39 research outputs found
Analisis Permintaan Daging Sapi di Kota Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permintaan daging sapi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta elastisitas terhadap permintaan daging sapi di Kota Medan dengan menggunakan data sekunder di tahun 2001 – 2011 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dan berbagai sumber lainnya. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan daging sapi di Kota Medan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun selama sebelas tahun (2001-2011) dan permintaannya dipengaruhi oleh harga daging sapi, harga daging kambing/domba dan harga ayam kampung sebagai barang substitusi. Permintaan daging sapi di Kota Medan bersifat elastis terhadap harga dan harga daging kambing/domba dan bersifat tidak elastis tehadap harga ayam kampung sebagai barang substitusi. Sehingga, pedagang di pasar perlu meningkatkan mutu dengan harga yang tidak terlalu mahal agar tetap bertahan di dalam persaingan pasar
Peramalan dan Faktor Faktor yang Mempengaruhi Harga Bawang Merah di Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga bawang merah di Sumatera Utara, menganalisis pola data harga bawang merah berdasarkan data harga bawang merah bulanan di Sumatera Utara dan menentukan metode peramalan terbaik untuk meramal harga bawang merah berdasarkan data harga bawang merah bulanan. di Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, plot data, autokorelasi dan metode peramalan data time series (double exponential smoothing holt, regresi linier sederhana, exponential Growth dan ARIMA (0,1,1)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertambahan jumlah penduduk dan harga bawang merah sebelumnya di Sumatera Utara memiliki pengaruh yang nyata terhadap harga bawang merah di Sumatera Utara, nilai tukar Rupiah terhadap USD dan dummy hari besar keagamaan tidak berpengaruh nyata terhadap harga bawang merah di Sumatera Utara. Pola data harga bawang merah di Sumatera Utara memiliki pola data Tren meningkat yang berfluktuatif. Dan metode peramalan harga bawang merah yang paling baik digunakan di Sumatera Utara adalah metode peramalan ARIMA dengan model ARIMA (0,1,1)
Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran kedelai di Sumatera Utara, sehingga diperoleh keseimbangan pasar kedelai. Data yang digunakan adalah data sekunder periode tahun 1997-2012 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dan berbagai sumber lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi liniear berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kedelai, harga pakan ternak dan harga daging ayam berpengaruh tidak significant terhadap permintaan kedelai. Permintaan kedelai dipengaruhi oleh permintaan kedelai tahun sebelumnya; harga daging ayam tahun sebelumnya dan penawaran kedelai tahun sebelumnya menunjukkan ada pengaruh yang tidak significant terhadap penawaran kedelai. Penawaran kedelai dipengaruhi oleh harga kedelai tahun sebelumnya; keseimbangan pasar penawaran dan permintaan kedelai adalah konvergen (mengarah pada titik keseimbangan). Kondisi konvergen ini tidak merugikan petani karena petani dapat mengendalikan produksinya agar tidak terjadi produksi kedelai yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh harga terhadap penawaran tidak terlalu besar sehingga penambahan produksi sebagai respon atas kenaikan harga tidak berlebihan dan harga kedelai tetap stabil atau berada pada titik keseimbangan yang diharapkan petani kedelai
Analisis USAhatani dan Prospek Pengembangan Kopra (Studi Kasus : Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis USAhatani dan prospek pengembangan kopra di kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan provinsi Sumatera Utara. Secara khusus bertujuan untuk membandingkan pendapatan USAhatani kelapa dan pendapatan USAhatani kopra, menganalisis kelayakan USAha tani kopra, dan untuk mengetahui strategi pengembangan kopra di daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis Paired T-test dengan bantuan program SPSS 17 for Windows, dengan membandingkan pendapatan USAhatani sebelum dan sesusah diolah menjadi kopra. Kelayakan USAhatani dianalisis dengan menggunakan R/C rasio. Strategi pengembangan kopra dianalisis dengan matriks SWOT. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari wawancara dengan petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendapatan USAhatani kopra lebih tinggi daripada pendapatan USAhatani kelapa pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai t-hitung yang diperoleh yaitu sebesar -4,094 sedangkan nilai t-tabel sebesar -1,81. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan USAhatani kopra lebih tinggi daripada pendapatan USAhatani kelapa. Nilai kelayakan USAhatani R/C rasio yaitu sebesar 1,33. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap biaya yang dikeluarkan pada awal kegiatan USAhatani sebesar Rp 1.000 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1.330 pada akhir kegiatan USAhatani. Oleh karena itu USAhatani kopra di daerah penelitian layak untuk diusahakan. Strategi USAhatani kopra yang tepat dilakukan di daerah penelitian adalah strategi pengembangan produk
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Beras Organik (Studi Kasus : Jappsa, Brastagi Supermarket dan Carrefour Plaza Medan Fair)
Beras organik adalah salah satu hasil dari produk pertanian organik. Semakin tingginya kesadaran konsumen akan pentingnya kesehatan dan pelestarian lingkungan sehingga diperkirakan permintaan beras organik akan meningkat namun produksi yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Hal ini disebabkan masih sedikitnya petani yang melakukan pertanian organik. Tingginya kualitas beras organik menyebabkan tingginya harga beras tersebut dibanding dengan harga beras biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan konsumen akan beras organik berfluktasi tiap bulannya. Hasil estimasi regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan dan persepsi berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam membeli beras organik. Sedangkan tingkat pendidikan, komposisi keluarga, rasio harga dan gaya hidup tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan konsumen dalam membeli beras organik
Analisis Rasio Ketersediaan dengan Konsumsi Pangan di Kota Medan
One way to determine the level of food security is by measuring the ratio of the availability of the food consumption. Food ratio is useful as an input for stakeholders to improve and increase the food supply in order to achieve food security in Medan, which until now food highly depend on food imports. To view the sufficiency availability and consumption, compare between availability and sufficient actual consumption with the availability and consumption standard rate in a energy and protein. Results showed actual energy availability in Medan in 2010 is higher 12% of the rate of energy availability according to recommended rate by the Nutritional Adequacy of government. Availability of actual protein is lower 24% of the value of the standard should be. Actual energy consumption rate is higher 19% of the energy consumption figures according to figures Nutrition Adequacy recommended by the government. Protein consumption figures is lower 20% of the rate of protein intake recommended by the National Work Widya Food and Nutrition (WNPG) 2004. The nine strategic food including rice, corn, red pepper, sugar, onion, chicken, beef, eggs, and palm oil in condition food resistant but vulnerable, which is between 0.8 to 1.2. Highest ratio is in corn 1.1236 point. For the smallest ratio of sugar is equal to 1.0099
Profil Darah Ikan Nila Kunti (Oreochromis Niloticus) Yang Diinjeksi Streptococcus Agalactiae Dengan Kepadatan Berbeda
S. agalactiae is a bacteria that often attack tilapia. The purpose of this study was to examine the blood profile of Tilapia Kunti that infected by bacterium S. agalactiae with use variable concentration of erythrocytes, leukocytes, haemoglobin, hematocrit, trombocyte, and blood glucose. The method used was a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. Treatment I (Tilapia Kunti injected using S. agalactiae with density 105), treatment II (tilapia kunti injected using S. agalactiae with density107), and treatment III (tilapia kunti injected using S. agalactiae with density 109). The results showed that the tilapia kunti injected using S. agalactiae with different densities have significant differences on the hematocrit and no significant differences on erythrocytes, leukocytes, haemoglobin, trombocyte, blood glucose and survival rate. The highest concentration of erythrocytes was observed in treatment II, in the amount of 1.933 ± 0.162 x106 cells/mm3, the highest concentration of leukocytes was observed in treatment II, in the amount of 122.267 ± 3.265 x103 cells/mm3, the highest concentration of hemoglobin was observed in treatment II, in the amount of of 9.333 ± 0.404 g / dL, the highest concentration of hematocrit was observed in treatment II, in the amount of is 30.933 ± 1.168%, the highest trombocyte concentration was observed in treatment I, in the amount of 30.333 ± 14.742 x103/μL, the highest blood glucose concentrations was observed in treatment I, in the amount of 73.933 ± 47.446 mg / dL, and the highest survival rate was observed in treatment II, in the percentage of 94.443 ± 9.624%
Pengaruh Buah Impor terhadap Daya Saing Buah Lokal (Studi Kasus : Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara)
Tujuan penelitian ini untuk (1) Untuk mengetahui pola perdagangan buah impor antar wilayah yang berjalan, (2) Untuk menganalisis pengaruh keberadaan buah impor terhadap buah lokal secara kuantitatif di daerah penelitian, (3) Untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat terhadap buah impor dan buah lokal di daerah penelitian, dan (4) Untuk menganalisis strategi peningkatan daya saing buah lokal terhadap keberadaan buah impor di daerah penelitian. Metode penetuan sampel yang digunakan pada penelitian adalah Accidental Sampling dengan jumlah sampel 30 pedagang dan 30 konsumen. Pengujian hipotesis menggunakan metode (1) metode deskriptif, (2) metode analisis linier berganda serta alat bantu SPSS, (3) metode deskriptif penjabaran pola konsumsi, dan (4) metode analisis SWOT dan rencana kegiatan serta kebijakan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Pola perdagangan buah impor yang sedang berjalan adalah Negara China, Banda Aceh, Brebes (Jawa Timur), Berastagi, Simalungun, Tuntungan, dan Tanjung Morawa lalu disalurkan ke pasar sentral kemudian didistribusikan berbagai pasar di Kota Medan, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi harga buah lokal adalah jumlah buah impor, dan kurs rupiah terhadap dollar, (3) Buah yang paling diminati adalah buah jeruk dan mangga. Hal-hal yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi buah adalah jenis buah, kebiasaan, pengetahuan akan kandungan buah, ketersediaan, ketergantungan pada impor, asal produksi, alasan mengkonsumsi, lokasi pedagang, budget belanja, intensitas mengkonsumsi, dan kebutuhan, serta (4) Faktor internal yang mempengaruhi daya saing buah lokal adalah modal, kualitas buah, tampilan (packing) buah, ketersediaan, dan sifat buah yang musiman. Sedangkan faktor eksternal adalah penggunaan pengawet, supermarket di sekitar pasar tradisional yang identik dengan buah impor, permintaan (minat) konsumen, penawaran dari agen, hari raya besar/akhir pekan, dan harga bua
Faktor- Faktor Pendorong dan Penarik Alih Fungsi USAha Perkebunan Kopi Robusta (Coffea Robusta L) ke Kopi Arabika (Coffea Arabica) (Studi Kasus: Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun)
Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir kopi yang penting dengan total pangsa pasar sekitar 30% dari pangsa pasar dunia. Secara umum terdapat 2 jenis kopi yang dimiliki dan diekspor Indonesia yaitu Kopi Robusta dan Arabika. Kopi Arabika memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan Kopi Robusta, tetapi permintaan Kopi Robusta lebih tinggi, namun terdapat kecenderungan alih fungsi dari Kopi Robusta ke Kopi Arabika. Hal tersebut dapat menimbulkan excess supply. Untuk menganalisis faktor- faktor pendorong dan penarik alih fungsi USAha Kopi Robusta ke Kopi Arabika dilakukan penelitian di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Data dikumpulkan dari 60 petani dengan metode deskriptif dan selanjutnya data di estimasi dengan menggunakan uji beda rata-rata, dan diperoleh hasil penelitian bahwa faktor pendorong penarik terjadinya alih fungsi USAha Kopi Robusta ke Kopi Arabika adalah umur panen I Kopi Arabika yang lebih cepat, intensitas panen yang lebih tinggi, , harga jual lebih tinggi, Produktivitas yang lebih tinggi, waktu pengeringan yang lebih cepat, jam kerja pasca panen yang lebih singkat, biaya pupuk yang lebih rendah
