126 research outputs found
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU, MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU OTOMOTIF SMK NEGERI SE-KABUPATEN SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman.
Subyek penelitian ini adalah seluruh guru otomotif di SMK Negeri 2 Depok dan SMK Negeri 1 Seyegan yang berjumlah 28 guru. Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto. Metode pengambilan data menggunakan angket model skala Likert untuk variabel Kompetensi Profesional Guru, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja, sedangkan variabel Kinerja Guru menggunakan metode kuesioner, dan dokumentasi dari Kepala Sekolah. Teknik analisis data yang dipakai untuk menguji hipotesis adalah dengan teknik analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman yang dibuktikan dengan Fhitung Ftabel (17,141 > 4,22); kontribusi disiplin kerja terhadap kinerja guru sebesar 39,73%; (4) Terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman yang dibuktikan dengan Fhitung > Ftabel (5,832 > 3,01); kontribusi kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru sebesar 42,16%
The Comparison Between Fama-french Three Factors Model (Ff3fm) and Capital Asset Pricing Model (Capm) as Investing Decision on Efficient Share (Study of Lq45 Listed in Indonesian Stock Exchange Periods of July 2010 – June 2014)
This research aims to analyze the implementation of Fama-French Three Factors Model (FF3FM) method in Indonesia than Capital Asset Pricing Model (CAPM) , and it is not about determining the best method between CAPM and FF3FM. The research concern about the companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX), whose include in LQ45 period July 2010 - June 2014. The type of research in this undergraduate thesis is descriptive using quantitative approach. The collecting data method in this research is documentary, with the data of shares of the companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) period July 2010 – June 2014 which include in LQ45 as population. The sampling done using purposive sampling, and generates 22 samples from 45 populations. The results show that the implementation of CAPM method generates 13 efficient shares and 9 inefficient sahres; while FF3FM generates 20 efficient shares and only 2 include in inefficient shares. In the end, the analysis shows that the FF3FM is the development of CAPM that can be seen on their same trend of SML. The main differences of CAPM and FF3FM are SMB and HML which are owned by FF3FM formula
Comparison of the Mechanical Properties of Four-layer Epoxy Composite Reinforced with Natural Jute Fibers and Symmetrical E-glass Synthetic Fibers
Research that produces environmentally friendly products continues to be developing. Research related to the natural fiber jute material and epoxy matrix has done. Epoxy composite jute empowered do with the preparation of symmetry with four layers of fiber volume fraction of 27.89% and composite epoxy e-glass Fiber empowered four balance with 28.86% fiber volume fraction. Mechanical testing is done via Drag test to determine the tensile strength and stretch. From the analysis, it\u27s finding that the tensile strength of the symmetry jute fiber reinforced epoxy tensile strength was 48,378 MPa, and the strain was 11,998%. Meanwhile, the tensile strength and pressure in empowered epoxy e-glass fiber symmetry of four layers, each for 95.516 MPa and 7.7032%. Characterization has also been carried out through SEM testing. The results show that e-glass fiber fractures can still be seen as regular and tend to be straight and flat rods compared to symmetrical fiber-reinforced jute composite epoxy composites whose fibers are irregular. So that shows that the strength of the epoxy composite reinforced e-glass fiber is very large compared to the strength of the four-layer jute fiber-reinforced epoxy composite symmetry
GREEN SOLAR CELL : KOPIGMENTASI ANTOSIANIN HASIL ISOLASI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI NATURAL DYE SENSITIZED PADA DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC)
Pemakaian bahan bakar fosil di Indonesia terus meningkat. Hal ini
menyebabkan penurunan ketersediaan minyak bumi yang merupakan sumber
energi yang tidak dapat diperbaharui. Beberapa usaha telah dilakukan untuk
mengembangkan pemakaian sumber energi lain, salah satunya dengan
memanfaatkan energi matahari untuk sistem sel surya. Pemanfaatan tenaga
matahari untuk keperluan energi di Indonesia masih kurang dari 1%. DSSC (Dye
Sensitized Solar Cell) adalah sistem sel surya generasi ketiga yang relatif baru dan
masih memerlukan start up penelitian untuk peningkatan efisiensi. Salah satu
komponen terpenting dalam DSSC adalah dye. Salah satu dye dari bahan alam
yang banyak digunakan adalah antosianin dari kulit manggis. Akan tetapi
pemanfaatan zat warna hasil isolasi murni antosianin dari kulit buah manggis
sebagai dye sensitizer masih memiliki kelemahan yaitu kestabilan warna yang
rendah. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
kestabilan warna merah dari antosianin adalah dengan kopigmentasi. Dalam
penelitian kopigmentasi dilakukan dengan logam Sn dan asam tanat. Adanya
kopigmentasi dengan logam dan molekul organik lain cenderung meningkatkan
stabilitas warna antosianin. Hal ini dikarenakan adanya interaksi antara struktur
antosianin dengan senyawa kopigmen membentuk kompleksasi logam.
Metode isolasi dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan
tahapan maserasi. Ekstrak yang telah diperoleh kemudian dipisah menjadi
beberapa fraksi dengan metode kromatografi dan memfokuskan pada fraksi yang
berwarna merah pekat. Identifikasi senyawa kimia dilakukan dengan KLT
(Kromatografi Lapis Tipis) untuk membedakan fraksi antosianin yang diperoleh,
spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui absorbansi dan intensitas warna
antosianin, FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) untuk mendeteksi
serapan gugus fungsi ekstrak antosianin, 1H NMR (Hydrogen Nuclear Magnetic
Resonance) untuk mendeteksi adanya gugus H dan 13C NMR (Carbon Nuclear
Magnetic Resonance) untuk mendeteksi adanya gugus C pada antosianin hasil
ekstraksi. Performasi DSSC diamati dengan melakukan pengukuran arus dan
tegangan menggunakan Keithley 2602 A System Source. Adapun target luaran
yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu terjadinya efek bathokromik pada hasil
senyawa antosianin terkopigmentasi dan didapatkan nilai efektivitas yang lebih
tinggi dari performa DSSC yang menggunakan dye dari senyawa antosianin hasil
isolasi kulit buah manggis terkopigmentasi, dengan variabel kontrol ekstrak
antosianin tak ter-kopigmentasi
Unsteady Flow of Bingham Fluid Between Two Permeable Beds
As the application of chemical industry and oil and gas industry, fluid flow in the pipeline
is governed by Navier-Stokes equations. Darcy’s law is to express the fluid flow behaves
in the porous medium. As the oil and gas industry interested on the heavy oil, the study
focus on the heavy oil behaves in between permeable beds. The combination of Navier-
Stokes and Darcy explain the behavior of heavy oil in between permeable beds. Pressure
is assumed to vary exponentially with respect to time. Bingham fluid was deduced for
velocity field between beds and between rigid walls, shear stress and mass flow rate for
lower zones, upper zones and plug flow region. Findings have shown that permeable beds
increases the velocity of the fluid flow compared to the rigid wall condition. It also found
out low σ increases the fractional increase drastically after σ<6
Upaya Meningkatkan Self-Confident Anak Kelompok A Taman Kanak-Kanak Nusantara Banten melalui Bermain Futsal
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses implementasi permainan futsal untuk meningkatkan Self-Confident anak kelompok A Taman Kanak-Kanak Nusantara Banten. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif untuk membandingkan hasil pada siklus pertama dan siklus kedua. Analisis data kualitatif dengan cara menganalisis data dari hasil catatan lapangan dan wawancara selama penelitian dengan langkah-langkah reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Self-Confident melalui kegiatan permainan futsal meningkat dengan baik. Hal ini terlihat dari keberhasilan setiap siklus penelitian, yang mana hasil perolehan pada pra siklus sebesar 46.30%, siklus I sebesar 62.85% dan Pada siklus II percaya diri mencapai 82.52%. Berdasarkan hasil yang ditemukan implikasi dalam penelitian ini adalah permainan futsal dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk meningkatkan Self-Confident anak
SPATIAL MODELING OF THE THREAT OF DAMAGE TO THE PEATLAND ECOSYSTEM IN THE MAINLAND OF BENGKALIS REGENCY, RIAU PROVINCE
Peatlands are the stretch of ecosystem landscape with unique characteristics, both physically, chemically, and biodiversity. Anthropogenic activities in peatland use and disasters pose a threat to the preservation of the peatland ecosystem, which has impacts toward abiotic to the element of biodiversity (biotic). The purpose of this research is to model how the threat of the peatland ecosystem by using spatial data modeling. The method in this research using cloud-based GIS data analysis from Google earth engine, modeling distance parameter to variable modeling of interaction among landscapes on the peatland, and weight sum the value over raster-based spatial layer to determinate the thereat in the peatland ecosystem. The results of this study found zones where hot spots often occur. Modeling with euclidean distance to all modeling variables (except temperature) gives a clear effect on how the threats from each landscape interact with each other. We found that the threat of peatland damage in the high threat class dominates the plantation area reaching 30.9% of the total peatland area, whereas the forest landscape only has a high threat with a percentage of 1.9% and a low threat which the ecosystem is stable and natural reaching over 34.7 %. From this model, we succeeded in bringing up the idea to determine the priority area for policies where need to be done in handling the protection of peatland ecosystems, especially in plantations where the highest percentage of the ecosystem threat is in the high level with integrated peatland management.
Keywords: Peatland ecosystem, landscape, threa
ANALISIS BUTIR TES FISIK ATLET TAEKWONDO PUSLATDA JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fisik yang dimiliki oleh atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Komponen yang diteliti untuk fisik meliputi: kekuatan, kelentukan, kecepatan, daya ledak, daya tahan, kelincahan, konsentrasi, dan reaksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dan atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur merupakan subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah te s kekuatan menggunakan sit up, 3 RM single squad, Russian twist, superman back hold, 3 RM clean and press, hamstring, dan plank; tes kelentukan menggunakan ankle flexibility, upper body flexibility, sit and reach, overhead leg touch; tes kecepatan menggunakan 20-meter sprint; tes daya ledak menggunakan triple jump; tes daya tahan menggunakan beep test; tes kelincahan menggunakan squat jump; dan tes konsentrasi menggunakan juggling 3 balls. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata (mean) masing-masing butir tes fisik yang dilakukan adalah sebagai berikut: tes kekuatan menggunakan sit ups 38.6 kali, 3 RM single leg squad right (kyorugi male) 7.3 kg, 3 RM single leg squad left (kyorugi male) 7.6 kg, 3 RM single leg squad right (kyorugi female) 3.3 kg, 3 RM single leg squad left (kyorugi female) 3.3 kg, 3 RM single leg squad right (poomsae male) 11.3 kg, 3 RM single leg squad left (poomsae male) 11.3 kg, 3 RM single leg squad right (poomsae female) 3.7 kg, 3 RM single leg squad left (poomsae female) 3.7 kg, russian twist 12.0 secs, superman beck hold 60 secs, 3 RM clean and press 3 kali, hamstring 2.0, plank front 118 secs, plank right 58.5 secs, plank left 60 secs; tes kelentukan menggunakan ankle flexibility right 16.0 cm, ankle flexibility left 16.2 cm, upper body flexibility left -1.1 cm, upper body flexibility right 0, upper body flexibility back - 4.1 cm, sit and reach 23.5 cm, overhead leg touch right -5.2 cm, overhead leg touch left -5.6 cm; tes kecepatan menggunakan 20-meter sprint (male) 3.0 sec, 20-meter sprint (female) 3.5 sec; tes daya ledak menggunakan triple jump (male) 6.8 m, triple jump (female) 4.5 m; tes daya tahan menggunakan beeb test (kyorugi male) level 8.8, beeb test (kyorugi female) level 7.5, beeb test (poomsae male) level 9.2, beeb test (poomsae female) level 6; tes kelincahan menggunakan squat jump 23.3 kali; dan tes konsentrasi menggunakan juggling 3 balls 2.7 secs. Kata kunci: Fisik, Taekwondo, atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Abstract This research aims to confirm the physical that is owned by Taekwondo athletes o
“PAP” Prevent Aedes Pump Sebagai Alat Untuk Memutus Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Dan Meningkatkan Efisiensi Pembersihan Air Di Bak Mandi Skala Rumahan
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi umumnya ditemukan di daerah tropis dan ditularkan melalui hospes perantara jenis serangga khusus Aedes spesies. Di Indonesia, kasus demam berdarah dengue setiap tahunnya belum mengalami penurunan yang siginifikan. Peningkatan prevalensi kasus DBD ini bersamaan dengan meningkatnya habitat nyamuk, yaitu air bersih yang menggenang. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk yang paling efektif adalah menguras bak mandi lebih sering yaitu dua kali dalam seminggu. Ketersediaan air bersih di Indonesia sangat terbatas, pengurasan bak mandi untuk mengurangi jentik nyamuk merupakan pemborosan air. Vaksin untuk pencegahan terhadap infeksi virus dan obat untuk penyakit DBD belum ada dan masih dalam proses penelitian, sehingga pengendaliannya terutama ditujukan untuk memutus rantai penularan, yaitu melalui pengendalian vektornya dengan cara menghilangkan memutus rantai perkembangbiakan Aedes aegypti. Breeding place nyamuk Aedes aegypti yaitu pada air genang yang bersih, dan hingga saat ini belum ada yang menemukan bahwa nyamuk dapat bertelur pada air yang berarus, seperti di aliran sungai. Atas dasar itu, maka diperlukan suatu pemikiran baru mengenai cara untuk membuat arus pada air. Air berarus dan mengalir ini diharapkan menjadi penyebab nyamuk tidak dapat bertelur di bak mandi. Untuk itu dalam usulan ini, kami akan menciptakan suatu alat yang dimodifikasi mampu membuat nyamuk tidak bisa bertelur pada tempat-tempat penampungan air di masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengurangi intensitas pengurasan bak mandi. Yaitu PAP yang dapat menimbulkan aliran dan arus pada bak mandi, sehingga nyamuk tidak mau bertelur di bak tersebut dengan tujuan mengurangi angka kesakitan DBD dan penghematan air bersih sebagai salah satu sumber energi terbatas
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU, MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU OTOMOTIF SMK NEGERI SE-KABUPATEN SLEMAN
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU, MOTIVASI KERJA
DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU OTOMOTIF
SMK NEGERI SE-KABUPATEN SLEMAN
Oleh:
Hanif Hidayat
NIM.10504247012
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kompetensi
profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja baik secara sendiri-sendiri
maupun secara bersama-sama terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-
Kabupaten Sleman.
Subyek penelitian ini adalah seluruh guru otomotif di SMK Negeri 2 Depok
dan SMK Negeri 1 Seyegan yang berjumlah 28 guru. Penelitian ini termasuk
penelitian ex-post facto. Metode pengambilan data menggunakan angket model
skala Likert untuk variabel Kompetensi Profesional Guru, Motivasi Kerja dan
Disiplin Kerja, sedangkan variabel Kinerja Guru menggunakan metode kuesioner,
dan dokumentasi dari Kepala Sekolah. Teknik analisis data yang dipakai untuk
menguji hipotesis adalah dengan teknik analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat pengaruh yang
signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap kinerja guru otomotif SMK
Negeri se-Kabupaten Sleman yang dibuktikan dengan Fhitung < Ftabel (2,026 <
4,22); (2) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi kerja terhadap
kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman yang dibuktikan dengan
Fhitung < Ftabel (2,451 < 4,22); (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari disiplin
kerja terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman yang
dibuktikan dengan Fhitung > Ftabel (17,141 > 4,22); kontribusi disiplin kerja
terhadap kinerja guru sebesar 39,73%; (4) Terdapat pengaruh yang signifikan dari
kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersamasama
terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman yang
dibuktikan dengan Fhitung > Ftabel (5,832 > 3,01); kontribusi kompetensi
profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap
kinerja guru sebesar 42,16%.
Kata kunci: kompetensi profesional, motivasi kerja, disiplin kerja, kinerja gur
- …
