6 research outputs found

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BBLR DI RSUD WATES KABUPATEN KULON PROGO

    Get PDF
    Latar Belakang : Angka kematian bayi menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan anak, karena merupakan cerminan dari status kesehatan anak saat ini. Salah satu penyebab utama kematian pada neonatus adalah BBLR. Prevalensi BBLR di Indonesia sebanyak 9% dan D.I Yogyakarta prevalensi BBLR sebesar 5,6%. Dari 5 Kabupaten D.I Yogyakarta prevalensi BBLR di Kabupaten Kulon Progo menempati posisi pertama yaitu 6,68 % dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan : Mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Wates Kulon Progo Yogyakarta Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan menggunakan pendekatan waktu yaitu retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah 350 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Metode yang digunakan adalah Rekam Medik. Analisis data dilakukan dengan uji Chi – Square Hasil : Ibu yang melahirkan BBLR sebanyak 175 orang (50%) dan ibu yang melahirkan BBLN sebanyak 175 orang (50%). Karaketristik responden BBLR adalah mayoritas umur ibu 20 -35 tahun (32%), pendidikan SMA (25,1%), paritas multipara (26,6%), jarak kelahiran > 2 tahun (35,4%), usia kehamilan aterm (30,3%), tidak anemia (34,3%), daerah tempat tinggal kokap (6,6%), tidak ada kehamilan ganda (43,4%), sesuai standar pelayanan ANC (45,4%), jenis kelamin bayi perempuan (26%). Variabel yang berhubungan dengan BBLR yaitu umur ibu, paritas, jarak kelahiran, usia kehamilan, anemia pada ibu, kehamilan ganda, dan pelayanan ANC Simpulan dan Saran : Variabel yang memiliki hubungan signifikan terhadap BBLR adalah umur ibu (p =0,000), paritas (p=0,000), usia kehamilan (p=0,000), anemia (p=0,001), kehamilan ganda (p =0,000), dan pelayanan ANC (p=0,003). Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor lain yaitu status gizi ibu, sosial, ekonomi, dan pekerjaa

    GAMBARAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU POSTPARTUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang : Postpartum blues dikategorikan sebagai sindroma gangguan mental ringan yang sering dialami oleh wanita pasca persalinan sehingga sering tidak dipedulikan, tidak terdiagnosa dan tidak tertangani, apabila postpartum blues ini tidak sembuh selama 2 minggu maka akan berubah menjadi postpartum depression dan postpartum psycosis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian postpartum blues pada ibu postpartum Metode : Desain penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Tempat penelitian di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel quota sampling. Analisa data menggunakan analisis univariate. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden mengalami postpartum blues (53,3%) dengan resiko sedang mengalami depresi postpartum (43,3%) dan resiko berat untuk mengalami depresi postpartum (10%). Simpulan dan Saran : Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa 53,3% dari seluruh ibu postpartum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengalami postpartum blues. Rekomendasi dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang terkait ibu nifas harus semakin memperhatikan mengenai adaptasi psikologis ibu nifas dan agar dapat mengatasi masalah postpartum blues

    Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di ruang instalasi bedah sentral : literatur review

    Get PDF
    Latar belakang: Pembedahan adalah tindakan pengobatan dengan cara membuka bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan dan berakhir dengan penutupan jahitan pada luka sayatan. Menjalani tindakan pembedahan adalah pengalaman sulit bagi pasien. Ada beberapa masalah pada saat operasi atau sesudah operasi yang membuat timbul rasa takut pada diri pasien. Pasien yang akan menjalani pembedahan atau operasi hampir semua mengalami kecemasan pada saat pre operasi dikarenakan banyak memikirkan bahwa tindakan operasi adalah tindakan yang menakutkan. Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk membantu psikologis pasien akibat kecemasan dan sangat membantu meningkatkan semangat hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi di ruang Instalasi Bedah Sentral. Metode penelitian: Metode dalam penulisan artikel menggunakan metode literature review, metode ini berupa teori dan bahan-bahan penelitian yang didapatkan dari bahan acuan dan dijadikan menjadi landasar penelitian. Hasil penelitian: Hasil dari litelature review ini dapat dikatakan bahwa dukungan keluarga secara efektif dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi di IBS. Dukungan keluarga yang tinggi terhadap responden terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dialami responden baik dukungan secara emosional, instrumental dan informasional. Simpulan: Berdasarkan analisis literature review dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Saran: Diharapkan bagi peneliiti selanjutnya ialah untuk melakukan penelitian terkait penatalaksanaan kecemasan pada pasien pre operasi yang mendapatkan dukungan keluarga

    Faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada penata anestesi saat pandemi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur

    Get PDF
    Latar belakang: pada tanggal 11 Maret 2020 WHO mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi di dunia hingga menyebabkan tenaga kesehatan menghadapi tantangan yang lebih besar dari sebelumnya. Pada tanggal 29 Agustus 2021 sebanyak 1967 tenaga kesehatan Indonesia gugur dalam melawan Covid-19. Kalimantan Timur menjadi salah satu dari 10 besar provinsi dengan jumlah kematian tenaga kesehatan tertinggi di Indonesia. Gangguan stres telah dilaporkan dan dipublikasikan selama pandemi Covid-19 di berbagai negara termasuk gangguan stres pada tenaga kesehatan di Indonesia. Penata anestesi merupakan salah satu dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan saat pandemi Covid- 19 dan beresiko untuk mengalami stres kerja. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada penata anestesi saat pandemi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif sederhana. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner dengan total sampling yang berjumlah 76 responden. Analisa data dilakukan dengan uji eta dan uji spearman’s rho. Hasil: mayoritas penata anestesi di Provinsi Kalimantan Timur mengalami stres kerja pada tingkat sedang sebanyak 61 orang (80.3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 56 orang (73.7%), berusia 22 – 40 tahun sebanyak 39 orang (51.3%), memiliki masa kerja >15.89 tahun sebanyak 46 orang (60.5%), memiliki beban kerja sedang sebanyak 68 orang (89.5%), faktor jenis kelamin (p: 0.076), faktor usia (p: 0.225), faktor masa kerja (p: 0.001), dan faktor beban kerja (p: 0.000). Kesimpulan : tidak ada hubungan jenis kelamin dan usia tetapi ada hubungan masa kerja dan beban kerja terhadap stres kerja penata anestesi. Saran : penata anestesi diharapkan untuk lebih memperhatikan faktor yang mempengaruhi stres kerja sehingga dapat melakukan hal-hal preventif dalam menangani stres kerja

    GAMBARAN PERILAKU MEMELIHARA ORGAN GENETALIA PADA REMAJA PUTRI DI DUSUN CAGUNAN RT 119 DESA TRIMURTI SRANDAKAN BANTUL

    Get PDF
    Latar Belakang: Berdasarkan data statistik Indonesia 2008 dari 43,3 juta jiwa remaja perempuan yang berusia 15 – 14 tahun berperilaku tidak sehat seperti saat mengalami menstruasi mengganti pembalut harus menunggu penuh (Magfiroh, 2010). Akibatnya, mampu menyebabkan infeksi pada organ genetalia. Tujuan: Diketahui bagaimana gambaran perilaku memelihara organ genetalia pada remaja putri di Dusun Cagunan RT 119 tahun 2017. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Rancangan atau desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 35 remaja, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan analisis univariat (analisis deskriptif). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku memelihara organ genetalia dari aspek usia berada pada remaja tengah 13 – 15 didapatkan yaitu sebanyak 18 (51,4%), pendidikan didapatkan paling banyak pada SMP yaitu sebanyak 24 (68,6), dan informasi paling banyak didapatkan dari sekolah yaitu 18 (51,4%). Simpulan dan Saran: Perilaku memelihara organ genetalia didapatkan sebagian besar memiliki kategori baik sebanyak 31 (88,6%). Diharapkan pihak Desa Trimurti memberikan fasilitas terkait kesehatan reproduksi khususnya bagi remaja di Dusun Cagunan RT 119 secara khusus. Pihak Desa Trimurti juga disarankan untuk memperbanyak kader atau Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan bekerja sama dengan puskesmas di tingkat RT untuk memaksimalkan cakupan penyuluhan kesehatan reproduksi

    Faktor-faktor yang mempengaruhi hipotermi pada pasien post general anestesi: literature review

    Get PDF
    Latar Belakang: General anestesi merupakan salah satu jenis anestesi yang bertujuan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan rileks kepada pasien sebelum, saat, dan setelah operasi. Hipotermia dapat terjadi karna efek metabolisme yang tidak sempurna akibat penagaruh obat anestesi yang menghambat proses metabolisme tubuh yang dapat mengakibatkan hipotermi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi hipotermi pada pasien post general anestesi, seperti pengaruh faktor usia, jenis kelamin, IMT, lama operasi, dan lusa luka operasi pada kejadian hipotermi. Metode : pada penelitian ini menggunakan metode Literature review, jurnal diambil dari data base Science Direct dan PubMed. Hasil : dari total 6 jurnal yang didapat didapatkan hasil pencarian artikel yang didapatkan ada 5 artikel penelitian yang terpilih sesuai dengan kriteria inklusi dan sudah dilakukan uji kelayakan dengan menggunakan JBI Critical Appraisal. Penilaian kualitas atau kelayakan pada penelitian ini berdasarkan JBI dengan metode Cohort, Cross sectional, Systematics Review, Random Controlled trials dari database Science Direct dan Pubmed. Kesimpulan : bahwa kejadian hipotermia dapat di pengaruhi oleh usia, IMT, jenis kelamin, lama operasi, dan luas luka operasi, dan dari kelima faktor yang disebutkan bisa di hubungkan satu sama lain. Namun dalam beberapa jurnal juga ada yang menyebutkan bahwa faktor usia tidak berhubungan dengan kejadian hipotermia pada pasien post general anestesi
    corecore