkan tersebut, diharapkan bisa digunakan masyarakat umum dengan aman pada performansi yang diharapkan. Produk Bio-Char yang setara dengan batubara kualitas tinggi bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Produk Bio-Crude Oil bisa digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan Green Petroleum yang melalui proses upgrading lebih lanjut bisa menjadi Green Diesel, Bio Jet atau Green Kerosene dan Green Gasoline. Masing-masing bahan bakar tersebut bisa untuk menggantikan BBM. Pengembangan inovasi teknologi untuk mendapatkan bahan bakar alternative dari sumber terbarukan ini harus dimulai. Hal ini harus dilakukan dalam rangka antisipasi krisis bahan bakar fosil dimasa datang sehingga tidak menimbulkan shock di masyarakat

    STRATEGI PROMOSI PRODUK SEPEDA MOTOR MELALUI AKUN CAPELLA HONDA FLAMBOYAN DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN TAPUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Wiwik Indrawati NIM : 11740324042 Judul :Strategi Promosi Produk Sepeda Motor Melalui Akun Capella Honda Flamboyan Di Media Sosial Facebook Pada Masyarakat di Kecamatan Tapung. Persaingan usaha yang semakin ketat di era globalisasi perlu disikapi oleh para pelaku bisnis atau usaha dengan menerapkan langkah-langkah strategis bagi kelangsungan bisnis dan usahanya. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui promosi produk sepeda motor melalui akun Facebook Capella Honda Flamboyan di media social facebook. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh PT. Capella Honda Flamboyan menerapkan beberapa strategi yaitu, segmentasi, targetting, dan positioning dengan benar dan tepat sesuai dengan prosedur promosi yang sudah dilakukan, mempromosikan suatu merek dalam bentuk konsumen, sedangkan keunngulannya dari tiga strategi yang berkembang. Kemudian berdasarkan analisis internal dan eksternal strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Capella Honda Flamboyan melalui Facebook oleh strategi yang biasa dilihat seperti, Promosi melalui kegiatan penyelenggaraan event, Promosi dengan bentuk pemberian diskon dan Promosi dalam bentuk pemberian reward. Kata Kunci: Penggunaan Strategi, promosi, Faceboo

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SWISH MAX DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA MATERI TRANSFORMASI KELAS VII SMP

    Get PDF
    Transformasi merupakan salah satu materi yang baru diajarkan di kelas VII SMP pada Kurikulum 2013. Materi ini bersifat abstrak, sehingga dapat memunculkan kesulitan bagi peserta didik dalam mempelajarinya. Untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi tersebut, diperlukan sebuah media pembelajaran yang dapat mengaitkan konsep yang bersifat abstrak dengan kehidupan nyata. Sebuah pendekatan yang dapat mengaitkan hal tersebut adalah pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Oleh karena itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran dengan pendekatan RME yaitu menggunakan software SWiSH Max. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan dan kualitas media pembelajaran SWiSH Max dengan pendekatan RME. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D oleh Thiagarajan. Tiga tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah validasi media pembelajaran, observasi aktivitas peserta didik, angket respon dan tes hasil belajar. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran yang telah divalidasi ahli materi dan ahli media dengan kategori sangat valid. Respon peserta didik terhadap media adalah baik, aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran adalah sangat aktif dan ketuntasan belajar klasikal terpenuhi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan suatu media, yaitu kevalidan, kepraktisan dan keefektifan

    Analisis Isi : Obyektivitas Pemberitaan Di Surat Kabar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberitaan mengenai SK Walikota No. 49 dan 50, ada perbedaan obyektivitas pemberitaan antar surat kabar sumber. Populasinya adalah seluruh surat kabar sumber yang terbit dan beredar di Surabaya. Dengan menggunakan sampel distratifikasi ditetapkan tiga surat kabar. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi yang datanya diperoleh dari hasil coding yang dilakukan oleh beberapa rater. Analisis data menggunakan teknik ana/isis frekuensi dan analisis Non Parametrik Kruskal-Wallis Test dan Mann-Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar surat kabar sumber
    corecore