3,923 research outputs found
PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR TEKNIK LAS BUSUR DASAR BAHASAN CACAT LAS DI SMK NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada pembelajaran las busur dasar yang menggunakan model pembelajaran group investigation, untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar kelas kontrol dan kelas eksperimental dengan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran las busur dasar bahasan cacat las, untuk mengetahui dinamika pembelajaran pada kelas yang menggunakan model pembelajaran group investigation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian experiment yang pelaksanaannya menggunakan jenis quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Purworejo dengan kelas XI Teknik Pemesinan B (XI TPB) sebagai kelas eksperimental dan kelas XI Teknik Pemesinan A (XI TPA) sebagai kelas kontrol. Kelas XI TPB sebagai kelas eksperimental mengalami perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dalam kegiatan belajar mengajarnya, sedangkan kelas XI TPA sebagai kelas kontrol tetap menggunakan model pembelajaran konvensional dalam kegiatan belajar mengajarnya. Prestasi belajar pada kelas eksperimental yang menggunakan model pembelajaran group investigation memperoleh hasil baik. Prestasi belajar tersebut dapat ditunjukkan dengan perolehan nilai rata-rata kelas 77,5. Nilai terbanyak yang diperoleh adalah pada nilai 78. Nilai tengah dari data tersebut adalah pada nilai 78. Nilai tertinggi 84, sedangkan nilai terendahnya 72. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran group investigation dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan prestasi belajar pada kedua kelas tersebut dilihat dari pencapaian nilai rata-rata kelas pada kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas pada kelas kontrol. Pembelajaran dengan model group investigation terlihat lebih dinamis, hal dapat dilihat pada saat kegiatan presentasi. Dinamika berkelompok siswa dapat berinteraksi satu sama lain, melaksanakan kegiatan bersama-sama, membangun kebiasaan untuk meningkatkan mutu pribadinya dalam kerja sama, membangun kesepakatan, membangun kemandirian untuk mengembangkan konsep, menyempurnakan konsep melalui interaksi pikiran sehingga perbaikan mutu berposes dalam kondisi dinamis saling bergantung pada kekuatan pikiran bersama
EVALUASI PENGETAHUAN DAN PARTISIPASI PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG TELAH MENGIKUTI BLOK DISASTER MANAGEMENT
xiv,83 hlm. : ilus. ; tab. ; 30 cm
ANALISIS TINDAK ILOKUSI GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 2 PANGKAJENE
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan wujud tindak ilokusi guru dalam
pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Pangkajene, dan (2) mendeskripsikan
fungsi tindak ilokusi guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 2
Pangkajene. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan
deskriptif. Data penelitian yang digunakan berupa tuturan guru yang berwujud tindak
ilokusi dalam pembelajran bahasa Indonesia di SMPN Neg. 2 Pangkajene. Data penelitian
yang digunakan berupa instrumen manusia, yakni peneliti sendiri dengan alat bantu
pedoman pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini mencakup pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil
penelitian, diperoleh temuan berupa wujud dan fungsi. Pertama, wujud tindak ilokusi guru
dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Pangkajene ada tiga; (1) kalimat
imperatif, yang teridiri dari (a) kalimat imperatif permintaan, (b) kalimat imperatif
pemberian izin, (c) kalimat imperatif ajakan, (d) kalimat imperatif suruhan, dan (e) kalimat
imperatif larangan, (2) kalimat interogatif, yang terdiri dari (a) kalimat interogatif total dan (b) kalimat interogatif parsial, (3) kalimat deklaratif yang terdiri dari (a) kalimat
deklaratif aktif, dan (b) kalimat deklaratif pasif. Kedua, fungsi tindak ilokusi guru dalam
pembelajaran bahasa Indonesia di SMP negeri 2 Pangkajene ada tiga ; (1) fungsi asertif,
yang terdiri dari (a) menyatakan, (b) mengusulkan, (c) membual, dan (d) mengeluh; (2)
fungsi direktif, yang teridiri dari (a) permohonan, (b) larangan, (c) pemberian izin, (d)
tindak pertanyaan, (e) tindak perintah dan (f) tindak menasihatkan, dan (3) fungsi ekspresif
yang terdiri dari (a) salam, (b) berterima kasih, (d) meminta maaf, dan (e) pujian.
Kata Kunci: Tindak Ilokusi, Tuturan Guru, Pembelajara
PENGARUH PEMBERRIAN PAKAN FERMENTASI MENGANDUNG TEPUNG DAUN INDIGOFERA SP TERHADAP PERTUMBUHAN AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL (ALPU)
Abstrak. Ayam lokal Indonesia salah satunya yang paling sering dijumpai adalah ayam kampung, ayam kampung memiliki pertumbuhan yang lambat serta produksinya rendah, namun banyak orang yang menyukai dagingnya. Ayam lokal (buras) pada dasarnya memiliki daya tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan dikarenakan ayam lokal dipelihara secara ekstensif yang mudah beradaptasi dengan lingkungan. Peningkatan produktivitas ayam adalah melalui pemberian pakan yang berkualitas. Pakan yang berkualitas harganya relatif lebih mahal sehingga diperlukan bahan pakan alternatif yang kualitasnya mendekati pakan komersil. Salah satu pakan alternatif yang mudah didapat, harganya murah dan berkualitas adalah tepung daun Indigofera sp. Tepung daun Indigofera sp merupakan tanaman leguminosa yang mengandung protein kasar tergolong tinggi. Pemberian pakan tambahan ini akan mengurangi penggunaan ransum komersial. Tanaman Indigofera sp memiliki faktor pembatas seperti umumnya hijauan mengandung serat kasar yang tinggi. Untuk meningkatkan kualitas bahan pakan hasil fermentasi Indigofera sp maka sebaiknya tidak difermentasi sendirian, melainkan perlu ditambahkan bahan pakan lain seperti dedak padi, dedak jagung, dan bungkil kedelai. Untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam maka di dalam ransum perlu ditambahkan probiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi mengandung tepung daun Indigofera sp terhadap pertumbuhan Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALPU). Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) yang terletak di Jalan Utama Gampong Rukoh Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini berlangsung selama 63 hari, dimulai dari 14 Februari sampai 18 April 2017. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, efisiensi ransum dan bobot badan akhir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan menggunakan pakan fermentasi mengandung Indigofera sp terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok, sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Setiap unit percobaan, masing-masing terdiri dari 5 ekor ayam sehingga total ayam 80 ekor. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian pakan fermentasi mengandung tepung daun Indigofera sp tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, efisiensi ransum dan bobot badan akhir. Pengaruh berat badan berpengaruh nyata (
PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA CV HARAPAN BARU DI SURAKARTA
Proses pemasaran ini masalah yang dihadapi tidak hanya sebelum barang
dibuat tetapi juga barang itu selesai dibuat dan siap dipasarkan, maka dibutuhkan
sebuah saluran yang dinamakan saluran distribusi. Penetapan saluran distribusi
perusahaan merupakan hal yang mutlak di laksanakan karena berpengaruh dalam
usaha mempertahankan aktifitas perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
Tercapainya volume penjualan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan
keberhasilan dari pelaksanaan saluran disribusi yang digunakan oleh perusahaan
di dalam usaha pemasaranya.
Hipotesis yang diajukan adalah: 1) Ada peningkatan volume penjualan
pada CV. Harapan Baru di Surakarta tiap tahun dan 2) Ada pengaruh saluran
distribusi produk non pesanan terhadap peningkatan volume penjualan. Teknik
pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka.
Sedangkan alat analisis yang digunakan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan
saluran distribusi terhadap peningkatan volume penjualan ditunjukkan dengan
harga thitung = 5.565 > ttabel = 3.182, pada taraf signifikansi 5% dengan persamaan
regresi Y = 241054.4 + 0.002X dan besar R² = 0.912 berarti biaya distribusi bisa
menjelaskan volume penjualan sebesar 91.2% sedangkan sisanya sebesar 8.8%
dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak masuk dalam model
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PADA SEKOLAH LINGKUNGAN MILITER: Studi Kasus di SMA Angkasa Landasan Udara Sulaiman Kabupaten Bandung
Penelitian ini berangkat dari semakin lunturnya watak dan karakter positif pada peserta didik tingkat SMA yang mengakibatkan terjadinya degradasi moral. Pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah sebagai sebuah identitas dengan nilai-nilai karakter bangsa di dalamnya semakin sulit ditemukan karena minimnya contoh sekolah yang dapat mengembangkan pendidikan karakter melalui elaborasi pada kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler, serta habituasi dalam kegiatan keseharian di sekolah. Minimnya contoh pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah semakin tidak menyentuh peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini, ialah (1) Bagaimana proses pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah di SMA Angkasa Sulaiman (2) Bagaimana proses pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah di SMA Angkasa Sulaiman (3) Bagaimana hasil pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah di SMA Angkasa Sulaiman (4) Bagaimana tanggapan siswa mengenai pendidikan karakter di SMA Angkasa Sulaiman (5) Apa keunggulan dan kelemahan pengembangan pendidikan karakter di SMA Angkasa Sulaiman. Lokasi penelitian dilakukan pada SMA Angkasa Landasan Udara Sulaiman Kabupaten Bandung (selanjutnya SMA Angkasa Sulaiman) dengan subjek penelitian warga sekolah (Kepala Sekolah, Guru Sejarah, Peserta Didik kelas X IIS 1 dan XI IIS 1). Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengungkap dan memahami kenyataan dalam latar alamiah tanpa manipulasi subjek yang diteliti. Teknik pengumpulan data melalui dokumen, rekaman arsip, wawancara, catatan lapangan, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi dengan tipe triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa; (1) konsep pendidikan karakter di SMA Angkasa Lanud Sulaiman Kabupaten Bandung merupakan penjabaran dari strategi mikro pendidikan karakter yang meliputi; integrasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada setiap Mata Pelajaran, pembiasaan dalam kehidupan keseharian di satuan pendidikan, integrasi dalam kegiatan ekstrakulikuler, dan penerapan pembiasaan kehidupan keseharian di rumah yang dilakukan dengan perencanaan, pendekatan, dan metode belajar dan pembelajaran yang efektif sebagai usaha bersama sekolah; (2) proses pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah di SMA Angkasa Sulaiman dilakukan melalui dokumen RPP serta terjadinya pembelajaran observasi (observational learning) peserta didik pada guru sejarah; (3) hasil pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah di SMA Angkasa Sulaiman kerap muncul nilai karakter cinta tanah air, semangat kebangsaan, disiplin dan tanggung jawab; (4) tanggapan siswa mengenai pendidikan karakter di SMA Angkasa Sulaiman menunjukkan hal positif karena mereka mendapatkan contoh keteladanan dari guru sejarah, kepala sekolah, dan dukungan lingkungan sekolah yang kondusif; (5) keunggulan pendidikan karakter di SMA Angkasa terdapatnya pembiasaan (habituasi) dalam budaya sekolah, sedangkan kelemahannya ialah terbawanya sanksi kemiliteran (push-up, bending, dan “sikap taubat”), padatnya kegiatan pengembangan diri di luar kelas (ekstrakulikuler sampai sore, partisipasi kegiatan seremonial sekitar kawasan militer). ---------- This study was based on the decline of positive nature and character of high school students which apparently lead to moral degradation. The character education through the subject of history as an identity containing the values of national character is increasingly hard to find due to the lack of schools and educational institutions that provide and evolve character education to be elaborated into curricular and extracurricular activities, and to set its habituation in daily activities at school. The lack of exemplification of character education in the teaching of history at school was further disassociating the learners. In accordance with the background, the research problems aroused namely, (1) How the concept of character education in the teaching of history subject in Angkasa Sulaiman high school is conducted, (2) how the process of character education in the teaching of history in Angkasa Sulaiman high school is performed, (3) What the result (of character education in the teaching of history in Angkasa Sulaiman high school) is, (4) How the students respond to the character education in the teaching of history in Angkasa Sulaiman high school, and (5) What advantages and disadvantages of character education in the teaching of history in Angkasa Sulaiman high school emerge. This study took place in Angkasa high school at Sulaiman Air Force Base Bandung (hereinafter Angkasa Sulaiman high school) by administering the school members as the subject of the research (principal, history teachers, and the students of class X IIS 1 and XI IIS 1). Qualitative approach with case study design was employed as the research method to figure out and comprehend the reality in natural setting without any subject manipulation under study. The data collection was conducted through documentation, archive footage, interviews, field notes, and observation technique. Data were analyzed by using triangulation with the types of technique triangulation and source triangulation. The findings of the research show that; (1) the concept of character education in Angkasa Sulaiman high school was the elaboration of micro strategy of character education that includes integration in teaching and learning activities in any subject, habituation in daily activities at the school, integration in extracurricular activities, and the implementation of habituation in daily life outside the school, such as at home, that is carried out with effective planning, approaches, and methods of teaching and learning as a joint effort; (2) the process of character education in the teaching-learning of history at Angkasa Sulaiman high school was conducted through the lesson plan document and the observational learning of the students towards their history teachers; (3) the character education in the teaching-learning of history at Angkasa Sulaiman high school resulted in the accretion of sense of nationalism, patriotism, discipline, and responsibility in the students’ character and personality; (4) the students’ responses regarding the character education at Angkasa Sulaiman high schools showed a positive attitude as they got exemplary attitude from their history teachers, principal, as well as the support from a conducive school environment; (5) one of the advantages of character education in Angkasa Sulaiman high school includes the presence of habituation in the school culture. Meanwhile, some of the disadvantages were also found, namely the involvement of military sanctions (push-ups, bending, and "the attitude of repentance") and the high density of self-development activities outside the classroom (extracurricular activities till late, participation ceremonial activity around the area of the military)
STUDI AWAL PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA A36 DALAM MEDIUM KOROSIF
KAMPANYE PEMASARAN SOSIAL YAYASAN IGAMA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN HIV/AIDS DI KOTA MALANG
Yayasan Igama merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) berorientasi sosial non-profit yang secara aktif terlibat dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kota Malang melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang, khususnya Dinas Kesehatan Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran sosial yang diterapkan oleh Yayasan Igama dalam upaya pencegahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian melibatkan tiga informan dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Igama telah mengimplementasikan langkah-langkah strategis dalam pemasaran sosial mereka, terfokus pada analisis lingkungan, pemilihan target adopter, penetapan tujuan, perencanaan program, pengorganisasian, implementasi, kontrol, dan evaluasi. Langkah-langkah ini juga terukur dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan penanggulangan infeksi menular seksual di Kota Malang. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan tentang keberhasilan Yayasan Igama dalam mengarahkan upaya mereka menuju tujuan pencegahan HIV/AIDS
ANAEROBIK CO-DIGESI LIMBAH CAIR SAPI DENGAN KULIT KAKAO MENGGUNAKAN REAKTOR SEMI-KONTINU UNTUK PRODUKSI BIOGAS
MUHAMMAD ILHAM. 1005106010075. Anaerobik Co-Digesi Limbah Cair Sapi Dengan Kulit Kakao Menggunakan Reaktor Semi-Kontinu Untuk Produksi Biogas. Dibawah bimbingan Darwin, S.TP., M.Sc sebagai Pembimbing Utama dan Hendri Syah, S.TP., M.Si sebagai Pembimbing Anggota.RINGKASANLimbah kotoran ternak adalah salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan, limbah ini mempunyai andil dalam pencemaran lingkungan karena limbah kotoran ternak sering menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kenyamanan hidup masyarakat di sekitar peternakan. Untuk menangani permasalahan tersebut, maka dengan menggunakan teknologi pengolahan limbah secara anaerobik semi kontinu dapat menghasilkan biogas dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. Untuk meningkatkan produksi biogas dari limbah kotoran ternak dapat dilakukan penambahan biomasa kulit kakao yang sudah dikeringkan dan dihaluskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi kulit kakao dalam produksi biogas melalui aplikasi anaerobik digesi dengan limbah cair sapi serta mengevaluasi proses digesi melalui reaktor semi kontinu. Tahapan awal dari penelitian ini adalah merakit alat reaktor semi kontinu dengan volume kerja 3000 mL, mengambil limbah cair sapi dan mempersiapkan bahan biomasa (kulit kakao). Kemudian limbah cair sapid an kulit kakao dimasukkan ke dalam reaktor semi kontinu untuk dilakukan pengolahan anaerobik yang dapat emnghasilkan biogas. Produksi biogas di catat setiap harinya dengan melihat gas yang masuk kedalam gelas ukur dan dilakukan feeding setiap harinya dengan tujuan agar makanan untuk mikroorganisme selalu tersedia. Parameter yang di ukur adalah total solid, volatile solid, chemical oxygen demand, total kjedahl nitrogen, total dissolved solid dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi biogas dari limbah cair sapi tanpa campuran dan limbah cair sapi dengan campuran kulit kakao terus mengalami peningkatan setiap harinya selama 25 hari penelitian yang menggunakan reaktor anaerobik semi-kontinu. Hal ini disebabkan oleh suhu yang selalu stabil pada 35 0C (suhu mesophilik) yang dikontrol menggunakan termostat, derajat keasaman (pH) pada kondisi optimal yaitu antara 6,5 sampai dengan 7,5 (dimana kondisi inilah yang sangat bagus dan baik untuk produksi biogas) dan proses feeding yang setiap hari dilakukan. Produksi biogas dari limbah cair sapi tanpa campuran setiap harinya dapat dirata-ratakan sebesar 30,2 mL selama 25 hari penelitian karena kandungan bahan organik dari limbah cair sapi tanpa campuran lebih sedikit. Sedangkan produksi biogas dari limbah cair sapi dengan campuran kulit kakao setiap harinya dapat dirata-ratakan sebesar 337,8 mL karena kandungan bahan organiknya lebih banyak
- …
