19 research outputs found
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KEWARGANEGARAAN SISWA SESUAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMAN 1 SULIKI
This study is motivated by the low level of civic awareness among students at SMAN 1 Suliki and the continued use of conventional teaching methods that do not actively involve students. This situation poses a challenge in realizing the Pancasila Student Profile, which emphasizes values such as collaboration, critical thinking, and social responsibility. The research aims to optimize project-based learning as a contextual and participatory approach to civic education. This qualitative research employed a descriptive method through observation, in-depth interviews, and documentation involving Civics teachers and Grade X students. Data were analyzed using the interactive model by Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that: (1) project-based learning was systematically designed by integrating values of the Pancasila Student Profile, including collaboration, independence, and critical reasoning; (2) its implementation showed fairly good results, marked by active student participation in school-based social campaigns, although some aspects were not yet optimal due to limited teacher readiness and students’ need for more guidance; (3) supporting factors included school and teacher support, available learning media, and student collaboration, while inhibiting factors involved limited teacher training, time constraints, and lack of student experience in independent and group work. In conclusion, project-based learning contributed significantly to improving students’ civic awareness, though continuous improvement is needed in teacher training, time management, and student mentoring to ensure more effective and comprehensive implementation
PENGGUNAAN MEDIA WORDWALL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI PADA KELAS X FASE E5 DI SMAN 1 BAYANG PESISIR SELATAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya media yang digunakan pada pembelajaran Sosiologi di SMAN 1 Bayang Penelitian ini bertujuan untuk. (1). Membahas rancangan pembelajaran Sosiologi dengan menggunakan media Wordwall untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatkan perserta didik. (2), Mengetahui cara yang tepat dalam menggunakan media Wordwall dalam pembelajaran Sosiologi (3). Menemukan faktor-faktor yang menghambat dan mendukung pembelajaran Sosiologi dengan menggunakan media Wordwall. memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang implementasi media ini. Metode penelitian ini yang dipakai kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang di lakukan adalah wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data ini reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall dalam pembelajaran Sosiologi. Hasil menujukan bahwa terdapat 8 tahap dalam merancang pengunaan media wordwall (1). Masuk ke akun wordwall (2). Buat akun (3),Buat aktifitas(4).Buat judul materinya (5).Templet (6).Soal (7).Tema (8). Tautan link. Tahap cara mengunakan media Wordwall ada 4 tahap (1).Menampilkan apliasi wordwall (2).Memberikan intruksi kepada perserta didik (3).Memastikan siswa tidak ada yang mengang handphone (4). Guru menampilkan medi. Faktor Pendukung ada 3 (1). Ketersedian Fksilitas teknologi (2) Motivasi belajar siswa yang tinggih (3) Guru Menguasasi Teknologi (4) Pembelajaran Berbasis Aktif dan Kolaboratif Faktor Penghambat Pembelajaran ada 4 tahap (1) Keterbatasan akses internet (2) Belum semua guru terbiasa dengan medi digital (3) Gangguan Teknis saat pembelajara
Penerapan Model Pembelajaran Three Step Interview dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas X SMAN 3 Solok Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya penerapan model pembelajaran kooperatif khususnya Three Step Interview, karena pada saat sekarang ini guru cenderung menggunakan model pembelajaran dengan metode konvensional seperti metode ceramah pada setiap pembelajaran, sehingga kebanyakan siswa menjadi pasir atau kurang aktif dalam belajar dan cepat bosan. Hal ini juga terjadi khusunya pada guru sosiologi di SMAN 3 Solok Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, menyusun alat evaluasi model pembelajaran Three Step Interview dalam pembelajaran sosiologi kelas X IPS. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontruktivisme yang dikemukakan oleh Shymansky. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Populasi pada penelitian ini yaitu keseluruhan siswa kelas X IPS, sampel yaitu kelas X IPS 5. Instrumens data digunakan yaitu tes hasil belajar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Three Step Interview di SMAN 3 Solok Selatan adalah bahwa penelitian model pembelajaran Three Step Interview dapat peningkatan hasil belajar secara persentase.
Kata Kunci: Model Pembelajaran, Three Step Interview, Pembelajaran Sosiolog
Cooperative Learning Model Jigsaw and Interest Type in Improving Learning Outcomes of SMA Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir Selatan
Effect of Cooperative Model of Jigsaw Type Learning and Student Interest in improving learning outcomes in SMA Negeri 1 Sutera. The research method used in writing this essay in accordance with the type of research is quasi experimental research (quasi experimental), where the research variables can not be fully controlled. This research has a control group. The research design used to measure learning method and student's interest toward the result of dissemination of culture and religion. This research is parenting at level (2x2), with state of student interest level. The results of the study revealed (1) the learning outcomes of students who were taught by the Jigsaw cooperative model approach were better than the conventional approach, (2) the students' learning outcomes had high interests taught by the Jigsaw type cooperative model better than the conventional approach, (3) learning of students with low interests taught by Jigsaw type cooperative models is better than conventional model
Cooperative learning model jigsaw and interest type in improving learning outcomes of SMA negeri 1 sutera Kabupaten Pesisir Selatan
Effect of Cooperative Model of Jigsaw Type Learning and Student Interest in improving learning outcomes in SMA Negeri 1 Sutera. The research method used in writing this essay in accordance with the type of research is quasi experimental research (quasi experimental), where the research variables can not be fully controlled. This research has a control group. The research design used to measure learning method and student's interest toward the result of dissemination of culture and religion. This research is parenting at level (2x2), with state of student interest level. The results of the study revealed (1) the learning outcomes of students who were taught by the Jigsaw cooperative model approach were better than the conventional approach, (2) the students' learning outcomes had high interests taught by the Jigsaw type cooperative model better than the conventional approach, (3) learning of students with low interests taught by Jigsaw type cooperative models is better than conventional models
Sejarah pendidikan daerah Sumatera Barat
Buku ini memuat uraian tentang pertumbuhan pendidikan di Sumatera Barat, mulai dari pendidikan tradisional, pendidikan Barat abad ke-19, pendidikan formal abad ke-20 sampai pendidikan zaman Jepang dan Indonesia pada masa kemerdekaan
IMPLEMENTASI CREATIVE, CRITICAL THINGKING, COMMUNICATIVE, AND COLLABORATIVE (4C) DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X IK DI MAN 1 SOLOK
Pelaksanaan pembelajaran Creative, Critical Thingking, Communicative, Collaborative, yang digunakan guru sejarah dalam menekankan keterampilan siswa kelas X IK di MAN 1 Solok. Pengaplikasian 4C ini siswa dituntut lebih berpikir kritis dalam menganalisa materi dan menyampaikan pemikiran serta mengembangkan ide baru. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan rancangan, pelaksanaan, cara guru mengevaluasi pembelajaran 4C dalam pembelajaran sejarah Indonesia kelas X IK di MAN 1 Solok. Metode yang digunakan yaitu, metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Hasil penelitian rancangan pembelajaran 4C yaitu mengumpulkan informasi terkait materi, menganalisis materi yang sudah dikumpulkan, mengemukakan hasil analisis, mendiskusikan materi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran 4C yang dilakukan guru meliputi kegiatan guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan pembelajaran, guru memberikan siswa kesempatan untuk menganalisis materi, siswa bersama guru menarik kesimpulan diakhir pembelajaran. (3) Evaluasi yang dilakukan guru menggunakan 4C yaitu guru memberikan pertanyaan disetiap akhir pembelajaran, siswa diberikan tugas berbentuk Mind Mapping, jenis soal yang digunakan guru Low, Middle, HOTS
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 DI SMAN 2 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pembelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Batang Anai dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran Sosiologi pada kurikulum 2013 yang dibuat oleh guru namun belum dapat dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan belum diterapkan di kelas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sosiologi pada siswa kelas XI IPS 1 diSMAN 2 Batang Anai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif untuk menggambarkan masalah yang diteliti. Mengambil 7 informan. Ada dua jenis data dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan dengan unit analisis penelitian individu ini.Kata kunci: Pembelajaran, Kurikulum 2013, Sosiologi </jats:p
Rancangan Pembelajaran Sejarah dengan Teknik Inside - Outside Circle Pada SMA Negeri 2 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang kurang mengerti dengan metode ceramah yang digunakan guru, dikelas IPS SMAN 2 Batang Anai pada Pembelajaran Sejarah tujuan penelitian ini adalah 1). Mendeskripsikan rancangan pembelajaran sejarah dengan Teknik Inside Outside Circle (IOC) 2). Mendeskripsikan Langkah-Langkah Pembelajaran Sejarah Dengan Teknik Inside Outside Circle (IOC) 3). Mengetahui alat evaluasi dalam pelaksanaan proses belajar sejarah yang menggunakan Teknik Inside Outside Circle (IOC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode (Library research)/ studi kepustakaan pengumpulan data studi kepustakaan dan dokumentasi, analisis data melalui tahap pengumpulan data adalah editing, classifaying, vertifikasi, analzing, concluding/menarik kesimpulan. Hasil penelitian tentang rancangan pembelajaran sejarah dengan Teknik Inside Outside Circle (IOC) yaitu 1. Menemukan Teknik pembelajaran inside Outside Circle untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan peserta didik dalam belajar 2. Langkah Langkah pembelajaran dengan Teknik inside outside Circle sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses PBM 3. Alat evaluasi dalam Teknik Inside Outside Circle berupa pemberian soal-soal kepada peserta didik untuk mengkur kemampuan peserta didi
