2 research outputs found

    Transformasi Kaligrafi Tradisional Ke Digital Sebagai Media Dakwah Era Baru

    Get PDF
    Kaligrafi merupakan salah satu media dakwah, namun tidak banyak orang yang bisa menulis kaligrafi Arab, hanya mereka yang memiliki bakat alami atau telah menerima pendidikan formal atau informal saja. Setelah hadirnya kaligrafi digital dari pemanfaatan teknologi membuat orang mudah membuat kaligrafi tanpa harus memiliki keahlian khusus. Penelitian ini mengeksplorasi transformasi kaligrafi tradisional ke dalam bentuk digital sebagai media dakwah di era baru. Dengan latar belakang perkembangan teknologi digital yang pesat, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi tersebut dan dampaknya dalam konteks dakwah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode library reserch (penelitian Pustaka), data dikumpulkan dengan memahami dan mempelajari teori-teori dari literatur yang relevan dengan penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa transformasi ini tidak hanya mempertahankan nilai estetika dan religiusitas kaligrafi, tetapi juga memperluas jangkauan dan aksesibilitasnya. Teknologi digital memberikan peluang untuk variasi penyajian dan interaktivitas yang meningkatkan daya tarik dakwah. Kesimpulannya, transformasi kaligrafi tradisional ke dalam bentuk digital adalah inovasi yang memperkaya metode dakwah di era baru dan menjaga keberlanjutan seni kaligrafi di tengah perkembangan zaman

    Dekonstruksi Tradisi Kudus Membaca Larangan Penyembelihan Sapi dalam Penyembelihan Sapi dalam Perspektif Pemikiran Mohammad Arkoun

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi larangan penyembelihan sapi pada perayaan Idul Adha di Kudus melalui pendekatan dekontruksi pemikiran Mohammed Arkoun. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap praktik tradisi lokal serta konsep dekontruksi dalam Islam. Data dikumpulkan melalui telaah literatur historis, budaya, dan keagamaan yang berkaitan dengan tradisi Kudus serta pemikiran Mohammed Arkoun. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa larangan penyembelihan sapi di Kudus tidak merupakan bentuk penyimpangan terhadap prinsip-prinsip dasar ajaran Islam, melainkan manifestasi dari adaptasi budaya yang menekankan nilai-nilai toleransi dan humanisme. Tardisi ini merepresentasikan wajah Islam yang dinamis, kontekstual, dan responsif terhadap realitas sosial, tanpa mengabaikan keteguhan terhadap akidah Islam. Berdasarkan hasil tersbut, penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan dekontruksi Arkoun memberikan kontribusi penting dalam membuka ruang interpretasi baru terhadap praktik keberagamaan lokal sebagai ekspresi keislamaan yang transedental dan kontekstual
    corecore