76 research outputs found

    MODIFIKASI ASPAL POLIMER MEMANFAATKAN KARET BAN BEKAS MENGGUNAKAN DIVENIL BENZENA DAN DIKUMIL PEROKSIDA MELALUI PROSES EKSTRUSI

    Get PDF
    Penelitian mengenai modifikasi aspal polimer yang memanfaatkan karet ban bekas (crumb rubber) dengan adanya divenil benzena (DVB) dan dikumil peroksida (DCP) melalui proses ekstrusi. Proses pembuatan aspal polimer tersebut dilakukan dengan cara mencampurkan aspal penetrasi 60/70 dengan karet SIR-20 yang ditambahkan dengan DVB sebagai agen kompatibilizer dan inisiator DCP kemudian dicampur bersama dengan agregat. Selanjutnya diproses dengan mengunakan ekstruder pada suhu 165 oC. Hasil uji sifat mekanis dengan kuat tekan menunjukkan bahwa komposisi yang lebih baik antara aspal dengan karet ban bekas tersebut yaitu (95:5), dimana dihasilkan kekuatan tekan maksimum sebesar 0,75 MPa. Hasil spektrum FTIR menunjukkan adanya serapan tajam dan kuat pada bilangan gelombang 698,21 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus =C-H dari isoprena. Analisis morfologi dengan SEM memperlihatkan adanya perubahan permukaan setelah karet ban bekas tersebut ditambahkan ke dalam campuran aspal

    GW25-e4298 Frequency of Hyponatremia and Short Term Clinical Outcomes in Patients Hospitalized for Heart Failure

    Get PDF

    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN DIVENILBENZENA DAN DIKUMILPEROKSIDA SEBAGAI ZAT ADITIF UNTUK MEMPERKUAT IKATAN KIMIA ANTARA ASPAL DENGAN POLIMER

    Get PDF
    Jalanan aspal khususnya di Indonesia dinilai tidak tahan lama dan mudah rusak yang disebabkan oleh pembebanan muatan kendaraan yang berlebihan, faktor air, dan ditinjau dari sudut sains kimia karena tidak adanya ikatan kimia anatar aspal dengan agregat. Disisi lain banyaknya bahan polimer bekas seperti polietilena jenis politilena densitas rendah (LDPE) dan karet ban luar mobil atau motor yang belum termanfaatkan secara optimal dapat berpotensi mencemari lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka telah dilakukan penelitian dengan cara menambahkan bahan-bahan aditif seperti dikumil peroksida dan divenil benzena untuk memodifikasi aspal polimer dengan memanfaatkan limbah-limbah polimer seperti polietilena densitas rendah (LDPE) yang mempunyai sifat yang kuat, keras, dan tahan air serta serbuk karet ban luar bekas (crumb rubber) yang bersifat sedikit elastis sebagai bahan  aditif dalam campuran aspal. Adapun penelitian ini telah dilakukan dengan mencampurkan antara limbah polietilena, serbuk karet ban bekas,aspal, dan agregat pasir, serta ditambahkan bahan kimia Divenil Benzena (DVB) sebagai bahan pengikat silang (crosslinker) dan Dikumil Peroksida (DCP) sebagai inisiator, sehingga aspal akan berikatan secara kimia dengan polietilena, serbuk karet ban, juga DVB karena sudah terinisiasi oleh adanya DCP serta agregat pasir akan terperangkap diantara rangkaian ikat silang yang terbentuk diantara aspal dengan bahan polimer karena adanya DVB, kemudian campuran tersebut di proses dalam mesin ekstruksi pada suhu 160 0C. Hasil yang diperoleh berupa campuran aspal polimer dengan komposisi DVB dan DCP yang ideal adalah (5:5), dengan nilai penyerapan airnya paling minimal terhadap semua variasi sampel yaitu sebesar 0,18%, dan ini sesuai SNI (maksimum penyerapan air sebesar 3%). Hasil uji kuat tekan rata-rata diperoleh sebesar 2,91 Mpa menunjukkan hasil yang lebih baik tetapi masih dibawah SNI, uji morfologi dengan SEM juga menunjukkan adanya ikatan silang terjadi antara gugus hidroksil dari aspal dengan pengikat sambung silang DVB, polietilena densitas rendah, atau karet ban bekas melaluio rekasi radikal yang diinisiasi oleh adanya DCP

    ANALISA KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) PADA IKAN KALENG SARDEN YANG DIPERJUALBELIKAN DI SUPERMARKET DAERAH PADANG BULAN MEDAN

    Get PDF
    Sarden (sardines) adalah salah satu jenis ikan kaleng yang paling umum dikonsumsi oleh manusia. Kadmium merupakan logam yang lunak berwarna putih seperti perak putih, biru muda, tidak berbau dan mudah rusak jika dikenai uap ammonia. Kadmium banyak digunakan sebagai pigmen warna cat, keramik, plastik, katode untuk Ni-Cd pada baterai, bahan fotografi, pembuatan tabung tv, kembang api, dan percetakan tekstil. Kadmium bersifat toksik pada manusia karena mengkonsumsi makanan dan minuman  yang tercemar  kadmium. Gejala keracunan kadmium biasanya ditandai dengan daya tahan tubuh melemah, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, rasa sakit dan panas di dada, dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru akut, nekrosis pada ginjal proteiuria dan anemia serta kematian pada dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Kadmium (Cd) pada ikan kaleng sarden dan apakah sudah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu 0,1 ppm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji laboratorium metode Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Penelitian ini telah dilakukan di supermarket daerah Padang Bulan Medan dan dilanjutkan pemeriksaan di Laboratorium penelitian Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) pada tanggal 10 – 25 Agustus 2016.Dari hasil penelitian tersebut bahwa ketiga sampel mengandung Cd, dengan kadar sampel 1 (0,000091ppm), sampel 2 (0,000098 ppm) dan sampel 3(0,000073) ppm. Maka dari hasil penelitian dinyatakan bahwa ketiga sampel memenuhi persyaratan SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu 0,1 ppm

    REVIEW : PEMBUATAN NANOKOMPOSIT KARET ALAM / POLIOLEFIN / ORGANOBENTONIT

    Get PDF
    Nanocomposites can be made by mixing three types of materials, namely natural rubber, polyolefin, and organobentonite. This article review discusses deproteinization of natural rubber using the incubation method, the grafting process of  anhydrous maleate on natural rubber, either by reflux technique or by using an internal mixer, modification of natural rubber with thermoplastic materials in the form of polyolefins (such as polyethylene or polystyrene), and bentonite filler which is nanoparticle size and organic material has been modified to form organobentonite. The blending technique used in obtaining nanocomposites can be carried out either by the reflux method or the melting phase method using an internal mixer, while still using additive materials such as compatibility and initiator. The results showed that chemical bond occurred between natural rubber (NR) and polyolefins using NR-g-MA compatibility and peroxide initiator, and also the presence of nanofiller organobentonite that was spread evenly in the natural rubber / polyolefin material had improved the mechanical properties of the nanocomposite

    ANALISA KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) PADA IKAN KALENG SARDEN YANG DIPERJUALBELIKAN DI SUPERMARKET DAERAH PADANG BULAN MEDAN

    Get PDF
    Sarden (sardines) adalah salah satu jenis ikan kaleng yang paling umum dikonsumsi oleh manusia. Kadmium merupakan logam yang lunak berwarna putih seperti perak putih, biru muda, tidak berbau dan mudah rusak jika dikenai uap ammonia. Kadmium banyak digunakan sebagai pigmen warna cat, keramik, plastik, katode untuk Ni-Cd pada baterai, bahan fotografi, pembuatan tabung tv, kembang api, dan percetakan tekstil. Kadmium bersifat toksik pada manusia karena mengkonsumsi makanan dan minuman  yang tercemar  kadmium. Gejala keracunan kadmium biasanya ditandai dengan daya tahan tubuh melemah, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, rasa sakit dan panas di dada, dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru akut, nekrosis pada ginjal proteiuria dan anemia serta kematian pada dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Kadmium (Cd) pada ikan kaleng sarden dan apakah sudah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu 0,1 ppm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji laboratorium metode Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Penelitian ini telah dilakukan di supermarket daerah Padang Bulan Medan dan dilanjutkan pemeriksaan di Laboratorium penelitian Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) pada tanggal 10 – 25 Agustus 2016.Dari hasil penelitian tersebut bahwa ketiga sampel mengandung Cd, dengan kadar sampel 1 (0,000091ppm), sampel 2 (0,000098 ppm) dan sampel 3(0,000073) ppm. Maka dari hasil penelitian dinyatakan bahwa ketiga sampel memenuhi persyaratan SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu 0,1 ppm

    ANALISA KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) METODE SSA PADA KERANG BULUH YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BENGKOK PANCING MEDAN

    Get PDF
    Kerang buluh (Anadara pilula) merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di dasar laut. Logam seperti Timbal (Pb) masuk kedalam tubuh kerang buluh melalui akumulasi dari pencemaran limbah industri dan kapal-kapal, karena habitat kerang terdapat pada dasar laut yang berpasir dan berlumpur. Kerang juga cukup baik dijadikan sebagai  indikator  pencemaran pada air laut karena sifat kerang yang hidup menetap dan menyaring makanan. Timbal (Pb) pada kerang buluh apabila dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan IQ pada anak-anak, gangguan menstruasi serta aborsi spontan pada wanita, depresi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat terganggu, dan sulit tidur serta kematian pada dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Timbal (Pb) pada daging  kerang buluh dan apakah sudah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu <1,5 ppm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil sampel kerang buluh di Pasar Bengkok Pancing Medan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Spektrofotometer Serapan  Atom yang dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand Industri) Medan. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa keempat sampel mengandung Pb, dengan kadar sampel 2,1788 ppm, 1,3330 ppm, 1,0620 ppm dan 0,5481 ppm. Maka dari keempat sampel terdapat 1 (satu) sampel dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti kadar logam lain pada kerang buluh dan biota laut lainnya

    ANALISA KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) METODE SSA PADA KERANG BULUH YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BENGKOK PANCING MEDAN

    Get PDF
    Kerang buluh (Anadara pilula) merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di dasar laut. Logam seperti Timbal (Pb) masuk kedalam tubuh kerang buluh melalui akumulasi dari pencemaran limbah industri dan kapal-kapal, karena habitat kerang terdapat pada dasar laut yang berpasir dan berlumpur. Kerang juga cukup baik dijadikan sebagai  indikator  pencemaran pada air laut karena sifat kerang yang hidup menetap dan menyaring makanan. Timbal (Pb) pada kerang buluh apabila dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan IQ pada anak-anak, gangguan menstruasi serta aborsi spontan pada wanita, depresi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat terganggu, dan sulit tidur serta kematian pada dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Timbal (Pb) pada daging  kerang buluh dan apakah sudah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu <1,5 ppm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil sampel kerang buluh di Pasar Bengkok Pancing Medan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Spektrofotometer Serapan  Atom yang dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand Industri) Medan. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa keempat sampel mengandung Pb, dengan kadar sampel 2,1788 ppm, 1,3330 ppm, 1,0620 ppm dan 0,5481 ppm. Maka dari keempat sampel terdapat 1 (satu) sampel dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti kadar logam lain pada kerang buluh dan biota laut lainnya

    REVIEW : PEMBUATAN NANOKOMPOSIT KARET ALAM / POLIOLEFIN / ORGANOBENTONIT

    Get PDF
    Nanocomposites can be made by mixing three types of materials, namely natural rubber, polyolefin, and organobentonite. This article review discusses deproteinization of natural rubber using the incubation method, the grafting process of  anhydrous maleate on natural rubber, either by reflux technique or by using an internal mixer, modification of natural rubber with thermoplastic materials in the form of polyolefins (such as polyethylene or polystyrene), and bentonite filler which is nanoparticle size and organic material has been modified to form organobentonite. The blending technique used in obtaining nanocomposites can be carried out either by the reflux method or the melting phase method using an internal mixer, while still using additive materials such as compatibility and initiator. The results showed that chemical bond occurred between natural rubber (NR) and polyolefins using NR-g-MA compatibility and peroxide initiator, and also the presence of nanofiller organobentonite that was spread evenly in the natural rubber / polyolefin material had improved the mechanical properties of the nanocomposite

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN INSULIN (Smallanthussonchifolius) TERHADAP BAKTERI Bacillus cereus

    Get PDF
    Insulin leaves are known as one of the ingredients of traditional medicine. Insulin leaves contain potential substances such as tannins, alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids which have antibacterial abilities. This study aims to determine the effectiveness of insulin leaf ethanol extract as an antibacterial. This research is an experimental study that includes the collection and processing of insulin leaf samples, examination of the characteristics of Simplisia, phytochemical screening, testing of the antibacterial diffusion method using a disk paper brace, and using the One Way ANOVA analysis method. The test results showed that the ethanol extract could inhibit bacterial growth at a concentration of 50 - 60% with an average resistor potential of 14.8 - 17.83 mm while Ampicillin as a comparison control averaged 33.62 mm. So that the ethanol extract of insulin leaves was effective in inhibiting the growth of Bacillus cereus bacteria with a minimum resistance concentration of 60 mg/ml. Keywords: Antibacterial, Bacillus cereus, insulin leaf extrac
    corecore