2 research outputs found

    Keanekaragaman Kultivar Mangga (Mangifera indica) di Kabupaten Tangerang

    Get PDF
    Mangga (Mangifera indica L.) merupakan buah tropika yang diminati banyak orang sehingga dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Mangga memiliki berbagai macam variasi morfologi. Keragaman ini terjadi karena adanya perkawinan silang, seleksi alam, pengaruh manusia, evolusi bahkan pengaruh lingkungan tiap lokasi Pengaruh lingkungan menyebabkan pertumbuhan daun, batang, akar, serta buahnya mengalami perbedaan pada setiap pohon. Daya adaptasi mangga cukup tinggi untuk dapat hidup pada dataran rendah maupun tinggi. Upaya dalam mengoptimalkan pertumbuhan diperlukan faktor lingkungan yang sesuai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kultivar mangga di Kabupaten Tangerang dan mengetahui hubungan kemiripan berdasarkan karakterteristik morfologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tangerang dengan metode survey, dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Parameter yang diamati meliputi karakteristik morfologi batang, daun, buah dan biji. Data sampel mangga dianalisis dengan metode deskriptif. Sedang untuk mengetahui hubungan kemiripan dianalisis dengan MEGA X menggunakan metode UPGMA. Hasil penelitian dari empat kecamatan di Kabupaten Tangerang ditemukan 14 kultivar. Hubungan kemiripan berdasarkan 22 karakteristik morfologi menghasilkan fenogram yang terbagi kedalam 4 kelompok utama. M. indica L. ‘Madu’ dengan M. indica L. ‘Manalagi’ dan M. indica L. ‘Khiosaway’ dengan M. indica L. ‘Namdokmai’ mempunyai hubungan terdekat dengan indeks disimilaritas sebesar 0,182. M. indica L. ‘Chokanan’ dan M. indica L. ‘Gedong’ mempunyai hubungan terjauh dengan indeks disimilaritas sebesar 0,682

    Keanekaragaman Kultivar Mangga (Mangifera indica L.) Di Kabupaten Tangerang

    Get PDF
    Mango (Mangifera indica L.) is a tropical fruit that is in demand by many people so that it can be found throughout Indonesia. Mangoes have a wide variety of morphology. This diversity occurs because of crossbreeding, natural selection, human influence, evolution and even environmental influences of each location. The research aims to determine the morphological variation of mango cultivars in Tangerang Regency and to know the relationship of similarities based on morphological characteristics. The research was conducted in Tangerang Regency by survey method, with purposive sampling techniques. The bound variables in this study were types of mango cultivars, while free variables covered the height of the place, temperature, humidity, light and pH of the soil. The observed parameters include the morphological characteristics of stems, leaves, fruits and seeds. Mango sample data is analyzed by descriptive method. Medium to know the relationship of similarities analyzed with MEGA X using UPGMA method. The results of research from four sub-districts in Tangerang district found 14 types of cultivars. The similarity relationship based on 22 morphological characteristics results in phenograms divided into 2 main groups. M. indica 'Madu' with M. indica  'Manalagi' and M. indica 'Khiosaway' with M. indica 'Namdokmai' has the closest relationship with the disimilarity index of 0.182. M. indica L. 'Chokanan' and M. indica L. 'Gedong' have the furthest relationship with the disimilarity index of 0.682. Mangga (Mangifera indica L.) merupakan buah tropika yang diminati banyak orang sehingga dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Mangga memiliki berbagai macam variasi morfologi. Keragaman ini terjadi karena adanya perkawinan silang, seleksi alam, pengaruh manusia, evolusi bahkan pengaruh lingkungan tiap lokasi Pengaruh lingkungan menyebabkan pertumbuhan daun, batang, akar, serta buahnya mengalami perbedaan pada setiap pohon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kultivar mangga di Kabupaten Tangerang dan mengetahui hubungan kemiripan berdasarkan karakterteristik morfologi.  Penelitian dilakukan di Kabupaten Tangerang dengan metode survey, dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Parameter yang diamati meliputi karakteristik morfologi batang, daun, buah dan biji. Data sampel mangga dianalisis dengan metode deskriptif. Sedang untuk mengetahui hubungan kemiripan dianalisis dengan MEGA X menggunakan metode UPGMA. Hasil penelitian dari empat kecamatan di Kabupaten Tangerang ditemukan 14 kultivar. Hubungan kemiripan berdasarkan 22 karakteristik morfologi menghasilkan fenogram yang terbagi kedalam 4 kelompok utama. M. indica L. ‘Madu’ dengan M. indica L. ‘Manalagi’ dan M. indica L. ‘Khiosaway’ dengan M. indica L. ‘Namdokmai’ mempunyai hubungan terdekat dengan indeks disimilaritas sebesar 0,182. M. indica L. ‘Chokanan’ dan M. indica L. ‘Gedong’ mempunyai hubungan terjauh dengan indeks disimilaritas sebesar 0,682
    corecore