133 research outputs found

    KONSTRUKSI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) MENGGUNAKAN KONTEKS NANOFILTRASI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) menggunakan konteks nanofiltrasi yang dikonstruksi untuk meningkatkan literasi sains siswa SMA. Penelitian ini mengacu pada Model Rekonstruksi Pendidikan khususnya komponen pertama, Klarifikasi dan Analisis Konten Sains, dimana struktur konten sains (kelarutan dan hasil kali kelarutan) diolah melalui proses elementarisasi dan konstruksi menjadi struktur konten pembelajaran (konten kelarutan dan hasil kali kelarutan yang diperkaya konteks nanofiltrasi) yang accessible bagi siswa SMA. Penambahan konteks ke dalam konten sains bertujuan untuk meningkatan literasi sains siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dituangkan dalam langkah-langkah konstruksi dan karakterisasi konten dan konteks, angket penilaian guru dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian adalah: (1) Konstruksi yang sesuai dengan konteks kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan konteks nanofiltrasi (berupa teks dasar) direpresentasikan ke dalam multimedia pembelajaran dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas tanpa mengurangi makna. (2) Karakteristik multimedia pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan (ksp) dengan konteks nanofiltrasi mengikuti tahapan-tahapan pembelajaran STL, dan karakteristik multimedia ini adalah khas untuk konteks nanofiltrasi. (3) Berdasarkan hasil angket penilaian guru, bahwa multimedia pembelajaran dinilai dari segi desain instruksional pembelajaran telah memenuhi prinsip proses pembelajaran dengan baik, kriteria prinsip pembelajaran meliputi aspek meningkatkan perhatian, menginformasikan tujuan pembelajaran, merangsang pengetahuan awal siswa, menampilkan isi, menyediakan panduan belajar, meningkatkan kinerja dan mengukur hasil belajar dinilai baik serta aspek menyediakan umpan balik dinilai baik, (4) Hasil ujicoba terbatas menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa (74,7%) termotivasi belajar dengan menggunakan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Hampir seluruh siswa (76,2%) dapat mengontrol multimedia pembelajaran dengan baik dan memberikan tanggapan yang baik terhadap multimedia pembelajaran. Kata Kunci: Literasi Sains, Multimedia Pembelajaran, Kelarutan dan Hasil kali Kelarutan (Ksp), Nanofiltrasi, Model Rekonstruksi Pendidikan. This study aims to produce a multimedia learning in material solubility and solubility product (Ksp) using nanofiltration context constructed to improve the scientific literacy of high school students. This study refers to the Model Reconstruction of Education in particular the first component, Clarification and Analysis of Content Science in which the structure of content science (solubility and solubility product) is processed through a process elementarisasi and construction into the structure of learning content (content solubility and solubility product enriched context nanofiltration) are accessible for high school students. The addition of context into the science content aims to improve the scientific literacy of students. The instrument used in this study measures outlined in the construction and characterization of content and the context, questionnaire assessment questionnaire responses of teachers and students. Results of the study are: (1) Construction in accordance with the context of the solubility and solubility product with nanofiltration context (in the form of basic text) are represented in a multimedia language learning with short, dense and clear without prejudice meaning. (2) Characteristics of learning multimedia solubility and solubility product (Ksp) with context nanofiltration follow the stages of learning STL, and multimedia characteristics are typical for nanofiltration context. (3) Based on the questionnaire assessment of teachers, that multimedia learning assessed in terms of instructional design of learning has met the principles of the learning process well, the criteria learning principles covering aspects of improving attention, informing the learning objectives, stimulate the knowledge beginning students, display the contents, provide study guides, improve performance and measure learning outcomes assessed as well as providing feedback aspect is considered good, (4) limited test results show that almost all students (74.7%) are motivated to learn by using multimedia learning developed. Almost all students (76.2%) can control the multimedia learning well and give a good response to multimedia learning. Keyword : Scientific literacy, instructional multimedia, solubility and solubility product, nanofiltration, model Model Reconstruction of Education

    Analisis Pelayanan Resep Konvensional Dan Elektronik Serta Pengaruhnya Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian Di RSUD M.Natsir Solok Tahun 2019

    Get PDF
    Rumah Sakit wajib memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah di tetapkan. Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit dapat dilakukan dengan penerapan peresepan elektronik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan kefarmasian antara peresepan konvensional dan peresepan elektronik. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel berjumlah 431 resep diambil dengan teknik random sampling. Uji statistik pada variabel waktu tunggu dan kepuasan pasien yaitu uji t–independen sedangkan variabel kesalahan pemberian obat dan kesesuaian resep dengan formularium digunakan uji chi_square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan waktu tunggu (p value:0,000), kepuasan pasien (p value:0,000) dan kesesuaian resep dengan formularium (p value:0,000) antara peresepan elektronik dengan peresepan konvensional. Namun tidak terdapat perbedaan kejadian kesalahan pemberian obat antara peresepan elektronik dengan peresepan konvensional (p value:0,063). Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian pada peresepan elektronik lebih baik dibandingkan dengan peresepan konvensional. Pimpinan dan manajerial RSUD M.Natsir hendaknya mengimplementasikan peresepan elektronik ini pada instalasi rawat jalan dan rawat inap sehingga kualitas pelayanan kefarmasian dapat ditingkatkan. Kata Kunci : waktu tunggu, kepuasan pasien, peresepan konvensional, peresepan elektroni

    Turnitin 6 Jurnal Dr. Adrizal, M.S

    Get PDF

    DESKRIPSI TRADISI BARARAK PADA UPACARA PERKAWINAN DI KENAGARIAN SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

    Get PDF
    ABSTRAK Adrizal (1010742004) Tradisi Bararak Pada Upacara Perkawinan DiKenagarian Sungai Nanam Kabupaten Solok (Dokumentasi, Analisis Makna, dan Nilai) Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, memiliki beberapa upacara adat, salah satunya tradisi bararak pada upacara perkawinan. Upacara ini merupakan salah satu acara yang terpenting dalam kehidupan masyarakat tradisi nagari ini. Kegiatan upacara adat ini terkait dengan makna dan nilai baik bagi pribadi marapulai (pengatin laki-laki) dan anak daro (pengantin perempuan), maupun kelompok keluarga besar kedua belah pihak. Melalui studi kepustakaan dan disertai dengan studi di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan analis data yang dilakukan secara deskriptif, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bararak pada upacara perkawinan merupakan hal yang sangat penting di Sungai Nanam. Melalui prosesi ini tidak hanya memperlihatkan identitas, nilai dan harga diri kedua mempelai tetapi juga identitas kaum dari kedua belah pihak

    Turnitin 7 Jurnal Dr. Adrizal, M.S

    Get PDF

    Turnitin 8 Jurnal Dr. Adrizal, M.S

    Get PDF

    Turnitin Jurnal 1 Dr. Adrizal

    Get PDF

    Turnitin Prosiding ICITSI Dr. Adrizal

    Get PDF
    corecore