12 research outputs found

    Analisis Habitat Rafflesia Sp. di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Jawa Barat

    Get PDF
    Cagar Alam Pananjung Pangandaran merupakan kawasan konservasi yang berada di Pangandaran Jawa Barat. Banyak jenis tumbuhan dan hewan yang dikonservasi di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, salah satunya adalah jenis tumbuhan Rafflesia sp. Tumbuhan Rafflesia sp. untuk pertumbuhannya memerlukan interaksi paling tidak dengan dua jenis tumbuhan lain yaitu liana sebagai inang Rafflesia dan pohon sebagai tempat merambatnya liana. Jika terjadi perubahan habitat yang berpengaruh terhadap salah satu tumbuhan pendukung pertumbuhan Rafflesia, maka dapat diduga Rafflesia tidak akan berkembang dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini diarahkan untuk mengetahui kondisi habitat alami Rafflesia sp. yakni komponen biotik dan abiotik yang mendukung pertumbuhan Rafflesia di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Data penelitian yang berupa struktur dan komposisi tumbuhan inang Rafflesia dan pepohonan tempat merambat tumbuhan inang serta jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat ditemukannya populasi Rafflesia sp. dianalisis menggunakan indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (index diversity of Shannon-Wiener) dan Indeks kemerataan jenis (Indeks Evenness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rafflesia sp. di Cagar Alam Pananjung Pangandaran hanya tumbuh pada satu jenis tumbuhan inang yaitu Tetrastigma leucostaphyllum, sedangkan jenis pepohonan yang dijadikan tempat merambat liana T. Leucostaphyllum ada 2 jenis yaitu Syzygium antisepticum dan Alchornea rugosa. Jenis yang mendominasi di habitat Rafflesia pada tingkat pertumbuhan semai yaitu Alchornea rugosa dengan nilai INP tertinggi 56,4%, tingkat anakan yaitu Buchanania arborescens dengan nilai INP tertinggi 48,8% sedangkan Syzygium antisepticum pada tingkat pertumbuhan pohon dengan nilai INP tertinggi 136%. Faktor abiotik yang mendukung di antaranya suhu, kelembapan, intensitas cahaya dan pH tanah

    Diversity and Abundance of Soil Arthropods in Terrestrial Area of Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia

    Get PDF
    Soil arthropods play an important role in nutrient cycling and maintenance of soil structure. Thus, their abundance and diver­sity can indicate the biological quality of the soil. Due to different soil management practices, arthropods are also very sensitive to en­vironmental changes. This study aims to analyze the abundance and diversity of soil arthropods and the environmental factors that sup­port the abundance of soil arthropods in terrestrial of Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. The methods used to obtain samples of soil arthropods are pitfall trap. Soil arthropod data were analyzed to determine the Shannon diversity index (H'), Margalef richness index (R), and Evenness index (E). The effect of abiotic environmental fac­tors was analyzed using Principal Component Analysis (PCA). A total of 1263 arthropods were found in Situ Lengkong Panjalu, belonging to 11 orders, 24 families, and 32 morphospecies. The current work determined the scores of H'= 2.08, R = 3,08, and E = 0.72 of soil arthropods in Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. Results revealed that humidity is one such environmental parameter affecting the presence of soil arthropods in Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. This research can be used as a guide in validating and conservation of the habitat of soil arthropod species on West Jav

    Rafflesia patma Blume in Pananjung Pangandaran Nature Reserve, West Java: Population Structure, Distribution Patterns, and Environmental Influences

    Get PDF
    Rafflesia patma is an endemic plant of Pangandaran, West Java which is protected because of its rare status. The purpose of this research is to study the population structure, distribution patterns, and the effect of the physical environment of abundance R. patma in Pananjung Pangandaran Nature Reserve, West Java. The method used in this research was a survey method with a purposive sampling technique. Sampling was conducted using quadrat plots. The population pattern distribution was defined by a standardized Morisita index, and the analysis of abiotic environmental factors was determined by Principal Component Analysis (PCA) using PAST3. The results showed that there were 114 R. patma individuals scattered in several research areas in Pananjung Pangandaran Nature Reserve, they were Gua Parat (3 individuals), Cilegon (13 individuals), Pasir Putih (12 individuals), Badeto (48 individuals), and Curug Leutik (38 individuals). The distribution pattern of R. patma in Pananjung Pangandaran Nature Reserve was clustered with the Morisita index value (Id) > 1. Based on the PCA analysis, results that support the classification of the cluster analysis were obtained. Based on four abiotic environmental conditions analyzed, the most dominant character in influencing the distribution patterns and population structure of R. patma is light intensity.

    Diversity and Abundance of Soil Arthropods in Terrestrial Area of Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia

    Get PDF
    Soil arthropods play an important role in nutrient cycling and maintenance of soil structure. Thus, their abundance and diver­sity can indicate the biological quality of the soil. Due to different soil management practices, arthropods are also very sensitive to en­vironmental changes. This study aims to analyze the abundance and diversity of soil arthropods and the environmental factors that sup­port the abundance of soil arthropods in terrestrial of Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. The methods used to obtain samples of soil arthropods are pitfall trap. Soil arthropod data were analyzed to determine the Shannon diversity index (H'), Margalef richness index (R), and Evenness index (E). The effect of abiotic environmental fac­tors was analyzed using Principal Component Analysis (PCA). A total of 1263 arthropods were found in Situ Lengkong Panjalu, belonging to 11 orders, 24 families, and 32 morphospecies. The current work determined the scores of H'= 2.08, R = 3,08, and E = 0.72 of soil arthropods in Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. Results revealed that humidity is one such environmental parameter affecting the presence of soil arthropods in Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. This research can be used as a guide in validating and conservation of the habitat of soil arthropod species on West Jav

    PERBANDINGAN VEGETASI PADA EKOSISTEM HUTAN PANTAI DAN HUTAN DATARAN RENDAH DI CAGAR ALAM PANANJUNG PANGANDARAN

    Get PDF
    Kawasan Cagar Alam Pananjung Pangandaran memiliki ekosistem yang cukup beragam, antara lain ekosistem pantai, ekosistem hutan dataran rendah, dan ekosistem hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan vegetasi pada ekosistem hutan pantai dan hutan dataran rendah di wilayah Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Penelitian ini dilakukan pada 2 lokasi di kawasan Cagar Alam Pananjung Pangandaran yaitu Pasir Putih sebagai ekosistem hutan pantai dan Badeto sebagai ekosistem hutan dataran rendah. Metode yang digunakan adalah Line transect dan pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Hasil penelitian menunjukan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran ditemukan sebanyak 20 spesies terdiri dari 20 famili dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda diantaranya semai, tiang dan pohon. Hasil perhitungan INP pada tingkatan semai pada kedua ekosistem menunjukan didominasi oleh Alchornea rugosa (hutan pantai 57,6 % dan hutan dataran rendah 36,34 %). Spesies pada tingkatan tiang pada kedua ekosistem didominasi oleh Syzygium antisepticum (hutan pantai 68,24 % dan hutan dataran rendah 37,68 %). Tingkatan pohon pada ekosistem hutan didominasi oleh Barringtonia asiatica (73,58 %) dan pada ekosistem dataran rendah oleh Syzygium antisepticum (78,57 %). Keanekaragaman spesies pada setiap lokasi termasuk kedalam tingkat keanekaragaman yang sedang karena nilai H’ yang didapatkan antara rentang 1 sampai dengan 3

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA MAKE A MATCH CARD TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan model poblem based learning dengan media make a match card terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem-Based Learning dengan media make a match card terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Waktu penelitian pada bulan April sampai Mei 2024. Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MIPA SMA Negeri 1 Cihaurbeuti. Sampel yang digunakan yaitu kelas X MIPA 4 dengan jumlah 36 siswa. Desain penelitian yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design. Instrumen yang digunakan berupa tes tulis pretest dan posttest sebanyak 6 butir soal essai yang mengacu pada indikator berpikir kritis. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji Z. Diketahui nilai Zhitung  ≥ Ztabel  yaitu 2,71 ≥ 1,65. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penerapan model Problem-Based Learning dengan media make a match card terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Model Problem-Based Learning, Make A Match Car

    Pengenalan Pembuatan Ecobrick dalam Upaya Pengelolaan Sampah Plastik di Sekolah

    Get PDF
    Sekolah merupakan salah satu tempat yang menghasilkan sampah anorganik seperti plastik dalam jumlah yang banyak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah – sampah plastik di sekolah yaitu dengan mendaur ulang sampah tersebut. Ecobrick merupakan salah satu metode daur ulang sampah botol plastik dan plastik – plastik bekas lainnya menjadi bata yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 4 Panawangan dengan sasaran siswa – siswi kelas 8. Alat dan bahan utama yang dibutuhkan dalam membuat ecobrick yaitu botol plastik dan plastik – plastik bekas yang bersih. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan demonstrasi. Ceramah digunakan untuk menyampaikan materi tentang lingkungan, alat dan bahan, tujuan serta pembuatan ecobrick, sedangkan demonstrasi dilakukan untuk membuat langsung ecobrick secara berkelompok dari alat dan bahan yang sudah disiapkan. Dari kegiatan ini dihasilkan produk berupa kursi dan meja yang terbuat dari sampah botol dan plastik, kemudian siswa menjadi tahu tentang pemilahan dan pengolahan sampah terutama sampah anorganik. Selain itu, diharapkan siswa akan lebih peduli terhadap lingkungan di sekolah dan rumahnya. Dapat disimpulkan melalui kegiatan ini siswa menjadi tahu tentang pengelolaan sampah di sekitar mereka dengan salah satu metode daur ulang sampah yang digunakan yaitu ecobrick, dan siswa menjadi lebih paham serta peduli terhadap lingkungan mereka

    IMPLEMENTASI PEMBUATAN ECOBRICK DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan literasi lingkungan siswa setelah diimplementasikan pembuatan ecobrick di sekolah. Metode penelitian yang digunakan yaitu mix method (kualitatif dan kuantitatif) Concurrent Triangulation Design. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII serta VIII SMPN 4 Panawangan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu implementasi pembuatan ecobrick di sekolah dapat meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa. Praktek pembuatan ecobrick dan pemberian materi yang diberikan menghasilkan nilai efektivitas sebesar 42,04%, hasil ini masih kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa. Selain itu, siswa dan guru memberikan respon yang positif terhadap pelaksanaan pembuatan ecobrick di sekolah

    Pelatihan Pengembangan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berbasis Proyek dan STEAM-H di Sekolah Adiwiyata MIS Handapherang

    Get PDF
    Sekolah Adiwiyata memiliki peluang yang baik untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Perencanaan pembelajaran dengan pembuatan modul ajar kurikulum Merdeka merupakan langkah awal untuk mengimplementasikannya. Pelatihan pengembangan modul ajar pada pembelajaran berbasis proyek dengan STEAM-H (science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health) di MIS Handapherang merupakan kegiatan awal untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis proyek dengan integrasi lintas mata pelajaran. Alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan terutama alat dan bahan menanam sayuran sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Metode pelatihan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Ceramah dan diskusi dilakukan dalam penyampaian materi tentang rencana pembelajaran pada kurikulum merdeka berdasarkan regulasi pendididikan, langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan pembelajaran STEAM-H. Demonstrasi dilakuakn untuk memperkenalkan teknik membuat koneksi capaian pembelajaran dengan proyek menanam sayuran untuk mendukung PRLH. Diskusi grup dibagi sesuai dengan capaian pembelajaran setiap fase capaian pembelajaranyang terdiri dari A, B, dan C. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan guru meningkat dengan persentase kategori peningkatan 43% tinggi, 48% sedang, dan 9% rendah.. Modul ajar mengintegrasikan mata pelajaran matematika dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dengan proyek menanam sayuran yang melibatkan lima disiplin ilmu yaitu sains tentang pertumbuhan tanaman, teknologi dan teknik tentang sistem hidroponik, pertanian tentang teknik menanam, matematika tentang perhitungan alat, bahan, dan proses menanam, serta Kesehatan tentang asupan sayuran sebagai makanan sehat. Hasil pengembangan modul ajar mendukung penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) di sekolah Adiwiyata

    POTENSI EKONOMI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA SUKAJADI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS

    Get PDF
    This research was conducted with the aim of knowing the economic potential of using yards in Sukajadi village, Sadananya District, Ciamis Regency and to find out the form of using yards and the amount of capital needed to use the yards and contributing to the use of yards in increasing economic income for the people in the village. Sukajadi, Sadananya District, Ciamis Regency. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques were carried out in 3 ways, namely field surveys, questionnaires, and documentation. The population consists of 341 household heads. The sampling technique used is a simple random sampling technique. The results of the study found that land use in the form of yard land use has the potential to increase income. So that it can help the family economy. As for the form of land use yards that can increase income can be in the form of land use yards in other forms of business such as (groceries business, workshops, and so on). Meanwhile, the amount of income received before utilizing the land was only less than IDR 500,000 up to IDR 1,000,000. However, after utilizing the yard owned, the income earned increased by around IDR 1,000,000 or even more every month
    corecore