21 research outputs found
Sustainability of Sustainable Palm Oil: a Market Integration Analysis
Crude Palm Oil (CPO) is the biggest consumed vegetable oil in the world. The increase in CPO production raises concern on the environmental impact even outside the producing countries. As a response to this matter, the EU has made a requirement to only import certified CPO (CSPO). India and China, the two biggest importers in the world, are less restrictive to the environmental issues, and their demands are more influenced by CPO price levels. These countries are the main export markets for Indonesia and Malaysia, the two biggest CPO exporters in the world. This research using monthly price data from the Netherlands, Germany, Italy, EU28, India, China, Indonesia and Malaysia. Market integrations are tested with Cointegration Test, Vector Error Correction Model and Seemingly Unrelated Regression. The results show that these markets are integrated, but European countries are unlikely to lead the price movement. Therefore, the concern on sustainable certification from the European countries still slowly spreads to other main importers, resulting in low absorption of CSPO
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Menggunakan Credit Union (Cu) sebagai Lembaga Pembiayaan dalam USAhatani (Studi Kasus : Cu Sondang Nauli Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun)
Perbedaan pola pendapatan dan pengeluaran petani membuat petani membutuhkan lembaga lain untuk bisa membantu petani dalam pembiayaan USAhatani. CU berkembang di daerah penelitian dan banyak petani yang menggunakan pinjaman dari CU. Namun masih banyak petani yang tidak memanfaatkan pinjaman dari CU sebagai sumber pembiayaan dalam USAhataninya melainkan untuk kebutuhan konsumtif. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih CU sebagai sumber pembiayaan USAhatani di CU.Sondang Nauli Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun. Data dianalisis menggunakan metode regresi logit. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan, pengeluaran keluarga, jumlah tanggungan, dan pelayanan tidak mempengaruhi peluang keputusan petani dalam menggunakan CU Sondang Nauli sebagai modal dalam USAha tani. Faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menggunakan CU sebagai sumber pembiayaan USAhatani adalah umur dan pendapatan
Analisis Nilai Tambah USAha Ternak Sapi Potong (Studi Kasus: Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat)
Terdapat dua cara investasi dalam peternakan sapi yaitu USAha pembibitan dan penggemukan sapi potong. Akan tetapi, USAha pembibitan sapi potong kurang diminati oleh investor karena relatif lebih rumit dan memerlukan jangka waktu USAha yang lebih lama dibandingkan dengan USAha penggemukan sapi potong. Hal tersebut dapat dilihat dengan skala USAha peternakan yang relatif kecil. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 30 orang peternak USAha pembibitan dan 30 orang peternak USAha penggemukan sapi potong. Besar sampel ditentukan dengan Metode Slovin, Propotionate Stratified Sampling dan penarikan sampel ditentukan dengan Metode Snowball Sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan Metode Hayami dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai tambah yang dihasilkan pada USAha pembibitan lebih kecil dibandingkan pada USAha penggemukan sapi potong (2) harga indukan sapi, harga anakan sapi, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah USAha pembibitan sapi potong (3) harga sapi bakalan penggemukan, harga sapi hasil penggemukan, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah USAha penggemukan sapi potong
Hubungan Impor Beras dengan Harga Domestik Beras dan Produksi Beras di Sumatera Utara
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan impor beras dengan harga domestik beras, dan hubungan impor beras ke Sumatera Utara dengan produksi beras di Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan range waktu tahun 2007 sampai 2011 yang dianalisis dengan metode analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan : ada hubungan yang nyata antara impor beras dengan harga beras domestik, dan ada hubungan yang nyata antara impor beras dengan produksi beras dengan lag 2 musim tanam
Sikap Masyarakat Kota Medan Mengenai Biosolar sebagai Energi Alternatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif dan mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya menggunakan biosolar dan pendapatan) dengan sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif. Untuk mengetahui sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif dianalisis dengan analisis deskriptif berdasarkan nilai total skor pemberian skor pada setiap pilihan jawaban pada tiap pernyataan yang berjumlah 12 dengan jawaban “ya” skor 1 dan “tidak” skor 0. Untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya menggunakan biosolar dan pendapatan) dengan sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif digunakan analisis koefisien Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap masyarakat Kota Medan mengenai Biosolar sebagai energi alternatif adalah positif. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik sosial ekonomi yang diduga berhubungan dengan sikap responden yaitu umur, pendidikan, lama menggunakan biosolar dan pendapatan responden terhadap sikap mereka mengenai biosolar sebagai energi alternatif
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Adopsi Petani terhadap Sistem Pertanian Padi Organik (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai)
Sejak tahun 2001, Pemerintah Indonesia telah mensosialisasikan pertanian organik. Dengan program “Go Organic 2010” ditargetkan pada tahun 2010 dapat terealisasikan berbagai hal seperti: pengembangan produksi dan distribusi pupuk organik, mengalokasikan dana pembinaan dan alokasi subsidi pupuk organik, mengalokasikan dana pengadaan sarana dan membangun fasilitas pendukung yang dibutuhkan, sistem distribusi pupuk organik secara pabrikan serta adanya program-program pelatihan tentang manfaat penggunaan pupuk organik melalui demplot dan kelompok tani. Namun Kenyataannya sampai dengan tahun 2010 masih sangat sedikit petani padi yang menerapkan pertanian organik. Untuk menganalisis hal tersebut dilakukan penelitian di Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Data dikumpulkan dari 40 petani yang ditentukan secara Cluster Propotional Sampling. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap sistem pertanian padi organik dikatakan tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat adopsi petani terhadap sistem pertanian padi organik adalah keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, kemungkinan diamati, pengalaman bertani, tingkat kosmopolitan, tingkat partisipasi, saluran antarpribadi
Perbandingan Distribusi Pendapatan Keluarga Petani Kelapa Sawit Rakyat dengan Petani Padi Sawah (Studi Kasus : Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara)
Distribusi pendapatan merupakan masalah perbedaan pendapatan antara individu yang kaya dengan yang miskin. Perbedaan pendapatan timbul karena kepemilikan faktor produksi atau jenis komoditas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi pendapatan petani kelapa sawit relatif lebih merata dibandingkan petani padi sawah. Di Desa Ujung Kubu terdapat fenomena peningkatan luas lahan kelapa sawit dan penurunan luas lahan padi sawah. Data diperoleh dari 60 petani sampel dengan masing-masing komoditi sebanyak 30, dan dianalisis dengan Gini Ratio dan Kurva Lorenz. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani kelapa sawit rakyat tergolong ketimpangan sedang dengan kurva lorenz yang tidak menjauhi garis kemerataan sempurna, sedangkan pendapatan petani padi sawah tergolong ketimpangan rendah dengan kurva lorenz yang lebih mendekati garis kemerataan sempurna. Ketimpangan pendapatan keluarga petani kelapa sawit rakyat yang relatif tinggi disebabkan oleh tingginya variasi pendapatan yang berasal dari pekerjaan non-USAhatani sedangkan keluarga petani padi sawah umumnya tidak punya cukup waktu untuk melakukan pekerjaan non-USAhatani
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Beras Organik (Studi Kasus : Jappsa, Brastagi Supermarket dan Carrefour Plaza Medan Fair)
Beras organik adalah salah satu hasil dari produk pertanian organik. Semakin tingginya kesadaran konsumen akan pentingnya kesehatan dan pelestarian lingkungan sehingga diperkirakan permintaan beras organik akan meningkat namun produksi yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Hal ini disebabkan masih sedikitnya petani yang melakukan pertanian organik. Tingginya kualitas beras organik menyebabkan tingginya harga beras tersebut dibanding dengan harga beras biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan konsumen akan beras organik berfluktasi tiap bulannya. Hasil estimasi regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan dan persepsi berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam membeli beras organik. Sedangkan tingkat pendidikan, komposisi keluarga, rasio harga dan gaya hidup tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam membeli beras organik
