9 research outputs found

    ANALISIS STRUKTUR MIKRO TERHADAP HASIL EKPERIMENTAL SAMBUNGAN LAS SMAW PADA BAJA KARBON ST 37

    Get PDF
    Welding is a process of joining two or more metals using thermal energy to melt them. The thermal processes of welded joints affect the phase change and the physical, microstructural, and mechanical properties of the weld. The purpose of the activity, to analyze the results of SMAW welded joints, parameters of current strength, and seam angle of the ST 37 carbon steel microstructure is a continuation of previous publication activities. Variation of the current strength of 90 A, 100 A, 110 A and seam angles of 600 and 700 with electrodes Ø2.6 mm and Ø3.2 mm. During the welding process, a series of thermal cycles of the weld metal and HAZ occur, from thermalization to maximum temperature and then undergoing a cooling process. The final composition of the weld metal, filler metal, and the condition of the air in the weld area are factors for the formation of the microstructure. Microstructures such as acicular ferrite can improve the mechanical properties of the weld metal. Visualization of the microstructure using an optical microscope during the metallographic inspection process was carried out by observing the grain size and phase formed on the base metal, heat-affected zone (HAZ), fusion line (FL), and weld metal (WL). The results showed that the weld metal (WM) with a series of experiments tended to have a larger acicular ferrite structure. The conclusion of the microstructural analysis is that the greater the current strength and seam angle, the more acicular ferrite structures are formed.Sambungan las merupakan proses penyambungan dua logam atau lebih menggunakan energi termal melelehkanya. Proses Termal sambungan las mempengaruhi perubahan fasa dan sifat fisik, struktur mikro serta mekanik las. Tujuan kegiatan, menganalisis hasil sambungan las SMAW, parameter kuat arus dan sudut kampuh las terhadap struktur mikro baja karbon ST 37 merupakan kelanjutan dari kegiatann publikasi sebelumnya. Variasi kuat arus 90 A, 100 A, 110 A dan sudut kampuh 600 dan 700 dengan elektroda Ø2,6 mm dan Ø3,2 mm. Ketika proses sambungan las, terjadi serangkaian siklus termal logam las dan HAZ, dari termalisasi hingga temperatur maksimum kemudian mengalami proses pendinginan. Komposisi akhir logam las, logam pengisi dan kondisi udara di daerah las merupakan faktor pembentukan struktur mikro. Struktur mikro seperti acicular ferrit dapat meningkatkan sifat mekanik logam las. Visualisasi struktur mikro menggunakan mikroskop optik pada proses pemeriksaan metalografi dilakukan pengamatan ukuran butir dan fasa yang terbentuk pada logam dasar, zona pengaruh panas (HAZ), fusi line (FL) dan logam las (WL). Hasil penelitian menunjukkan logam las (WM) dengan serangkaian eksperiman cenderung memiliki struktur acicular ferrit yang lebih besar.  Kesimpulan analisis struktur mikro semakin besar kuat arus dan sudut kampuh maka semakin banyak struktur acicular ferrit yang terbentuk

    Pemakaian Peralatan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja) agar Tidak Terjadinya Kecelakaan Kerja

    Get PDF
    Karawang merupakan salah satu kota yang memiliki potensi bisnis dalam pemenuhan Industri. Beberapa permasalahan yang ada di wilayah ini yaitu masih sedikit gedung-gedung pencakar langit yang dimana hal-hal ini berperan sebagai monumen tonggak modernisasi peradaban serta berkegiatan dalam skala elit. Masyarakat yang ada di daerah ini terutama desa tegal sawah masih dalam kondisi yang perlu dibenahi secara edukasi. Edukasi yang diperlukan dalam hal ini yaitu bisa pelatihan maupun pendidikan secara softskill. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan studi lapangan langsung (observasi) sehingga cara-cara yang digunakan baik dalam pengabdian dan lain sebagainya. Dengan mengacu kepada prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada desa tegal sawah, karawang timur cukup berhasil meningkatkan perhatian masyarakat karena masyarakat yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dalam melakukan kegiatan ini. Pengelasan merupakan dasar ketrampilan yang cukup penting dalam dunia teknik, sehingga hal inilah yang memicu pemangkasan pengangguran yang ada

    Analisis Sifat Mekanik Baja Karbon ST 37 Pada Variasi Kuat Arus dan Sudut Kampuh SMAW : Analisis Sifat Mekanik Baja Karbon ST 37 Pada Variasi Kuat Arus dan Sudut Kampuh SMAW

    No full text
    This study discusses the impact of variations in the seam angle of welded joints and welding parameters on the tensile strength and hardness testing of ST 37 carbon steel. The SMAW welding process is one of the metal connection techniques used in industry. The method of welding joints is carried out with variations in the seam angle of the welded joints 600 and 700, while variations in the current strength of the welded joints are 90A, 100A, and 110A. The experimental method used in this research is the steel base metal material ST 37, which has a thickness of 8 mm. The tensile strength test results have the highest value at the seam angle of 700 with a current strength of 110 A, namely 482.54 N/mm2. The lowest tensile strength test results were obtained with a tensile strength of 399.54 N/mm2 at a welded angle of 700 and a current strength of 90 A. The test specimen with a variation of the existing power of 110 A and a weld seam angle of 700 has the highest value in the hardness test with a 234 HV hardness

    Preliminary Study of the Spring-back/Spring-go Phenomenon in the V-Bending Process Using SGCC Steel Thin Material

    No full text
    This research analyses v-bending results using galvanized SGCC (JIS G 3302) sheet steel. The accuracy of the angle and dimensions of the bending results are the significant elements of the bending process that must be achieved. The bending spring-back/spring-go phenomenon has an impact on bending angle accuracy. If proper parameters are chosen, the spring-tub/spring-go angle should be minimized. This study aimed to see how the proposed v-bending process affected the spring-tub/spring-go angle value. An experimental approach was selected in this study. V-die bending opening, V-die punch angle, V-die punch speed, and bending force are all input parameters for the v-bending process. Meanwhile, in this study, galvanized steel with a thickness of 1.2 mm was used. The results of the ANOVA evaluation showed that the v-die punch speed and bending force are two parameters that affect the response of the variable, with a percentage contribution of 31.0% each. The minimum spring-back angle was found in the second sample, while the minimum spring-go angle was found in the fourth sampl

    TEKNOLOGI CONCENTRATED SOLAR POWER REFERENSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PHOTO-THERMAL CONVERSION SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER ENERGI BARU TERBARUKAN

    Full text link
    Energi matahari memiliki potensi yang luas sebagai sumber energi baru terbarukan. Pemanfaatan energi matahari tidak terbatas hanya pada teknologi solar cell, melainkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui teknologi concentrated solar power (CSP). Buku ini menyajikan dengan detail terkait dengan teknologi concentrated solar power (CSP) yang memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas yang tidak terbatas hanya pada pembangkitan listrik saja, namun juga untuk aplikasi lain seperti proses industri, pengering hasil pertanian, desalinasi dan pengadaan air panas. Buku ini didesain sebagai referensi penting untuk pengembangan concentrated solar power (CSP) dengan menyajikan konsep kerja mendasar dari sistem, tantangan dari sisi teknologi dan juga tren perkembangan global dari sistem concentrated solar power (CSP). Buku ini dibuat dengan motivasi tertinggi untuk penyajian teknologi pemanfaatan energi matahari melalui concentrated solar power (CSP) mengingat potensi matahari di Indonesia yang sangat besar. Lebih lanjut, peluang pengembangan teknologi ini masih sangat tinggi sehingga sangat dimungkinkan untuk hilirisasi teknologi di Indonesia. Konsep kerja sistem concentrated solar power (CSP) yang unik mampu memaksimalkan proses pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi bersih sehingga diharapkan dapat menekan angka emisi karbon dan juga memberikan peluang kemandirian teknologi yang lebih luas
    corecore