10 research outputs found
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan: seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi C
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi C ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model pembelajaran. Kompetensi profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi profesional dalam modul ini berisikan materi tentang tari tunggal, yang meliputi penjelasan tentang menentukan ide garapan dan tema (pengetahuan dasar tari tunggal, menentukan ide garapan, dan membuat tema/judul tari), merangkai gerak dan menentukan musik iringan (prinsip dasar merangkai gerak, membuat dan merangkai gerak, eksplorasi pola lantai tari tunggal, dan menentukan iringan tari), serta memperagakan tari tunggal dengan iringan (langkah-langkah mempersiapkan pertunjukan tari dan struktur penyajian tari)
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan: seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi A
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi A ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang karakteristik peserta didik, yang meliputi penjelasan tentang berbagai karakteristik belajar peserta didik, jenis kecerdasan peserta didik, permasalahan kesulitan belajar peserta didik, dan mengelola alur pembelajaran saintifik. Kompetensi profesional berisikan materi tentang pengetahuan seni tari, yang meliputi penjelasan tentang pengertian seni tari (pengertian kebudayaan, kesenian dan tari, serta definisi tari); seni tari berdasarkan unsur gerak, fungsi, bentuk, dan cara penyajiannya; dan seni tari berdasarkan konsep garapan (tari berdasarkan konsep garapan, tema, dan jenisnya)
Modul pengembangan keprofesian kerkelanjutan seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi e:tata rias dan tata busana tari
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi E ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang literasi teknologi informasi dan komunikasi, yang meliputi pendidikan abad ke-21, konsep dasar teknologi informasi dan komunikasi, serta penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Kompetensi profesional berisikan materi tentang tata rias dan tata busana tari, yang meliputi penjelasan tentang pengetahuan tata rias (kosmetik dan alat tata rias, rias wajah sesuai prosedur, dan tata rias koreksi), pengetahuan tata busana (busana tari nontradisi, busana tari mancanegara), serta rias dan busana tari (rias Tari dan busana tari)
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan: seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi E
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi E ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang literasi teknologi informasi dan komunikasi, yang meliputi pendidikan abad ke-21, konsep dasar teknologi informasi dan komunikasi, serta penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Kompetensi profesional berisikan materi tentang tata rias dan tata busana tari, yang meliputi penjelasan tentang pengetahuan tata rias (kosmetik dan alat tata rias, rias wajah sesuai prosedur, dan tata rias koreksi), pengetahuan tata busana (busana tari nontradisi, busana tari mancanegara), serta rias dan busana tari (rias Tari dan busana tari)
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan seni budaya seni tari SMA kelompok kompoetensi d:tari tunggal
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi C ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang pengembangan pembelajaran, tujuan pembelajaran dan prinsip pembelajaran yang mendidik. Kompetensi profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi profesional dalam modul ini berisikan materi tentang tari tunggal, yang meliputi penjelasan tentang menentukan ide dan tema tari (konsep ide dalam garapan, menentukan ide garapan, dan membuat tema/judul tari), merangkai gerak dan menentukan musik iringan (melakukan eksplorasi gerak, menyusun ragam gerak, konsep iringan tari, dan penerapan iringan tari), serta membuat desain kostum dan tari kelompok (konsep tata busana, penerapan busana tari, bentuk tari kelompok dan membuat tari kelompok)
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi b: dasar tari
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi B ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang teori dan prinsip-prinsip pembelajaran, yang meliputi penjelasan tentang teori pembelajaran, kelebihan dan kekurangan teori pembelajaran, serta prinsip-prinsip pembelajaran. Kompetensi profesional berisikan materi tentang dasar tari, yang meliputi penjelasan tentang unsur gerak dasar tari (gerak, ruang, waktu, tenaga, dan ekspresi), gerak dasar tari tradisi gaya Surakarta (motif gerak kepala dan leher, sikap pandangan mata, motif gerak tangan, motif gerak badan, dan motif gerak kaki), dan menarikan dasar tari rantaya (ragam gerak dasar tari rantaya, gerak dasar tari rantaya puteri, dan gerak dasar tari rantaya putera)
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan: seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi F
Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi F ini terdapat dua kompetensi yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang pengembangan potensi, yang meliputi penjelasan tentang konsep, tujuan, dan prinsip pengembangan potensi. Kompetensi Profesional berisikan materi tentang tari kreasi, yang meliputi penjelasan tentang mengklasifikasikan tari (pola tari kreasi bersumber dari tari tradisi dan pola tari kreasi nontradisi), mencipta tari kreasi (menemukan inspirasi, unsur gerak dalam penggarapan tari, dan proses garapan tari), dan memperagakan tari (uraian gerak tari kreasi)
TAMANSARI MONGSO RENDHENG KARYA HENDRO MARTONO DAN BAGHAWAN CIPTONING KAJIAN KONSEP KOREOGRAFI LINGKUNGAN
The research is aimed to determine, examine, and analyze an Architectural Choreography of Hendro Martono and Baghawan Ciptoning’s Tamansari Mongso Rendheng (TMR) presented on 1 and 2 March 2003 in Tamansari Keraton Yogyakarta. Conceptual Study on Choreography of TMR is a qualitative research conducted on November – June 2006. Data collecting techniques employed in the research were interview, observation, documentary study, and literaturestudy. Interview was conducted by directly asking questions to choreographers, artists, educational workers watching TMR, and the society around Tamansari.Observation was conducted by directly observing the TMR. Documentary study was regularly conducted through video record of TMR. Literature Study was conducted by reading documents relating TMR and literature on choreography. Results of the research show that: First, TMR choreography is an architectural choreography resulted by movement and sound exploration in a room of old building offering new discourse in efforts to fi ll and to bring to life ancient architecture through cultural behavior. Choreographic concept of TMR was conducted by observing Tamansari and its environment through choreography not only as entertainment, but also choreography as multifunction not only a dance performance but also a learning model for history, architecture, tourism, culture, sociology, and modern transformation. Second, the creation process of TMR included: experiencing, comprehending, imagining, implementing, and giving forms. TMR is divided into eight presentations of each repertoire as follow: 1) Gapura Panggung: photographs exhibition, 2) Gedong Sekawan: keroncong music, Glass Srimpi, Flamenco, Waltz, fl ash of past period, Dagelan Parikeno, 3) Umbul Binangun: Srimpen Lelumban, 4) Pasarean Ledhoksari:the servant’s (abdi) activities in well, Kamasutra, and Ngadi Sarira, 5) Gapura Agung: Isen-isene Jagad, 6) Kampung Taman: real life of the society, 7) Sumur Gumuling: Donga Joged, and 8) Urung-urung: self-contemplation of the onlookers after enjoying TMR.Keywords: Choreography, Architectural, Tamansari Environment, and Mangsa Rendhen
B I O S
Konsep garapan tari, tema tari siklus, titik tolak pemilihan tema tari berangkat dari gagasan empiris. Siklus adalah suatu perputaran kehidupan. Peristiwa kanak - kanak menjadi besar. Unsur gerak tari Jawa, Bali, dan beberapa gerak tari tradisis yang ada di Indonesia, dengan memadukan unsur - unsur agar kesatuan gerak - gerak merupakan tempelan - tempelan gerak yang wantah.Judul tari : Bios. Perjalanan kehidupan manusia penuh liku - liku dan tidak lepas dari konflik - konflik dengan sesamanya. Gagasan pengembangan tari - tari tradisi yang ada di Indonesia, sekaligus mewadahi ide tentang perjalanan pribadi. Konsep bertipe dramatik. Mode penyajian simbolis karena tidak mengikuti alur cerita, hadirnya tokoh kadang - kadang muncul, hanya mendukung suasana dramatik.Iringan dalam garapan tari gamelan Bali, jenis suasana religius, sedih gembira. Tata pentas proscenium stage
Tamansari mongso redheng karya Hendro Martono dan Baghawan Ciptoning kajian konsep koreografi lingkungan.
Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis koreografi arsitektural taman sari mangso redheng (TMR) karya Hendro Martono dan Baghawan Ciptoning.Hasil penelitian adalah koreografi TMR merupakan koreografi arsitektural sebagai hasil dari eksplorasi gerak dan suara pada ruang bangunan yang lama yang menawarkan wacana baru dalam upaya mengisi dan menghidupkan arsitektur kuno dengan perilaku budaya. Proses penciptaan TMR meliputi tahap-tahap merasakan, menghayati, menghayalkan, mengejawahtahkan dan memberikan bentuk
