8 research outputs found

    ANALISIS PERSEDIAAN PUPUK ANORGANIK DAN ORGANIK MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN DINAMIS

    Get PDF
    ABSTRAK Sistem penjualan pupuk anorganik dan organik yang sudah satu paket, menyebabkan kenaikan permintaan akan kedua jenis pupuk tersebut. Dalam kondisi aktualnya, di pengecer pupuk ini sering kali terjadi kekosongan dan penumpukan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk jumlah dan biaya persediaan pupuk anorganik dan organik yang optimal memenuhi kebutuhan petani pada pengecer pupuk. pengolahan data dilakukan melalui metode pemrograman dinamis. Data yang digunakan yaitu data primer dan skunder selama 7 bulan mulai dari bulan januari hingga juli 2022. Hasil analisis didapatkan jumlah persediaan pupuk anorganik maupun organik yang optimal dalam memenuhi permintaan pupuk sesuai dengan periode permintaan pupuk di usaha tersebut. Biaya persediaan pupuk yang dihasilkan juga memberikan solusi yang optimal dalam memenuhi permintaan kedua jenis pupuk tersebut sesuai dengan jumlah modal dari pemilik usaha tersebut. Kata Kunci: Persediaan, Pupuk, dan Pemrograman Dinamis

    PENGARUH TEMPERATUR DAN TINGGI TUMPUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK PENGERINGAN JAGUNG PADA PENGERINGAN KONVEKTIF FIXED BED

    Get PDF
    Jagung merupakan salah satu tanamam yang memiliki banyak kegunaan seperli untuk pembuatan tepung, minyak, dan bahan pakan ternak. Untuk itu perlu dilakukan penanganan pasca panen, salah satnnya melalui proses pengeringan untuk mendapatkan jagung yang berkualitas. Pengeringan secara konvensional memiliki kendala dimana pengeringan bergantung kepada cuaca dan membutuhkan wakiu yang lama. Pengeringan konvektif fixed bed menjadi suatu pilihan untuk menggantikan pengeringan secara konvensional. Dengan pengeringan Jenis ini temperatur dan tinggi bed memegang peranan terhadap karakteristik pengeringan jagung. Pengeringan Jagung dilakukan dengan menggunakan alat pengeringan konvektif fixed bed dengan memvariasikan temperatur sebesar 40°C, 55°C, 70°C dan tinggi bed 5 cm, 10 cm, 15 cm dengan kecepatan udara konstan sebesar 0,3 m/s. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur dan tinggi bed mempengaruhi penurunan kadar air dan laju pengeringan. Penurunan kadar air tercepat terjadi pada temperatur tertinggi dengan tinggi bed terendah. Namun untuk penurunan kadar air terbesar terjadi pada temperatur tertinggi dan tinggi bed tertinggi. Selanjutnya pengeringan tercepat terjadi selama 105 menit dengan tinggi bed 5 cm dan temperatur 70°C. Untuk pengeringan terlama berlangsung selama 950 menit dengan tinggi bed 15 cm dan temperatur 40°C. Untuk laju pengeringan tercepat terjadi pada bed terendah dengan temperatur tertinggi

    PENYALURAN KREDIT MODAL KERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UNTUK BIDANG USAHA PERDAGANGAN DI KOTA BANDA ACEH: KASUS BANK RAKYAT INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini mengambil judul "Penyaluran Kredit Modal Kerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk Bidang Usaha Perdagangan di Kota Banda Aceh : Kasus Bank Rakyat Indonesia" Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat bunga terhadap penyaluran kredit modal kerja UMKM untuk bidang usaha perdagangan di Kota Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Rakyat Indonesia Cabang Banda Aceh dan Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Data dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan konsep konsep teoritis dan secara kuantitatif dengan peralatan statistik menggunakan program SPSS versi 12.Pengujian hipotesis dengan uji t, dari hasil regresi diketahui bahwa pada variabel suku bunga di dapat t hitung = 5.242 sedangkan t tabel = 2.086, hal ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel, dengan tingkat kepercayaan 95 persen berarti menerima Ha dan menolak Ho di mana secara parsial variabel suku bunga berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit modal kerja UMKM pada Bank Rakyat Indonesia di Kota Banda Aceh untuk bidang usaha perdagangan, di mana jika suku bunga tinggi maka kredit akan rendah dan begitu puJa sebaliknya jika suku bunga BRI rendah maka kredit modal kerja akan tinggi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diharap kan kepada pihak BRI Cabang Banda Aceh agar dapat meningkatkan sosialisasi baik mengenai produk yang ditawarkan maupun tata cara dalam pengambilan kredit secara cepat dan mudah serta meningkatkan pelayanan

    PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI TEPUNG IKAN ASIN AFKIR OLAHAN (TIAAO) DALAM RANSUM SAPI BALI YANG BERBASIS JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, PROTEIN KASAR, DAN SERAT KASAR.

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh penggunaan dosis tepung ikan asin afkir olahan (TIAAO) dalam ransum yang berbasis jerami amoniasi terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan protein kasar (KcPK) dan kecernaan serat kasar (KcSK).Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Bujur Sangkar Latin (BSL) 3 x 3 dengan 3 periode sebagai baris, 3 ekor sapi sebagai kolom dan 3 macam ransum sebagai perlakuan. Perlakuan R1 (25% jerami padi amoniasi + 75% konsentrat + 3% TIAAO), R2 (25% jerami padi amoniasi + 75% konsentrat + 4% TIAAO) dan R3 (25% jerami padi amoniasi + 75% konsentrat + 5% TIAAO), yang pemberiannya dipertukarkan pada setiap 3 periode penelitian. Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan protein kasar (KcPK) dan kecernaan serat kasar (KcSK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TIAAO dalam ransum berbasis jerami padi amoniasi memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap KcBK, KcPK dan KcSK. Nilai KcBK berkisar antara 70,67% - 79,26%, nilai KcPK berkisar antara 58,20% - 67,28% dan nilai KcSK berkisar antara 76,14% - 81,67%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan suplementasi TIAAO sebanyak 3 - 5% dapat diberikan dalam ransum sapi yang berbasis jerami padi amoniasi . Kata kunci : Jerami Padi Amoniasi, Kecernaan BK, Kecernaan PK, Kecernaan SK, Tepung Ikan Asin Afkir Olahan

    Analisis Persediaan Pupuk Anorganik dan Organik Menggunakan Metode Pemrograman Dinamis

    Get PDF
    Sistem penjualan pupuk anorganik dan organik yang sudah satu paket, menyebabkan kenaikan permintaan akan kedua jenis pupuk tersebut. Dalam kondisi aktualnya, di pengecer pupuk ini sering kali terjadi kekosongan dan penumpukan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk jumlah dan biaya persediaan pupuk anorganik dan organik yang optimal memenuhi kebutuhan petani pada pengecer pupuk. pengolahan data dilakukan melalui metode pemrograman dinamis. Data yang digunakan yaitu data primer dan skunder selama 7 bulan mulai dari bulan januari hingga juli 2022.  Hasil analisis didapatkan jumlah persediaan pupuk anorganik maupun organik yang optimal dalam memenuhi permintaan pupuk sesuai dengan periode permintaan pupuk di usaha tersebut. Biaya persediaan pupuk yang dihasilkan juga memberikan solusi yang optimal dalam memenuhi permintaan kedua jenis pupuk tersebut sesuai dengan  jumlah modal dari pemilik usaha tersebu

    Analisis kemiskinan penduduk kota Banda Aceh

    No full text
    X+59hlm.;29c

    Study on Potential Carbon in Pocut Meurah Intan Forest Park, Aceh Province

    No full text
    The existence of forest park areas plays an essential role as carbon sequestration can reduce the concentration of greenhouse gases in the atmosphere. Analysis of carbon potential is essential in determining the amount of available carbon potential. This study aims to analyze the carbon potential in the forest park area Pocut Meurah Intan Forest Park. The study used a descriptive method with the sampling technique of the path system. Data analysis and calculation of carbon potential using allometric equations to calculate the total biomass. Spatial analysis using Arc.GIS 10.4 software and the carbon content analysis was carried out using the ashing method. The results showed that the potential carbon stock of Pocut Meurah Intan Forest Park was 640,282 tons. The carbon potential is the carbon stored above the ground in the form of carbon from above-ground biomass (trees, poles, saplings, undergrowth) and organic matter (necromass and litter). The highest carbon potential was found in the secondary dryland forest land cover with a total of 555,204 tons or 167.6 tons ha1 , followed by shrubs of 78,949 tons or 33.3 tons ha -1 , and the lowest potential carbon stock was found in the open field of 303 tons or 2.8 tons ha-1 . The increase in land cover in secondary dryland forests causes increased carbon storage. The low potential for carbon stocks is due to land clearing and a small number of stands, resulting in a decrease in potential carbon stocks
    corecore