593 research outputs found

    Analisis Laporan Keuangan BMT Amanah Ummah Studi atas Kesesuaian PSAK No. 59

    Get PDF
    One of the functions of accounting at Bank and Non Bank Financial Institutions is to know the financial information contained in the convensional company. But in sharia accounting, there is a fundamental difference from the convensional one in their objectives. The purpose of sharia accounting is not only for the interests of company or individual alone but to have responsibility aspect to Allah SWT, as well. It’s rules are based on the law of God contained in the Qur'an and Hadith. The purpose of this study is to determine the suitability of financial statements of BMT Amanah ummah with SFAS No. 59 on Accounting for Islamic Banking. Specifically regarding the financial statements and the financial statements Balance Sheet Income of BMT Amanah Ummah. To find out the problem, researcher used field research approach. The method used in this research is descriptive-qualitative method which is a method of describing the incident or the facts in the empiric, in this case BMT Amanah Ummah. By comparing and analyzing the accounting reports of BMT Amanah Ummah and it’s conformity with SFAS No. 59 which are supported by interview, documentation, and observation. From this study, based on the recognition and measurement, it can be concluded that presentation and disclosure of financial accounting transaction implementation of various financing institutions of BMT Amanah Ummah products in which includes specific contract in its reporting, are in accordance with SFAS No. 59, and the system used by BMT Amanah Ummah in the input transaction data from it’s existing contract, using special computerized accounting software in accordance with SFAS No. 59 so automatically in financial reporting, both it's financial statements Balance Sheet and Profit and Loss of financial statements are in accordance with SFAS No. 59 on Accounting for Islamic Banking, including the accounts in the Balance Sheet and Profit and Loss therein are in accordance with SFAS No. 59

    THE APLICATION OF SCRAMBLE LEARNING MODEL IN THE BASIC WORK SUBJECTS OF AUTOMOTIVE JACKING AND LIFTING MATERIALS At X TKR VOCATIONAL SCHOOL OF STATE 1 PALANGKA RAYA ACADEMIC YEAR 2017/2018

    Get PDF
    This study aims to find out whether the application of scrambled cooperative learning model could be applied on the Basic Work of automotive material: Jacking and Lifting in class X TKRO of SMK Negeri 1 Palangka Raya Academic Year 2017/2018, by knowing teacher activities, student activities, student responses and knowing student learning outcomes. This study uses descriptive quantitative research methods. The population of this study were all class X TKRO A as many as 32 students and X TKRO B as many as 27 students of SMK Negeri 1 Palangka Raya Academic Year 2017/2018. The sample of this study was class X TKRO B with a total of 27 students. The instruments used in this study were Teacher Activity Observation Sheets, Student Activity Observation Sheets, Student Response Questionnaire, and Learning Outcomes Test (THB). The results of this research: based on the observation sheet of teacher activity at the first meeting, the observation value of teacher activities is 75%, the second meeting is 77.5%, the third meeting is 80%, the fourth meeting is 82.5%, the fifth meeting is 85%, the sixth meeting is 87.5% with an average teacher activity value of 81.25%. The results of the observation sheet are student activities, in the first meeting the student activity value is 71,875, the second meeting is 75, the third meeting is 78.125, the fourth meeting is 81.25 fifth meeting is 84.375, the sixth meeting is 87.5 with an average student activity of 79.69. From the questionnaire of student responses, there were 62.9% of students stated that they were very fond and 37% of students expressed their love when the teacher used the Scramble Learning model on Jacking And Lifting material. KKM 70 standard obtained the value of the average pre-test students only scored 56.94 which 20 students did not complete. But after the teacher used the Scramble Giving model on Jacking And Lifting material, there was an increase in learning outcomes with an average student score of 78.03 with a graduation percentage of 88.88%

    Filsafat Pancasila Soekarno sebagai Paradigma Pembangunan Manusia Seutuhnya

    Get PDF
    Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali dan menganalisis filsafat Pancasila oleh Soekarno sebagai paradigma pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian kepustakaan. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dengan menggunakan alat analisis metodis berupa kesinambungan historis, interpretasi dan heuristik atau penemuan baru. Adapun sumber primer yang digunakan adalah pemikiran-pemikiran filsafat Pancasila oleh Soekarno yang digunakan untuk membedah konsep pembangunan manusia seutuhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa landasan utama konsep pembangunan manusia Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dalam pengaplikasiannya diperlukan langkah konkret yang memiliki kesesuaian dengan falsafah negara, yaitu Pancasila. Kedua, Pembangunan manusia Indonesia menganut konsep pembangunan manusia seutuhnya yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup penduduk baik secara fisik, mental maupun spiritual untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dalam seluruh aspek kehidupannya. Ketiga, konsep pembangunan manusia Indonesia dalam perspektif filsafat Pancasila oleh Soekarno dimaknai sebagai pembangunan yang tidak sekedar menekankan pada aspek kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong belaka, akan tetapi juga pembangunan pada aspek religiusitas

    Sistem Informasi Pemantauan Posisi Kendaraan Dinas Unsri Menggunakan Teknologi GPS

    Get PDF
    Kendaraan dinas suatu Perusahaan atau instansi pemerintah digunakan untuk membantu proses transportasi dalam suatu Perusahan atau instansi pemerintah, sehingga kinerja Perusahaan atau instansi pemerintah dapat berjalan baik. Universitas Sriwijaya mempunyai dua kampus yaitu kampus bukit dan kampus indralaya. Kendaraan dinas unsri biasanya dikhususkan untuk transportasi dari unsri kampus bukit ke unsri kampus indralaya, atau sebaliknya. Untuk menghindari penyelewengan penggunaan kendaraan dinas tersebut maka dibutuhkan suatu sistem informasi pemantau posisi kendaraan dinas yang sedang beroperasi. Sistem informasi pematau posisi kendaraan dinas akan memanajemen penggunaan kendaraan dinas dengan pemanfaatan teknologi Global Positioning System (GPS), dengan adanya sistem informasi pemantau kendaaran dinas maka diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan penggunaan kendaraan dinas. Kata Kunci—GPS, Posisi Kendaraa

    KAJIAN SOSIAL EKONOMI PENAMBANG BATU KAPUR DI KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN (Studi Kasus Tentang Perubahan dari Buruh Tani ke Penambang Batu Kapur)

    Get PDF
    AbstrakKecamatan Palang merupakan daerah perbukitan kapur kendeng utara dengan jumlah sumber daya batu kapur sebesar 331.757.428 ton, dengan adanya sumberdaya batu kapur yang melimpah, membuat pertambangan batu kapur untuk membuat batu kumbung sejenis batu bata putih berkembang pesat, dalam 20 tahun terakhir masyarakat sekitar yang awalnya buruh tani beralih pekerjaan menjadi penambang batu kapur. Beralihnya buruh tani menjadi penambang batu kapur menjadi fenomena menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi penambang batu kapur di Kecamatan Palang setelah beralih pekerjaan dari buruh tani.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik bola salju. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk keabsahan data menggunakan uji kredibilitas.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat beralih pekerjaan dari buruh tani menjadi penambang batu kapur karena bertambahnya jam kerja, yang awalnya jam kerja tidak menentu menjadi pasti, yaitu tujuh jam setiap hari dan enam hari kerja dalam satu minggu, sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan, antara lain : pendapatan masyarakat mengalami peningkatan cukup signifikan, dari Rp 60.000,00/hari menjadi Rp 80.000,00/hari dan dalam satu bulan mendapatkan pendapatan Rp 2.080.000,00/bulan, pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi tercukupi karena memiliki pendapatan pasti, pendidikan anak semakin diperhatikan dan mengalami meningkatan, hubungan sosial lebih intensif karena sering bertemu di tempat kerja, kedudukan dalam masyarakat tetap menjadi masyarakat biasa hanya berubah status pekerjaannya, keadaan tempat tinggal mengalami perubahan dari rumah berdinding anyaman bambu menjadi rumah berdinding batu bata.Kata kunci: perubahan pekerjaan, penambang batu kapur, buruh tani, sosial ekonom

    Factors Affecting Collateral Valuation Performance During the Covid-19 Pandemic: An Evidence from Islamic Bank in Indonesia

    Get PDF
    This study aims to analyze the performance of collateral appraisers during the Covid-19 pandemic by using the variables of competence, motivation, and work stress as exogenous variables and through satisfaction as a mediating variable. Data for this study was collected through an online questionnaire from an Islamic bank in Indonesia. It involved 96 respondents, determined by the census sampling technique. Structural Equation Modeling with PLS version 3.0 was employed as an analysis tool. The results showed that competence, motivation, and satisfaction positively and significantly affected performance. In contrast, job stress had a negative and significant effect on the satisfaction and performance of collateral appraisers. The managerial implications that can be applied in the company are maintaining and increasing competence and motivation, increasing satisfaction, and quickly resolving sources of work stress.==========================================================================================================ABSTRAK – Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Penilai Agunan pada Masa Pandemi Covid-19: Kajian pada Bank Syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penilai agunan selama masa pandemi Covid 19 dengan menggunakan variabel kompetensi, motivasi dan stres kerja sebagai variabel eksogen dan variabel kepuasan sebagai variabel mediasi. Data penelitian diperoleh dari penyebaran kuesioner pada sebuah bank syariah di Indonesia. Responden penelitian ini berjumlah 96 orang yang didapat berdasarkan teknik census sampling. Analisis dilakukan dengan Structural Equation Modeling dengan PLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi dan kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan dan kinerja agunan penilai. Implikasi manajerial yang dapat diterapkan di perusahaan adalah mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dan motivasi, meningkatkan kepuasan, dan cepat menyelesaikan sumber stres kerja

    Pengembangan Media Pembelajaran dan Sumber Belajar :Teori dan Praktik

    Get PDF

    Effectiveness of One-Stop Administrative Services for the Community

    Get PDF
    Administrative services that often occur are considered low quality due to lack of human resources, unclear time certainty and inadequate infrastructure, thus giving a bad assessment from the community. This is the background behind the formation of the Minister of Home Affairs Regulation No. 24 of 2006 regarding PTSP (One Stop Integrated Implementation Guidelines) to improve the quality of public services to the community organized by the government. However, the implementation of PTSP has yet to be implemented in all Indonesian government institutions because several institutions still have difficulties and doubts about its effectiveness. This is the author's background to discuss the Effectiveness of One Stop Administration Services for the Community. This study aims to determine whether there is effectiveness and the level or value of effectiveness provided in providing administrative services for the community through a one-stop line or system in City Y. The method used is descriptive quantitative with data collection techniques, namely observation and interview documentation. Moreover, the distribution of the questionnaire to 100 respondents who were selected by purposive sampling. The study results show that the one-stop administrative service is quite effective at 30%. However, it is insignificant in its effectiveness because it still requires adaptation to the system and improvements in various ways

    PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 41 PADA PEMBUBUTAN KONVENSIONAL

    Get PDF
    Proses pembubutan merupakan suatu hal yang penting dalam industri manufaktur untuk menghasilkan suatu produk. Dimana kualitas suatu produk sangat dipengaruhi oleh proses pembubutan yang berkualitas tinggi, hal ini dapat dilihat dari segi bentuk, kepresisian ukuran, dan karakteristik kekasaran permukaan yang rendah. Kekasaran permukaan pada benda kerja yang dihasilkan dari proses pembubutan sangat dipengaruhi oleh pemilihan parameter pemotongan yang cocok. Untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan yang baik sesuai aturan ISO 1302 dengan nilai kekasaran 0,8-1,6 µm, diperlukan penelitian tentang pengaruh parameter pemotongan terhadap kekasaran permukaan benda kerja pada pembubutan konvensional. Pada penelitian ini sampel yang digunakan menggunakan material baja ST 41, yang akan dilakukan proses pembubutan rata menggunakan mesin bubut konvensional C6256A dan pahat insert karbida Kyocera tanpa cairan pendingin. Variasi parameter pemotongan yang digunakan adalah kecepatan potong (cutting speed) dengan nilai 95,7 m/menit, 127,7 m/menit, dan nilai kedalaman pemakanan (depth of cut) 0,25 mm, 0,50 mm, dan 0,75 mm. Selanjutnya dilakukan pengujian tingkat nilai kekasaran permukaan pada sampel baja ST 41 yang telah di bubut menggunakan Mitutoyo Surfest SJ-301. Hasil penelitian setelah dilakukanya variasi parameter pemotongan kecepatan potong (cutting speed) dan kedalaman pemakanan (depth of cut) nilai kekasaran permukaan terendah terdapat pada sampel kecepatan potong 127,7 m/menit dengan kedalaman pemakanan 0,25 mm, dengan nilai kekasaran permukaan 1,64 µm. Untuk nilai kekasaran permukaan tertinggi terdapat pada sampel dengan kecepatan potong 95,7 m/menit dengan kedalaman pemakanan 0,75 mm dengan nilai kekasaran permukaan 2,44 µm. ***** The turning process is an important thing in the manufacturing industry to produce a product. Where the quality of a product is strongly influenced by a high-quality turning process, this can be seen in terms of shape, size precision, and smooth surface roughness characteristics. The surface roughness of the workpiece resulting from the turning process is greatly influenced by the selection of suitable cutting parameters. In order to obtain a good surface roughness, it is necessary to study the effect of cutting parameters on the surface roughness of the workpiece in conventional turning. In this study the sample used was ST41 steel material, which would undergo a flat turning process using a conventional C6256A lathe and Kyocera carbide insert chisels without coolant. With variations in cutting parameters, namely, cutting speed with values of 95.7 m/min, 127.7 m/min, and depth of cut values of 0.25 mm, 0.50 mm, and 0. 75mm. Furthermore, testing the level of surface roughness values on ST41 steel samples using Mitutoyo Surfest SJ-301. The results of the study after varying the parameters of cutting speed and depth of cut, the lowest or smoothest surface roughness values were found in the sample cutting speed of 127.7 m/min with an infeed depth of 0.25 mm, with a roughness value surface 1.64 µm. The highest or roughest surface roughness value is found in samples with a cutting speed of 95.7 m/min and an ingestion depth of 0.75 mm. with a surface roughness value of 2.44 µm

    PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN AKHLAK

    Get PDF
    Ada nilai-nilai karakter yang menjadi prioritas utama. Diantaranya adalah jujur, toleransi, demokrasi, suka menolong, cinta kedamaian. Karena kondisi Negara Indonesia saat ini dengan rusaknya moral dan semakin parah. Maka nilai-nilai itu yang dianggap sangat dibutuhkan. Dan kesemuanya itu adalah nilai-nilai kemanusiaan (Humanis) yang lebih mengutamakan perlakuan baik terhadap sesama manusia. Karena tujuan dari pendidikan karakter adalah menjadi manusia yang baik. Perlu kita cermati bersama, bahwa nilai-nilai tersebut terlihat sangat baik dan sesuai dengan kemanusiaan. Tapi masih belum sepenuhnya bisa diterima oleh Islam dan masih harus dipertanyakan lebih mendalam. Seperti “Jujur”, dalam Islam tak selamanya kita harus jujur kepada siapa saja. Ada porsi dan posisi serta kondisi yang harus dipertimbangkan. Sebagai contoh, ketika perang dan tertangkap menjadi tawanan. Maka ia sebagai seorang muslim tidak boleh jujur mengatakan dimana letak kelemahan kaum muslim walaupun harus mempertaruhkan nyawanya demi agamanya. Dan pada saat itu ia termasuk muslim yang berakhlak mulia. pada umumnya karakter adalah sesuatu yang baik. Karakter jujur, toleran, kerja keras, dan sebagainya, memang sesuatu yang didambakan manusia. Namun tanpa disertai akhlak, karakter itu akan dapat melampaui batas-batas ajaran agama. Sebagai contoh, karakter toleran. Toleransi saja tidak cukup. Toleran terhadap apa? Seorang muslim tidak boleh bersikap toleran terhadap kemusyrikan atau kemunkaran. Sebab, setiap muslim berkewajiban menjalankan amar ma’ruf nahi munka
    corecore