40 research outputs found
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE DAN VOICE BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. SULUH ARDHI ENGINEERING
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara leader member exchange dan voice behavior pada karyawan PT. Suluh Ardhi Engineering. Voice behavior adalah komunikasi informal seorang karyawan berupa ide, gagasan, informasi, kritik atau saran mengenai permasalahan yang ada dalam lingkungan kerja dan isu-isu yang berhubungan dengan organisasi. Populasi penelitian sebanyak 100 orang karyawan yang bekerja sebagai engineer PT. Suluh Ardhi Engineering. Uji coba diberikan kepada 50 orang karyawan engineer dan penelitian dilakukan kepada 50 orang karyawan engineer. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala voice behavior (28 aitem, α=.928) dan skala leader member exchange (31 aitem, α=.960). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara leader member exchange dengan voice behavior rxy=.71 dengan p=.000 (p<0.05). Leader member exchange memberikan sumbangan efektif sebesar 49.2% terhadap voice behavior
ANALISIS PENERAPAN GARIS PANDU BARE BELOW THE ELBOW (BBE) BAGI SERAGAM PERAWAT DI SINGAPURA DALAM PERSPEKTIF PERAWAT MUSLIMAH DI SINGAPURA
Memakai tudung ketika bertugas dipandang sebagai peluang yang diidamkan oleh
setiap wanita Muslimah yang bekerja, terutama mereka yang berada dalam bidang
perubatan. Batasan aurat bagi seorang wanita adalah keseluruhan tubuhnya kecuali
muka dan kedua telapak tangannya. Namun, terdapat beberapa pendapat yang
berbeda mengenai batasan aurat seorang wanita berdasarkan keperluan sesuai
konteks individu dalam masyarakat hari ini, terutama sekali pekerjaan sebagai
seorang perawat atau dalam sektor perubatan. Objektif penelitian ini adalah untuk
meneliti penerapan garis pedoman “BBE” (Bare Below The Elbow) bagi seragam
perawat di Singapura dalam perspektif perawat Muslimah di Singapura. Metode
penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknis pengumpulan data
menerusi kajian lapangan, wawancara, survei dan kajian perpustakaan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa seragam tambahan “BBE” ini dapat
dilaksanakan mengikut keperluan menurut keadaan tempat bertugas
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA APOTEK SALWA
Laporan akhir ini membahas perancangan sistem informasi akuntansi persediaan barang dagang pada Apotek Salwa menggunakan aplikasi Microsoft Access 2024. Sistem ini dirancang untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul akibat pencatatan persediaan secara manual, seperti ketidaktepatan data, kesalahan pencatatan, dan keterlambatan informasi mengenai stok obat. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi langsung dengan pihak Apotek Salwa. Sistem informasi akuntansi persediaan yang dirancang terdiri dari berbagai komponen seperti tabel, query, form, dan report, yang terintegrasi untuk mencatat transaksi pembelian dan penjualan serta menghasilkan laporan kartu persediaan secara otomatis. Aplikasi ini juga memungkinkan pemantauan ketersediaan obat secara real-time sehingga meminimalkan risiko kehabisan stok atau penumpukan barang yang tidak diperlukan. Hasil dari implementasi sistem menunjukkan bahwa penggunaan Microsoft Access mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data persediaan di Apotek Salwa. Dengan sistem yang terkomputerisasi ini, diharapkan apotek dapat mengoptimalkan kegiatan operasional dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan
PEMBINAAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP PENDIDIKAN TARBIYAH ISLAMIYAH PAKJO PALEMBANG
PEMANFAAATAN TULANG IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) DAN AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN PANGAN
Sisa penggunaan bahan organik atau bagian bahan organik yang tidak digunakan seperti tulang ikan dan ampas kelapa dapat dimaksimalkan menjadi makanan. Tulang ikan gabus merupakan sisa pengolahan ikan gabus yang belum dimanfaatkan secara optimal pada proses pembuatan makanan olahan khas kota Palembang. Ampas kelapa merupakan sisa dari pengolahan kelapa parut menjadi santan. Tulang ikan gabus dan ampas kelapa akan menjadi limbah organik jika tidak dimanfaatkan, menghasilkan gas pencemar hasil dekomposisi/penguraian bahan organik oleh mikroorganisme berupa gas metana dan gas lainnya yang memperparah pemanasan global serta menambah tonase sampah. Tujuan penelitian untuk mengurangi limbah organik dan memanfaatkan kandungan gizi tulang ikan gabus dan ampas kelapa yang diolah menjadi makanan tradisional khas Sumatera Selatan yang bentuk dan teksturnya menyerupai makanan olahan sambal lingkung (abon). Proses produksi terdiri dari pengumpulan, pembersihan, penghalusan semua bahan, serta penyangraian. Perlakuan dalam penelitian ini adalah uji mikroorganisme (ALT) dengan hasil 0 CFU/gr dan uji organoleptik dengan memberikan sampel kepada 100 panelis konsumen. Hasil penelitian menunjukan 59 panelis suka dengan warna, 60 panelis suka dengan aroma, 65 suka dengan tekstur, dan 49 panelis suka dengan rasa dari sambal lingkung Tulang Ikan Gabu
PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DAN ANGKA MELEK HURUF (AMH) TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI BANTEN
ABSTRACT
FATIMAH AZZAHRAH. 8105101812. Effect of Gross Regional Domestic Product (GDP) and literacy rate (AMH) Against Poverty in Banten province. Jakarta: Economic Education Cooperative Studies Program, Department of Economics and Administration, Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2015.
This study aims to determine the effect of Gross Domestic Product (GDP) and literacy rate (AMH) Against Poverty in Banten Province in 2009 and 2013. The method used is exposed facto method using panel data that is a combination of time series data and cross section. The calculation model used is Common Effect. Simultaneous analysis results obtained GDP and literacy rate (AMH) significantly affect the number of poor people in the province of Banten. Based on the analysis of the partial results obtained GDP significantly positive effect on the number of poor people, and AMH negative bepengaruh significantly to the number of poor people. Variations influence of two independent variables can be known by R2 value of 0.67,
thus, 67% of variations in the level of poverty is influenced by GDP and literacy rate (AMH) while the remaining 33% are influenced by other factors outside the research model.
Keywords: Poverty, GDP, AM
PERTANGGUNGJAWABAN PEMILIK KAPAL TERHADAP KERUGIAN YANG TIMBUL AKIBAT TABRAKAN KAPAL MENURUT HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL BELANDA
ABSTRAK
Tabrakan kapal merupakan hal yang sering terjadi di zona pelayaran dan menimbulkan kerugian bagi pihakpihak tertentu. Kerugian yang terjadi akibat tabrakan kapal diantaranya rusaknya lingkungan sekitar laut,terdampaknya hewan-hewan sekitar dan tercemarnya properti sekitar area terdampak. Pemilik kapal merupakan pihak yang berperan penting atas tanggung jawab terkait dengan kerugian yang ditimbulkan tersebut. Kasus kapal Bow Jubail yang menabrak dermaga di Pelabuhan Rotterdam memberikan beban tanggung jawab kepada National Chemical Carries Ltd selaku pemilik kapal. Hal tersebut diatur dalam International Convention on Civil Liability for Oil Pollution Damage 1992, International Convention on Civil Liability for Bunker Oil Pollution Damage, 2001, dan hukum Belanda yakni Wet aansprakalijkheid olieotankschepen. Rumusan masalah yang dikemukakan sebagai berikut: (1) Bagaimana pengaturan pertanggungjawaban pemilik kapal terhadap kerugian yang timbul akibat tabrakan kapal di wilayah suatu negara menurut hukum internasional dan (2) Bagaimana pertanggungjawaban pemilik kapal Bow Jubail pada tabrakan di Pelabuhan Rotterdam ditinjau dari hukum internasional dan nasional?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan pendekatan undang- undang, pendekatan kasus, serta endekatan analitis. Hasil Penelitian menyimpulkan (1) Pengaturan pertanggungjawaban pemilik kapal atas kerugian diatur dalam, CLC 1992 Pasal 3 ayat (1), Convention on Limitation of Liability for Maritime Claims 1996 Pasal 2 Ayat (1), Bunker Convention, 2001 Pasal 3 Ayat (1) dan Pasal 6. Hukum intenasional memberikan kewajiban kepada pemilik kapal untuk bertanggung jawab akibat kerugian yang ditimbulkan akibat aktivitas dari kapalnya. (2) Tanggung jawab kapal Bow Jubail dibebankan kepada Perusahaan National Chemical Carries, Ltd berupa ganti rugi sebesar SDR 15.991.676,00 sesuai dengan ketentuan hukum nasional Belanda yakni Wet aansprakalijkheid olieotankschepen yang tunduk pada hokum internasional CLC 1992 serta melakukan koordinasi dengan organisasi yaitu Sea Alarm dan Son Respons untuk membantu pemulihan burung-burung yang terkena dampak dari tumpahan minyak tersebut.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban,Perusahaan, Pemilik Kapal, Kerugian, Tabrakan, Hukum Internasional, Hukum Nasiona
Pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an di SD Islam Cendikia Faiha Palembang
Penelitian ini menganalisis Pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an di SD Islam Cendikia Faiha Palembang serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan informan seperti Kepala Sekolah, Pembina tahfidz, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an berjalan cukup baik dengan koordinasi, motivasi, komunikasi, dan pengarahan yang baik. Faktor pendukungnya termasuk tersedianya guru qiraah/tahfidz, fasilitas seperti musholla, dan dukungan lingkungan. Faktor penghambatnya termasuk pengaturan waktu antara tahfidz dan sekolah, perbedaan tingkat kecerdasan siswa, dan kurangnya kerja sama dengan orang tua siswa
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF�MANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI TINGKAT NOMOPHOBIA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 PA’JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG
Penelitian ini menelaah penerapan teknik self-management untuk mereduksi
tingkat nomophobia pada siswa di SMP Negeri 1 Pa’jukukang. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana gambaran tingkat nomophobia pada
siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pa’jukukang? (2) Bagaimana gambaran
pelaksanaan penerapan teknik self-management untuk mereduksi tingkat
nomophobia pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pa’jukukang? (3) Apakah
penerapan teknik self-management dapat mereduksi tingkat nomophobia pada
siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pa’jukukang?. Tujuan penelitian ini adalah: (1)
Untuk mengetahui gambaran tingkat nomophobia pada siswa kelas VIII di SMP
Negeri 1 Pa’jukukang. (2) Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penerapan
teknik self-management dalam mereduksi tingkat nomophobia pada siswa kelas
VIII di SMP Negeri 1 Pa’jukukang. (3) Untuk mengetahui penerapan teknik self�management dalam mereduksi tingkat nomophobia pada siswa kelas VIII di SMP
Negeri 1 Pa’jukukang. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,
jenis penelitian Eksperimental, dengan model quasi eksperimental design.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak
16 siswa menggunakan teknik startifed random sampling. Analisis data yang
digunakan skala nomophobia. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan
analisis statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gambaran
tingkat nomophobia pada siswa kelas VIII sebelum diberikan layanan berupa
penerapan teknik Self-Management berada pada kategori tinggi, (2) Gambaran
pelaksanaan teknik Self-Managemant untuk mereduksi tingkat nomophobia pada
siswa SMP Negeri 1 Pa’jukukang dilaksanakan sebanyak 4 tahap self�management yaitu self-monitoring, self-contracing, self-reward dan stimulus�control dalam 6 kali pertemuan, (3) Penerapan teknik self-management secara
signifikan dapat mereduksi tingkat nomophobia pada siswa kelas VIII di SMP
Negeri 1 Pa’jukukang ditandai dengan siswa mampu mengontrol penggunaan
smartphonen
KEADILAN DALAM PELAKSANAAN POLIGAMI DI KELANTAN DITINJAU DARI PERSPERKTIF AL-QURAN
Skripsi ini berjudul KEADILAN DALAM PELAKSAAN
POLIGAMI DI KELANTAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF ALQURAN. Poligami merupakan salah satu fenomena yang ada dalam
pernikahan. Kata poligami secara etimologi berasal dari bahsa Yunani,
dari kata poli atau polus yang artinya banyak dan gamein atau gamos
yang berarti perkawinan dan ta’adzudz al-zaujah dalam hukum Islam;
yang berarti beristeri lebih dari seorang wanita. Bila kata ini digabungkan
(polus dan gamos), maka poligami akan berarti pernikahan banyak, dan
bisa jadi dalam jumlah yang tidak terbatas. Poligami dalam islam
mempunyai arti pernikahan yang lebih dari satu, dengan batasan,
umumnya dibolehkan hanya sampai empat wanita. Walaupun ada juga
yang memahami ayat tentang poligami dengan batasan lebih dari empat
atau bahkan lebih dari sembilan isteri. Islam membolehkan poligami
dengan syarat jika suami dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya itu akan
tetapi, apabila dia tidak bisa berlaku adil, maka tidak boleh memiliki istri
lebih dari satu seperti di dlaam firman Allah QS An-Nisa ayat 3. Adapun
yang dimaksudkan dengan adil di sini, seperti yang telah di singgung
dalam makna mufradat, adalah keadilan dalam memberi nafkah yang
sesuai dengan keadaan masing-masing, dan pembagian waktu buat
mereka. Adapun perasan hati, yang terkadang lebih menyayangi yang satu
dari yang lain, tidaklah mengapa selama tidak di wujudkan dalam
tindakan atau perbuatan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam QS AnNisa ayat 129. Penelitian ini didasarkan pada dua rumusan masalah yaitu:
Apakah makna keadilan dalam berpoligami menurut Al-Quran?
Bagaimanakah perlaksanaan poligami di Kelantan di tinjau dari perspektif
Al-Quran? Setelah melakukan penelitian ini, penulis berkesimpulan
bahwa secara keseluruhannya masyarakat yang berpoligami tidak
menolak hukum poligami dan mereka menerima sebagaimana yang telah
difirmankan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran. Ada beberapa
responden yang coba mempraktekkan poligami sebaiknya dengan
memahami Al-Quran yang terkandung didalamnya ajaran yang baik dan
memandang bahwa di dalam berpoligami adil itu akan terlaksana bila
setiap pasangan saling memahami diantara satu dan yang lain. Namun
berbeda dengan yang lain, penulis melihat keadilan masih tidak terlaksana
dengan sebaiknya apabila tidak adanya kesepakatan yang disenangi oleh
semua pihak dan pensyaratan serta perlaksanaannya banyak menimbulkan
permasalahan dalam poligami. Penelitian yang dibuat membuktikan
bahwa masyarakat yang berpoligami dan yang dipoligami gagal
mempraktekkan adil yang dituntut oleh Allah SWT apabila pensyaratan
dan perlaksanaan setengah dari responden hanya mengikut kata hati
sendiri dan melukai banyak pihak. Sebab inilah yang menjadi faktor
perbedaan dalam hal pandangan diantara masyarakat Kelantan. Oleh itu
walau apa pun bentuk perkahwinan samada monogami mahupun
poligami, maka seseorang yang bergelar ketua keluarga itu mestilah
memastikan supaya rumahtangganya di penuhi dengan unsur-unsur yang
telah ditetapkan oleh Al-Quran Surah AI-Rum ayat 3, Surah Al-Nisa' ayat
19, Surah Al-Baqarah ayat 237 dan Surah Al-Nur ayat 32. Nescaya
perkahwinan monogami mahupun poligami tidak akan berlaku kezaliman
dan penyelewengan dalam Institusi Kekeluargaan Islam.
iii
ABSTRAC
