35 research outputs found
Analisis Kebutuhan untuk Berwirausaha pada Siswa Berkebutuhan Khusus
: Entrepreneurship is one of the possibilities people with special needs can consider for their future, but not many of them have done it. This study aims to identify the needs of students with special needs for entrepreneurship. The study was conducted through a survey to 37 students with special needs, 19 males and 18 females from four SLBs in Yogyakarta. Students of advanced classeswere selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, and career exploration scale. The results show that 27 students are not ready and 10 students are ready for doing entrepreneurship. Career exploration and intensity for entrepreneurship can be categorized medium. The biggest obstacles experienced by students with special needs are lack of information about employment, inability in decision making, and inability in self-identification. The results of this study show that students with special needs need various helps for improving their motivation and interest in entrepreneurship
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMPLB/B
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang dialami guru dalam pembelajaran matematika di SMPLB Tunarungu. Penelitian ini dilaksanakan di SLBN 4 Yogyakarta, SLBN 3 Yogyakarta, dan SLB Widya Dharma Sleman Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan metode observasi terhadap pembelajaran guru dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami guru matematika SMPLB/B meliputi ketersediaan bahan ajar, kurikulum, karakteristik unik siswa, sistem evaluasi, dan pengaruh lingkungan
MODEL PEMBELAJARAN TAFSIR AYAT SOSIAL BUDAYA INTEGRASI DENGAN PENDIDIKAN LOCAL WISDOM DI FAKULTAS USHULUDDIN UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi Pendidikan local Wisdom pada mata kuliah Tafsir Ayat Sosial budaya di Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau selama ini dan menemukan model integrasi Pendidikan local Wisdom pada pada mata kuliah Tafsir Ayat Sosial budaya yang relevan dengan konteks Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, maka pendekatan penelitian digunakan adalah pendekatan Kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertama, belum ditemukan adanya integrasi Pendidikan local Wisdom pada mata kuliah Tafsir Ayat Sosial budaya di Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Kedua, berbasis data lapangan dan analisis tehadap literatur-literatur yang relevan, peneliti menemukan satu model integrasi Pendidikan local Wisdom pada mata kuliah Tafsir Ayat Sosial budaya yang relevan dengan konteks Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Model yang dimaksud adalah Pembelajaran Kooperatif integrasi local Wisdom. Dengan didesainnya model integrasi ini berdasarkan permasalahan dan kebutuhan di lapangan serta teori yang relevan, model ini dipandang mampu menjadi solusi bagi belum terlaksananya integrasi Pendidikan local Wisdom pada mata kuliah Tafsir Ayat Sosial budaya di Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Kata kunci: Pembelajaran, Tafsir, sosial-budaya, Local Wisdom, Fakultas Ushuluddin
Hubungan antara Resiliensi Matematis dan Prestasi Belajar Matematika Peserta Didik kelas X di Madrasah Aliyah Al-Khoeriyah Ciamis
Education constitutes a deliberate and organized endeavor to establish an environment and learning process that enables students to actively cultivate their potential in terms of religious and spiritual aspects, self-control, personality, intelligence, noble character, and the essential skills required for their own benefit as well as for the welfare of society, nation, and the state. This underscores the crucial role of education in fostering holistic development in individuals. The objective of this research is to investigate whether there exists a correlation between Mathematical Resilience and academic performance in the context of 10th-grade students at Madrasah Aliyah Al- Khoeriyah Ciamis school. The study employs a quantitative research methodology, utilizing the Pearson correlation test, or product-moment test. The obtained correlation coefficient of 0.939 indicates an exceptionally significant positive relationship, signifying that 93.9% of the variance in the learning achievement variable is influenced by the Mathematical Resilience variable
Kajian Elektrifikasi Angkutan Umum (Studi Kasus Teman Bus dan Feeder LRT Musi Emas)
Salah satu penyebab pemanasan global adalah gas rumah kaca (GRK). Komposisi utama pada gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) yang memiliki kemampuan untuk menahan panas di atmosfer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi emisi mulai dari menghitung beban dan harga emisi serta seberapa besar potensi elektrifikasi angkutan umum di Kota Palembang. Analisis potensi elektrifikasi angkutan umum di Kota Palembang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dengan 10 kriteria yang dinilai oleh 6 ahli. Perhitungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dibagi menjadi 2 (dua) perhitungan yaitu perhitungan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan aplikasi Expert Choice versi 11.0. Hasilnya menunjukkan potensi elektrifikasi sebesar 53,79% dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan 53,3% dengan menggunakan aplikasi Expert Choice versi 11.0. Selain itu, terdapat 5 kriteria prioritas yaitu fitur keselamatan (19,2%), harga unit (16,8%), biaya perawatan (16,3%), kenyamanan (12,0%), dan infrastruktur pengisian (8,3%). Tantangan utama dalam elektrifikasi adalah harga unit, biaya perawatan, infrastruktur pengisian, dan waktu pengisian, di mana kendaraan berbahan bakar minyak lebih unggul pada kriteria tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari keempat kriteria ini untuk mendukung elektrifikasi dan meningkatkan manfaat lingkungan
Analisis Kemampuan Visualisasi Spasial dalam Menyelesaikan Soal Geometri Peserta Didik Ditinjau dari Dominasi Otak Kiri dan Kanan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan visualisasi spasial peserta didik dalam menyelesaikan soal geometri ditinjau dari dominasi otak kiri dan kanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari penyebaran tes dominasi otak kiri dan kanan, memberikan tes kemampuan visualisasi spasial, dan melakukan wawancara tidak terstruktur. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, tes domoinasi otak kiri dan kanan, serta tes kemampuan visualisasi spasial. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 peserta didik kelas IX-D SMP Negeri 3 Tasikmalaya yang dipilih berdasarkan pertimbangan peserta didik yang memberikan jawaban konsisten pada hasil tes dominasi otak kiri dan kanan, paling banyak memenuhi indikator kemampuan visualisasi spasial, serta memiliki kencenderungan dominasi otak yang tinggi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa peserta didik dengan dominasi otak kiri (S-17) mampu memenuhi 3 indikator kemampuan visualisasi spasial, yaitu pengimajinasian (imaging), pengonsepan (conceptualizing), dan pemecahan masalah (problem solving), sementara peserta didik dengan dominasi otak kanan (S-22) mampu memenuhi semua indikator kemampuan visualisasi spasial, yaitu pengimajinasian (imaging), pengonsepan (conceptualizing), pemecahan masalah (problem solving), dan pencarian pola (pattern seeking). S-17 membaca soal dan menuliskan informasi dengan sistematis dan detail serta lebih menguasai bahasa verbal, sedangkan S-22 membaca dan memahami soal dengan menyeluruh secara berulang, serta lebih menguasai bentuk visual. Dalam menentukan penyelesaian soal, S-17 menunjukkan pola pikir yang logis, kritis, dan linear, sedangkan S-17 menunjukkan pola pikir yang intuitif dan spasial
PENGEMBANGAN PANDUAN DAN PELATIHAN BIMBINGAN KARIR BERBASIS KEWIRAUSAHAAN UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS
Kecakapan hidup yang dapat dikembangkan bagi siswa berkebutuhan
khusus adalah wirausaha. Wirausaha sebagai salah satu alternatif masa depan bagi
penyandang kebutuhan khusus belum banyak dikembangkan. Penelitian tahun
ketiga, merupakan tindak lanjut atas hasil penelitian tahun pertama dan kedua.
Tujuan penelitian tahun pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan ABK untuk
berwirausaha dan membuat draft buku panduan KWU ABK. Tujuan penelitian
pada tahun ketiga secara spesifik adalah: a) uji coba lapangan dan b) sosialisasi
buku panduan
Penelitian yang dilakukan pada tahun ketiga merupakan fase instrumentasi,
validasi, empirisasi, meliputi: mengembangkan panduan, validasi panduan, revisi
panduan, uji coba terbatas, dan revisi panduan. Instrumen yang digunakan adalah
lembar validasi, dengan sumber data dari ahli bimbingan karir dan ahli pendidikan
khusus. Sumber data dari praktisi yaitu guru SLB dan dinas pendidikan. Untuk
memantapkan hasil validasi panduan maka dilakukan melalui focus group
discussion (FGD), sedangkan untuk ujicoba terbatas dipilih dan ditetapkan
sekolah khusus yang mempunyai peserta didik berkebutuhan khusus jenjang
menengah ke atas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan
kuantitatif.
Luaran yang diharapkan adalah : dipraktekkannya buku panduan di sekolah,
tersosialisasinya buku panduan KWU bagi siswa ABK di sekolah, artikel ilmiah
untuk publikasi seminar nasional dan jurnal ilmia
The Role of Interpretation of Socio-Cultural Verses in Mutual Cooperation as a Solution to the Urban Environmental Crisis
This verse emphasizes the importance of faith and knowledge as elements that elevate a person's status in the sight of Allah. In Islam, knowledge is not only understood as theoretical insight but must also be actualized through practices aligned with Sharia guidelines. This study employs a qualitative approach with a thematic exegesis method to analyze the relationship between knowledge, action, and etiquette in Islam, highlighting etiquette as a crucial element in the learning process. While previous studies have largely discussed Q.S. Al-Mujadilah verse 11 in the context of the virtue of seeking knowledge, this article places special emphasis on the importance of applying knowledge in daily life. The application of knowledge is deemed essential in shaping noble character, aligned with the goals of national education. Through a review of classical and contemporary exegesis literature, this article concludes that an ideal learning process must be accompanied by etiquette and righteous deeds. This aims to ensure that knowledge does not remain mere theoretical understanding but also provides tangible benefits to individuals and society. Thus, the learning process becomes more holistic, encompassing intellectual, spiritual, and moral aspects. This conclusion supports the view that the integration of knowledge, action, and etiquette is a fundamental pillar in realizing the goals of Islamic education. Such an education is expected to produce individuals who are faithful, knowledgeable, and morally upright, in accordance with Islamic teachings and the nation's noble values
Keadilan sosial dalam perspektif Alquran dan Pancasila
Social justice has always been the most significant component in determining the orientation and objectives of social life. Issues frequently arise in relation to social discrepancies initiated by ensuing injustices, this further instigates crucial tension among groups, particularly in the field of economic welfare. As a unitary state, Indonesia has high aspirations of accomplishing life goals that rise up from the spirit ideology of Pancasila. As an ideology, Pancasila is not an objective, it functions as a means of achieving an objective. The objective of such mutual perspective of life is nothing but the creation of a developed, prosperous, and wealthy society in which it is embodied in the spirit of social justice. This study attempts to uncover substantial matters pertaining to the concept of social justice according to Al-Qur’an and Pancasila, wherein both are inseparable from the spirit of the Indonesian community in a broad sense. As a Muslim living in Indonesia, Al-Qur’an and Pancasila have become indivisible. They serve as a foundation and guidance in attaining a wealthy and prosperous life. In this context, I try to find the point of agreement on the concept of social justice between Al-Qur’an and Pancasila in order to find similarities or harmony between the two. My aim is to synergize the power of religion and the power of state ideology in order to easily accomplish the objectives and aspirations of civil society.
[Keadilan sosial selalu menjadi komponen paling signifikan dalam menentukan orientasi dan tujuan kehidupan sosial. Isu-isu sering muncul terkait dengan kesenjangan sosial yang diawali oleh ketidakadilan berikutnya, hal ini selanjutnya memicu ketegangan krusial di antara kelompok-kelompok, khususnya di bidang kesejahteraan ekonomi. Sebagai negara kesatuan, Indonesia memiliki aspirasi tinggi untuk mencapai tujuan hidup yang muncul dari semangat ideologi Pancasila. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila bukanlah tujuan, ia berfungsi sebagai sarana untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan dari perspektif kehidupan bersama tersebut tidak lain adalah terciptanya masyarakat yang maju, sejahtera, dan kaya yang di dalamnya terwujud dalam semangat keadilan sosial. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap hal-hal substansial yang berkaitan dengan konsep keadilan sosial menurut Alquran dan Pancasila, di mana keduanya tidak dapat dipisahkan dari semangat masyarakat Indonesia dalam arti luas. Sebagai seorang Muslim yang tinggal di Indonesia, Alquran dan Pancasila telah menjadi tidak terpisahkan. Mereka berfungsi sebagai landasan dan pedoman dalam mencapai kehidupan yang kaya dan sejahtera. Dalam konteks ini, saya mencoba menemukan titik temu mengenai konsep keadilan sosial antara Al-Qur'an dan Pancasila untuk menemukan persamaan atau keselarasan di antara keduanya. Tujuan saya adalah mensinergikan kekuatan agama dan kekuatan ideologi negara agar tujuan dan aspirasi masyarakat sipil dapat tercapai dengan mudah.
