5 research outputs found

    Protokol Routing pada Vanet: Taksonomi dan Analisis Perbandingan antara Dsr, Aodv, dan Tora

    Get PDF
    VANET yang merupakan bagian dari MANET adalah teknologi yang memungkinkan komunikasi nirkabel antar berbagai kendaraan yang bergerak atau antara kendaraan dengan unit komunikasi yang terdapat di sepanjang jalan. VANET dikembangkan untuk mendukung ITS dalam meningkatkan keselamatandi jalan raya dan efisiensi lalu lntas. Jaringan ad-hoc ini juga dirancang untuk memungkinkan pertukaran pesan-pesan peringatan antar kendaraan untuk meningkatkan keselamatan penumpang dan informasi-informasi lain terkait dengan aplkasi dan layanan VANET. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan supaya VANET dapat beroperasi denganbaik. Hal-hal tersebut antara lain masalah keterbatasan bandwidth, keamanan, skalabilitas, protokol kendali akses media (MAC) dan mekanisme routing. Ada beberapa karakteristik khusus dari VANET yang perlu diperhatikan oleh protokol routing, antara lain : mobilitas node yang tinggi, jumlah dan kepadatana node yang tidak tetap, dan topologi jaringan yang terus berubah. Diperlukan protokol routing tertentu untuk mewujudkan komunikasi yang handal, kontinyu dan tanpa batas antar node pada VANET. Secara garis besar, protokol routing pada VANET dikelompokkan menjadi dua: kelompok protokol yang berdasarkan posisi kendaraan dan kelompok yang berdasar pada topologi jaringan. Tulisan ini akan membahas mengenai protokol routing DSR, AODV, TORA dan menjelaskan bagaimana ketiga protokol reaktif ini menjalankan mekanisme routing pada VANET. Kelebihan dan kekurangan dari ketiga protokol tersebut juga akan dianalisis dengan didukung oleh beberapa hasil simulasi dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya

    Perancangan Animasi Pembangkit Listrik Biomassa dan Sampah sebagai Bagian dari Listrik Kerakyatan untuk Media Pembelajaran

    Get PDF
    Kebutuhan akan listrik di Indonesia semakin meningkat. Salah satu USAha untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia adalah dengan melibatkan masyarakat untuk membangun pembangkit listrik yang berbahan bakar biogas dan biomassa, baik yang berasal dari sampah atau berbagai jenis tanaman yang sesuai. Pembangkit listrik yang dikenal sebagai Pembangkit Listrik Biomassa ini sudah banyak diterapkan di berbagai kota di Indonesia, namun proses pembuatannya masih belum diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini akan menghasilkan animasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan Pembangkit Listrik Biomassa untuk sarana edukasi bagi masyarakat. Pembuatan animasi ini menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net dan metode pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang dimulai dimulai dari pengumpulan data, perancangan multimedia dan hasil yang dicapai adalah berupa animasi

    Perancangan Aplikasi Pembelian Air Minum Isi Ulang Menggunakan QR Code Berbasis Android

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah aplikasi transaksi pembelian air minum isi ulang otomatis berbasis Android. Hal ini di motivasi berdasarkan kebutuhan masyarakat pengguna botol air minum isi ulang (tumbler), yang kesulitan untuk mengisi kembali isi tumblernya ketika berada di area publk seperti stasiun kereta api, bandara, terminal bis, dll. Hal ini mengakibatkan pengguna tumbler tetap mengkonsumsi minuman dengan kemasan sekali pakai, sehingga program pengurangan sampah plastic kurang efektif. Hasil penelitian berupa aplikasi yang menrapakan  kode QR untuk  pemanggilan aplikasi  Android. Pengguna mendatangi  terminal, semacam vending machine, dan melakukan transaksi pembelian air minum isi ulang melalui aplikasi di telepon selulernya, dimulai dari pemilihan volume sampai dengan metode pembayaran &nbsp

    Implementasi Ant Colony Optimization (ACO) pada Sistem Irigasi Lahan Tadah Hujan

    Full text link
    The purpose of this research is to produce an optimal water distribution system for irrigation of rainfed land. The problem with conventional irrigation systems is that the water distribution process cannot be controlled and monitored automatically and in real time. The impact on water distribution becomes ineffective. The implementation of Ant Colony Optimization (ACO) is used in research as a method to determine the location or node based on the pheromone pattern of the soil dryness level at the sprinkler nodes to be distributed by the water flow, taking into account the criteria level on the soil as a trend of probability values ​​and determining the nodes according to the needs in the flow water. The results obtained from this study indicate that the data displayed is the level of dryness of each node, the volume of water in the reservoir, and the flow of water flowing. The ACO test shows the sequence of nodes that will be passed after the optimization process of water distribution in a rainfed irrigation system using the ACO method gets an error value calculated by the MAPE method of 43% so that it gets an accuracy value of 57%
    corecore