76 research outputs found

    Analysis of Grab Transportation Services in Ciamis Regency, West Java, Indonesia

    Get PDF
    Problems with customer satisfaction at PT. Grab Indonesia in Ciamis Regency, where certain customers are still dissatisfied with the services offered, served as the inspiration for this study. This may be affected by how well PT Grab Indonesia's drivers perform in the Ciamis Regency region.  An estimated t value of 12.965 and a significance value of 0.0000.05 indicated that Tangible (Physical Evidence) has a substantial impact on customer satisfaction.  With a t count of 1.101 and a significance value of 0.274>0.05, reliability does not significantly influence customer happiness.  With a t count of 2.677 and a significance value of 0.0090.05, responsiveness has a favorable and substantial impact on consumer power.  With a t count of -3.293 and a significance value of 0.001 to 0.05, assurance has a favorable and substantial impact on organizational commitment.  With a t count of 4.668 and a significance value of 0.0000.05, Emphaty has a favorable and significant impact on customer satisfaction. As can be observed from the significant value of 0.00 0.05 and the computed F value of 66.765, which is higher than the F table, Service Quality characteristics such as tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy jointly affect Customer Satisfaction. The tangible variable, or physical evidence, has the largest beta of all the variables, making it the variable that is most dominant when compared to other variables. The effect of service quality characteristics on customer satisfaction was found to be 78% Rsquare in this study, while the remaining 22% was influenced by other variables that were not examined

    IMPLEMENTASI MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF, PEMECAHAN MASALAH, PEMAHAMAN MATEMATIS DAN SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMA : Penelitian Kuasi Eksperimen pada Salah Satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Ciamis

    Get PDF
    This study aims to describe the improvement of metacognitive ability, mathematical problem solving, mathematical understanding, and self-regulated learning of high school students who acquired CPS learning and direct learning (DL). This research uses quasi-experimental method with nonequivalent control-group design. The population of all students of grade X in one of high schools in Ciamis City, the sample of students of grade X.The conclusions of this study are : (1) Student enhancement in metacognitive ability learning with higher CPS from students who studied with DL, (2) There is no difference in metacognitive ability between students who are in high, medium, and low group of Priot Mathematical Knowledge (PMK) students; (3) There is no interaction effect between learning model and PMK on enhancement of metacognitive ability; (4) There is no difference enhancement metacognitive ability between students studying with CPS and students studying with DL based on PMK factors; (5) There is no difference in problem-solving abilities between students studying with CPS and students studying with the DL; (6) There is no difference in problem solving ability among high, medium and low PMK students; (7) There is no interaction effect between learning model and PMK on problem solving ability; (8) There is no difference in problem-solving abilities between students studying with CPS and students studying with DL based on PMK factors; (9) Enhancement of mathematical understanding of students who study with CPS is higher than students studying with the DL; (10) There is no difference in the enhancement of mathematical understanding among high, low, and low PMK students; (11) There is no interaction effect between learning model and PMK on students’ mathematical understanding ability; (12) There is no difference in the enhancement of mathematical understanding among students studying with CPS and students studying with DL based on PMK factors; (13) The students’ enhancement in self-regulated learning ability who worked under CPS is higher than students who worked under DL; (14) There is no difference in the enhancement of self-regulated learning ability with PMK.;---Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kemampuan metakognitif, pemecahan masalah matematis, pemahaman matematis, dan self-regulated learning siswa SMA yang memperoleh pembelajaran CPS dan pembelajaran langsung (PL). Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control-group. Populasinya seluruh siswa Kelas X pada salah satu SMA di Kota Ciamis, sampelnya siswa kelas X. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan, (1) Peningkatan kemampuan metakognitif yang belajar dengan CPS lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan PL; (2) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan metakognitif antara siswa KAM tinggi, sedang, dan rendah; (3) Tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan KAM terhadap peningkatan kemampuan metakognitif; (4) Tidak terdapat perbedaan Peningkatan kemampuan metakognitif antara siswa yang belajar dengan CPS dan siswa yang belajar dengan PL berdasarkan faktor KAM ; (5) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan CPS dan siswa yang belajar dengan PL; (6) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara siswa KAM tinggi, sedang, dan rendah; (7) Tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan KAM terhadap kemampuan pemecahan masalah; (8) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan CPS dan siswa yang belajar dengan PL berdasarkan faktor KAM; (9) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang belajar dengan CPS lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan PL; (10) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis antara siswa KAM tinggi, sedang, dan rendah; (11) Tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan KAM terhadap kemampuan pemahaman matematis; (12)Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis antara siswa yang belajar dengan CPS dan siswa yang belajar dengan PL berdasarkan faktor KAM; (13) Peningkatan kemampuan self-regulated learning siswa yang belajar dengan CPS lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan PL; (14) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan self regulated learning dengan KAM

    Pendekatan Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan peserta didik yang menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini akan melibatkan 30 siswa kelas VIII MTs Terpadu Riyadlul Hidayah Al-Munawwarah. Sampelnya terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII A yang berjumlah 15 siswa sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan realistic mathematics education (RME), dan kelas VIII B yang berjumlah 15 siswa sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Metode sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yang telah dipastikan sebelumnya bahwa semua kelas homogen. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) menunjukkan kemampuan koneksi matematis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Temuannya menunjukkan bahwa pendekatan realistic mathematics education (RME) meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Studi ini menyoroti pentingnya memasukkan pendekatan realistic mathematics education (RME) ke dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa

    PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE

    Get PDF
    Dalam proses pembelajaran matematika kemampuan representasi matematis siswa merupakan suatu aspek yang berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar para peserta didik. Kemampuan representasi matematis merupakan suatu kemampuan yang dapat merepresentasikan gagasan atau ide matematis sebagai alat bantu untuk menemukan solusi dan menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Model pembelajaran Think Talk Write merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis peserta didik. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs Al-Hidayah Panjalu yang terdiri dari 2 kelas. Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari tes kemampuan representasi matematis berupa soal uraian dengan materi statistika. Penelitian ini mengacu pada indikator kemampuan representasi matematis yaitu representasi visual, representasi simbolik, dan representasi verbal. Kata Kunci : kemampuan representasi matematis, pengaruh, think talk writ

    Bahan Ajar Matematika Berbasis Kontekstual

    Get PDF
    Dari banyaknya sekolah yang ada masih terdapat beberapa sekolah hanya menggunakan bahan ajar berupa buku paket saja. Kurang nya pemahaman akan banyaknya bahan ajar yang bisa digunakan pada saat pembelajaran mengakibatkan siswa bosan dan kurang termotivasi. terlebih lagi dalam pembelajaran matematika yang mana siswa kurang mampu untuk mengaitkan pembelajaran matematika dengan kehidupan sehari – hari. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui bahan ajar matematika berbasis kontekstual dari beberapa penelitian yang relevan, sehingga dapat menjadi referensi ilmiah dan sumber rujukan. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur yang mengkaji dan menguraikan hasil penelitian dari beberapa artikel pada jurnal yang berkaitan dengan bahan ajar matematika berbasis kontekstual. Bahan ajar matematika dapat dikembangkan untuk menghasilkan sebuah produk yang bisa digunakan pada saat proses pembelajaran matematika dengan menguji kelayakan produk terlebih dahulu, seperti RPP, LKS, Buku Teks, Modul, Tabloid, media nyata, dan masih banyak lagi bahan ajar yang bisa dikembangkan dalam bentuk cetak maupun tidak, sehingga dapat mengoptimalkan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi terkait bahan ajar matematika berbasis kontekstual dengan harapan siswa mampu untuk meningkatkan semangat belajar yang tinggi, terutama bagi para pendidik untuk dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih variative

    ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM LINEAR DUA VARIABEL

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Kemampuan komunikasi matematis yang diteliti meliputi kemampuan menggambar (drawing), menulis (written Text) dan mengekspresikan matematika (mathematical expression). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas VIII B MTs Al-Kautsar Kota Banjar. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek-1 mempunyai indikator (1) Kemampuan menggambar (drawing) yang kurang baik. (2) Kemampuan menulis (written Text) yang cukup baik. (3) Kemampuan mengekspresikan matematika (mathematical expression) yang baik. Subjek-2 mempunyai indikator (1) Kemampuan menggambar (drawing) yang tidak baik. (2) Kemampuan menulis (written Text) yang baik. (3) Kemampuan mengekspresikan matematika (mathematical expression) yang tidak baik. Sedangkan subjek-3 mempunyai indikator (1) Kemampuan menggambar (drawing) tidak baik. (2) Kemampuan menulis (written Text) kurang baik. (3) Kemampuan mengekspresikan matematika (mathematical expression) subjek masih kurang

    ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP BERDASARKAN TAHAPAN NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)

    Get PDF
    Penyelesaian masalah pada materi SPLDV biasanya disajikan dalam bentuk soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menjawabnya selama proses menyelesaikannya, yang tercermin dalam banyaknya kesalahan yang mereka lakukan. Selanjutnya, kesalahan tersebut akan diteliti dan dianalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII MTS Darul Amira saat mengerjakan soal cerita SPLDV menggunakan tahapan Newman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrument yang digunakan adalah tes tertulis yang memuat 3 soal uraian dan wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek 1 melakukan kesalahan pada tahap penulisan jawan akhir; (2) subjek 2 melakukan kesalahan pada tahap transformasi dan keterampilan proses; (3) subjek 3 melakukan kesalahan pada tahap membaca, memahami dan keterampilan proses

    Ethnomathematika Pembibitan Padi

    Get PDF
    Desa Puloerang merupakan salah satu desa yang termasuk lumbung padi di Kabupaten Ciamis. Di Desa Puloerang terdapat dua suku yang mendiaminya yaitu suku Sunda dan suku Jawa sehingga terdapat budaya ciri khas dari desa tersebut salah satunya pada bidang pertanian padi.  Pengenalan budaya pertanian di desa Puloerang dapat dilakukan dengan cara diintegrasikan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah. Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep-konsep matematika yang terdapat pada kegiatan pembibitan padi dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran matematika di sekolah. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa kajian teoritis atau studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap-tahap pertanian padi terdapat konsep-konsep matematika yang dapat diaplikasikan pada pembelajaran matematika disekolah. Konsep-konsep yang terdapat dalam pembibitan padi diantaranya luas, keliling bangun datar, perbandingan, perbandingan (persentase) dan konversi satuan

    MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

    Get PDF
    Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan siswa yang menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaikan berbagai persoalan matematis yang dihadapinya. Penerapan model pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dimana kegiatan pembelajaran akan berpusat pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji terkait model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Adapun hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
    corecore