160 research outputs found

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE DAN TIPE MISSOURI MATHEMATICS PROJECT DI KELAS VIII MTs AL-WASHLIYAH TANJUNG MULIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran kooperatif Tipe Missouri Mathematics Project (MMP) di kelas VIII MTs Al-Wasliyah Tanjung Mulia Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Wasliyah Tanjung Mulia Tahun Pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-A berjumlah 26 siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dan kelas VIII-B berjumlah 24 siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe MMP. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Tes Hasil Belajar Matematika (THBM). THBM secara isi telah divalidasi oleh tiga orang validator yaitu dua orang dosen pendidikan matematika dan satu orang guru matematika. THBM juga telah diujicobakan pada kelas IX MTs Al-Wasliyah Tanjung Mulia untuk menghitung validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda soal. Pada kelas eksperimen A diperoleh rata-rata tes awal sebesar 16,92 rata-rata tes akhir sebesar 30,42 dan rata-rata peningkatan hasil belajar (selisih tes awal dan tes akhir) diperoleh 13,5. Untuk kelas eksperimen B diperoleh rata-rata tes awal sebesar 17,54 rata-rata tes akhir sebesar 28,79 dan rata-rata peningkatan hasil belajar (selisih tes awal dan tes akhir) diperoleh 11,25. Dari hasil analisis tes akhir kelas eksperimen A diperoleh L-hitung≤L-tabel yakni 0,125≤0,174, dan tes akhir kelas eksperimen B diperoleh L-hitung≤L-tabel yakni 0,170≤0,181. Sehingga data tes akhir kedua kelas eksperimen berdistribusi Normal. Dari uji homogenitas tes akhir kedua sampel bersifat homogen, dimana Fhitung<Ftabel yaitu 1,396<1,974. Setelah dilakukan uji hipotesis data tes akhir menggunakan uji-t didapat bahwa thitung>ttabel yaitu 1,846>1,679 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dan tipe MMP di kelas VIII MTs Al-Wasliyah Tanjung Mulia Tahun Pelajaran 2017/2018

    ANALISA JATUH TEGANGAN JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20KV PADA PENYULANG INDRAPURI (STUDI KASUS PADA PT. PLN (PERSERO) RAYON LAMBARO)

    Get PDF
    Penelitian ini akan membahas analisa jatuh tegangan jaringan distribusi primer 20kV pada Penyulang Indrapuri (Studi Kasus Pada PT. PLN (Persero) Rayon Lambaro). Penelitian ini akan menggunakan data saluran distribusi primer jatuh tegangan dan rugi-rugi daya pada Penyulang Indrapuri Gardu Hubung Lambaro. Besar jatuh tegangan yang terjadi sangat dipengarui oleh besar arus dan nilai impedansi Jatuh tegangan yang terjadi pada Penyulang Indrapuri tidak boleh melebihi acuan standar SPLN No. 72 Tahun 1987 yang telah ditentukan yaitu sebesar lebih tinggi 21kV (+5%) dan lebih rendah 18kV (-10%) dari tegangan nominal 20kV. Berdasarkan analisa menggunakan software ETAP 12.6 jatuh tegangan yang paling besar terjadi pada gardu IDR 040 sebesar 8,3 % yang disebabkan oleh arus beban berlebih. Untuk IDR 018 jatuh tegangan sebesar 7,4% disebabkan panjang saluran serta pembebanan trafo berlebih, akan tetapi jatuh tegangan tersebut tidak melebihi standar yang telah dibuat oleh pihak perusahaan listrik negara (PLN). Sehingga jatuh tegangan masih dianggap layak untuk Penyulang Indrapuri. Kata kuci: jatuh tegangan, SPLN No.72 Tahun 1987, software ETAP 12.

    PERENCANAAN DAN PEMASANGAN AIR CONDITIONING DI RUANG KULIAH C2 PSD III TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG ( PLANNING ANG INSTALLATION OF AIR CONDITIONING IN THE LECTURE ROOM C2 PSD III MECHANICAL ENGINEERING UNIVERSITAS DIPONEGORO )

    Get PDF
    Penyegaran udara merupakan usaha untuk memberikan kenyamanan dan kesegaran kerja. Oleh karena itu, terutama di daerah yang mempunyai musim panas maka perlu dilakukan pengkondisian udara pada suatu ruangan untuk memberikan kenyaman. Dalam tugas akhir ini penulis merencanakan perhitungan beban pendinginan pada ruang kuliah C2. Beban pandinginan yang akan direncanakan mengacu pada beberapa factor, yaitu factor kalor sensibel dan factor kalorlaten. Pengkondisian udara yang digunakan berupa unit AC Split. Untuk mendapatkan udara dengan kondisi yang diinginkan, maka peralatan yang dipasang harus mempunyai kapasitas sesuai dengan beban pendinginan yang dimiliki ruangan. Untuk itu diperlukan survey dan perhitungan untuk menentukan beban pendinginan. Dengan desain suhu 26oC dan RH 50% didapatkan hasil perhitungan beban pendinginan (GTH) sebesar 82.181,6448 Btu/hr. Sehingga pada ruang kuliah C2 harus dipasang 4 – 5 unit AC dengan kapasitas pendinginan 18.200 Btu/hr. Air Refresher is an attempt to provide comfort and freshness of work. Therefore, especially in areas that have a summer should be conducted at a room air conditioning to provide comfort. In this thesis the author planned cooling load calculation on the lecture room C2. Cooling load that will be planned based on several factors, namely factor sensible heat and latent heat factor. Used in the form of air conditioning Split AC units. To get the air to the desired condition, then it must have the equipment installed in accordance with the cooling load capacity owned the room. It required surveys and calculations to determine the cooling load. By design temperature 26 ° C and RH 50% showed cooling load calculation (GTH) of 82181.6448 Btu / hr. So that the lecture room C2 must be installed 4-5 AC unit with a cooling capacity of 18,200 Btu / h

    RANCANG BANGUN AIR CONDITIONING TEST-BED ( DESIGN OF AIR CONDITIONING TEST BED )

    Get PDF
    Pendinginan merupakan proses pengambilan panas, sehingga terjadi penurunan suhu lingkungan dan menjaga suhu tersebut selama waktu yang diinginkan. Terdapat beberapa system pendinginan yang digunakan namun system pendingin kompresi uap merupakan pendinginan yang umum digunakan karena mudah diterapkan. Sistem ini terdiri dari kompresor, katup ekspansi, kondensor dan evaporator. Fluida kerja yang digunakan dalam proses pendinginan disebut sebagai refrigeran. Pada laboratorium konversi energy terdapat air conditioner test-bed hasil rekayasa terdahulu yang kinerjanya masih belum sesuai dengan harapan dikarenakan beberapa hal, menyangkut instalasi equipment dan instrument. Rancang bangun dilakukan guna mengevaluasi letak sumber permasalahan, merancang dan menginstalasi beberapa peralatan dan instrument agar mendapatkan kinerja system atau performa yang lebih baik. Pendekatan teoritis dan praktis dilakukan untuk mengkaji dan menyelesaikan permasalahan tersebut, dan ternyata mampu menghasilkan kinerja test-bed yang lebih baik dibanding sebelumnya yaitu 4,35 dan COP pada alat yang sekarang sebesar 4,45. Kata kunci : air conditioning test-bed, refrigerant, suhu Refrigeration is a heat removal process, resulting in a decrease in ambient temperature and maintain that temperature for the desired time. There are several cooling systems that are used,but the vapor compression refrigeration system is cooling a commonly used because it is easy to implement and easy to analyze its effectiveness. This system consists of a compressor, expansion valve, condenser and evaporator. Working fluid used in the cooling process referred to as a refrigerant. In the energy conversion laboratory there is an air conditioner test-bed, results of previous engineering process whose performance is still not in line with expectations due to several things, involves the installation of equipment and instruments. Design was conducted for evaluating the location of the source of problems, designing and installing some equipment and instruments to obtain system performance or better performance. Theoretical and practical approach is to examine and resolve these problems, and was able to produce test-bed performance better than before the previous 4,35 and COP on the tools thatare now at 4,45. Keyword : air conditioning test-bed, refrigerant, temperature

    ANALISA USABILITY WEBSITE INFOTECH (I-LAB) INFORMATIKA MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

    Get PDF
    Science and technology are progressing rapidly, with education experiencing notable transformation in teaching approaches. The Infotech (I-Lab) website plays a pivotal role as a crucial information system for informatics study program students. Evaluating system satisfaction becomes vital to align with user expectations. To analyze user contentment, the System Usability Scale (SUS) methodology proves effective. Employing the SUS questionnaire, the goal is to calculate an average score, utilized to interpret the system's efficacy across Acceptability, Grade Scale, and Adjective Ratings dimensions. Interpretation follows guidelines outlined by the System Usability Scale (SUS). The Infotech (I-Lab) website attains an average SUS score of 71.5, categorizing it as "acceptable." Users highlight the website's commendable appearance, modernity, and informativeness. On the adjective scale, the website's performance ranks as "OK," and it secures a "C" ranking on the assessment scale. Based on this data, the Infotech (I-Lab) website is classified as "acceptable," receiving an "OK" rating and a "C" rank

    Mempersoalkan Mediasi Sebagai Upaya Penyelesaian Disharmoni Peraturan Menteri

    Get PDF
    Diaturnya mediasi dalam peneyelesaian disharmonisasi peraturan perundang-undangan dinilai tidak sesuai dengan prinsip hukum yang dianut di Indonesia. Mediasi biasa diterapkan dalam peneyelesaian masalah privat, namun diadopsi untuk menyelesaikan sangketa disharmonisasi norma hukum. hal tersebut menuai penolakan karena dianggap tidak sesuai dengan norma yang mengatur mediasi secara umum. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk mengkritisi dan memberikan&nbsp; saran terhadap perbakaikan pengaturan mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normative. Dengan isu hukum bahwa terdapat ketidak sesuaian norma dan/atau prinsip hukum. dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini bahwa terdapat ketidak sesuaian pengunaan mediasi dalam praktik di Indonesia. mediasi yang diterapkan dalam hukum privat dicoba untuk diadopsi dalam penyelesaian masalah regulasi hal tersebut mendapat penolakan. Selinitu tidak terdapat norma yang memerintahkan harmonisasi peraturan Menteri untuk diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 2 Tahun 2019

    A Comparative Analysis of English Learning Motivation between the Rural and Urban Students

    Get PDF
    The objectives of this research are to find out (1) the motivation of the rural and urban students (2) the types of motivation influence the rural and urban students (3) the factors influence the motivation of the rural and urban students (4) the effective ways to foster the motivation of the rural and urban students. This research employed descriptive qualitative research design. The subject of this research is the ninth grade students of MTs Muhammadiyah Lempangang as urban students and the ninth grade students of MTs N 4 Bulukumba as rural students. The number of participants is 20 students. The result of research showed that (1) all of the informants of MTs N 4 Bulukumba as a rural area are motivated in Learning EFL. It is similar with the informants of MTs Muhammadiyah Lempangang as an urban area. They are also motivated. Both of areas are different in the level of motivation(2)the types of motivation dominantly influence in the rural students are both of integrative and instrumental motivation whereas in the urban students are instrumental motivation(3)the similarity between both of students area either internal or external factors are the expectancy, the teachers and the activities and materials whereas the difference from both of them are the relevance, the goal setting and the school environment(4)the effective ways to foster the motivation of the rural students in learning EFL is the teacher always trains the pronunciation of the vocabulary whereas the urban students is the teacher should have more practice activity in learning and teaching process

    Identification of Formaldehyde Bananas using Learning Vector Quantization

    Get PDF
    Bananas that ripen with chemical process or do not ripen naturally usually, this can be recognized by the presence of blackish patches on the surface of the skin. But visual recognition has its drawbacks, which is that it is difficult to recognize similarities between formalin bananas and natural bananas, resulting in a lack of accurate identification. In this study, a system was built that can determined formalin bananas and natural bananas through digital image identification using supervised classification. The image to be identification previously goes through the process of transforming RGB (Red Green Blue) color to Grayscale, and the process of extracting texture features using statically recognizable features through histograms, in the form of average, standard deviation, skewness, kurtosis, energy, entropy and smoothness. The extraction of texture features is classified with LVQ (Learning Vector Quantization) to determine formalin or natural bananas. The test was conducted with 122 banana imagery sample data, 100 imagery as training data consisting of 50 imagery for natural bananas and 50 imagery for bananas formalin, 22 imagery as test data. The test results showed LVQ method has the best percentage at Learning Rate 0.1, Decreased Learning Rate 0.75 and maximum epoch of 1000 with the smallest epoch of 7, obtained accuracy 90.90%, precision 84.61% and recall 100%

    PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SMARTPHONE IPHONE 14 MELALUI CITRA MEREK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

    Get PDF
    The research aimed to: (1) describe consumer responses regarding Lifestyle, Brand Image, and Purchasing Decisions on iPhone 14, (2) analyze the influence of Lifestyle on consumer Brand Image on iPhone 14, (3) analyze the influence of Lifestyle on consumer Purchasing Decisions on iPhone 14, (4) analyze the influence of Brand Image on consumer Purchasing Decisions on iPhone 14, (5) analyze the influence of Lifestyle on consumer Purchasing Decisions through Brand Image on iPhone 14. A quantitative survey with a sample size of 150 respondents was employed. The population for this research was consumers who had purchased and used iPhone 14 in Malang. The Partial Least Square (PLS) model was utilized for data analysis. The research concluded that: (1) consumer responses regarding lifestyle and brand image were in the good category, and purchasing decisions were in the excellent category, (2) lifestyle had a positive and significant effect on brand image, (3) lifestyle had a positive and significant influence on purchasing decisions, (4) brand image did not have a significant effect on purchasing decisions, and (5) brand image was unable to mediate the relationship between lifestyle and purchasing decisions. It is recommended that future research review the indicators that will be used, expand the variables, especially using brand image as a moderator variable
    corecore