28 research outputs found

    Analisis Genetic Gain Ikan Nila Pandu (Oreochromis Niloticus) Antara Generasi F4 Dan F5 Pada Umur 5 Bulan

    Full text link
    The purpose of this research is to compare the growth of the 4th generation (F4) and the 5th generation (F5) of Pandu tilapia and to determine the genetic gain value of Pandu tilapia from the F4 generation to the F5 generation at the age of 5 months. This research took place in Janti Freshwater Fish Hatchery and Aquaculture Unit, Klaten, in October-November 2012. The fish samples were males and females of F4 and F5 generation Pandu tilapia at the age of 4 months. This research applied 2 treatments and 3 replications for each sex, the F4 and F5 generations for male Pandu tilapia and also the F4 and F5 generations for female Pandu tilapia. The rearing treatment lasted in 30 days. The variables measured were weight, total length, thickness, survival rate, specific growth rate, relative growth rate, feed convertion ratio, and genetic gain of each variable. The results of this research indicate that the growth of F5 Pandu tilapia is better than F4 Pandu tilapia. The genetic gain value of Pandu tilapia from F4 to F5 generation at the age of 5 months are as follows, weight genetic gain : male (♂) 30,56 % and female (♀) 27,90 %; total length genetic gain : male (♂) 9,64 % and female (♀) 1,71 %; thickness genetic gain : male (♂) 13,26 % and female (♀) 11,71 %; survival rate (SR) genetic gain : male (♂) 1,89 % and female (♀) 2,75 %; specific growth rate (SGR) genetic gain : male (♂) 12,81 % and females (♀) 10,84 %; feed convertion ratio (FCR) genetic gain : male (♂) 0,78 % and females (♀) 0,63 %

    Analisis Genetic Gain Ikan Nila Kunti (Oreochromis Niloticus) Antara Generasi F4 Dan F5 Pada Umur 5 Bulan

    Full text link
    Tilapia (Oreochromis niloticus) is one kind of freshwater fish which are economical important and widely cultivated by people as export commodities. The efforts to improve the quality of tilapia using selection program are needed in order to increase production and profitability of tilapia growers. High quality parents and seeds are absolutely necessary in tilapia farming activities because the superior parent seed quality is expected to be obtained as well. This study aims to compare the growth between Kunti Tilapia F4 males with F5 male and F4 female with F5 female and also to know the value of genetic gain Kunti Tilapia at age 5 months. Tested fish used in the study were Kunti Tilapia F4 and F5 at the age of 4 months. The rearing treatment lasted in 30 days. The variables measured were survival rate, relative growth rate, weight, total length, thickness, food convertion ratio, and genetic gain. This study used two treatments and 3 replications for each gender (F4 and F5 ♂ and F4 and F5 ♀). The research was conducted in October to November in SATKER PBIAT Janti, Klaten.The genetic gain value of Kunti tilapia from F4 to F5 generation at the age of 5 months are as follows, SR genetic gain : male (♂)2,72 % and female (♀)3,02 %; RGR genetic gain : male (♂) 11,37 % and female (♀) 10,78 %; weight genetic gain : male (♂)25,91 % and female (♀)24,9 %; total length genetic gain : male (♂) 8,08 % and female (♀) 1,51 %; thickness genetic gain : male (♂) 12,09 % and females (♀) 11,79 %; food convertion ratio (FCR) genetic gain : male (♂) 0,95 % and females (♀) 0,83 %. The Growth of Kunti Tilapia F5 generation is better than the F4 generation

    Analisis Karakter Reproduksi Ikan Nila Kunti (Oreochromis Niloticus) F4 Dan F5

    Full text link
    Ikan nila di Indonesia merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting. Berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan produksi ikan nila, salah satunya adalah dengan pemuliaan seperti perbaikan genetik. Selective breeding adalah riset genetik yang dominan untuk memperbaiki pertumbuhan sebagai tujuan utama baik dari seleksi famili maupun individu. Harapannya adalah generasi F5 ikan nila kunti memiliki peningkatan performa dari ikan nila kunti F4. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakter reproduksi yang dihasilkan dari ikan nila kunti F4 dan F5 sehingga diketahui terjadinya peningkatan performa karakter reproduksi dari generasi 4 ke generasi 5. Karakter reproduksi diamati heritabilitasnya, heritabilitas merupakan nilai dugaan yang mampu menunjukkan laju Perubahan yang dapat dicapai dengan seleksi untuk suatu sifat di dalam populasi. Penelitian ini dilakukan dengan 2 perlakuan dan masing-masing terdiri dari 30 ulangan. Karakter reproduksi meliputi fekunditas, HR, diameter telur, bobot telur, panjang dan bobot larva menetas, panjang dan bobot larva lepas telur dan jumlah larva dimulut. Data tersebut diuji peningkatan performa reproduksi dengan analisis heritabilitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan performa karakter reproduksi dari induk F4 ke F5 dilihat dari meningkatnya hasil fekunditas; HR; diameter dan bobot telur; panjang dan bobot larva menetas; panjang dan bobot larva lepas telur dan jumlah larva dimulut serta didukung nilai heritabilitas fekunditas dan HR dari induk F4 ke F5 yang dikategorikan sebagai nilai kisaran yang tinggi. Kualitas air selama penelitian tidak dilakukan upaya untuk mempertahankan namun masih berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan ikan nila kunti

    Performa Pertumbuhan Strain Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) yang Berbeda pada Sistem Budidaya Minapadi

    Full text link
    The purpose of study is to observe the effect of different tilapia strains in Rice-fish culture systems to the growth (individual absolute weight growth, RGR), feed utilization eficiency (EPP) and survival rate (SR) of tilapia. The method used in this research was experimental method carried out in the field. The material that used was tilapia seed in size 7 -10 cm with average individual weight 12- 24 gr. The trial design in this research used completely randomized design (CMD) with 3 treatment and 3 replications. The treatment tested A (Larasati), B ( Gift), and C (Gesit). The feed was given 2 times a day in the morning and afternoon. The variable measurable were individual absolute weight growth, RGR, EPP and SR. The result shows that the giving growth performance of different tilapia strains has highly significant (P> 0.01) to the individual absolute weight growth (gr), relatif growth rate (RGR), feed utization eficiency (EPP) and not significant influence (P ˃ 0.05) to survival rate (SR) of tilapia. Treatment A gives high relative growth rate and individual absolute weigth growth is 8.81% / day and 125.47 gr. Treatment A provide the best feed utilization eficiency of 84.08% and survival rate ranged from 86.46 to 94.94%. Range of water quality is still in decent condition for tilapia cultivation media. Based on the study it can be concluded that larasati tilapia strain provides the best growth in Rice-fish culture systems

    Hibridisasi Ikan Nila Pandu Dan Kunti Generasi F5 Terhadap Efek Heterosis Ikan Nila Larasati (Oreochromis Niloticus) Generasi F5 Pada Umur 5 Bulan

    Full text link
    This research aimed to compare the heterosis effect of Larasati Tilapia from F5 generation the growth variable weight, length, thickness, survival rate and food convertion ratio, for ♂ Larasati F5, ♂ Pandu F5, ♂ Kunti F5; and ♀ Larasati F5, ♀ Pandu F5, ♀ Kunti F5 at the age of 5 month. This research was conducted in Freshwater Hatchery and Aquaculture Unit Janti, Klaten. Larasati Tilapia F5 generation, Pandu Tilapia F5 generation, and Kunti Tilapia F5 generation at the age of 4 months. This research were used 3 treatments and 3 replications for each sex. The treatment used was Larasati Tilapia F5, Pandu Tilapia F5, and Kunti Tilapia F5 generation. The result show that growth of Tilapia Larasati F5 generation was better than the parent generation Tilapia Pandu F5 generations and Tilapia Kunti F5 generations. Heterosis value of Larasati Tilapia F5 generation at the age of 5 months were, weight of (♂) 31.45% and (♀) 26.94% . Length of (♂) 22.90% and (♀) 19.96%. Thick of (♂) 22.84% and (♀) 19.88%. Survival rate of (♂) 1.33% and (♀) 1.48%. Food convertion ratio of (♂) -0.76% and (♀) -0.68%

    Studi Perbandingan Pertumbuhan Dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Strain Larasati, Hitam Lokal Dan Merah Lokal Yang Dibudidayakan Di Tambak

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeliharaan beberapa strain ikan Nila yang dipelihara di tambak Tugu, Semarang. Variabel yang diamati meliputi nilai pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pemanfaatan pakan, feed convertion ratio (FCR) dan kelulushidupan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila larasati, nila merah lokal dan nila hitam lokal yang berukuran 3,43-3,84cm (D20-D30) dengan bobot berkisar antara 5,26-5,67g sebanyak 10 ekor/hapa. Perlakuan uji adalah A (Larasati), B (Hitam Lokal) dan C (Merah Lokal). Hasil penelitian ini menunjukan nilai laju pertumbuhan spesifik perlakuan A merupakan yang terbaik (4,69±0,12%/hari) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perbedaan strain ikan nila juga memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai efisiensi pemanfaatan pakan dan FCR. Nilai efisiensi pemanfaatan pakan tertinggi didapatkan pada perlakuan A (71,29±5,88%) dan nilai FCR yang lebih baik didapatkan pada perlakuan A (1,41±0,12) dan C (1,59±0,18). Nilai kelulushidupan baik pada perlakuan A, B maupun perlakuan C tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perbedaan strain ikan Nila yang dipelihara di tambak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pertumbuhan panjang mutlak, bobot mutlak, laju pertumbuhan relative, efisiensi pemanfaatan pakan, FCR akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan ikan Nila. This research conducted to know the effects of different strain of tilapia (Oreochromis niloticus) in brackishwater pond at Tugu, Semarang. Variable observated are length growth, weight growth, specific growth ratio, feed efficiency, feed convertion ratio and survival rate. Method used complete randomized Subject of this research was the larvae of strain larasati, local red and local black sized 3.43-3.84cm (D20-D30). That were treatment A (10 fish/m2 density), treatment B (10 fish/m2 density), treatment C (10 fish/m2 density). The method implemented in the study is Complete Randomize Design with 3 treatments with 3 times repeat for each fish. The strain tilapia differences of the media in A (larasati), B (local red), C (local black). The result of its research showed value of spesific growth rate (4.69±0.12%/day) depend on other treatment. Different tilapia strain also given significant effect (P<0.05) to feed efficiency and FCR. Treatment A showed higest result of feed efficiency (71.29±5.88%). Treatment A and C showed better results of FCR (1.41±0.12 and 1.59±0.18).Survival rate of treatment A, B and C hasnt significant effect (P>0.05). The results showed difference tilapia strains give significant effect (P<0.05) to length growth, weight growth, spesific growth rate, feed efficiency and FCR but there's no significant effect (P>0.05) to survival rate

    Pengaruh Penambahan Recombinant Growth Hormone (Rgh) Pada Pakan Dengan Kadar Protein Tinggi Terhadap Pertumbuhan Dan Tingkat Kelulushidupan Benih Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan recombinant Growth Hormone (rGH) pada pakan dengan kadar protein tinggi terhadap pertumbuhan dan mengetahui kadar protein terbaik serta tingkat kelulushidupan benih ikan Gurame strain Bastar (Osphronemus gouramy) pada fase pendederan benih. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Muntilan, Jawa Tengah. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan gurame bastar, berumur 10 hari setelah menetas. rGH yang digunakan adalah recombinant Epinephelus lanceolatus Growth Hormone (rElGH). Pembuatan larutan rGH untuk 1 kg pakan adalah pencampuran rGH 2 mg + kuning telur 20 gram + larutan Phosphate Buffered Saline (PBS) 100 ml, dicampur & disemprotkan secara merata ke pakan dan diberikan secara at satiation setiap 3 hari 2 kali. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu: perlakuan A (pakan protein 37% + rGH), perlakuan B (pakan protein 40% + rGH) dan perlakuan C (pakan protein 43% + rGH), dan perlakuan D (pakan protein 46% + rGH) masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diukur meliputi: Panjang Total, Bobot Total, Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Survival Rate (SR) dan Kualitas Air. Data dianalisa dengan analisa ragam anova dan deskriptif. Pendederan benih berlangsung selama 60 hari. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi rGH dan pakan dengan kadar protein tinggi, menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap Panjang Total, Bobot Total, SGR, FCR, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR benih ikan gurame. Nilai pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan terbaik didapatkan pada perlakuan C dengan nilai Panjang Total: 3,12±0,006 cm, Bobot Total: 1,38±0,07 gram, SGR: 4,28±0,05% per hari, FCR: 1,05±0,04, EPP: 93,66±3,34 dan SR: 85,34±2,08%.This research aims to assess the added effect of recombinant growth hormone (rGH) in feed with high protein content on the growth and knowing the best protein content and survival rate of fish seed strain Gurame (Osphronemus gouramy) in seed nursery phase. This research was conducted in Balai Perbenihan dan Budidaya Air Tawar ( BPBIAT ) Muntilan, Central Java. Test fish used are bastar strain gouramy, aged 10 days after hatching. rGH used is a recombinant Ephinephelus lanceolatus Growth Hormone. Made of combination between rGH for 1 kg of feed is mixing rGH 2 mg + yolk 20 g + solution Phosphate Buffered Saline ( PBS ) 100 ml , mixed and sprayed evenly to feed and fed by at satiation every 3 days 2 times. This research used Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, ie : treatment A ( feed protein 37 % + rGH ) , treatment B ( feed protein 40 % + rGH ) and treatment C ( feed protein 43 % + rGH ) , and treatment D ( 46 % protein feed + rGH ), each treatment was repeated 3 times. Variables measured include: Total Length , Total Weight , Specific Growth Rate ( SGR ) , Feed Conversion Ratio ( FCR ) , Survival Rate (SR), Efficiency of Feed Utilization (EFU) and Water Quality. Data were analyzed by analysis of variance ANOVA and descriptive. Separating the seeds lasts for 60 days. The results showed that the combination of RGH and feed with high protein content , showed highly significant effect ( P <0.05 ) of the Total Length , Total Weight, SGR , FCR , and no significant effect ( P >0.05 ) to SR fish seed. Value growth and the level of the best survival was found in treatment C with a value Length Total : 3.12 ± 0.006 cm , Weight Total : 1.38 ± 0.07 grams , SGR : 4.28 ± 0.05 % per day , FCR : 1.05±0.04 , EPP: 93.66±3.34 and SR : 85.34 ± 2.08%

    Analisis Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Benih Ikan Nila Saline Strain Pandu (Oreochromis Niloticus) Yang Di Pelihara Di Tambak Tugu, Semarang Dengan Kepadatan Berbeda

    Full text link
    Padat penebaran merupakan hal yang penting dalam USAha penampungan dan pendederan karena akan mempengaruhi oksigen terlarut dan ammonia. Kepadatan yang tinggi maka oksigen terlarut akan berkurang, sebaliknya ammonia akan semakin bertambah akibat buangan metabolisme ikan dan juga sisa pakan. Kondisi tersebut merupakan tekanan lingkungan yang dapat menyebabkan Kenyamanan ikan menjadi terganggu. Pertumbuhan akan terhambat karena energi yang seharusnya digunakan untuk petumbuhan dipakai ikan untuk mempertahankan dirinya dari tekanan lingkungan. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepadatan yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan nila Pandu (O. niloticus) dan juga untuk mengetahui kepadatan yang terbaik untuk kelulushidupan (SR) dan pertumbuhan pada benih nila Pandu (O. niloticus) yang dipelihara di tambak. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari pengamatan, dimulai dari bulan April sampai dengan Mei 2013 di, tambak desa Tapak kecamatan Tugu, Semarang. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila Pandu (O. niloticus) berukuran 3 - 5 cm (D20-D60) dengan bobot 0,58 g. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksprimen lapangan dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing 3 kali ulangan. Perbedaan padat penebaran pada setiap perlakuan A, B, dan C masing- masing adalah 15 atau 9 ekor/m2, 25 atau 15 ekor/m2, dan 35 atau 21 ekor/m2 yang dipeliharan di tambak dengan menggunakan hapa. Ikan diberi pakan 5% dari berat biomassa ikan pada pagi, siang, sore hari pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 WIB. Variabel yang diuji adalah laju pertumbuhan spesifik (SGR), kelulushidupan (SR), Tingkat Produksi konversi pakan (FCR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap kelululushidupan, namun berbeda sangat nyata terhadap (P>0,01) pertumbuhan, tingkat produksi, dan rasio konversi pakan. Nilai laju pertumbuhan spesifik untuk masing-masing perlakuan A, B, dan C yaitu (6,94±0,028%), (6,23±0,041%), dan (5,63±0,003%). Nilai kelulushidupan untuk masing-masing perlakuan A, B, dan C yaitu (97,78±3,85%), (97,33±2,31%), dan (97,14±2,86%). nilai tingkat produksi untuk masing-masing perlakuan A,B,dan C adalah (99,96±7,14 g), (178,98±10,96 g), (257,56±16,67 g) Nilai FCR untuk masing-masing perlakuan A, B, dan C yaitu adalah (0,58±0.04), (0,75±0,04), dan (0,89±0,06). Hasil pengukuran parameter kualitas air untuk suhu berkisar antara 26 – 310C, Salinitas 12 – 14 ppt; pH 7,97 – 8,69; DO 3,25 – 3,78 mg/l; dan amonia 0,02 – 0,04 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelulushidupan dan pertumbuhan terbaik dengan kepadatan 15 atau 9 ekor/m2. Density stocking important thing deep relocation effort and Nursery because will regard dissolved oxygen and ammonia. Tall density therefore dissolved oxygen will decrease, on the contrary ammonia will get buangan's effect crescent metabolite fishes out and also residuary weft. Condition of that constitute environment pressure that can cause fish convenience becomes to be troubled. Growth will be constrained since energy that necessarily been utilized for Growth is used fishes out to keep her of environment pressure. Conducted research aimed to determine the effect of different density on the growth of Tilapia Pandu (Oreochromis niloticus) and also to determine the best density for survival rate (SR) and growth in Tilapia Pandu strain seed (Oreochromis niloticus) were kept in fish ponds. The research was carried out during 40 days of observation, starting from April to May 2013 in desa tapak, Tugu district, Semarang. Test fish used are Tilapia Pandu (Oreochromis niloticus) fairish 3-5 cm (D 20 -D 60 ) with wight 0,58 g. The Eksprimen's method field used in this study is completely randomized design (CRD) with 3 treatments and each of 3 replications. Differences in stocking density on each treatment A, B, and C, respectively 15 or 9 fish/m2, 25 or 15 fish/m2, and 35 or 21 fish/m2 were keep in the ponds by using hapa. The fish were fed 5% of the fish biomass at 08:00, 12:00, and 16:00 pm. Variables tested is specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), production level and water quality.The results showed that stocking density had no effect (P <0.05) against survival rate, but highly significant effect (P> 0.01) growth rate. Value of the specific growth rate for each treatment A, B, and C are (6.94 ± 0.028%), (6.23 ± 0.041%), and (5.63 ± 0.003%) survival values for each treatment A, B, and C are (97.78 ± 3.85%), (97.33 ± 2.31%), and (97.14 ± 2.86%). production level values for each treatment A, B, and C are (99,96±7,14 g), (178.96±10,96 g), dan (257,56,±16,67 g). FCR values for each treatment A, B, and C which is (0.58 ± 0:04), (0.75 ± 0.04), and (0.89 ± 0.06). The results of measurements of water quality parameters for the temperature range between 26 - 330C, salinity 12-14 ppt; pH 7.97 to 8.69; DO from 3.25 to 3.78 mg / l, and ammonia from 0.02 to 0.04 mg / l. Based on the results of this study concluded that the best survival and growth of the density is 15 or 9 fish/m2
    corecore