2,390 research outputs found

    Pemanfaatan Laboratorium Virtual dalam Pembelajaran Kimia untuk Peserta Didik Kelas XI IPA di SMAN 1 Sungai Tabuk Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran kimia terhadap prestasi belajar peserta didik; (2) pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran kimia terhadap sikap peserta didik; (3) hubungan antara minat peserta didik dalam pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan prestasi belajar peserta didik; dan (4) hubungan antara minat peserta didik dalam pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan sikap terhadap kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian adalah quasi eksperimen counterbalanced. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Instrumen pengumpul data meliputi tes prestasi belajar, skala sikap peserta didik terhadap kimia dan kuesioner minat peserta didik terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif, yaitu dengan cara melakukan uji perbedaan t-paired antara skor rata-rata tes prestasi belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan laboratorium virtual dan tanpa menggunakan laboratorium virtual. Uji yang sama juga dilakukan pada skor rata-rata sikap peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan laboratorium virtual. Selanjutnya dilakukan uji korelasi antara minat peserta didik dengan prestasi belajar. Uji yang sama juga dilakukan antara minat peserta didik dengan sikap terhadap kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran kimia terhadap prestasi belajar peserta didik dan sikap terhadap kimia. Adanya hubungan yang cukup kuat antara minat peserta didik terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan prestasi belajar. Adanya hubungan yang cukup kuat antara minat peserta didik terhadap pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual dengan sikap terhadap kimia

    KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG DI KAWASAN LAUT LHOK SEUDU DESA LAYEUN KAPUPATEN ACEH BESAR

    Get PDF

    BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIBIT KELAPA SAWIT ABNORMAL (STUDI KASUS KEBUN BARU AFDELING V, PT. PERKEBUNAN NUSANTARA I LANGSA)

    Get PDF
    Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Bibit Kelapa Sawit Abnormal (Studi Kasus Kebun Baru Afdeling V, PT. Perkebunan Nusantara I Langsa)Muhammad Ikhsan / Manajemen Agribisnis UnsyiahABSTRAKBibit kelapa sawit yang baik merupakan kunci keberhasilan di perkebunan kelapa sawit dan sebaliknya. Pembibitan adalah serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan bahan tanaman meliputi persiapan media, pemeliharaan, seleksi bibit hingga siap untuk ditanam yang dilaksanakan dalam satu tahap atau lebih. Kegiatan ini harus dilakukan secara efektif agar bibit yang dihasilkan berkualitas tinggi dan terhindar dari abnormalitasTujuan dari Kuliah Kerja Praktek adalah, untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Bibit Kelapa Sawit Abnormal (Studi Kasus Kebun Baru Afdeling V, PT. Perkebunan Nusantara 1 Langsa).Metode yang di gunakan kuliah kerja praktek adalah metode studi kasus, sedangkang data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan skunder.Beberapa faktor yang mempengaruhi bibit kelapa sawit abnormal adalah kesalahan dari persilangan benih atau turunan dari tetua (Genetis) dan kesalahan dalam perlakuan kegiatan pembibitan, seperti kesalahan dalam penanaman, penyiraman, dan pemupukan

    ANALISIS EFISIENSI INDUSTRI PERBANKAN (STUDI PADA BANK PEMERINTAH DAN BANK UMUM SWASTA NASIONAL DI BURSA EFEK INDONESIA)

    Get PDF
    ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat efisiensi biaya dan laba antara kelompok bank pemerintah (BUMN) dan bank umum swasta nasional (BUSN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014. Untuk mengestimasi nilai efisiensi biaya dan laba bank, penelitian ini menggunakan model Stochastic Frontier Analysis (SFA). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, diperoleh jumlah sampel sebanyak 27 bank yang terbagi dalam dua kelompok bank yaitu 4 bank BUMN dan 25 bank BUSN. Uji hipotesis menggunakan metode analisis independent sample t-test untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat efisiensi biaya dan laba yang signifikan antara kelompok bank BUMN dan bank BUSN.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok bank BUMN lebih efisien dari segi biaya dan laba dibandingkan dengan kelompok bank BUSN. Hasil perbandingan efisiensi bank berdasarkan kelompok bank yang diuji dengan analisis independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05).Kata Kunci: Efisiensi Biaya, Efisiensi Laba, Kelompok Bank, Stochastic Frontier Analysis (SFA

    POTENSI EKSTRAK GULMA KIRINYUH, SEMBUNG RAMBAT DAN BABADOTAN UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI L) PADA CABAI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak gulma kirinyuh, sembung rambat dan babadotan sebagai biofungisida untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai dari bulan Juli sampai Desember 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 3 taraf konsentrasi, dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil uji ekstrak gulma terhadap jamur C. capsici pada buah cabai diperoleh bahwa ekstrak gulma kirinyuh (C. odorata), sembung rambat (M. micrantha) dan babadotan (A. conyzoides) yang digunakan sebagai fungisida nabati berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan jamur C. capsici. Aplikasi ekstrak yang paling baik adalah ekstrak gulma babadotan, dimana dari hasil uji yang telah dilakukan pada konsentrasi 30% dapat memperlambat terjadinya masa inkubasi (4.92 hari), memperkecil persentase buah terserang (36.67%), dan menurunkan intensitas serangan (28.33%). Sedangkan pada konsentrasi 20% dapat menghambat pertumbuhan diameter bercak jamur (0.20 cm).Kata kunci : A. conyzoides, C. odorata, C. capsici, M. micranth

    KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN TARUNA SMKN PENERBANGAN ACEH

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini berjudul Komunikasi Persuasif dalam Pembentukan KarakterKedisiplinan Taruna SMKN Penerbangan Aceh.Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pembentukankarakter yang dilakukan oleh pihak SMKN Penerbangan Aceh di dalampembentukan karakter kedisiplinan bagi para taruna dengan menggunakankomunikasi secara persuasif. Pembentukan karakter adalah salah satu kegiatanyang di terapkan di SMKN Penerbangan Aceh untuk membentuk karakter parataruna yang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui KomunikasiPersuasif yang dilaksanakan di dalam pelaksanaan pembentukan karakterkedisiplinan taruna dan upaya beserta hambatan yang dialami selama prosespembentukan karakter tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif agar dapatdilakukan pendeskripsian hasil penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitianini adalah teori Teori pemrosesan- informasi McGuire menyebutkan bahwaperubahan sikap terdiri dari enam tahap, yang masing-masing tahap merupakankejadian penting yang menjadi patokan untuk tahap selanjutnya. Metodepenelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitiandeskriptif. Subjek informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposivenon probolitas purposive sampling peneliti menetapkan beberapa kriteria didalampenentuan informan yaitu sebanyak 7 orang dimana terdiri dari kepala SMKNPenerbangan Aceh, 3 orang guru, dan 1 orang kepala PASKHAS. Alatpengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara terstruktur dan tidakterstruktur dan data sekunder diperoleh dari informasi yang diberikan oleh pihakSMKN Penerbangan Aceh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwadengan menggunakan metode pemrosesan informasi yang masing-masing tahapmerupakan kejadian penting didalam menentukan perubahan sikap, melalui sistemsemi militer yang telah diterapkan pihak SMKN Penerbangan Aceh denganmenggunakan komunikasi persuasif oleh guru dan pembina sangat efektif didalam pembentukan karakter kedisiplinan taruna.Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Pembentukan Karakter, Taruna, SMKNPenerbangan Aceh

    ANALISIS SEBARAN EROSI LAHAN DAN UPAYA KONSERVASI DAS DENGAN SISTEM VETIVERRN(STUDI KASUS DAS KRUENG TEUNGKU KECAMATAN SEULIMUMRNKABUPATEN ACEH BESAR)

    Get PDF
    ANALISIS SEBARAN EROSI LAHAN DAN UPAYAKONSERVASI DAS DENGAN SISTEM VETIVER(Studi Kasus DAS Krueng Teungku Kecamatan SeulimumKabupaten Aceh Besar)Oleh :Muhammad IkhsanNIM. 1209200060042Komisi Pembimbing :1. Dr. Azmeri, S.T, M.T2. Dr. Ella Meilianda, S.T, M.ScABSTRAKTanah merupakan bagian dari bumi ini yang sangat rentan terhadap pengikisan oleh air, baik air hujan maupun limpasan (runoff), kejadian erosi ini dapat menimbulkan beberapa dampak dalam kehidupan manusia maupun lingkungan. Erosi sebenarnya dapat mudah dikenali namun disebagian besar tempat erosi ini biasanya diperparah oleh meningkatnya aktivitas manusia dilokasi tersebut, misalnya penebangan hutan yang secara liar, kegiatan pertambangan, perkebunan dalam hal ini membuka lahan baru dan tata guna lahan (land use) yang buruk. Laju erosi dapat dicegah dengan melakukan tindakan konservasi dengan beberapa metode yaitu mekanis, kimiawi dan vegetatif. Metode konservasi secara vegetatif merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan laju erosi. Perkiraan laju erosi yang terjadi pada DAS Krueng Teungku akan dianalisis dengan pendekatan Universal Soil Loss Equation (USLE) dan dikombinasikan dengan Geographical Information System (GIS). Dari hasil analisis perkiraan laju erosi di DAS Krueng Teungku dengan menggunakan pendekatan USLE maka didapat beberapa variasi laju erosi yang tersebar di 7 sub DAS. Laju erosi tertinggi yaitu sebesar 640,995 ton/ha/tahun dengan nilai Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sebesar 23,739, terjadi pada sub DAS 4 dimana dari hasil tersebut dikategorikan bahwa TBE pada sub DAS tersebut adalah sangat tinggi. Sedangkan untuk kategori TBE tinggi dan sedang juga terjadi dibeberapa sub DAS. Sub DAS dengan kategori TBE rendah terjadi pada beberapa sub DAS, yaitu dengan laju erosi terendah adalah 0 yang terjadi pada tatagunalahan tambak dan pemukiman. Berdasarkan analisis SDR didapat nilai SDR terbesar terjadi pada sub DAS 1 yaitu sebesar 0,342 dan terkecil pada sub DAS 5 yaitu sebesar 0,146. penentuan daerah untuk rencana konservasi dengan sistem vetiver dilakukan pada Sub DAS dengan kategori TBE sangat tinggi dan tinggi, juga dengan mempertimbangkan kemiringan lahan. Dari hasil upaya konservasi ini didapat tingkat efisiensi sistem vetiver ini mencapai 98,4 % yang artinya upaya konservasi ini sangat efektif untuk menekan laju erosi di DAS Krueng Teungku.Kata Kunci : Laju erosi lahan, USLE, GIS, Konservasi Lahan, VetiverANALYSIS OF THE DISTRIBUTION OF SOIL EROSION AND WATERSHED CONSERVATION EFFORT WITH VETIVER SYSTEM(Case study in Krueng Teungku Watershed Seulimum Sub District Aceh Besar District)ByMuhammad Ikhsan Student Reg.No. 1209200060042Committee of Supervisory:1.Dr. Azmeri, S.T, M.T2.Dr. Ella Meilianda, S.T, M.ScABSTRACTSoil is part of the earth which is very susceptible to erosion either by water, rain or runoff, soil erosion in large quantities can cause several effects on human life and the environment. Actually, erosion can be easily recognized, but in most areas, erosion is usually exacerbated by increasing human activity on the land, for example, illegal logging, mining, plantations which cultivate new land and poor land use. The rate of erosion can be prevented by practicing conservation measures by several methods such as mechanical, chemical and vegetative conservation. Vegetative conservation method is one of the effective ways to reduce the rate of erosion. In this study estimates of the rate of erosion in Krueng Teungku watershed will be analyzed using Universal Soil Loss Equation (USLE) approach and combined with Geographical Information System (GIS). From the analysis of the estimated rate of erosion in Krueng Teungku watershed using USLE approach then obtained some variation of erosion rate spread in 7 sub-watershed. The highest in the amount of 640,995 tons/ha/year with erosion rate (TBE) in sub-watershed 4 is of 23,739, which category is very high. While for high and medium in TBE categories also occur in some sub-watershed, low categories occurred in some sub-watershed with lower erosion rates is 0 which occurred on the fishpond and settlement areas. Sediment delivery ratio (SDR) analysis give information that highest SDR happen in sub-watersheed 1 with SDR value 0,342 and smallest in sub-watersheed 5 with value 0.146. This study recommends the areas for conservation plans of vetiver system to be performed on the sub-watershed under the category very high and high TBE. In this case, land slope is also one of consideration. The conservation efforts result in the level of efficiency of vetiver system of up to 98,4%, which means that conservation with vetiver system is very effective to reduce the rate of erosion.Keywords: Land erosion rates, USLE, GIS, Land conservation, vetive

    Efektivitas penggunaan metode ceramah pada kelas X mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran jurusan administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Parepare

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode ceramah pada kelas X mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran jurusan administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Parepare Penelitian ini menggunakan jenis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5(lima) orang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Guru telah menerapkan proses pembelajaran seperti, melakukan tahap persiapan pembelajaran dengan baik, melakukan tahap pelaksanaan yang dilakukan mulai dari langkah pembukaan sampai dengan langkah penyajian telah dilakukan secara optimal, dan yang terakhir melakukan tahap mengakhiri dengan memebrikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi yang diajarkan dan melakukan evaluasi kepada siswa telah dilakukan dengan efektif. Jadi penggunaan metode ceramah pada kelas X mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran jurusan administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Parepare berjalan dengan efektif
    corecore