3 research outputs found
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 4 MAGELANG
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah yang wajib
ditempuh oleh setiap mahasiswa kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta.
Kegiatan PPL bertujuan melatih mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan
kemampuan yang telah dimilikinya dalam suatu proses pembelajaran sesuai dengan
bidang studinya, sehingga mahasiswa dapat memiliki pengalaman yang dapat
digunakan sebagai bekal untuk mengembangkan kompetensinya di masa yang akan
datang dalam kaitannya sebagai pendidik.
Pelaksanaan kegiatan PPL secara umum meliputi tiga tahapan yaitu, tahap
persiapan, pelaksanaan, penyusunan laporan dan evaluasi. Kegiatan PPL terbagi
dalam beberapa tahapan yaitu persiapan mengajar dan pelaksanaan mengajar.
Tahap persiapan dimulai dari observasi yang dilaksanakan pada Februari – Mei
2015. Selanjutnya mahasiswa menempuh mata kuliah micro teaching di kampus
yang merupakan mata kuliah untuk melatih mahasiswa dalam mengajar. Sebelum
mengajar, mahasiswa juga harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan media pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan PPL dimulai
tanggal 10 Agustus – 12 September 2015. Dalam praktik mengajar, praktikan diberi
kesempatan untuk mengajar di kelas VIII B, C, dan IX A, C, D dengan jumlah
mengajar sebanyak 20 kali pertemua, mahasiswa dalam pelaksanaan PPL ini
mengajar mata pelajaran pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi.
Pada pelaksanaannya, praktikan juga mengalami kendala, diantaranya adalah
peserta didik yang masih sering ribut sendiri dan kurang konsentrasi dalam
mengikuti pelajaran. Tetapi kendala tersebut dapat diatasi dengan cara memberikan
tugas kepada peserta didik, selain itu juga dengan cara memberikan perhatian
khusus kepada siswa tersebut. Praktikan juga senantiasa konsultasi dengan guru
pembimbing untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
Setelah PPL maka didapatkan hasil bahwa siswa SMP Negeri 4 Magerlang ratarata mempunyai motivasi belajar yang tinggi, cukup aktif dan memiliki kesungguhan
dalam belajar. Secara umum, program kerja kegiatan PPL di sekolah tersebut dapat
terlaksana dengan lancar. Kegiatan PPL menambah wawasan dan pengalaman bagi
mahasiswa serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menemukan
permasalahan aktual seputar kegiatan belajar mengajar di lokasi tempat PPL.
Selain itu, mahasiswa juga dapat menemukan solusi pemecahan dari permasalahanpermasalahan tersebut. Kendala dalam melaksanakan suatu program merupakan
suatu hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, program yang masih
memerlukan tindak lanjut dapat dilaksanakan oleh peserta PPL periode berikutnya
SURVEI TINGKA T KETERLAKSANAAN USAHA KESER A TAN SE KOLA ii (UKS) SMP NEGERI DJ KABUPATEN SLEMAN \VU.AYAH UTARA TAUUN AJARAN 2015/2016
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan UKS di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah pembina UKS Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015- 2016 yang berjumlah 11 pembina dari 11 sekolah. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterlaksanaan UKS berdasarkan program UKS di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015-2016 berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 0% (0 sekolah), “kurang” sebesar 0% (0 sekolah), “sedang” sebesar 18,18% (2 sekolah), “baik” sebesar 54,55% (6 sekolah), dan “sangat baik” sebesar 27,27% (3 sekolah). Kata kunci: keterlaksanaan program, unit kegiatan sekolah Abstract This research aims to determine the level of implementation of School Health Units in State Junior High School at Sleman District of Northern Territory in academic year 2015/2016. This research is a descriptive research. The method used is survey by using questionnaire technique data. The Subject of the research is the mentors of UKS State Junior High School at Sleman District of Northern Territory in academic Year 2015-2016 which have a number of 11 mentors from 11 schools. Data analysis technique uses quantitative descriptive analysis which shown in percentage. The results show that the level of School Health Units implementation based on the UKS program at State Junior High School at Sleman District of Northern Territory in academic year 2015-2016 is categorized as following: "very less" by 0% (0 school), "less" by 0% (0 school) "Medium" of 18.18% (2 schools), "good" by 54.55% (6 schools), and "very good" by 27.27% (3 schools). Keywords: program implementation, school health unit
Survei Tingkat Keterlaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Negeri di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan UKS di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015/2016
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah pembina UKS Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 11 pembina sekolah. Teknik analisis data menggunakan analasisis deskriptif kuantitatif yang diyuangkan dalam bentuk presentase.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterlaksanaan UKS berdasarkan program UKS di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Sleman Wilayah Utara Tahun Ajaran 2015/2016 berada pada kategori "sangat kurang" sebesar 0% (0 sekolah), "kurang" sebesar 0% (0 sekolah), "sedang" sebesar 18,18% (2 sekolah), "baik" sebesar 54,55% (6 sekolah), dan "sangat baik" sebesar 27,27% (3 sekolah)
