7 research outputs found
Penggunaan Trichoderma SP. Sebagai Agensia Pengendalian Terhadap Pyricularia Oryzae Cav. Penyebab Blas Pada Padi
Salah satu kendala dalam budidaya tanaman padi adalah penyakit blas padi yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae Cav. Salah satu cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah penggunaan agensia hayati ramah lingkungan. Penelitian inibertujuan mengetahui keefektifan Trichoderma sp. untuk menghambat pertumbuhan Pyricularia oryzae Cav. in vitro. dan mengetahui keefektifan Trichoderma sp.untuk mengurangi keparahan penyakit blas pada tanaman padi di lapangan. Penelitianini terdiri dari dua sub percobaan, pertama yaitu sub percobaan secara in vitro untuk menguji antagonisme Trichoderma sp. terhadap Pyricularia oryzae serta sub percobaan yang kedua yaitu menguji kefektifan Trichoderma sp. mengurangi keparahan penyakit blas pada tanaman padi di lapangan. Pada sub percobaan kedua disusun dalam rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri atas perlakuan benih disertai dengan penyemprotan suspensi konidia Trichoderma sp. terhadap padi kultivar Ciherang (T1) dan kontrol tanpa pemberian Trichoderma sp. (T0). Data keparahan penyakit yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (Anova), dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5% atau 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. mampu menghambat pertumbuhan Pyricularia oryzae secarain vitro dan perlakuan perendaman benih serta penyemprotan menggunakan suspensi konidia Trichoderma sp. mengurangikeparahan penyakit blas pada tanaman padi
Pengaruh Paenibacillus Polymyxa dan Pseudomonas Fluorescens dalam Molase terhadap Keterjadian Penyakit Bulai ( Peronosclerospora Maydis L.) pada Tanaman Jagung Manis
Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya jagung manis yaitu penyakit bulai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Paenibacillus polymyxa atau Pseudomonas fluorescens dalam molase terhadap keterjadian penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), pertumbuhan dan produksi jagung manis. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga jumlah unit percobaan yaitu 20. Perlakuan yang diujikan adalah Paenibacillus polymyxa yang diformulasikan dalam molase, Pseudomonas fluorescens yang diformulasikan dalam molase, tanpa bakteri, dan fungisida berbahan aktif metalaksil. Setiap ulangan terdapat 4 tanaman. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P. Polymyxa dalam molase lebih efektif dalam menekan keterjadian penyakit, meningkatkan tinggi tanaman dan bobot tongkol dibandingkan dengan perlakuan lainnya
The White-bellied Planthopper (Hemiptera: Delphacidae) Infesting Corn Plants in South Lampung, Indonesia
The White-Bellied Planthopper (Hemiptera: Delphacidae) Infesting Corn Plants in South Lampung, Indonesia. Corn plants in South Lampung were infested by newly-found delphacid planthoppers. The planthopper specimens were collected from heavily-infested corn fields in Natar area, South Lampung. We identified the specimens as the white-bellied planthopper Stenocranus pacificus Kirkaldy (Hemiptera: Delphacidae), and reported their field population abundance
