14 research outputs found

    Yurisprudensi pernikahan beda agama di Indonesia: Studi Putusan No.916/Pdt.P/2022/PN.Sby)

    Get PDF
    ABSTRAK Adanya kasus nomor perkara 916/Pdt.P/2022/PN.Sby yang terjadi di Pengadilan Negeri Surabaya. Kasus ini melibatkan pernikahan beda agama yang menjadi pertimbangan pengadilan dalam memutuskan hasil sidang. Pernikahan beda agama menjadi topik yang sensitif dan kompleks karena melibatkan perbedaan keyakinan agama yang berpotensi menimbulkan konflik dalam keluarga. Di Indonesia, terdapat peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pernikahan beda agama, yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan. Penelitian ini fokus pada pembahasan tentang Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan pencatatan pernikahan beda agama dalam putusan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby, kemudian fokus pembahasan yang kedua adalah pernikahan beda agama di Indonesia menurut teori humanistik. Penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis empiris yang menggunakan pendekatan perundang-undangan. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari wawancara secara langsung, observasi dan dokumentasi. Kemudian, data sekunder didapat dari sumber kepustakaan seperti buku, jurnal, artikel dan peraturan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa Hakim menggunakan pendekatan judicial activism dalam memutuskan perkara pernikahan beda agama agar para pemohon merasa adil dan terpenuhi haknya sebagai warga negara, juga diharapkan tidak ada penyelundupan hukum dan tidak boleh ada negara yang melanggar hak konstitusional seluruh warga negara dan hak asasi manusia. Menurut hakim perbedaan agama tidak merupakan larangan untuk melangsungkan pernikahan sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 8 huruf (f) Undang- undang pernikahan dan merujuk pada ketentuan Pasal 35 huruf (a) Undang- Undang 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, maka terkait dengan masalah pernikahan beda agama adalah menjadi wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutusnya. Kaitannya dengan teori humanistik adalah bahwasanya manusia memiliki kesadaran atas dirinya sendiri dan mengadakan hubungan dengan orang lain, memiliki pilihan dan bertanggungjawab atas semua pilihannya, dan memiliki kesadaran untuk mencari makna, nilai dan kreativitas. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hak untuk memilih dengan siapa akan menikah, dan dengan siapa akan hidup berumah tangga karena inti dari teori humanistik adalah manusia memiliki kebebasan. ABSTRACT There is a case number 916/Pdt.P/2022/PN.Sby which occurred at the Surabaya District Court. This case involved an interfaith marriage which was taken into consideration by the court in deciding the outcome of the trial. Interfaith marriage is a sensitive and complex topic because it involves differences in religious beliefs which have the potential to cause conflict within the family. In Indonesia, there are laws and regulations that regulate interfaith marriages, namely Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. This research focuses on discussing the basis for the judge's consideration in granting the request for registration of interfaith marriages in decision Number 916/Pdt.P/2022/PN.Sby, then the focus of the second discussion is interfaith marriages in Indonesia according to humanistic theory. This research is empirical juridicial legal research that uses a statutory approach. The data in this research uses primary data taken from direct interviews, observation and documentation. Then, secondary data is obtained from library sources such as books, journals, articles and statutory regulations. The results of this research explain that the judge uses a judicial activism approach in deciding cases of interfaith marriage so that the applicants feel fair and their rights as citizens are fulfilled, it is also hoped that there will be no legal smuggling and no state should violate the constitutional rights of all citizens and human rights. man. According to the judge, differences in religion do not constitute a prohibition on carrying out a marriage as intended in Article 8 letter (f) of the Marriage Law and referring to the provisions of Article 35 letter (a) of Law 23 of 2006 concerning Population Administration, it is related to the issue of different marriages. religion is the authority of the District Court to examine and decide. The connection with humanistic theory is that humans have awareness of themselves and relationships with other people, have choices and are responsible for all their choices, and have the awareness to seek meaning, value and creativity. Basically, every human being has the right to choose who he will marry and who he will live with because the essence of humanistic theory is that humans have freedom. مستخلص البحث هناك قضية رقم 916/pdt.p/2022/pn sby. حدثت في محكمة مقاطعة سورابايا. وكانت هذه القضية تتعلق بالزواج بين الأديان، وهو الأمر الذي أخذته المحكمة بعين الاعتبار عند تحديد نتيجة المحاكمة. يعد الزواج بين الأديان موضوعا حساسا ومعقدا لأنه ينطوي على اختلافات في المعتقدات الدينية التي يمكن أن تسبب صراعا داخل الأسرة. في إندونيسيا، هناك قوانين ولوائح تنظم الزواج بين الأديان، وهي القانون رقم 1 لعام 1974 بشأن الزواج. يركز هذا البحث على مناقشة أسس نظر القاضي في الموافقة على طلب تسجيل الزواج بين الأديان في القرار رقم 916/pdt.p/2022/pn sby ، ثم محور المناقشة الثانية هو الزواج بين الأديان في إندونيسيا وفق المنظور الإنساني. نظرية. هذا البحث هو بحث قانوني قانوني تجريبي يستخدم المنهج القانوني. تستخدم البيانات في هذا البحث البيانات الأولية المأخوذة من المقابلات المباشرة والملاحظة والتوثيق. ثم يتم الحصول على البيانات الثانوية من مصادر المكتبة مثل الكتب والمجلات والمقالات واللوائح القانونية. وتوضح نتائج هذا البحث أن القاضي يستخدم منهج النشاط القضائي في الفصل في قضايا الزواج بين الأديان حتى يشعر المتقدمون بالعدالة ويتم استيفاء حقوقهم كمواطنين، كما يؤمل أن لا يكون هناك تهريب قانوني ولا ينبغي للدولة أن تنتهك. الحقوق الدستورية لجميع المواطنين وحقوق الإنسان. وبحسب القاضي فإن اختلاف الدين لا يشكل مانعاً من إجراء الزواج كما هو مقصود في المادة 8 حرف (و) من قانون الزواج وبالإشارة إلى أحكام المادة 35 حرف (أ) من القانون رقم 23 لسنة 2006 في شأن السكان الإدارة، الأمر يتعلق بمسألة الزيجات المختلفة، والدين هو سلطة المحكمة الجزئية للنظر والبت. العلاقة مع النظرية الإنسانية هي أن البشر لديهم وعي بأنفسهم وعلاقاتهم مع الآخرين، ولديهم خيارات وهم مسؤولون عن جميع خياراتهم، ولديهم الوعي للبحث عن المعنى والقيمة والإبداع. في الأساس، لكل إنسان الحق في اختيار من سيتزوج ومع من سيعيش، لأن جوهر النظرية الإنسانية هو أن الإنسان لديه الحرية

    TAFSIR ASAS MONOGAMI DALAM SURAH AN-NISĀ’ AYAT 3 DAN 129

    Get PDF
    Salah satu asas dalam perkawinan adalah monogami yang menyatakan bahwa seorang pria hanya diperbolehkan mempunyai seorang istri, begitupun sebaliknya. Terdapat poin dalam ayat al-Qur’an yang menyatakan asas perkawinan adalah monogami yaitu pada surat an-Nisa’ ayat 3 dan 129. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tafsir dari ayat monogami dari berbagai kalangan mufassir, baik mufassir klasik maupun mufassir kontemporer dalam memaknai arti secara harfiah maupun ijmali, serta asbabun nuzul dan historitas monogami dalam Islam. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer berupa kitab-kitab tafsir dan bahan hukum sekunder berupa artikel atau jurnal yang berkaitan dengan tema yang dibahas. Dalam penelitian ini terlihat bahwa ulama klasik sangat menyetujui monogami, karena beranggapan bahwa setiap suami tidak akan berlaku adil dalam mengemban rumah tangga yang lebih dari seorang istri. Namun bagi ulama kontemporer menilai bahwa poligami diberikan rukhsah disertai sikap kehati-hatian karena ditakutkan tidak dapat berlaku adil. Monogami dalam Islam dipandang sebagai pernikahan yang idealis sedangkan poligami adalah pernikahan minimalis karena harus dengan prinsip kehati-hatian dalam berbuat keadilan dalam membangun keluarga harmonis

    The Closure of Isbat For Polygamous Marriage on Legal Purpose Perspective

    Get PDF
    After attendance, the enactment of the Supreme Court Circular (SEMA) Number 3 of 2018 answers the legal vacuum over isbat for Polygamous marriage. But in practice, the SEMA confuses its implementation. This study aims to analyze the application of polygamous marriage law in SEMA number 3 of 2018 and the juridical implications for justice, expediency, and legal certainty. This research includes normative legal research with statutory and conceptual approaches. Gustav Radbruch's theory of legal purpose is used as his analysis knife. The study concluded that closing the door of Isbat for Polygamous marriage is not the right solution because marriage isbat is one way to obtain legal guarantees in the eyes of the state. The aggrieved subject of the SEMA was a polygamous wife who could not take legal action in seeking justice. Judging from Gustav Radbruch's theory, SEMA number 3 of 2018 has not met the elements of legal objectives. The provisions in SEMA number 3 of 2018 only accommodate the interests of children. The rights of polygamous wives should be prioritized because the benefits received are more significant than tightly closing the door of isbat for Polygamous marriage. It is necessary to review SEMA number 3 of 2018 to contain concrete values of justice, expediency and legal certainty for children and wives

    PERENCANAAN KONSTRUKSI PERBAIKAN TANAH PONDASI RESERVOAR DENGAN METODE PVD DAN MICROPILE

    Get PDF
    Bali Island becoming icon Tourism national and as especial target area of tourism have International scale, Area East Province Bali like Sub‐Province of Karangasem also have tourism potency which is enough enthused by domestic good tourist and also Foreign countries. Therefore required by Integrated management, Concerning infrastructure and also service of requirement of society fundamental to be image as island of tourism international can remain to awake. Pursuant to background above, problem to be lifted in this final duty is 1) How much is H initial or is high of needed to plan get highly of wanted hoard 2) How much is big of compression of land; ground effect of laboring burden above land (of) hoard base? 3) How of planning acceleration of compression of land; ground use which is combined preloading Prefabricated Vertical Channel (PVD) and strengthened with safety factor until 2? Result of research at planning of construction alternative repair of land; ground in Development of reservoir 6500 m3 concluded as follows: 1) Geology consist of two flabby clay coat as thick as which each 8,5 meters and 10 meters limited by sand coat as thick as 4 meters. Value of H initial and Compression (Sc) at which is the each station or dot can be concluded by at distance 0‐15 high m of plan is 9.5 m, distance 15‐30 high m of plan is 10.6 m, distance 30‐45 high m of plan is 11.7 m. 2) Is reckoned from by highest H initial totalize compression (Sc) which must be eliminated is equal to 3.8 m. To eliminate needed by total compression of time 27 week for the phasing of conglomeration 50 cm/week. Method repair of land; ground used to quicken compression is with preloading which is combination with PVD. Used by type of PVD type of Wick Drain widely 100 mm, thick 5 mm. Attached by PVD segi‐3 with pattern apart 1,2 meters of and inches 22.5 meters. 3) For the strength of land; ground by using micropile, used by micropile with dimension 25x25 cm of PT. Beton Elemindo Perkasa. From result of calculation with factor safety until 2, got by requirement of micropile at distance 0‐15 m counted is 47, distance 15‐30 as much as m 38, distance 30‐45 m counted is 30

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SYAWIR (DISKUSI) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI PADA PELAJARAN FIQIH DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA GADING KOTA MALANG

    Get PDF
    The research in this thesis is motivated by the fact that the times are constantly modern, and the world of education is required to continue to create innovative learning methods that are in accordance with the academic development of education. Responding to this, the miftahul huda gading Islamic Boarding School maintains the old method but is considered still relevant to the current situation, namely learning syawir (discussion). The use of this learning is a method that requires students to continue to learn and be active in teaching and learning activities so that later they can improve the critical pattern of students and so that the communication that is built between teachers and students is not only in one direction. Although it is a method that has existed for a long time, this syawir is considered effective in increasing the understanding of the students, especially in learning fiqh. The research focus of this paper is on how to plan poetry learning, implementation of poetry, and the obstacles that arise from the implementation of this verse, and to achieve this, the research was carried out with the type of qualitative research, where the data collection procedure was carried out through the methods of observation, interviews, and documentation

    EVALUASI PENERAPAN PROGRAM IPAL (INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) KOMUNAL DI KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    One solution for domestic waste treatment is the operation of a communal IPAL (WWTP, Wastewater Treatment Plant). This is in accordance with SDG's (Sustainable Development Goals), national and regional policies related to sustainable sanitation management. In Banda Aceh, the Sanimas (Community sanitation) program has been and is being implemented in 40 gampongs (villages) which are classified as slum areas. This study aims to determine the results of the effluent processing of the IPAL system (pH, BOD, COD, TSS, ammonia, Total Coliform, Oil/Fat parameters) to see whether the IPAL system that has been built is operating properly. There were five IPALs studied, namely in Gampong Peunayong (Dusun Cendrawasih), Gampong Tibang (Dusun Tgk. Meurah, Dusun Tgk Meulinje, Dusun Tengku Meulagu), and Gampong Panteriek (Dusun Jeumpa). The results of the effluent wastewater test showed that in all WWTPs, the BOD and COD parameters still exceeded the wastewater quality standards, and in one WWTP, the total Coliform parameter was >1,000/100 ml (quality standard >3,000/100 ml)

    Inovasi Media Pembelajaran Nadzom di Taman Pendidikan Al-Qur’an

    Get PDF
    Taman Pendidikan al-Qur’an merupakan lembaga pendidikan dasar informal yang menyelenggarakan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak. Peran TPQ sangatlah penting jika dihadapkan dengan kewajiban sebagai orang tua dan masyarakat muslim yang harus mengupayakan pendidikan bagi anak-anaknya untuk mempelajari dan mencintai al-Qur’an sejak dini.  Sebagaimana pendidikan formal yang dikelola dengan sangat baik dengan memperhatikan manajemen, strategi, model, dan media pembelajaran sesuai standar, TPQ pun harus dilaksanakan dengan perencanaan yang sangat baik. Hal ini untuk menjamin kualitas input yang diberikan akan sebanding dengan baiknya output yang dihasilkan. Melihat dari bebagai permasalahan yang ada di TPQ nurul Muttaqin khususnya dalam metode pembelajaran al qur'an yang cenderung monoton maka ksm unisma ditirejo berinovasi menggunakan metode yang asik dan menarik untuk para santri agar tidak bosan. Kemudian kita menggunakan media serta model pembelajaran al-qur'an yang menarik. Model pembelajaran yang kami gunakan yaitu nadzoman di mana nadzhaman yang berupa syi’ir yang dibalut dengan lagu-lagu Islami

    Analisis Risiko Proyek Pembangunan Relokasi Jalan Nasional Mempawah-Sungai Duri Kalimantan Barat

    No full text
    Proyek Pembangunan Relokasi Jalan Nasional Mempawah – Sungai Duri Kalimantan Barat ini berfungsi sebagai pengganti jalan nasional yang nantinya akan terkena dampak pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah Propinsi Kalimantan Barat. Panjang relokasi jalan nasional ini sepanjang 6,6 km yang terdiri dari persawahan, perkebunan, sebagian rumah penduduk dan asset milik pemerintah daerah setempat. Kondisi dilapangan saat ini ditemukan beberapa permasalahan yang menghambat pencapaian progress diantaranya adalah pembebasan lahan yang belum selesai, penyerahan design dari owner ke kontraktor belum sepenuhnya, adanya kenaikan harga BBM solar, aspal curah, dan batu pecah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat risiko tertinggi dari beberapa risiko yang teridentifikasi. Hal tersebut yang menyebabkan pentingnya studi analisa risiko pada proyek Relokasi Jalan Nasional Mempawah-Sungai Duri Kalimantan Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dimulai dengan identifikasi risiko proyek sejenis, kemudian dilanjutkan dengan uji relevansi risiko yang kemungkinan terjadi dan uji dampak risiko. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner, focus grup discussion dan wawancara. Selanjutnya dilakukan analisis kuantitatif dengan skenario respon dan Bow Tie Analysis. Hasil penelitian ini mendapatkan 6 risiko tertinggi dengan berbagai metode respon risiko yaitu kondisi dan data lapangan tidak sesuai dengan desain (mitigasi), perubahan design selama proyek berlangsung (transfer), lahan untuk pekerjaan belum dibebaskan (transfer), gangguan cuaca yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan proyek (mitigasi), terjadinya cost overun (mitigasi), dan penurunan margin akibat kenaikan harga material (mitigasi). Biaya kontijensi terjadi sebesar Rp Rp 15.757.472.740 atau 8,34% dari nilai proyek yaitu sebesar Rp. 188.909.724.300. ======================================================================================================================================= Mempawah – Sungai Duri National Road Relocation Development Project, West Kalimantan, functions as a replacement for the national road which will later be affected by the construction of the Kijing International Port in Mempawah Regency, West Kalimantan Province. The length of the relocation of this national road is 6.6 km which consists of rice fields, plantations, some residents' houses and assets owned by the local regional government. Current conditions in the field found a number of problems hindering the achievement of progress including land acquisition that had not been completed, the design submission from the owner to the contractor was not yet complete, there was an increase in the price of diesel fuel, bulk asphalt and crushed stone. This study aims to analyze the highest level of risk from several identified risks. This is what causes the importance of a risk analysis study on the Mempawah-Sungai Duri National Road Relocation project in West Kalimantan. This research method uses a qualitative and quantitative approach, starting with the identification of risks of similar projects, then proceed with testing the relevance of risks that may occur and testing the impact of risks. Data collection methods were carried out by distributing questionnaires, focus group discussions and interviews. Furthermore, quantitative analysis was carried out with response scenarios and Bow Tie Analysis The results of this study found the 6 highest risks with various risk response methods, namely field conditions and data not in accordance with the design (mitigation), design changes during the project (transfer), land for work that has not been acquired (transfer), weather disturbances that cause delays in project work (mitigation), cost overruns (mitigation), and decreased margins due to rising material prices (mitigation). Contingency costs incurred amounting to Rp. 15,757,472,740 or 8.34% of the project value, which is Rp. 188,909,724,300

    Pemikiran Syahrur tentang hukum waris Islam: Kajian diskriptif, anatitis dan kritis

    No full text
    ABSTRAK Islam adalah ajaran yang mengusung doktrin persaman dan keadilan dalam semua aspeknya. Termasuk juga diantaranya adalah masalah waris. Namun sejalan dengan berlalunya waktu, hukum kewarisan Islam selama ini dianggap tidak mengusung semangat persamaan dan keadilan tersebut. Hukum waris dituduh bias budaya patriarkhi khas jazirah Arab, padahal Islam diturunkan bukan hanya untuk orang Arab. namun untuk seluruh ummat di dunia. Hukum waris Islam sebagaimana yang terdapat di dalam fiqh Islam tradisional oleh sebagian orang dianggap sudah tidak representatif bagi manusia pencari keadilan. Hal ini membuat ilmuan Syria yang bemama Muhammmad Syahrur mencoba untuk kembali menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan waris dengan paradigma yang berbeda. Dengan menggunakan analisis kebahasaan dan metode tartilnya dengan dipadu dengan analisis matematika, Syahrur menawarkan transformasi hukum waris yang sejalan dengan era kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif, analitis, dan kritis. Penelitian ini berupaya untuk mendiskripsikan pemikiran Syahrur terutama yang berkaitan dengan waris. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan kebahasaan dan termasuk penelitian kepustakaan (bibliographic research). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendorong Syahrur untuk menetapkan dasar-dasar baru tentang hukum Islam, dan bagaimana Syahrur memahami ayat-ayat waris dalam al-Qur'an dan implikasinya penghitungan klasik, serta apa kelebihan dan kekurangan dari pemikirannya tersebut. Data penelitian ini diperoleh dari sumber primernya yaitu buku-buku karangan Syahrur yang berkaitan dengan penelitian ini, diantaranya adalah Al- Kitab wa al-Qur'an, Qiraatun Muashirah dan Nahwa ushul jadidah dan sumber sekunder yang meliputi buku-buku yang berkaitan dengan pandangan Syahrur. Kemudian data-data tersebut diolah dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong yang menyebabkan Syahrur menempatkan dasar-dasar baru tentang hukum Islam adalah terdiri dari dua, yakni kondisi realitas masyarakat kontemporer dan realitas doktrin dalam Islam. Berkaitan dengan pandangan Syahrur tentang waris adalah perbedaan dalam metodologi dan pendekatan dalam membaca ayat-ayat waris akan menghasilkan hal yang berbeda. Keyakinan Syahrur untuk hanya berpegang pada teks al-Qur'an, menjadikan ahli waris yang berhak mendapat waris hanya terbatas pada anak, orang tua, suami-istri dan saudara. Kesan marginal terhadap perempuan menjadi hilang ketika Syahrur membaca ayat-ayat waris dengan analisa kebahasaannya dipadu dengan teori himpunan. Selain itu dengan memanfaatkan teknik penghitungan kontemporer, maka masalah seperti aul dan radd tidak dijumpai dalam waris
    corecore