803 research outputs found
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN APOGONIDAE PADA EKOSISTEM LAMUN DI TELUK AHMAD RHANG MANYANG KABUPATEN ACEH BESAR
ABSTRACTResearch on the distribution and abundance of fish species Apogon Kiensis, from Apogonidae family, was conducted on September 2017 on seagrass Ahmad Rhang Manyang bay, Lamreh, Aceh Besar District. Distribution data collection and abundance using systematic sampling method and belt transect technique. Fish datas collect starts from at 1 to 5 meter with 3 repetitions. The result of observation Apogonidae family fish distribution showed that the index value of morisita ranged from 0.91 - 1 with the random and uniform category. The results of observation of fish family abundance Apogonidae at every depth of 1 meter to 5 meters ranged between 7 ind / 100 m^2 until 16,67 ind / 100 m^2and known relative abundance ranged between 100%, relative frequency and frequency ranged between 100%. Based on the results of depth comparison, apogonidae fish abundance along with depth increases the amount of fish is also increasing and fish distribution pattern is randomly caused by the environmental condition is homongent, while fish are uniformly influenced by high natural selectivity so that there is a competition that pushes for the same spatial distribution. This spread may be suspected due to food competition.Keywords : Distribution and abundance of Apogon Kiensis fish, Apogonidae family, Ahmad Rhang Manyang Bay.ABSTRAKPenelitian tentang distribusi dan kelimpahan ikan spesies Apogon Kiensis, Famili Apogonidae telah selesai dilakukan pada tanggal 25 September 2017 pada kawasan padang lamun di Perairan Teluk Ahmad Rhang Manyang, Lamreh, Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan data distribusi dan kelimpahan menggunakan metode sistematik sampling serta tehnik metode belt transect. Pengambilan data ikan dilakukan dimulai pada kedalaman 1 sampai 5 meter serta dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil pengamatan distribusi ikan famili Apogonidae menunjukan nilai indeks morisita berkisar antara 0,91 - 1 dengan kategori acak dan seragam. Hasil pengamatan kelimpahan ikan famili Apogonidae pada setiap kedalaman 1 meter sampai 5 meter berkisar antara 7 ind/100m2 sampai 16,67 ind/100 m2 dan diketahui kelimpahan relatif berkisar antara 100%, frekuensi dan frekuensi relatif berkisar antara 100%. Berdasarkan hasil perbandingan kedalaman, kelimpahan ikan apogonidae seiring pertambahan kedalaman jumlah ikan semakin meningkat dan pola distibusi ikan secara acak disebabkan terjadi kondisi lingkungan bersifat homongen, sedangkan ikan secara seragam dipengaruhi selektifitas alam yang tinggi sehingga timbul kompetisi yang mendorong untuk pembagian ruang hidup yang sama penyebaran ini dapat diduga karena persaingan makanan.Kata Kunci : Distribusi dan kelimpahan ikan Apogon Kiensis, Famili Apogonidae, Teluk Ahmad Rhang Manyang
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Menjadi Bahanbakar Nabati Dengan Proses Termokimia
Bahan bakar minyak adalah sumber energy utama yang sangat dibutuhkan olehmasyarakat. Dewasa ini, harga bahan bakar minyak semakin melambung tinggiyaitu sebesar 60 UD per barel. Harga ini kemungkinan biasmeningkat karena bahan bakar minyak merupakan energy yang tidak dapatdiperbaharui dan keberadaannya semakin tahun akan semakin berkurang. Untukmengatasi kelangkaan bahan bakar minyak tersebut diperlukan suatu pemikiranbaru tentang energy alternative. Salah satu cara untuk mendapatkan energyalternative tersebut dengan cara memanfaatkan etanol. Etanol merupakan energyyang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan. Sumber pembuatan etanoldigunakan tanaman eceng gondok (Eichornia crassipes). Eceng gondok(Eichornia crassipes) merupakan tanaman yang memiliki kecepatan tumbuh yangtinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusaklingkungan perairan. Eceng gondok (Eichornia crassipes) dapat dimanfaatkanmenjadi etanol melalui berbagai proses. Dalam penelitian ini lebih menekankanpada teknik termokimia dalam proses pembuatannya. Proses termokimia meliputitahap pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan tahap destilasi. Pada pembuatanbioetanol ini dilakukan tahapan : (1) Pretreatment Basa denganmenggunakan NaOH 1% (2) Hidrolisis asam sulfat 20 ml, 30 ml, dan 40 ml, (3) dilanjutkandengan penggunaan 4 gr Saccharomyces cerevisiae pada tahap fermentasi, (4)dilanjutkan proses destilasi dengan pemanasan 78 - 79 selama 60 – 90 menit.Kadar etanol tertinggi yang dihasilkan pada saat volume asam sulvat sebanyak 40ml yaitu 150 ml hasil destilasi
KAJIAN KUALITAS LAHAN TAMBAK DAN SOSIAL EKONOMI PADA BUDIDAYA UDANG DAN IKAN DI KECAMATAN SEUNUDDON KABUPATEN ACEH UTARA
Samsul Bahri, 2013. Kajian Kualitas Lahan dan Sosial Ekonomi Pada Budidaya Udang dan Ikan Di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Tesis Magister, Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, di bawah bimbingan Indra dan Muyassir.ABSTRAKPenelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengkaji kualitas lahan tambak dan sosial ekonomi pada budidaya udang dan ikan di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Parameter kualitas lahan (tanah dan air) dianalisis dengan metode analisis parameter fisika, kimia dan biologi dan dibandingkan kondisi riil dengan kondisi ideal (teori). Untuk mendapatkan data sosial ekonomi dengan pengamatan di lapangan dan menggunakan kuisioner, selanjutnya untuk melihat hubungan produktivitas tambak dengan sosial ekonomi menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lahan tambak yaitu tekstur tanah proporsi pasir tidak sesuai dengan baku mutu budidaya udang. Pengelolaan tambak dan teknologi yang digunakan termasuk pengelolaan tambak secara tradisional plus, tingkat produksi udang rata-rata 178.54 kg/ha dengan padat tebar 17.804.88 ekor/ha. Tingkat produksi ikan rata-rata 295.87 kg/ha dengan padat tebar 1.066.17 ekor/ha. Secara parsial faktor yang mempengaruhi produktivitas tambak dari sosial ekonomi untuk budidaya udang adalah modal dan luas lahan, sedangkan untuk budidaya ikan faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah luas lahan.Kata kunci : Kualitas lahan tambak, sosial ekonomi, udang dan ika
ANALISIS DISTRIBUSI SUHU DAN SALINITAS PERMUKAAN LAUT SAMUDERA HINDIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN PROBE
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP KINERJA ANGGOTA LEGISLATIF KABUPATEN ACEH UTARA DARI PARTAI ACEH (SUATU PENELITIAN DI ACEH UTARA)
PEMBERIAN NAMA GELAR ABDI DALEM DALAM PERSPEKTIF HISTORIS DAN URGENSI UNTUK IPS DI KRATON YOGYAKARTA
Stratifikasi abdi dalem pada nama gelar. Mendeskripsikan
sejarah dan proses pemberian nama gelar abdi dalem
perspektif historis dan urgensi untuk IPS.
Mendeskripsikan urgensi pemberian nama gelar abdi
dalem perspektif historis dan urgensi untuk IPS, dan
Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat
urgensi pemberian nama gelar abdi dalem di kraton
Yogyakarta dari perspektif historis untuk IPS. Metode
penelitiannya adalah penelitian deskriptif kualitatif. hasil
penelitian, pemberian nama gelar abdi dalem berdasarkan
pangkat dan kedudukan, nama gelar memberikan identitas
status dan mereka diberikan pendidikan. Cara sikap
perilaku, berbudaya, dan berjiwa sosial. Patut ditauladani
didalam kehidupan kita, bagaimana abdi dalem
memberikan sikap dan prilaku yang baik, sopan dan ikhlas
dalam menjalani segala tugasnya. Abdi dalem yang
memberikan ketulusan hati untuk melestarikan budaya dan
mempertahankan identitas budaya itu sendiri. Dengan
mengetahui dan memahami pemberian nama gelar abdi
dalem, memberikan manfaat untuk IPS, sebagai ilmu
pengetahuan yang bisa disampaikan dan dapat dijalankan
dalam kehidupan
Perspektif Teori Struktural Fungsionalisme Tentang Ketahanan Sistem Pendidikan Pesantren
: The Perspective of Structural-functional Theory on the Sustainability of Pesantren's Education System. This paper examines the sustainability of Islamic boarding school system. The method used descriptive-analytic with sociology approach. This study found that the resilience of pesantren education system in the perspective of the theory of structural functionalism has the durability and strong continuities due to its four functions, namely; adaptability with with the community, goal attainment form students to have a certain personality, integration of institutional system and curriculum, and maintenance of cultural patterns value systems. In addition, the schools have kiai leadership in the process of boarding school education. Therefore, a large boarding school that has the durability and continuities are schools that perform four functions of structural systems. If not, then certainly the pesantren education system does not have a strong resistance, even to be displaced as Islamic educational institutions
Pengaruh Pengembangan Karier dan Kompetensi terhadap Produktivitas Kerja Serta Implikasinya pada Kinerja Pegawai Dinas Pu Bina Marga Wilayah Kerja Sumatera Selatan
Penelitian ini ditujukan adalah untuk mendeskripsi pengaruh kompetensi, pengembangan karier dan kompetensi kerja secara parsial maupun simultan terhadap produktivitas kerja dan implikasinya terhadap kinerja pegawai Dinas PU Bina Marga Wilayah Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif dan survey eksplanatori dengan ukuran sampel sebesar 207 responden, diambil dari populasi yang berjumlah 274. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah SEM (Structural Equation Modeling). Pengujian model menggunakan Goodness of Fit sesuai dengan criteria yang diinginkan. Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan temuan sebagai berikut: pengembangan karier berpengaruh dan signifikan terhadap produktivitas. Kompetensi kerja berpengaruh dan signifikan terhadap produktivitas. Pengembangan karier dan kompetensi kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas. Secara parsial, ternyata pengembangan karier lebih dominan memengaruhi produktivitas. Pengembangan karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kompetensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. produktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Dan Pengembangan karier, kompetensi kerja, dan produktivitas secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara parsial, ternyata produktivitas lebih dominan memengaruhi kinerja pegawai. Rekomendasi perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui variasi variabel lain yang memengaruhi kinerja pegawai, seperti variabel iklim organisasi, etos kerja. Kepemimpinan, budaya kerja dan motivasi kerj
- …
