62 research outputs found
Uji Ketahanan Anggrek Hibrida Phalaenopsis terhadap Penyakit Busuk Lunak yang Disebabkan oleh Dickeya Dadantii
One of the most popular orchids and cultivated by Indonesia and other countries is Phalaenopsis. The main disease of Phalaenopsis orchids in Indonesia is soft rot caused by bacteria Dickeya dadantii. The purpose of this study was to know the resistanctcy of Phalaenopsis hybrid to soft rot disease. The experiment was conducted at the Bacterial Plant Laboratory, Department of Plant Protection, the Greenhouse of Leuwikopo, Bogor Agricultural University, and the plastic house of Alam Sinar Sari Dramaga, Bogor from June 2014 to February 2015. The experimental design was randomized block design with three replications. Five genotypes of hybrid Phalaenopsis were tested, namely Phal. KHM 205, Phal. KHM 1126, Phal. KHM 1318, Phal. AMP 17, and Phal. KHM 2249. Phal. amabilis, Phal. esmeralda, Phal. amboinensis, and Phal. cornu-cervi were used as controls. The resistance testing was performed by inoculating bacteria D. dadantii on leaves of the orchids. The results showed all Phalaenopsis hybrid showed disease symptoms after inoculation. Phal. KHM 2249 had the lowest number of fallen leaves and the highest number of survive plants compared to the other hybrid Phalaenopsis. Survival rate was likely related to peroxidase activity and leaf thickness
Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Transfer Teknologi Dan Pengetahuan Penanganan Pasca Panen, Diversifikasi, Dan Pemasaran Mangga Di Kecamatan Wuluhan
Kelompok Tani Margo Mulyo merupakan salah satu kelompok tani di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dengan potensi penghasil mangga. Tingginya produksi mangga dan rendahnya harga diakibatkan oleh karena tidak adanya penanganan pasca panen. Penjualan mangga masih dalam bentuk buah segar dan pemasaran masih manual. Tujuan dan fokus dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kapasitas anggota kelompok tani dalam mengolah dan memasarkan mangga. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024. Tahapan kegiatan terbagi menjadi persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Total peserta adalah sebanyak 20 orang. Tiga kegiatan utama pengabdian ini diantaranya mendesiminasikan aspek pengolahan pasca panen mangga dengan teknologi hot water treatment (HWT), mendiversifikasi produk mangga menjadi produk-produk inovasi bernilai komersial, dan melakukan pemasaran terpadu dengan menggunakan pendekatan pemasaran digital. Hasil kegiatan pengabdian yaitu telah diberikannya teknologi HWT pada kelompok tani dan terdapat peningkatan pengetahuan dari para peserta kegiatan pengabdian.Kelompok Tani Margo Mulyo merupakan salah satu kelompok tani di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dengan potensi penghasil mangga di Kecamatan Wuluhan. Tingginya produksi mangga dan rendahnya harga diakibatkan dengan factor tidak adanya penanganan pasca panen, penjualan murni buah segar, dan pemasaran yang masih manual menjadi latar belakang dilakukan kegiatan. Tujuan dan focus dari kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kapasitas anggota kelompok tani untuk mengolah dan memasarkan mangga. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024.Tahapan kegiatan terbagi menjadi persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Tiga kegiatan utama tersebut mendesimanisakn aspek pengolahan pasca panen mangga dengan teknologi hot water treatment, diversifikasi produk mangga menjadi produk – produk inovasi bernilai komersial, dan pemasaran terpadu menggunakan pemasaran digital. Hasil pengabdian yaitu telah dilaksanakan kegiatan pengabdian di Kelompok Tani Margo Mulyo Kecamatan Jenggawah dengan terdapat peningkatan pengetahuan atas tiga aspek utama diatas dari para peserta dan terdapat teknologi berupa hot water treatment serta diversifikasi produk mangga yang dilakukan oleh pesert
Kajian Pertumbuhan Bibit Belimbing pada Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Majemuk NPK Dan Pupuk Daun
Bibit Belimbing Dewi unggul didapatkan dari pohon induk yang baik dan pemeliharaan yang intensif seperti aplikasi pupuk majemuk NPK dan pupuk daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk majemuk NPK dan pupuk daun yang paling tepat agar dapat memberikan pertumbuhan yang baik serta mengetahui interaksinya terhadap pertumbuhan bibit belimbing Dewi. Penelitian dilaksanakan di Screen House Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dengan ketinggian 110 m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial. Faktor pertama yaitu tiga dosis pupuk majemuk NPK (0, 20 dan 40 g/tanaman), sedangkan faktor kedua tiga dosis pupuk daun (0, 1 dan 2 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk majemuk NPK dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, penambahan diameter batang, jumlah akar cabang primer, jumlah anak daun, luas daun, bobot segar dan kering tajuk dan tanaman, akan tetapi tidak meningkatkan jumlah cabang. Hasil terbaik diperoleh dari pemberian dosis pupuk majemuk NPK 20 g/tanaman atau 40 g/tanaman. Pemanfaatan dosis pupuk daun tidak mampu meningkatkan semua variabel pertumbuhan. Terdapat interaksi antara perlakuan pupuk majemuk NPK dan pupuk daun dengan bobot segar dan kering tajuk terbaik didapatkan pada pemberian dosis pupuk majemuk NPK 20 g/tanaman dengan pupuk daun 2 g/tanaman
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Budidaya Microgreen di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember
Kesilir Village is one of the villages in Wuluhan District, Jember, East Java with the majority of the population's main livelihood being farmers. One of the youth organizations active in the village is IPNU-IPPNU Kesilir. Most of the organizations that consist of Muslim youths are aged 15-21 years. Based on the problems obtained in the results of the preliminary survey, it was found that there were problems with the youth of the community, including the community's desire to optimize the use of abundant resources in the form of the agricultural sector in Kesilir Village and the solution that we offer to the youth of the Kesilir Village community is in the form of making microgreens As a first step for learning the modern agricultural sector, socialization about microgreens for IPNU-IPPNU Kesilir. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA) which is an approach method in the process of empowerment and increasing community participation that emphasizes the involvement of IPNU-IPPNU Kesilir in all activities carried out. The techniques used in Participatory Rural Appraisal (PRA) include the socialization stage, skills training stage and mentoring stage. This activity resulted in socialization of training on making microgreens, and making direct products consisting of microgreens of water spinach and mustard pakcoy. IPPNU-IPPNU youths were provided with a simulation of microgreens cultivation which is easy to do and has high economic value. From this community service, it is hoped that the IPPNU-IPPNU Kesilir will be the pioneers of microgreen cultivation in Kesilir Village, Wuluhan District, Jember. In addition, this activity can be a promising business opportunity because it has a high profit which is expected to be carried out by young people in Kesilir Village, Wuluhan District, Jember
Capacity Building Kader Posyandu Melalui Digitalisasi dan Creative Health Berbasis Ketahanan Pangan Lokal dan Inovasi Produk Ternak sebagai Percepatan Zero Stunting di Posyandu Melati, Kab. Probolinggo
Kabupaten Probolinggo menempati posisi kedua tertinggi kabupaten/kota pada masalah stunting di Jawa Timur sebesar 15,71% (9.840 balita) tahun 2022. Rangkaian program yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat diterapkan melalui 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu (1) Persiapan, (2) Sosialisasi, (3) Pelaksanaan kegiatan, (4) Monitoring dan Evaluasi. Berdasarkan kuesioner pretest dan postest, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kader Posyandu merasa terbantu dengan adanya sistem e-Posyandu. Sistem ini mendukung deteksi dini kejadian stunting pada balita di Posyandu Melati, Desa Kamal Kuning. Kader sangat senang karena memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membuat produk PMT berbahan dasar kelor yang berprotein tinggi, seperti yoghurt, puding, dan nugget ayam kelor. Selain itu, mereka juga memahami bagaimana cara melakukan budidaya tanaman dengan media aquaponik. Evaluasi dilakukan untuk menjadi rujukan dalam merencanakan keberlanjutan kerja sama antara tim pengabdian dan pihak mitra Posyandu Melati agar seluruh hasil kegiatan pengabdian dapat dikelola dan memberikan manfaat yang optimal.Kabupaten Probolinggo menempati posisi kedua tertinggi kabupaten/kota yang memiliki masalah stunting di Jawa Timur sebesar 15,71% (9.840 balita) tahun 2022 dan termasuk kabupaten prioritas masalah kesehatan ibu dan anak. Stunting perlu dicegah karena berdampak terhadap individu dan masyarakat, termasuk berkurangnya perkembangan kognitif dan fisik, kapasitas produktif dan kesehatan yang buruk. Rangkaian program yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan diimplementasikan melalui 4 (empat) tahapan kegiatan, yaitu (1) Persiapan, (2) Sosialisasi, (3) Pelaksanaan kegiatan, (4) Monitoring dan Evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kader Posyandu merasa terbantu dengan adanya sistem e-Posyandu mampu mendukung deteksi dini kejadian stunting pada balita di Posyandu Desa Kamal Kuning. Mereka sangat senang karena memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membuat produk PMT berbahan dasar kelor yang berprotein tinggi, seperti yoghurt kelor, pudding kelor, dan nugget ayam kelor. Selain itu, mereka juga memahami bagaimana cara melakukan budidaya tanaman dengan media aquaponik. Dalam rangka memastikan bahwa program yang dilaksanakan memiliki dampak jangka panjang dan berkelanjutan, evaluasi keberlanjutan program harus dilakukan secara teratur. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai rujukan merencanakan keberlanjutan kerja sama antara tim pengabdian dan pihak mitra Posyandu Melati agar seluruh hasil kegiatan pengabdian dapat dikelola dan memberikan manfaat yang optimal
Peningkatan Kemampuan Petani Dalam Pemenuhan Standar Pasar Ekspor Mangga Melalui Penerapan GAP di Kelompok Tani Margi Mulyo Kecamatan Wuluhan
The Margi Mulyo farmer group is one of the farmer groups in Wuluhan District, Jember Regency. The high potential for mango production in Wuluhan District is the main background for the implementation of service with the aim of increasing the capacity of human resources in cultivating mangoes to produce mangoes that can meet national and export market standards through the implementation of good agricultural practices (GAP). The main problem that occurs at the activity location is that mango cultivation is still not standardized by members of farmer groups so that the mango fruit produced does not fully meet market standards. Mangoes are only marketed in a slash system so farmers cannot get high returns on the fruit sold. So the high interest in mangoes as national fruit consumption is not accompanied by mango production according to market standards. The method used in this activity is the active participatory method, in three main activities, namely counseling, implementation, and mentoring. This activity was carried out from August to September 22024. The results of the service activity included an increase in the knowledge of members of the Margi Mulyo farmer group regarding the application of GAP, an increase in farmers' ability to apply mango flowering induction and the use of certified seeds
- …
