185 research outputs found

    Study Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Produk Pada Toko Dewi Sartika di Kalurahan Danukuman Surakarta

    Get PDF
    Study Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Produk Pada Toko Dewi Sartika di Kalurahan Danukuman Surakart

    ANALISIS KUALITAS MANTEL ROLL GILINGAN DENGAN METODE SIX SIGMA, STUDI KASUS PT. BARATA INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari produk Mantel Roll Gilingan yang di produksi Divisi Produksi Peralatan Industri Agro PT. Barata Indonesia (Persero) dengan metode Six Sigma. Penelitian melalui metodologi DMAIC. Objek dalam penelitian ini adalah Mantel Roll Gilingan. Sedangkan tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui level sigma tingkat cacat faktor-faktor penyebab cacat, dan untuk mendapatkan suatu langkah-langkah efektif untuk meminimilasi tingkat kecacatan pada produk tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi: tingkat defect (cacat), DPMO (Defect Per Million Opportunities), level sigma dan cacat (defect) dalam kriteria CTQ (Customer To Quality) dan proses pembentukannya. Dalam penelitian ini dipilih dua karakteristik kualitas / CTQ yaitu keropos dan crack (retak).Dari hasil penelitian diketahui kapabilitas proses produksi Mantel Roll Gilingan sebesar 2,43 sigma dengan nilai DPMO 176.186. Faktor-faktor penyebab cacat keropos adalah lapisan dinding pada dapur induksi yang kotor, operator kurang teliti, liser kurang, dan kualitas bahan baku yang rendah. Sedangkan untuk faktor-faktor penyebab crack (retak) adalah operator yang kurang teliti, lalai, dan kurang pengalaman, takaran bahan baku kurang sesuai, serta kualitas bahan baku yang rendah. Langkah- langkah efektif untuk mengurangi cacat pada produk dan prioritas perbaikannya untuk keropos adalah membersihkan lapisan dinding pada dapur induksi setiap kali habis di pakai (RPN: 243), menambah liser cetakan sesuai volume material (RPN: 216), memberlakukan sistem reward dan punishment (RPN: 72), dan mencari bahan baku yang mempunyai kualitas tinggi (RPN: 28). Sedangkan untuk crack adalah mencari pegawai yang khusus untuk menjalankan crane dan telah mempunyai Surat Ijin Operator (RPN: 81), menempatkan timbangan di sebelah tumpukan bahan baku serta menempatkan karyawan senior untuk mengawasi saat penuangan material (RPN: 70), memberlakukan sistem reward dan punishment (RPN: 54), dan mencari bahan baku yang mempunyai kualitas tinggi (RPN: 28). Kata kunci: Analisis kualitas, Six Sigma, DMAIC, dan CTQ

    Implementation Of The Ta'shil Method In Understanding The Ta'lim Al Mutaallim Book At The Tahfidzul Quran Al Iman Islamic Boarding School

    Get PDF
    This study discusses the Ta'shil Method in understanding the Ta'lim Al Mutaallim Book, including: (1) Implementation of the Ta'shil Method in understanding the Ta'lim Al Mutaallim Book on Aqidah Akhlak material. (2) Strengths and weaknesses of the Ta'shil Method in understanding the Book of Ta'lim Al Mutaallim on Aqidah Akhlak material. The design used in this study is field research because the researchers went directly to the field to get data that were in accordance with the facts and made observations to collect data related to research on the implementation of the Ta'shil Method at Islamic boarding school al Iman Sedayulawas Lamongan in understanding the book Ta'lim al Mutaallim on Akidah Akhlak material, the results of this study are descriptive data obtained from interviewees as well as data that has been written and from the observations of researchers. The research was carried out at the Tahfidzul Qur'an Al-Iman Islamic Boarding School located in Sedayulawas village, Brondong district, Lamongan district, East Java province, this Islamic boarding school was founded in 2016 and was taken care of by Ustad Sofi Muallim. The results showed that: (1) Implementation of the Ta'shil method in understanding the Book of Ta'lim Al Mutaallim on the Aqidah Akhlak material at the Tahfidzul Quran al Iman Al Iman Al Iman Sedayulawas Lamongan First, Tadarruj (gradual), Second, Tikrar (Repeating), Third, Focus, Fourth, good mentoring. (2) The supporting factor for the ta'shil method at the Al Iman Islamic boarding school is that it is easy for students to build a stronger and more perfect understanding framework because it starts from the basics and always continues between books. The inhibiting factor for the implementation of the first ta'shil, the use of the ta'shil method, a cleric must attend class every day, if the ustad is unable to find a temporary substitute and this is not easy because he has to find a cleric who masters the book. The ta'shil method is a relatively new method in the Islamic boarding school environment, this makes people not sure about the results of this method

    Pendidikan Islam dalam Perspektif KH. Abdul Fattah Hasyim: Refleksi Historis Perkembangan Pendidikan di PP.Bahrul ‘Ulum

    Get PDF
    Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum berdiri pada tahun 1825 merupakan salah satu pesantren tradisioanal pada masa penjajah. Tipikal pendidikannya dipengaruhi oleh kebudayaan lokal sampai pada penghujung generasi ke II. Perubahan baru terjadi pada awal generasi ke III, dimana sistem pendidikan mulai tidak didominasi dan intervensi pihak kolonial, termasuk ketika telah dihapusnya Madrasah Mubdil Fan yang didirikan Kyai Wahab. Keberanian para pemangku pesantren mendorong percepatan pendidikan pesantren Bahrul ‘Ulum yang salah satunya adalah terbentuknya Madrasah Islamiyah (1943) menjadi Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII), Madrasah Muallimin dan merintis perguruan tinggi pada fakultas Tarbiyah. Keberhasilan drastris tersebut tidak terlepas dari sosok KH. Abdul Fatah Hasyim

    The Effort of Lecturers in Improving The Quality of Teaching Through Innovative and Creative Learning Strategies Based on Competence and Character in University

    Get PDF
    Competence and character need to be implemented considering the lack of lecturers through innovative and creative learning who are aware that competence and character are two things that must be balanced in an integrated manner in the learning process. The research method is qualitative research. The implementation of Islamic Religious Education learning is carried out in three stages, namely planning, implementing and evaluating learning. And the character values developed in PAI learning in the Informatics Engineering study program through competency-based active, innovative and creative learning include logical thinking, independent, hard work, working together, critically, confident, creative, logical thinking, mutual respect, understanding advantages and disadvantages of each student.

    PENGEMBANGAN MODEL MAGANG KERJA INDUSTRI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DOSEN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji kompetensi yang harus dimiliki sebelum magang dilaksanakan dan (2) merumuskan model pemagangan yang relevan bagi dosen dan menguntungkan bagi perguruan tinggi dan industry. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan focus group discussion dengan sampel sebanyak 10 industri.  Sedangkan analisis datanya adalah deskriptif kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan  (1) Sebelum melakukan magang dosen perlu diuji dulu untuk mengetahui kesenjangan kompetensi yang dimiliki,  training khususnya untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang dimiliki selanjutnya perlu orientasi ke industri dan (2) Akhir dari magang perlu dilakukan sertifikasi kompoetensi untuk mengetahui keberhasilan magangnya

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Model Student Team Achievement Division Pada SMP Muhammadiyah Palangkaraya

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan aktivitas belajar peserta didik pada saat proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division, (2) meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division pada peserta didik kelas VII-C di SMP Muhammadiyah Palangkaraya. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII-C SMP Muhammadiyah Palangka Raya yang berjumlah 25 orang peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) peserta didik lebih aktif pada saat pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Siklus I, skor rata-rata 3,2 dengan kriteria baik kemudian pada siklus II meningkat dengan skor rata-rata 3,8 dengan kriteria baik, (2) ada peningkatan hasil belajar IPS peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Terlihat dari hasil belajar peserta didik pada tes awal memperoleh nilai rata-rata 34 (dibawah nilai KKM ≥70) dengan ketuntasan klasikal 4 % dengan kriteria tidak tercapai. . Pada Siklus I hasil belajar peserta didik memperoleh nilai rata-rata 50 dengan ketuntasan klasikal  20% dengan kriteria tidak tercapai. Pada Siklus II terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik memperoleh nilai rata-rata 84 dengan ketuntasan klasikal 92% dengan kriteria tercapa

    PENGUJIAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitaspengendalian intern pengelolaan persediaan yang berkaitan dengan prosedurpembelian dan penerimaan barang pada Koperasi Karyawan PT IndonesiaPower UBP Semarang. Data yang digunakan dalam Tugas Akhir ini ditinjaudari sifatnya adalah data kualitatif dan kuantitatif, Metode pengumpulan datayang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teknikanalisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Hasilpengujian ditemukan adanya beberapa penyimpangan pada sistem tersebutyaitu tidak adanya pemisahan fungsi, tidak adanya otorisasi order pembelian,dan tidak adanya rotasi jabatan diantara fungsi-fungsi terkait, tetapipenyimpangan tersebut dapat diatasi dengan adanya integritas dankompetensi. Berdasarkan hasil analisis efektivitas sistem pengendalian internmenggunakan metode fixed sample size attribute sampling serta attributenomor urut formulir pembelian dan otorisasi penerimaan barang dinilai efektif

    Peranan Sekolah Kawasan Berbasis Sistem Zonasi Dalam Pembentukan Karakter Di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Surabaya

    Get PDF
    Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana prosedur peneriman siswa disekolah kawasan berbasis zonasi di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya, implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya, dan peranan sekolah kawasan berbasis sistem zonasi dalam pembentukkan karakter siswa di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. implementasi pendidikan karakter dan peranan sekolah kawasan berbasis sistem zonasi dalam pembentukan karakter siswa SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode, wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan tiga alur dari Miles yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan PPDB di SMPN 15 belum maksimal, implementasi di SMPN 15 memiliki 5 metode yaitu mengajarkan, keteladanan, menentukan prioritas, praktis dan refleksi dan Peranan guru dalam mendidik peserta didik menjadi insan yang berkarakter baik sangat dibutuhkan. Penggunaan metode yang bervariasi dalam menciptakan suasana belajar agar tidak membosankan untuk menarik minat peserta didik serta mendekatkan diri kepada peserta didik memudahkan diri kepada peserta didik memudahkan para guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter baik. Kata Kunci : Sekolah Kawasan Berbasis Sistem Zonas

    Actuating dakwah Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (PP MATAN) Kota Pekalongan

    Get PDF
    Dakwah merupakan suatu proses yang dilakukan secara terus menerus untuk merubah dan mengajak manusia dari suatu kondisi kepada kondisi yang lebih baik untuk kebahagiaan dan kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat. Dakwah disebut juga komunikasi Islam, memiliki beberapa unsur, seperti da’i, sasaran (mad’u), media (wasilah), metode (thoriqoh), materi (maddah) dan Efek Dakwah (atsar). Dewasa ini kegiatan dakwah sudah berkembang dan diinovasi sesuai dengan perkembangan zaman, tidak hanya sebatas dengan metode ceramah tetapi juga dilaksakan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan kegiatan dakwah yang dilakukan oleh organisasi-organisasi ataupun lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang dakwah agama Islam. Seperti halnya dakwah yang dilakukan oleh salah satu organisasi kemahasiswaan yaitu Mahasiswa Ahlith Thoriqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN), organisasi ini merupakan organisasi mahasiswa berbasis thoriqoh yang berdakwah di lingkungan mahasiswa dan para akademisi serta di lingkungan warga thoriqoh. Fokus dari penelitian ini adalah ingin mengetahui (1) Bagaimana kegiatan dakwah Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah Kota Pekalongan? (2) Bagaimana actuating dakwah Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah Kota Pekalongan?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Penulis menganalisis data dengan reduksi data, display data dan verifikasi kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (PP MATAN) Kota Pekalongan telah memenuhi fungsi, tujuan dan unsur-unsur dakwah dalam kegiatan dakwahnya. Kegiatan dakwanh yang dilakukan oleh PP MATAN Kota Pekalongan antara lain; kajian kitab, dzikir semesta, ziarah, café sufi, taman sufi dan suluk MATAN. Actuating dakwah adalah proses penggerakan dan pemberian arahan yang dikakukan ketua/pemimpin untuk mempengaruhi orang lain. Proses actuating dakwah PP MATAN Kota Pekalongan antara lain; (1) memberi motivasi; pimpinan memberikaan semangat atau dorongan kepada anggota (2) bimbingan; pimpinan memberikan arahan, perintah atau petunjuk atas tugas yang harus dilaksanakan anggota. (3) menjalin hubungan/ koordinasi; penjalinan hubungan atau koordinasi dengan para pengurus mulai tingkatan komisariat sampai pusat untuk menjamin terwujudnya harmonisasi dan sinkronisasi usaha-usaha dakwah (4) komunikasi; komunikasi dilakukan secara langsung oleh ketua penyelenggara dengan mengadakan rapat bulanan. Sehingga seluruh anggota dapat berkomunikasi dan berbagi informasi satu sama lain mengenai pelaksanaan yang telah direncanakan oleh Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (PP MATAN) Kota Pekalongan supaya tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan organisas
    • …
    corecore