69 research outputs found

    Pendekatan Episode dalam Pengembangan Program Pendidlkan Sejarah Perjuangan Bangsa

    Full text link
    Dalam rangka mengembangkan semangat cinta tanah air sebagai tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional (GBHN - 1983), maka mulai tahun akademik 1984/1985 akan dilaksanakan progam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dikembangkan dari Sejarah Nasional. Titik berat program pendidikan ini adalah pada matra afektif (pendidikan nilai) dengan tujuan untuk menanamkan, meresapkan, mengembangkan, dan meneruskan jiwa, semangat dan nilai-nilai1945 kepada generasi muda. Status program Pendidikau Sejarah Perjuangau Bangsa adalah sebagai bidang studi yang berdiri sendiri dan masuk pada kelompok Program Pendidikan Umum sejajar dengan Pendidikan agama, PMP, Pendidikan Olah Rga dan Kesehatan serta Pendidikan Kesenian. Pendektan yang dipergunakan dalam Pendidikan Sejarah perjuangan Bangsa adalah pendekatan episode. Yang dimaksud episode adalah tonggak-tonggak sejarah yang memiliki nilai-nilai perjuangan penting, yang mengandung jiwa, semangat danb nilai-nilai perjuangan yang luhur dan hakeki dari suatu bangsa. Makna dan nilai-nilai yang dikandung didalamnya inilah yang menentukan peranan penting episode sebagai wahana dan pendekatan dalam pengembangan program PendidikanSejarah Perjuangan Bangsa

    Pengantar filsafat sejarah

    No full text
    Buku ini menyederhanakan dan sangat dibuat minimalis pemikiran tentang filsafat sejarah dalam empat hal, yakni : pertama, konsep - konsep dasar filsafat sejarah, kedua, filsafat sejarah spekulatif. Ketiga, filsafat sejarah kritis. Dan empat, filsafat sejarah pragmatis. Sejarawan, mahasiswa sejarah dan masyarakat umum butuh pemikiran minimalis seperti ini supaya tidak terkooptasi oleh pemiiran yang serba "wah" sekarang ini. Akhirnya, buku ini akan mendapat tempat dalam gemuruhnya produk - [roduk ilmu pengetahuan berupa buku sejarah di Indonesia

    Peranan industri seni kerajinan perak di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pendukung pariwisata budaya

    Get PDF
    Kata kunci: Seni kerjainan, parsiwisat

    Pendidikan Humaniora dalam Rangka Pembaharuan Sistem Pendidikan Nasional

    Full text link
    Pendidikan nasional yang pada hakekatnya adalah USAha sadar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan konsep dasar ini Pemerintah memprogramkan bidang studi Humaniora masuk ke dalam kurikulum-kurikulum sekolah. Usaha memasukkan bidang studi Humaniora ke dalam kurikulum telah dirintis oleh Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional sebagai tercantum dalam naskah Laporan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional. Usaha ini kini menjadi nyata setelah Menteri P dan K, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto menyatakan akan menitikberatkan pendidikan Humaniora dalam policy pendidikannya (Suara Karya, 2 Mei 1983).Tulisan ini bermaksud membagas secara selintas mengenai pendidikan Humaniora dan fungsinya dalam sistem pendidikan nasional sebagai studi pendahuluan denan harapan nanti disusul suatu pembahasan yang lebih mendalam dan luas dari pihak-pihak kompeten

    Pengantar filsafat sejarah

    No full text
    ix, 131 hlm. : il. ; 21 cm

    Manusia Dan Sejarah

    No full text

    Sejarah Indonesia: Abad XIX - Awal Abad XX

    No full text
    x, 135 hal.; 21 cm

    Pengantar Filsafat Sejarah

    No full text
    Hakikat pengertian sejarah sesungguhnya hanya melihat dua hal, yakni: sejarah sebagai tulisan (history as written) dan sejarah sebagai kejadian (history as actuality). Buku ini memilih tujuh pengertian filsafat sejarah yang dikembangkan oleh Harry Ritter, R. G. Colingwood, Karl R. Popper, Patrick Gardiner, Ibn. Khaldun, W.H. Wals, D. C. Mulder, dan W.J. van der Meulen yang tentu saja selalu berkaitan erat dengan sejarah sebagai suatu tulisan dan sejarah sebagai suatu kejadian.Salah satu sarana penting untuk kegiatan ilmu pengetahuan ini juga dikemas dalam bentuk buku sejarah sebagai hasil kreativitas logis, afeksi, psikomotoris sejarawan Indonesia dewasa ini. Profesor A. Daliman menjadi salah satu dari sedikit sejarawan yang menaruh minat kepada filsafat sejarah untuk mengemas, membaca, mengembangkan dan bahkan mengkritik kembali tulisan-tulisan filsafat sejarah.Buku ini menyederhanakan dan sangat dibuat minimalis pemikiran tentang filsafat sejarah dalam empat hal, yakni: pertama, Konsep-Konsep Dasar Filsafat Sejarah; kedua, Filsafat Sejarah Spekulatif; ke tiga, Filsafat Sejarah Kritis dan; empat, Filsafat Sejarah Pragmatis. Sejarawan, mahasiswa sejarah dan masyarakat umum butuh pemikiran minimalis seperti ini supaya tidak terkooptasi oleh pemikiran yang serba "wah" sekarang ini.Akhirnya, buku ini akan mendapat tempat dalam gemuruhnya produk-produk ilmu pengetahuan berupa buku sejarah di Indonesia
    corecore