10 research outputs found

    Perakitan Varietas Salak Sari Intan 48

    Full text link
    Salacca Varietal Development of Sari Intan 48. Sri Hadiati, Agus Susiloadi, and Tri Budiyanti. The availability of new superior salacca varieties, which fulfills consumer’s preference, will increase fruit consumption and farmer’s income as well. Generally, consumers prefer salacca fruit which has the following characteristics: sweet taste, thick flesh and spineless peel. Crossing method is hoped to meet demand. This study aimed to obtain a new superior salacca variety through crossing within salacca varieties which were ready to release. The study was conducted in Solok district of West Sumatera Province and Tanjung Pinang district of Riau province and started from year 2002 to 2008. The method used in this research was crossing between Gula Pasir x Pondoh salacca, then their seeds were germinated at Indonesian Tropical Fruit Research Institute, located in Solok. The seedlings were then planted in Tanjung Pinang. Selection and evaluation activities were done over two years. The results showed that compared with Pondoh, Gula Pasir, and Bali varieties, the salacca of Sari Intan 48 had the following superior characters : thick flesh (0.5-1.8 cm), sweet taste (TSS: 19-20.8° Brix), no sour taste and non astringent, high vitamin C content(58.65 mg/100 g), and strong aroma

    Hasil Persilangan dan Pertumbuhan Beberapa Genotipe Salak

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk membentuk populasi pemuliaan salak hasil persilangan dari beberapa genotipe dan mengetahui respon pertumbuhan persilangan tersebut selama di pembibitan. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, pada bulan Januari-Desember 2003. Persilangan dilakukan di Padang Sidempuan, Solok, Bogor, dan Yogyakarta. Tetua betina yang digunakan adalah salak Sidempuan Putih dan Merah, Pondoh, Mawar, dan tetua jantan adalah salak Mawar, Sanjung Pondoh, Jawa, Affinis, dan Sidempuan. Biji-biji hasil persilangan tersebut dikecambahkan dan dipelihara di Solok sampai siap tanam di lapang. Untuk mengetahui pertumbuhan bibit selama di pembibitan rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan 19 perlakuan (genotipe) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase silangan jadi dan persentase tumbuh genotipe yang diamati berkisar antara 21,8-59,1% dan 3,6-98,4%. Genotipe yang berasal dari S. sumatrana (salak Sidempuan) mempunyai ukuran tanaman yang lebih besar (tinggi tanaman, panjang tangkai, dan lebar pucuk anak daun), tetapi jumlah daunnya relatif sedikit dibandingkan dengan genotipe lainnya. Pertumbuhan beberapa genotipe salak selama di pembibitan ini diharapkan dapat digunakan untuk mengestimasi pertumbuhan tanaman salak di lapang

    Daya Gabung Dan Aksi Gen Pada Karakter Buah Dan Hasil Dari Populasi Setengah Dialel Lima Genotipe Pepaya (Carica Papaya L.)

    Full text link
    Salah satu masalah dalam perakitan varietas hibrida, yaitu memilih tetua yang mempunyai daya gabung tinggi. Untuk menghasilkan hibrida F1 pepaya dengan kualitas dan produksi yang tinggi diperlukan informasi daya gabung yang tinggi antartetua. Penelitian bertujuan mengetahui daya gabung umum (DGU) dan daya gabung khusus (DGK) untuk mendukung program perbaikan genetik varietas pepaya. Pendugaan DGU dan DGK menggunakan populasi setengah dialel lima genotipe pepaya. Lima tetua pepaya yang dipergunakan, yaitu BT2, Carmina, Dampit, Carmida, and Merah Delima. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot buah, panjang buah, dan kekerasan daging dikendalikan oleh aksi gen aditif. Tetua Dampit dapat dipilih sebagai tetua dengan DGU terbaik untuk karakter tersebut. Karakter tebal daging, PTT, jumlah buah, produksi per pohon, dan persentase buah cacat dikendalikan oleh aksi gen nonaditif karena efek DGK dan ragam nonaditif lebih besar daripada efek DGU dan ragam aditif. Hibrida Carmina x Carmida mempunyai nilai DGK dan rata-rata yang tinggi untuk karakter tebal daging dan PTT. Hibrida BT2 x Dampit, Carmina x Dampit, Dampit x Merah Delima, dan Dampit x Merah Delima mempunyai DGK dan rerata yang tinggi untuk karakter produksi per pohon. Pasangan kombinasi hibrid F1 tersebut dapat berpotensi untuk dipilih sebagai varietas unggul hibrida pepaya dengan keunggulan produksi buah yang tinggi. Calon varietas unggul baru pepaya tersebut dapat dikembangkan di masyarakat sehingga akan meningkatkan produksi pepaya di Indonesia

    Evaluasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup Dampak Pembangunan Pasar Kahayan Kota Palangka Raya

    Full text link
    This study aims to evaluate the process of environmental management and monitoring as a result of the development of the Kahayan Market, which actually has environmental documents. Aspects assessed include community perceptions, water quality and water biota (plankton), and the impact of the development of the Kahayan Market in Palangka Raya City in general. Based on the provisions, the implementation of environmental management and monitoring is carried out by the Palangka Raya City Public Works and Spatial Planning Agency as a joint Initiator with the Kahayan Market Manager/Government Market UPTD. These activities were not carried out, so there was no reporting and evaluation of management and monitoring. Laboratory analysis of physical parameters, namely suspended solids (TSS) at observation point A-2, shows that the water condition has passed the Class II water quality standard required by PP No. 82 of 2001, amounting to 50 mg/l. Analysis of chemical parameters shows that the water chemistry conditions have exceeded the Class II water quality standards required by PP No. 82 of 2001, namely BOD content of 3 mg/l; and COD content of 100 mg/l. Total Coliform at the A-1 observation point was 16,000 MPN/100 ml and at the A-2 point was 92,000 MPN/ml. Other chemical parameters such as Phosphate, and Ammonia content have also exceeded the established standard

    Penggunaan Salam Smart dalam Meningkatkan Kesehatan Mental dan Penerapan Protokol Kesehatan pada Kelompok Pengajian

    Full text link
    ENGLISHThe covid-19 pandemic that has occurred for a long time brings changes in the entire order of human life, including religion. Religious and social activities, like "pengajian" must immediately adapt to the new norms. An educational program is needed to ensure that every activity in "pengajian" group complies with the health protocols and reduces the potential for the emergence of new Covid-19 clusters. "Salam Smart" Program is a Healthy and Happy Life Strategy in the pandemic period. It is hoped to increase the implementation of health protocols and mental health of the members of this community. This study aimed to describe the contribution of “Salam Smart” Program on mental health improvement and the implementation of health protocols in the "pengajian" group. There were 29 participants to determine the effectiveness of the program. Data were collected using the Prokesmen Scale consisting of subscales i.e. the Health Protocol Scale (Reliability 0.875), and the Mental Health Scale (Rel = 0.796). The descriptive quantitative data analysis was applied and resulted that there was an increase of 2.62 in the application of health care and 3.92 in mental health. It can be concluded that the “Salam Smart” Education Program can be carried on as a strategy to live a healthy and happy life during the pandemic. INDONESIAPandemi Covid-19 yang cukup panjang tentunya membawa Perubahan pada seluruh tatanan kehidupan manusia, termasuk agama. Kegiatan keagamaan dan sosial harus segera beradaptasi dengan norma-norma baru. Untuk memastikan setiap kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan dan mengurangi potensi munculnya klaster Covid-19 baru dari kelompok pengajian, perlu diadakan program edukasi. Melalui Program “Salam Cerdas” sebagai Strategi Hidup Sehat dan Bahagia di Masa Pandemi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan protokol kesehatan dan kesehatan jiwa para anggota komunitas pengajian. Ada 29 peserta untuk menentukan efektivitas program. Pengumpulan data menggunakan Skala Prokesmen yang terdiri dari subskala yaitu Skala Protokol Kesehatan (Reliabilitas 0,875), dan Skala Kesehatan Jiwa (Rel = 0,796). Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan dan hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan 2,62 dalam penerapan perawatan kesehatan dan 3,92 dalam kesehatan mental. Dapat disimpulkan bahwa Program Pendidikan “Salam Cerdas” dapat dijadikan sebagai strategi untuk hidup sehat dan bahagia di masa pandemi
    corecore