20 research outputs found

    Model Pengembangan Karakter melalui Pendidikan Seni di Sekolah Dasar

    Full text link
    Character building is the main focus of Curriculum 2013. However, this effort is almost replaced by the program of mental revolution ‚Äúrelaunched‚ÄĚ by Joko Widodo in his campaign and it has been one of his programs today. Arts education is often underestimated; in fact, it has a major role in shaping the character of the nation. Therefore, this research aims to identify problems in character building of Indonesia's human resource through arts education. Research findings show that teachers' concept on art education in elementary schools is one of the factors that influence the success of the Cultural Arts learning at the elementary level. Currently, most teachers view that art education includes activities to make students sing, draw, and/or make crafts at early age. This understanding is needed to be revolutionized as Curriculum 2013 mandates changes in concepts and patterns of learning for the good characters of the next generation, such as independent, good natured, and ready to face the future. Furthermore, it describes and identified the problems encountered in learning the art of music in elementary school, which underlies the need for arts education in mental revolution of the young generation as a potential future leaders

    Women Domination in the Galombang Dance: Between the Customary Idealism and the Market Use

    Full text link
    This study aims to answer the women dominance in the Galombang dance creation in Minangkabau, West Sumatra from gender perspective. In addition, this study also reveals the position of women as an urgent thing in the Minangkabau dance creations, Galombang. This research used interdisciplinary approach, namely Cultural Sociology and Dance Anthropology. The data were obtained through various interviews, direct monitoring in the situation of the Galombang dance activity, and literature study to support the primary data. The analysis was done through ethnography method. The result of the research found that women dominance was bigger than men in the Galombang dance creations. In customary idealism, women are not Galombang dancers as the Galombang dance is intended for men. In reality, there is a bigger role between men and women in the Galombang dance; therefore, men's role is not very decisive on the performance quality and selling value, as well as for the use of dance Galombang creations by society nowadays in West Sumatra

    Kembalikan Lagu Anak-anak Indonesia: Sebuah Analisis Struktur Musik

    Get PDF
    ABSTRACTIt appears there are two opposing poles of art music once intertwined within Indonesian society. That is music as art development in certain environments and music as commercial art. In terms of commercial music, almost two decades this song children disappear in the mass media. Was replaced by the song of adults. This certainly influenced the development of psychological, physical, and mental children. Theoretically, this problem this can be seen from the production of music through approach (1) konfik (hegemony) and (2) the interpretation / meaning. This study aimed to compare the musical structure of children's songs and musical structures adults. Data taken from children's songs and pop songs adults. The method of analysis is focused on the features songs based on the structure of the music and effects. Is a key instrument in the researcher's own research and auxiliary instruments in the form of codification guide data. Then describe the elements contained in some of the songs of children and adults. To maintain the validity of the data, performed data triangulation activity. Activity data analysis starts from the stage of selecting and codify the data, analyze the data according to the music features of each, and draw conclusions as well as the verification stage. From the data tracks taken as a sample, it appears that the pattern of rhythmic, melodic, intervals, tempo, tone range is not worthy to be sung by children. Coercion of children to imitate the song can be fatal as damage to the vocal cords, jaw muscle cramps. Finally, it is suggested that participants of art, and also Likewise art network infrastructure, must be able to have the same view and strong in the development of the art of music in Indonesia, especially for a children's song.Keywords: children song, patriotic song, adult song, music structure.ABSTRAKTerlihat ada dua kutub seni musik yang bertentangan sekaligus berjalin di dalam masyarakat Indonesia. Yaitu musik sebagai pengembangan seni di lingkungan tertentu dan musik sebagai seni komersial. Dari sisi musik komersial, hampir dua dekade terakhir ini lagu anak-anak menghilang di media massa. Digantikan oleh lagu orang dewasa. Hal ini tentu mempengaruhi perkembangan psikologis, fisik, dan mental anak-anak. Secara teoritik, masalah ini hal ini dapat ditinjau dari produksi musik melalui pendekatan (1) konfik (hegemoni) dan (2) interpretasi/ makna. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur musik lagu anak-anak dan struktur musik orang dewasa. Data diambil dari lagu anak-anak dan lagu pop orang dewasa. Metoda analisis difokuskan pada fitur lagu berdasarkan struktur musik dan dampaknya. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri dan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data. Kemudian mendeskripsikan unsur-unsur tersebut yang terdapat dalam beberapa lagu anak-anak dan dewasa. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap memilih dan mengodifikasi data, menganalisis data sesuai dengan fitur musiknya masing-masing, dan tahap menarik kesimpulan serta verifikasi. Dari data lagu yang diambil sebagai sampel penelitian, terlihat bahwa pola ritmis, melodis, interval, tempo, hingga rentang nada belum laik dinyanyikan oleh anak-anak. Pemaksaan anak-anak untuk meniru lagu tersebut dapat berakibat fatal seperti kerusakan pita suara, kram otot rahang. Akhirnya, disarankan agar partisipan seni , dan juga Demikian juga jaringan infrastuktur seni, harus dapat memiliki pandangan yang sama dan kuat dalam pengembangan seni musik di Indonesia, khususnya untuk lagu anak-anak.Kata Kunci: lagu anak-anak, lagu perjuangan, lagu orang dewasa, struktur musik

    PEMBELAJARAN SENI MUSIK TEMATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah Kurangnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam bidang seni musik pengelolaan kelas yang dilakukan guru dalam pembelajaran seni musik masih bersifat klasikal. Kurangnya ketersediaan media alat musik yang menunjang kegiatan pembelajaran, sehingga menyulitkan guru untuk menyampaikan materi seni musik kepada siswa. Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran musik. Pembelajaran masih berpusat kepada guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan proses Pembelajaran seni musik tematik berbasis kearifan lokal di kelas V sudah baik, guru sudah membuat perencanaan pembelajaran yang tepat, Pelaksanaan Pembelajaran seni musik tematik berbasis kearifan lokal di kelas V sudah baik disini terlihat siswa sudah memahami dan mampu menerapkan  pembelajaran musik tematik berbasis kearifan lokal, serta sistem evaluasi dalam Pelaksanaan Pembelajaran seni musik tematik berbasis kearifan lokal di kelas V siswa sudah bai

    Peran Partisipan sebagai Bagian Infrastruktur Seni di Sumatera Barat: Perkembangan Seni Musik Talempong Kreasi

    Get PDF
    Perkembangan seni tidak lepas dari peran pelaku seni atau seniman musik. Namun peran itubukan hanya terletak pada seniman, tetapi juga berbagai unsur yang terlibat dalam kesenian dalammasyarakat atau partisipan seni, yang terlihat dalam infrastruktur seni. Penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif analisis, dengan maksud memberikan gambaran partisipan seni sebagai bagiandari infrastruktur seni dalam konteks kesenian Talempong Kreasi. Penelitian ini dilakukan untukmenjawab pertanyaan siapa yang berperan dan apa yang dilakukan mereka dalam musik talempongtradisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa talempong tradisi berhasil dikembangkan olehtokoh partisipan akademik. Pengembangan ini terlihat dari konsep harmoni dalam komposisi musikdan penggabungan alat musik baru dan tradisi sehingga lahirlah Talempong Kreasi. Genre musikini dapat berfungsi untuk pembentuk imaji dan identitas Minangkabau di masyarakat. Di antara permasalahan baru yang timbul, karena hasilnya masih berfokus kepada produksi musik komersial, bukan pada kualitas musik. The Participants Role as a Part of the Arts Infrastructure in West Sumatra: The Developmentof Talempong Kreasi Musical Arts. The development of art cannot be separated from the role of performersor musical artists. But the role does not merely only lie in the artists themselves, but also in the various elementsinvolved in the arts in the community or the participants of art, which are commonly visible in the artsinfrastructure. This study used a descriptive analytical approach, with the intention of giving the participantsan overview of art as a part of the infrastructure of the art in the context of Talempong Kreasi art. Thisstudy was conducted to answer the questions of who play the role, and what they have done for Talempongmusic tradition. These results indicate that the tradition of talempong has successfully been developed by theacademic participants. This development can be seen from the concept of harmony in the music compositionand the incorporation of new and traditional music instruments so that the the tradition of TalempongKreasi is emerged. This genre of music can be served for forming the image and Minangkabau identity inthe society. Among the new problems that arise, the result still focuses on the production of commercial music, not on the quality of the music

    Pendidikan Karakter dalam Pelaksanaan Pembelajaran Seni Musik di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran seni musik di kelas V SDN 011/XI Desa Gedang Kota Sungai Penuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Kemudian data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan dengan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Selanjutnya dilakukan analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data,penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai karakter yang muncul dalam pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran seni musik di Kelas V SDN 011/XI Desa Gedang Kota Sungai Penuh terdapat 14 nilai karakter yang terdiri dari nilai religius, disiplin, toleransi, gemar membaca, jujur, kreatif, tanggung jawab, mandiri, rasa ingin tahu, demokratis, kerja keras, meghargai prestasi, peduli sosial, dan bersahabat/komunikati

    Pengaruh Sarana Dan Prasarana Terhadap Motivasi Siswa Belajar Seni Budaya (Seni Musik)

    Get PDF
    This study aims to determine and describe how the influence of facilities and infrastructure on student motivation in learning cultural arts in class X MAN 2 Padang Panjang. This type of research is quantitative research using descriptive methods. Data collection techniques are carried out through questionnaires, as well as documentation. Data management techniques are editing, coding, scoring, tabulating data. Data analysis techniques are instrument tests and prerequisite tests. The results showed that there was an influence of school facilities and infrastructure on the learning motivation of grade X MAN 2 Padang Panjang students, X Koto District, Tanah Datar Regency. It was found that the influence of Facilities and Infrastructure on Motivation (Y) obtained the value of the coefficient of determination written R Square of 0.392 can be explained that the proportion of influence of Facilities and Infrastructure is 41.5% while the remaining 39.2% is influenced by other factors from outside the variables used in this study

    Pemanfaatan Perangkat Teknologi dalam Pembelajaran Musik Berbasis Tematik sebagai Peningkatan Keterampilan Abad 21 Bagi Guru Sekolah Dasar

    Full text link
    Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan di era abad 21 ini, tak terkecuali diperlukan oleh guru. Pemanfaatan teknologi oleh guru dalam proses pembelajaran, menjadikan proses pembelajaran tersebut lebih berkualitas dan bermakna, antara lain dapat meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan pemrosesan informasi, berpikir reflektif dan kritis, kreativitas dan, secara umum meningkatkan keterampilan metakognitif. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi perangkat teknologi yang digunakan oleh guru dalam mengajar musik berbasis tematik di sekolah dasar. Sebanyak 27 guru dari 9 sekolah dasar di kota Padang, Sumatera Barat disurvei menggunakan kuesioner. Selain itu, guru diwawancarai terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran musik berbasis tematik. Temuan studi ini menunjukkan bahwa sebanyak 48,1 % (13 guru) menggunakan smart-phone dalam proses pembelajaran musik berbasis tematik; 33,3 % (9 guru) menggunakan notebook; dan 18,5 % (5 guru) tidak menggunakan perangkat teknologi. Langkah-langkah yang direkomendasikan untuk memperbaiki situasi saat ini adalah dapat memberikan edukasi dan wawasan pada guru di sekolah dasar dalam pemanfaatan perangkat teknologi yang terbukti berguna untuk pertimbangan global

    Women domination in the Galombang dance: between the customary idealism and the market use

    No full text
    This study aims to answer the women dominance in the Galombang dance creation in Minangkabau, West Sumatra from gender perspective. In addition, this study also reveals the position of women as an urgent thing in the Minangkabau dance creations, Galombang. This research used interdisciplinary approach, namely Cultural Sociology and Dance Anthropology. The data were obtained through various interviews, direct monitoring in the situation of the Galombang dance activity, and literature study to support the primary data. The analysis was done through ethnography method. The result of the research found that women dominance was bigger than men in the Galombang dance creations. In customary idealism, women are not Galombang dancers as the Galombang dance is intended for men. In reality, there is a bigger role between men and women in the Galombang dance; therefore, men’s role is not very decisive on the performance quality and selling value, as well as for the use of dance Galombang creations by society nowadays in West Sumatra.</p
    corecore