48 research outputs found

    Complex Chiral Modulations in FeGe close to Magnetic Ordering

    Full text link
    We report on detailed polarized small-angle neutron scattering on cubic FeGe in magnetic fields applied either along (transverse) the scattering vector or parallel (longitudinal)to the neutron beam. The (H,TH,T) phase diagrams for all principal axes contain a segmented AA-phase region just below the onset of magnetic order. Hexagonal Bragg-spot patterns were observed across the entire AA-phase region for the longitudinal geometry. Scattering intensity was observed in parts of the A phase for both scattering configurations. Only in a distinct pocket (A1A_1) vanishing scattering intensity was found in the transverse geometry.Comment: This paper has been withdrawn by the author due to misunderstanding with some of the co-author

    Studi Sans pada Kinetika Separasi Fasa dalam Paduan Logam Cu-0,9 At% Ti

    Full text link
    STUDI SANS PADA KINETIKA SEPARASI FASA DALAM PADUAN LOGAM Cu-0,9 at% Ti. Telah dilakukan investigasi separasi fasa dalam paduan logam Cu-0,9at% Ti dengan menggunakan metode hamburan neutron sudut kecil dan sudut besar. Suhu aging yang dipilih untuk perlakuan panasnya adalah 573 K. Suatu skala dispersi halus dari fasa kedua Cu4Ti di dalam matriks pada paduan logam tembaga titanium, yang terakumulasi selama tahap-tahap awal dalam separasi fasa kinetiknya, dapat menjadi faktor penguat yang signifikan terhadap paduan logam tembaga-titanium. Kandungan titanium yang rendah, yaitu hanya sebesar 0,9at% saja, sengaja dipilih agar diperoleh kebolehjadian yang lebih besar untuk dapat berlangsungnya proses separasi fasa pada tahap-tahap awal. Suhu aging yang rendah juga dipilih dengan alasan yang sama, karena dapat berlangsungnya proses separasi fasa tahap awal merupakan faktor penentu untuk memperoleh sifat-sifat paduan logam yang lebih baik. Perangkat hamburan neutron sudut kecil dipilih sebagai alat ukur dalam investigasi ini oleh karena kemampuannya untuk menyajikan hasil analisis struktural dari ketidaklarutan paduan, baik pada tahap-tahap awal ketika fluktuasi komposisinya masih kecil, maupun pada tahap lanjut dalam proses separasi fasa. Tahap lanjut ini juga perlu diamati, agar dapat dipastikan batas yang jelas antara tahap awal dan tahap lanjut dalam suatu proses separasi fasa

    Neutron optical beam splitter from holographically structured nanoparticle-polymer composites

    Full text link
    We report a breakthrough in the search for versatile diffractive elements for cold neutrons. Nanoparticles are spatially arranged by holographical means in a photopolymer. These grating structures show remarkably efficient diffraction of cold neutrons up to about 50% for effective thicknesses of only 200 micron. They open up a profound perspective for next generation neutron-optical devices with the capability to tune or modulate the neutron diffraction efficiency.Comment: 4 pages, 2 figure

    Observation of Ferromagnetic Clusters in Bi0.125Ca0.875MnO3

    Full text link
    The electron doped manganite system, Bi0.125Ca0.875MnO3, exhibits large bulk magnetization of unknown origin. To select amongst possible magnetic ordering models, we have conducted temperature and magnetic field dependent small-angle neutron scattering measurements. Nontrivial spin structure has been revealed. Ferromagnetic spin clusters form in the antiferromagnetic background when temperature is decreased to Tc~108K. With a further reduction in temperature or the application of external magnetic field, the clusters begin to form in larger numbers, which gives an overall enhancement of magnetization below Tc.Comment: 14 pages, 6 figue

    STUDI SANS PADA KINETIKA SEPARASI FASA DALAM PADUAN LOGAM Cu-0,9 at% Ti

    Get PDF
    STUDI SANS PADA KINETIKA SEPARASI FASA DALAM PADUAN LOGAM Cu-0,9 at% Ti. Telah dilakukan investigasi separasi fasa dalam paduan logam Cu-0,9at% Ti dengan menggunakan metode hamburan neutron sudut kecil dan sudut besar. Suhu aging yang dipilih untuk perlakuan panasnya adalah 573 K. Suatu skala dispersi halus dari fasa kedua Cu4Ti di dalam matriks pada paduan logam tembaga titanium, yang terakumulasi selama tahap-tahap awal dalam separasi fasa kinetiknya, dapat menjadi faktor penguat yang signifikan terhadap paduan logam tembaga-titanium. Kandungan titanium yang rendah, yaitu hanya sebesar 0,9at% saja, sengaja dipilih agar diperoleh kebolehjadian yang lebih besar untuk dapat berlangsungnya proses separasi fasa pada tahap-tahap awal. Suhu aging yang rendah juga dipilih dengan alasan yang sama, karena dapat berlangsungnya proses separasi fasa tahap awal merupakan faktor penentu untuk memperoleh sifat-sifat paduan logam yang lebih baik. Perangkat hamburan neutron sudut kecil dipilih sebagai alat ukur dalam investigasi ini oleh karena kemampuannya untuk menyajikan hasil analisis struktural dari ketidaklarutan paduan, baik pada tahap-tahap awal ketika fluktuasi komposisinya masih kecil, maupun pada tahap lanjut dalam proses separasi fasa. Tahap lanjut ini juga perlu diamati, agar dapat dipastikan batas yang jelas antara tahap awal dan tahap lanjut dalam suatu proses separasi fasa

    SANS analysis of opal structures made by the capillary deposition method

    No full text
    Small angle neutron scattering (SANS) is used to analyze the structure of opals and inverse opals made by the capillary deposition method. We show that there is no deformation in special lattice directions such as the growth direction and the support plane direction. However, effects of twinning of the dense-packed structure and plane-like lattice perturbations have been observed. The latter appear as linear surface disturbances. We propose a model with an anisotropic distribution of stacking faults which delivers the different peak intensities in the neutron diffraction pattern. The rocking curves show that small perfect crystal parts are aligned better than +/- 3 degrees and +/- 11 degrees for the opals and inverse opals, respectively

    Critical scattering of polarized neutrons in the invarFe65Ni35alloy

    Get PDF

    Observation of internal relaxation modes during early state of spinodal decomposition in the isotopic polymer mixture d-PS/PS with SANS

    No full text
    Early state of spinodal decomposition in a symmetric isotrope mixture d-PS/PS has been studied with SANS at two temperatures well below Tc. Nonexponential time behaviour was found according to internal relaxation modes of the polymer. The data could satisfactorily be described by an ansatz from Akcasu which includes internal relaxation modes approximately and is an extension of the Cahn-Hilliard-Cook theory for polymer blends. The interaction range for the Onsager coefficient was found increasing with time and larger than the radius of gyratio
    corecore