15 research outputs found

    Efforts to Increase The Students' Level of Confidence in Mathematics Learning Using Numbered Head Together (NHT) Model

    Get PDF
    This study aims to improve the students’ confidence through the Numbered Head Together (NHT) learning model in learning mathematics in class VIII D of SMP N 3 Depok. This research is a classroom action research (CAR) using NHT model. The stages in this study consist of planning, action, observation, and reflection. The research subjects include 32 students. The data collection techniques used are a test, questionnaires, and observation. The data collection instruments used are written tests to measure the students’ cognitive learning outcomes, self-confidence questionnaire, and observation sheets to determine the feasibility of learning using the NHT technique. The data analysis technique uses percentages for the learning outcomes using observation sheets, data analysis of descriptive study completeness describing individual and group students’ outcomes, and scoring for self-confidence questionnaire using Likert scale with five criteria intervals. The results of the analysis of this research indicate that mathematics learning increases student confidence by 10.22%. The students’ outcomes (cognitive) have decreased, and one of them is the learning material that is more difficult than the cycle I. The basic competence for cycle I is to complete SPLDV (Sistem Persamaan Linear Dua Variabel) while for cycle II, the basic competence is to make and complete mathematical models of problems related to SPLDV. The implementation of learning using the NHT learning model has increased from 81.3% in the first cycle to 96.9% in the second one. It can be concluded that the NHT cooperative learning model is proven to improve the students’ confidence

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    The purpose of this research is to describe the effectiveness of the application of the CORE learning model with mathematical problem-solving skills. This research is quasi-experimental research using a control group pre-test and post-test design. The subjects of this research are students of grades VII A and VII B at SMP Negeri 13 Magelang. Problem-solving ability data were collected using tests and analyzed using a t-test for the first hypothesis and an N-gain test for the second hypothesis. The results of the study show (1) that there is a significant difference in problem-solving abilities in the application of the CORE learning model compared to the direct learning model, and (2) there is a significant increase in problem-solving abilities in the application of the CORE learning mode than the direct learning mode. It can be concluded that the CORE model is effective in increasing mathematical problem-solving abilities

    Development of flash-based learning media to improve critical thinking ability of grade VII middle school students

    Get PDF
    The development of technology is certainly very helpful for developing the world of education. But, many learning activities are carried out using conventional methods, namely lectures with books and blackboards which result in boring learning and poor critical thinking skills on the initial test. The purpose of this study was to determine the level of validity, practicality, and effectiveness of interactive media used to improve critical thinking skills. Research using the ADDIE model shows that the developed interactive media has very valid criteria based on the media validator's assessment of 97.67 and the material validator's assessment of 57 categories. The media developed with very practical criteria based on student practicality questionnaires of 85.06% and teacher practicality questionnaires of 96% categories. In addition, the developed media obtained an effectiveness score of 90.63% based on the posttest of critical thinking skills. From the above findings, it can be concluded that interactive media can be used validly, practically, and effectively to improve critical thinking skills

    THE EFFECT OF THE LEARNING MODEL OF GIVING QUESTIONS GETTING ANSWERS AND THINK PAIR SHARE ON MATHEMATICAL LOGICAL INTELLIGENCE

    Get PDF
    The objectives of this study are to: (1) analyze the influence of the Giving Question and Getting Answer learning model on the mathematical logical intelligence of grade X students of SMAN 1 Muntilan, (2) analyze the influence of the Think Pair Share learning model on the mathematical logical intelligence of grade X students of SMAN 1 Muntilan, (3) analyze learning models that produce mathematical logical intelligence that is more influential between the Giving Question and Getting Answer learning model or the model  Learning Think Pair Share for grade X students of SMAN 1 Muntilan. This type of research is an experiment with a quantitative approach. The population used is tenth grade students of SMAN 1 Muntilan for the 2022/2023 school year. Data collection is done by testing. The tests used are paired sample t-test and independent sample t-test. The results showed that: (1) students' mathematical logical intelligence increased after the application of the giving question getting answer learning model, (2) students' mathematical logical intelligence increased after the implementation of the think pair share learning model, (3) the mathematical logical intelligence of students who were treated with the giving question getting answer learning model was better than students who were treated with the think pair share learning model Keyword: giving question getting answer learning model, mathematical logical intelligence, think pair share learning model

    PENERAPAN GEOGEBRA BERBASIS ELITA (E-LEARNING UNTIDAR) DI PERGURUAN TINGGI

    Get PDF
    Mahasiswa calon guru matematika sering menemukan konsep geometris yang sulit untuk dipahami. Hal ini menyebabkan penurunan minat dalam geometri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekripsikan dampak menggunakan GeoGebra berbasis ELITA pada prestasi belajar mahasiswa calon guru matematika di mata kuliah geometri bidang. Sebanyak 56 siswa dipilih dari program studi Pendidikan Matematika Universitas Tidar, sebuah universitas negeri yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Kelompok eksperimen (35) diajarkan tentang melukis garis-garis istimewa pada segitiga menggunakan GeoGebra sementara kelompok kontrol (36) diajarkan menggunakan metode pengajaran konvensional. Pada akhir penelitian, prestasi belajar mahasiswa diukur dengan menggunakan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GeoGebra berbasis ELITA adalah alat yang efektif untuk mengajar dan belajar geometri bidang di perguruan tinggi

    Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Self Confidence Siswa Smp Negeri 1 Magelang Pada Materi Garis Dan Sudut

    Get PDF
    Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Tujuan pembelajaran matematika yaitu terdapat kemampuan yang harus dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika SMP Negeri 1 Magelang didapatkan informasi bahwa siswa memiliki kurangnya kemampuan berpikir dikarenakan siswa lebih mengutamakan hafalan daripada menganalisis masalah dengan baik dan siswa tidak peduli terhadap apa yang dibutuhkan nya.Oleh karena itu guru harus mampu menentukan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Salah satu model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).Dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) tentu dapat mewujudkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, karena akan menciptakan kerjasama antar anggota kelompok berdasarkan langkah-langkah dari model pembelajaran Creative Problem Solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran model Creative Problem Solving dengan model pembelajaran langsung. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Bentuk desain eksperimen dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Bentuk desain eksperimen dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung dengan  dan . Besarnya perbedaan model pembelajaran Creative Problem Solving sebesar 72,13 dan pembelajaran langsung sebesar 60,50

    Analisis Kemampuan HOTS Siswa pada Materi Trigonometri Ditinjau dari Gaya Belajar David Kolb

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan HOTS siswa pada materi trigonometri berdasarkan gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 2 di MAN 2 Magelang sebanyak 34 siswa. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemampuan HOTS siswa gaya belajar divergen, subjek mampu dalam indikator menganalisis dan mengevaluasi tetapi subjek belum mampu dalam indikator mencipta. Kemampuan HOTS siswa gaya belajar asimilasi, subjek mampu pada indikator mengevaluasi tetapi belum mampu pada indikator menganalisis dan  mencipta. Kemampuan HOTS siswa gaya belajar konvergen, subjek mampu pada indikator menganalisis dan mengevaluasi tetapi belum mampu pada indikator menganalisis. Kemampuan HOTS siswa gaya belajar akomodasi, subjek mampu dalam indikator menganalisis dan mengevaluasi tetapi belum mampu pada indikator mencipta. ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze students' HOTS abilities on trigonometric material based on learning styles. This research is a qualitative descriptive study. The research subjects were 34 students of class XI MIPA 2 in MAN 2 Magelang. The instrument used was a test instrument. Data analysis was performed through data reduction, data presentation, and concluding. HOTS ability of students in learning styles is divergent, the subject can analyze and evaluate indicators but the subject has not been able to create indicators. HOTS ability of students learning style assimilation, the subject can evaluate indicators but not yet able to analyze and create indicators. HOTS ability of students in convergent learning styles, the subject can analyze and evaluate indicators but not yet able to analyze indicators. HOTS ability of students in the learning style of accommodation, the subject can analyze and evaluate indicators but not yet able to create indicators

    Pengembangan Modul Mata Kuliah Aljabar Linear Berbasis Model Pembelajaran Knisley

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk penelitian yang berupa modul perkuliahan Aljabar Linear yang digunakan ditingkat Universitas yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Modul ini dirancang dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik. Setelah dikembangkan modul ini divalidasi oleh dua pakar yang menilai aspek kelayakan materi/isi, kelayakan penyajian, dan kelayakan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan valid ditunjukkan dengan hasil penilaian validasi untuk aspek materi/isi sebesar 51 dari skor maksimal 60, validasi aspek penyajian diperoleh skor 36 dari skor maksimal 40, dan aspek kebahasaan diperoleh skor 13,5 dari skor maksimal 15. Modul yang dikembangkan praktis ditunjukkan dengan hasil penilaian mahasiswa terhadap modul dengan persentase sebesar 38,46% dengan kriteria sangat baik dan 61,54% dengan kriteria baik. Modul yang dikembangkan efektif ditunjukkan dengan hasil belajar mahasiswa dengan rata-rata klasikal 84,23 dan persentase mahasiswa yang nilainya di atas KKM (≥75) adalah 84,62%. ABSTRACTThe research aims to develop a research product that is a Linear Algebra lecture module used at the University level that up to the valid criteria, practical, and effective. The development research used the ADDIE development model. The module was designed and developed based on the students need. The module was validated by two experts who assessed the feasibility of the material / content, the feasibility of presentation, and the feasibility of language after it was developed. The results showed that the developed module was valid, indicated by the results of the validation assessment for the material / content aspect of 51 from a maximum score of 60, the validation of the presentation aspect obtained a score of 36 from a maximum score of 40, and the linguistic aspect obtained a score of 13.5 from a maximum score of 15. The practical developed module was indicated by the results of the student's assessment of the module with a percentage of 38.46% with very good criteria and 61.54% with good criteria. The effective developed module was showed by student learning outcomes with a classical average of 84.23 and the percentage of students whose grades are above the KKM (≥75) is 84.62%

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik yang Berorientasi pada Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemampuan Koneksi Matematis, dan Rasa Percaya Diri Siswa SMP Kelas VII Semester Genap.

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik yang berorientasi pada kemampuan berpikir kreatif, kemampuan koneksi matematis, dan rasa percaya diri dengan kualitas baik. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Kualitas hasil pengembangan ditentukan berdasarkan kriteria Nieveen yaitu valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Imogiri Kabupaten Bantul pada kelas VIIF dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kevalidan perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah lembar validasi. Instrumen untuk mengukur kepraktisan perangkat pembelajaran adalah lembar penilaian guru, lembar penilaian siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Instrumen untuk mengukur keefektifan adalah tes kemampuan berpikir kreatif, tes kemampuan koneksi matematis, dan angket rasa percaya diri. Analisis data dilakukan dengan cara mengkonversi data kuantitatif berupa skor hasil penilaian menjadi data kualitatif berupa nilai standar skala lima. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik yang berorientasi pada kemampuan berpikir kreatif, kemampuan koneksi matematis, dan rasa percaya diri siswa SMP kelas VII semester genap pada materi transformasi. Hasil penilaian kevalidan perangkat pembelajaran berdasarkan para ahli adalah valid dengan kategori sangat baik. Hasil kepraktisan berdasarkan penilaian guru mencapai kategori sangat baik, sedangkan berdasarkan penilaian siswa memiliki persentase sebesar 87.10% dengan kategori minimal baik, dan persentase lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata sebesar 83.33%, sehingga dapat dikatakan perangkat pembelajaran praktis. Keefektifan perangkat pembelajaran terlihat dari tercapainya minimal 80% siswa yang nilainya minimal KKM yaitu untuk tes kemampuan berpikir kreatif sebesar 80%, untuk kemampuan koneksi matematis sebesar 83.33%, tes prestasi belajar sebesar 86.67%, serta angket rasa percaya diri sebesar 86.67% dengan kategori minimal tinggi. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran ini layak untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran matematika dan memenuhi aspek kualitas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan
    corecore