12 research outputs found

    Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat

    Full text link
    Potensi hasil pertanian yang ada di kecamatan Koto Balingka,Kab. Pasaman Barattelah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan ringan seperti keripik. Pada umumnya, bentuk kegiatan USAha yang dilakukan oleh masyarakat masih dalam skala rumah tangga, seperti yang dikelola oleh UKM Umak Havis dan UKM Umak Buyung. Kedua UKM ini, tepatnya berada di Jorong Lubuk Gadang, kecamatan Koto Balingka.Kedua UKM ini hanya menggunakan komoditi pisang dan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik. Ketergantungan UKM sangat tinggi terhadap komoditi pisang dan ubi kayu. Sementara itu, keberadaan hasil hortikultura lainnya dapat menjadi bahan baku alternatif dalam mendiversifikasikan produk olahan mereka selain pisang dan ubi kayu. Proses produksi dan pengemasan produk yang dilakukan pada kedua UKM ini menunjukkan belum adanya sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang rendah. Melalui kegiatan PKM ini ditawarkan solusi dalam bentuk menyediakan teknologi penggorengan berupa alat vaccum frying dan spinner serta teknologi pengemasan menggunakan hand sealer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pembuatan alat vaccum frying dan spinner, tahap evaluasi kinerja alat, dan tahap introduksi alat dan teknologi pengemasan kepada mitra. Kapasitas maksimum alat vacuum frying adalah 1.5 kg dengan dimensi total 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Sementara itu, spinner dibuat dengan ukuran 450 mm x 390 mm x 800 mm dengan daya motor penggerak 400 watt. Kegiatan introduksi berjalan dengan lancar dan mitra tertarik dan antusis. Kegiatan ini menambah pengetahuan mitra dalam mendiversifikasikan produk olahan dan proses tranfer teknologi pengemasan sehingga dapat membantu mitra dalam melakukan pengemasan produk yang lebih menarik bagi konsumen

    Artikel Review: Parameter Operasional Pirolisis Biomassa

    Full text link
    Artikel ini menjelaskan definisi pirolisis dan pentingnya proses pirolisis dalam konversi termokimia biomassa menjadi bahan bakar. Teknologi pirolisis berpotensi untuk dikembangkan karena ketersediaan sumber bahan biomassa yang sangat melimpah, teknologinya mudah untuk dikembangkan, bersifat ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi. Dalam teknik pirolisis, beberapa parameter yang mempengaruhi proses pirolisis adalah perlakuan awal biomassa, kadar air dan ukuran partikel bahan, komposisi senyawa biomassa, suhu, laju pemanasan, laju alir gas, waktu tinggal, jenis pirolisis, jenis reaktor pirolisis dan final produk pirolisis. Reaktor pirolisis adalah alat pengurai senyawa-senyawa organik yang dilakukan dengan proses pemanasan tanpa berhubungan langsung dengan udara luar dengan suhu 300-6000C. Beberapa jenis reaktor pirolisis yang sering digunakan adalah Fixed-Bed Pyrolyzer, Bubbling Fluidized-Bed Reactors, Circulating Fluidized Bed, Ultra–Rapid Pyrolyzer, Rotating Cone, Ablative Pyrolyzer dan Vacuum Pyrolyzer. Teknik pirolisis menghasilkan tiga macam produk akhir, yaitu bio-oil, arang (biochar) dan gas

    Pendugaan Kualitas Fisik Biji Jagung untuk Bahan Pakan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berdasarkan Data Citra Digital

    No full text
    The Research intended to study the method of prediction of physical quality of corn kernel of feed stuff using Artificial Neural Network (ANN) based on variables of image data. The image data was used as input of ANN, and the character of corn kernel was the output. The variable of image were index red index, green index, blue index, hue, saturation, intensity, entropy, energy, contras, and homogeneity. The characteristic of corn were intact kernel, broken kernel, damage kernel and moldy kernel. There are two phase of application of ANN; training and validation. The training intend to calibrate the relationship between the image variable and corn kernel characteristics. The validation intend to examine the accuration of prediction. The result of research indicated that the intact kernel less accurate (70%) be predicted by image data, whereas broken kernel, damage kernel and moldy kernel can be predicted accurately (100%). The average of accuracy was 92.5 %. It was conclude that it was need to be improved the quality of image before processing the data to be input to the ANN

    Introduksi Mesin Kombinasi Pengiris dan Pemarut Ubi Kayu untuk Usaha Olahan Makanan Ringan Skala Rumah Tangga

    Full text link
    Ubi kayu merupakan produk hasil pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan baku berbagai jenis makanan ringan. Proses pengirisan dan pemarutan banyak digunakan untuk mengolah ubi kayu menjadi berbagai macam jenis makanan olahan atau pun sebagai bahan intermediat. Proses pengirisan dan pemarutan menghabiskan waktu dan tenaga yang besar ketika dilakukan secara manual. Proses secara manual ini banyak diterapkan oleh masyarakat yang menjalankan usahanya dalam skala rumah tangga, seperti usaha rumahan Umak Buyung yang terletak di Jorong Lubuk Gadang, kec. Koto Balingka, Pasaman Barat. Proses pengolahan ubi kayu menjadi keripik yang selama ini dijalani oleh UKM Umak Buyung dilakukan dengan cara menggesekkan ubikayu di atas permukaan kayu yang sudah diberi pisau. Disamping itu, produk keripik ubi kayu yang diproduksi oleh UKM Umak Buyung baru sebatas keripik ubi kayu yang diberi cabe serta menggunakan kemasan sederhana tanpa ada label pada kemasan. Melalui kegiatan IbDM ini ditawarkan solusi dengan melakukan introduksi teknologi pengirisan dan pemarutan ubi kayu secara mekanis yang dilakukan dengan menyediakan mesin kombinasi pengiris dan pemarut ubi kayu, pengenalan diversifikasi produk dan kemasan yang marketable. Mesin ini dapat dioperasikan untuk kedua proses (pengirisan dan pemarutan) secara bersamaan dengan satu unit motor listrik 1 HP. Ukuran mesin ini adalah 800 mm x 300 mm x 500mm (p x l xt) dengan kapasitas pengirisan dan pemarutan berturut-turut sebesar 105,252 ± 0,09 kg/jam dan 21,14 ± 0,03 kg/jam.  Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mitra berupa penambahan pengetahuan dalam proses pengolahan ubi kayu, diversifikasi produk olahan berbahan baku ubi kayu dan pengemasan produk. Kata kunci: Diversifikasi produk, Mesin pengiris dan pemarut, Ubi kay

    Chemical characteristic of sweet passion fruit (Passiflora lingularis Juss) seeds from Indonesia based on maturity levels

    No full text
    Abstract Sweet passion fruit (Passiflora ligularis Juss) cv. Gumanti is superior varieties of sweet passion fruit that is widely cultivated in Solok Regency of West Sumatra Province, Indonesia. This fruit can consume directly as fresh fruit and can be processed into juice that gave a by-product such as the seeds. The purpose of this research is to analyse the chemical properties of sweet passion of cv. Gumanti seed based on maturity level so that the nutritional content is known. Chemical analyses were performed such as proximate analysis, total phenol and antioxidant activity. Proximate analysis showed that the seeds of passion fruit are rich in carbohydrates+fibre (61.04%, 58.40% and 60.39% and crude fat (21.03%, 20.36% and 20.83%, respectively for maturity level I, II, and III), didn’t give significant difference based on maturity level (P&gt;0.05). Furthermore, the result showed strong antioxidant activity (IC50: 50-100 ppm), where there was a significant based on maturity level (P &lt; 0.05). Total phenol analysis showed a linear relationship with antioxidant activity. Thus, the seeds of sweet passion fruit also have potential as a raw in the food industries, chemical, and pharmacy such as the seeds of acid passion fruit that have been reported by previous researchers.</jats:p

    Energy audit of rice production in West Sumatra province, Indonesia

    No full text
    Audit energy is an appropriate method to determine the energy consumption expended in each agricultural cultivation activity, thereby reducing the wasteful use of energy. Energy consumption in rice cultivations consists of humans, fuel, machinery, seed, fertilizer and pesticides. The objective of the study was to analyze the total energy consumptions in the form of an energy audit activity on lowland rice cultivation in West Sumatera Indonesia. It is important to do, because of much energy input excessed, but less on productivity. So, by using analysis energy expenditure, productivity can be optimized with fixed input energy the costs could be minimized. Energy inputs were measured during all operating activities in rice cultivation (seeding, tillage, planting, fertilizing, spraying, weeding and harvesting). Energy input analysis based on energy sources used was divided into six parameters, namely: engine energy, fuel, humans, seeds, chemicals (pesticides) and fertilizer energy. The result showed the average of the total energy inputs in this study was 16,816,612 MJ/ha distributed to human, fuel, machinery, seeds, fertilizers and pesticides energy respectively 216.39; 890.75; 60.02; 983.29; 14,207.54; and 458.60 MJ/ha. Production costs incurred in rice cultivation activities in this study were IDR 13,107,562/ ha. Finally, the rice yield prediction model based on the input energy are Y1 = 4786.56 – 28.29X1 + 36.23X2 - 24.73X3 - 8.43X4 + 0.06X5 - 0.80X6 and Y2 = 3605.11 + 5.44X2. The data of total energy were needed as a recommendation for the government to balance energy input and output on rice cultivations.</jats:p
    corecore