16,737 research outputs found

    Introduction to the Human Body With A Krama Inggil Language-Based Microcontroller ATmega 16

    Get PDF
    The introduction of human limbs with language-based Krama Inggil ATmega microcontroller 16 is a tool that serves to introduce the members of the human body in one language Krama Inggil based microcontroller ATmega 16. This tool is made for the purpose as a medium of learning for elementary school children. While the use of language Krama Inggil this tool works so that children can learn, know, and can use the language Krama Inggil well in their daily lives. Designing the introduction of human limbs with language-based Krama Inggil ATmega 16 microcontroller is composed of hardware and software. Hardware designed using Proteus7.7 ISIS software, this software is used as a debugger (simulator) and used for preliminary analysis before making the product. ISIS Proteus7.7 can combine with BASCOM AVR software so that it can be used also to analyze programs created using BASCOM AVR. ISIS Proteus7.7 also used as a circuit design to PCB design. The hardware used for the design to identify the members of the human body with languagebased Krama Inggil ATmega 16 microcontroller consists of (1) image and text viewer using the Graphics LCD (2) Minimum system ATmega 16 (3) Keypad matrix using a diode as a rectifier currents. While the form of software programs in C programming language is written using BASCOM AVR software, which consists of (1) main courses (2) hardware initialization program (3) The definition of the processor, using ATmega 16 (4) Definition LCD (5) Definition Port ( 6) Declare a variable and (7) the main function. Based on the test results can be known about the performance of the human body to identify the members Krama Inggil language. This tool is able to display pictures and writings of members of the human body according to the input provided through the keypad matrix. Keywords: Graphics LCD, ATmega 16, Keypad Matri

    The Gap of Supply and Demand on Accounting Education: A Picture of Readiness of Top 50 Universities in South East Asia toward Green Concern

    Get PDF
    This paper aims to take a picture on the university commitment toward sustainability development consideration. As a part of it, this paper also try to map the action taken by accounting education through its programs including curriculum development, research, campus activities programs showing green concern in creating sustainability development. As a descriptive study, this research took 50 universities on top South East Asia ranking web of world universities (Webometrics) in 2010. All data taken from information published on web in each universities as well as any information related with each universities provided in public sources. Using descriptive analysis it is found that mostly accounting education put their green-concern on hardcore facilities such as web-based learning as one of their delivery method supporting facilities. While findings shown that accounting education need to put more attention and effort on designing accounting curriculum, campus events, and research that carry ethics and socio-environment consideration to respond the ultimate demand from business sector. Eventually, this result expected to encourage accounting education especially in Indonesia to put more consideration and action in responding business requirement in creating sustainability development

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN UMUR SAAT MENOPAUSE DENGAN KELUHAN SAAT MENOPAUSE (Studi pada wanita anggota posyandu usia lanjut di Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat tahun 2007) CORRELATION BETWEEN DEMOGRAPHY CHARACTERISTIC AND AGE IN MENOPAUSE WITH MENOPAUSE SYMPTOMS (Studies to women at adult "Posyandu" on Putussibau Village,Putussibau Subdistrict, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan 2007)

    Get PDF
    Wanita usia 45 tahun keatas memasuki mas menopause dengan keluhan-keluhan yang diakibatkan defisiensi estrogen. Berkurangnya hormon estrogen akan mengalami beberapa kelainan, baik yang terjadi jangka pendek maupun jangka panjang. Keluhan yang dialami meliputi keluhan vasomotorik, keluhan traktus urogenital, keluhan konstitusional, keluhan psikiastenik dan neuretik. Keluhan yang dirasakan pada masa menopause erat kaitannya denagan karakteristik demografi dan umur saat menopause. Tujuan penelitian Mengetahui Hubungan karakteristik demografi dan umur saat menopause dengan keluhan masa menopause. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan Explanatory Research dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu anggota posyandu usia lanjut di Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan kuisioner. Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kondisi haid normal (80%), memiliki anak (91,1%), menggunakan alat kontrasepsi hormonal (68,9%), umur menopause normal (77,8%), mengalami keluhan (88,9%). Hasil uji statistik chi-square tidak ada hubungan kondisi haid dengan keluhan masa menopause (p value >0,05). Tidak ada hubungan jumlah anak dengan keluhan masa menopause (p value >0,05). Ada hubungan pemakaian alat kontrasepsi Hormonal dengan keluhan masa menopause (p value >0,05). Tidak ada hubungan umur saat menopause dengan keluhan masa menopause (p value >0,05). Disarankan bagi pelaksana posyandu usila untuk memberikan informasi tentang menopause saat melakukan pemeriksaan. Women in ages over 45 years are entering menopause with symptoms caused by estrogen deficiency. Lack of estrogen resulted in some aberration on short or long time. The aberration not only came in physical disorder, but also mentelly disorder. The simptoms was come such in vasomotor symptom, tractus urogenital symptom, contitutional symptom, physiastenic and neorotic symptom. Theses menopause symptoms have close relation with demography characteristic and age in menopause. The aim of this research is know correlation between demography and age in menopause with menopause symptoms. Using explanatory research with cross sectional type, this research was taken all women at adult "Posyandu" on Putussibau Village,Putussibau Subdistrict, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan as population. Sample was taken by purposive sampling technical using structured interview by quisioner. Thus, that data was analysis by chi square. Result of this study show that most respondent do normal menstruation (80%), with the biggest percentage was coming in respondent with children. Usage of hormonal contraception come in 68,9% respondent. Most ages was come in hormonal menopause time (77,8%) respondent get the symptoms in menopause. Bivariat analysis resulted that there no correlation between menstruation with menopause Symptoms (p value >0,05), correlation between quantitinof children with menopause symptom (p value >0,005 and correlation between menopause age with menopause symptom (p value >0,005). But there is have correlation between hormonal contraception usage with menopause symptom (p value < 0,005). Suggested to give information about menopause symptoms include some factors influence menopause. Kata Kunci: Usia Lanjut,Menopause The oldster,Menopaus

    TATA RIAS KARAKTER TOKOH PANGERAN EUGENE FITZHERBERT DALAM CERITA RAPUNZEL PADA PERGELARAN FAIRY TALES OF FANTASY

    Get PDF
    Pembuatan Proyek Akhir ini bertujuan untuk: 1) merancang tata rias wajah, penataan rambut, body painting/ face painting, dan kostum tokoh pangeran Eugene Fitzherbert dalam cerita Rapunzel pada pergelaran Fairy Tales of Fantasy. 2) menerapkan tata rias wajah, penataan rambut, body painting/ face painting dan kostum tokoh Eugene Fitzherbert dalam cerita Rapunzel pada pergelaran Fairy Tales of Fantasi. 3) menampilkan tokoh pangeran Eugene Fitzherbert dalam cerita Rapunzel pada pagelaran Fairy Tales of Fantasy. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan, yaitu: 1) merancang dengan cara mengetahui alur cerita dongeng Rapunzel dan mengkaji teori untuk mempelajari karakter tokoh pangeran Eugene Fitzherbert, mencari sumber ide dan merancang tata rias wajah karakter, penataan rambut, body painting/ face painting dan kostum. 2) menerapkan dengan melakukan tes rias wajah, penataaan rambut, gladi kotor yang meliputi pengaplikasian tata rias wajah, penataan rambut, body painting/ face painting dan kostum dengan menampilkan tokoh diatas panggung serta penyesuaian tata cahaya dan musik. 3) menampilkan tokoh Eugene Fitzherbert pada pergelaran Fairy Tales of Fantasy dengan menyusun kegiatan (latihan, gladi kotor, gladi bersih dan penyelenggaraan pergelaran). Hasil Proyek Akhir, yaitu: 1) terciptanya tata rias wajah karakter, penataan rambut, body painting/ face painting, dan kostum tokoh pangeran Eugene Fitzherbert dalam cerita Rapunzel pada pergelaran Fairy Tales of Fantasy. 2) terwujudnya tata rias wajah karakter, penataan rambut, body painting/ face painting, dan kostum tokoh pangeran Eugene Fitzherbert dalam cerita Rapunzel pada pergelaran Fairy Tales of Fantasy. 3) terselenggaranya pergelaran Fairy Tales of Fantasy di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 17 Maret 2012, dengan menampilkan tokoh pangeran Eugene Fitzherbert dalam cerita Rapunzel

    Deskripsi Karya Seni Monumental Balinese Lamak

    Get PDF
    Abstrak ‘Balinese Lamak’ merupakan karya seni Prasi, dimana sumber ide berasal dari Lamak yang digunakan sebagai sarana upacara. Diletakkan ditengah – tengah pelinggih berfungsi sebagai altar. Kehadiran segenap simbol pada karya ‘Balinese Lamak’ merupakan penggambaran alam semesta dengan tiga tingkatan terdiri dari alam bawah (pertiwi), tengah dan atas (Bhur, Bwah dan Swahloka). Mengandung makna sebagai wujud syukur atas anugrah keindahan yang telah Tuhan ciptakan bagi kehidupan umat manusia. Wujud syukur tersebut hendaknya diwujudkan melalui tindakan positif dengan senantiasa menjaga alam agar roda kehidupan dapat berjalan seimbang dan harmonis. Kata Kunci : Balinese Lamak, Seni Pras

    LAPORAN INDIVIDU PENGALAMAN PRAKTIK LAPANGAN SMA NEGERI 3 KLATEN

    Get PDF
    Program PPL merupakan mata kuliah intrakulikuler yang wajib ditempuh bagi setiap mahasiswa S1 yang mengambil program studi kependidikan. Dengan diadakannya kegiatan PPL yang dilaksanakan secara terpadu ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran. Praktik PPL akan memberikan life skill bagi mahasiswa, yaitu pengalaman belajar yang kaya, dapat memperluas wawasan, melatih dan mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah, sehingga keberadaan program PPL ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai tenaga kependidiakan dalam mendukung profesinya. Kegiatan PPL di SMA Negeri 3 Klaten dilaksanakan mulai tanggal 01 Juli 2013 dan berakhir pada tanggal 17 September 2014. SMA Negeri 3 Klaten terletak diantara 2 kota yaitu Yogyakarta dan Surakarta tepatnya di Jl Solo Km 2, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. SMA Negeri 3 Klaten merupakan salah satu SMA Negeri di Kabupaten Klaten yang dikenal luas di masyarakat Klaten karena nuansa akademis dan non akademis yang terus ditumbuhkembangkan. Dalam kegiatan PPL, kegiatan yang dilakukan praktikan meliputi penyusunan, pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 Semester, konsultasi dengan guru pembimbing, dan pembuatan soal Ulangan Harian Terpadu. Kegiatan utama praktikan dalam PPL adalah praktik mengajar kelas X SOS 1, 2, 3. Sesuai dengan persyaratan bahwa praktikan harus mengajar minimal 8 kali dan hasil dari kegiatan PPL didapatkan bahwa praktikan mengajar sebanyak 12 kali (@ kelas 4 kali pertemuan). Selama melaksanakan PPL mahasiswa sering menemui hambatan-hambatan dan hambatan tersebut ada yang bisa diatasi denga

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH 3-6 TAHUN DI PG-TK DARUSSALAM WEDORO BELAHAN - WARU SIDOARJO

    Get PDF
    Fenomena yang terjadi banyak orang tua yang tidak tahu tentang pentingnya manfaat dan jenis permainan edukatif yang dapat melatih perkembangan dan perilaku sosial anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dengan perkembangan anak usia pra sekolah 3-6 tahun di PG-TK Darussalam Wedoro Belahan – Waru Sidoarjo. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya semua ibu yang mempunyai anak usia 3-6 tahun sebesar 30 ibu dengan besar sampel 28 responden diambil dengan cara simple random sampling. Variabel independen pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dan variabel dependen perkembangan anak usia pra sekolah 3-6 tahun. Menggunakan instrument kuesioner dan KPSP. Uji statistik yang digunakan adalah Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif sebagian besar baik. Perkembangan anak usia prasekolah sebagian besar sesuai dengan usia. Ada hubungan pengetahuan ibu tentang permaianan Edukatif dengan perkembangan anak usia pra sekolah 3-6 tahun di PG-TK Darussalam Wedoro Belahan – Waru Sidoarjo. Simpulan dari penelitian ada hubungan pengetahuan ibu tentang permainan edukatif dengan perkembangan anak usia pra sekolah 3-6 tahun di PG-TK Darussalam. Diharapkan ibu dapat meningkatkan informasi tentang pengetahuan permainan edukatif dengan perkembangan anak usia pra sekolah dan dapat mengajarkan permainan edukatif secara mandiri

    PENGARUH PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL) TERHADAP PRODUKTIVITAS DI PT. DAM SINAR BUTTON FACTORY

    Get PDF
    Di dalam pasar dengan tingkat persaingan usaha yang sangat ketat, mutu dari suatu produk dan layanan yang ditawarkan akan memiliki peranan terhadap perkembangan bisnis sehingga memiliki daya saing yang besar dan tingkat keberhasilan meraih pasar yang tinggi. Produktivitas dan mutu saling berkaitan, karena pengendalian mutu dapat memberikan efek positif bagi produktivitas. Berdasarkan hasil penelitian di PT. Dam Sinar Button Factory, tingkat produktivitas pada produksi kancing bersifat fluktuatif dan cenderung menurun dari tahun ke tahun disebabkan banyaknya produk gagal mutu karena pelaksanaan pengendalian mutu yang kurang efektif. Berdasarkan masalah tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai Pengaruh Pengaruh Pengendalian Mutu (Quality Control) terhadap Produktivitas di PT. Dam Sinar Button Factory. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pengendalian mutu, gambaran tingkat produktivitas, serta mengetahui seberapa besar pengaruh pengendalian mutu (quality control) terhadap produktivitas di PT. Dam Sinar Button Factory. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Sampel yang diteliti adalah karyawan bagian produksi di PT. Dam Sinar Button Factory yaitu sebanyak 30 orang. Data yang digunakan berupa data ordinal dan rasio. Teknik analisis data menggunakan koefisien korelasi Pearson Product Moment, analisis regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pengendalian mutu di PT. Dam Sinar Button Factory berada pada kategori tinggi dan pengendalian mutu sudah dilaksanakan dengan baik. (2) Tingkat produktivitas di PT. Dam Sinar Button Factory termasuk tinggi tetapi bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun. Tingkat produktivitasnya pun semakin lama semakin banyak terjadi penurunan. (3) Pengendalian mutu berpengaruh positif terhadap produktivitas dan terdapat pengaruh yang cukup kuat antara pengendalian mutu terhadap produktivitas. Penulis menyarankan perusahaan untuk lebih meningkatkan lagi pengendalian mutunya sesuai standar yang telah ditetapkan, serta lebih memperketat lagi jalannya proses produksi agar dapat menurunkan tingkat produk yang gagal mutu sehingga sesuai dengan target yang diharapkan. Kata Kunci: Pengendalian Mutu, Produktivita

    PEMBELAJARAN KETERAMPILAN TATA RIAS WAJAH DAN SALON DALAM PROGRAM KESETARAAN PAKET B DI PKBM JAYAGIRI LEMBANG

    Get PDF
    Penelitian ini berupaya menggali informasi mengenai Pembelajaran Keterampilan Tata Rias Wajah Dan Salon Dalam Program Kesetaraan Paket B. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui rancangan program pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, proses pembelajaran dan evaluasi dalam pelatihan. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep pembelajaran, konsep pelatihan, konsep kecakapan hidup dan konsep kesetaraan paket B. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Tutor dan Pengelola sebagai nara sumber utama dan 3 (tiga) orang warga belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Wawancara, observasi, studi dokumentasi dan triangulasi data, sedangkan teknik analisis data dengan mendeskriptifkan data, mereduksi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil temuan yang diperoleh pada saat penelitian dapat diperoleh suatu kesimpulan sebagai berikut (1) pembelajaran pelatihan tata rias wajah dan salon ini merupakan suatu kegiatan bekal keterampilan dan keahlian peserta didik dalam membuka lapangan pekekerjaan sendiri dengan kemampuan yang dia peroleh selama mengikuti pelatihan. (2) strategi dan metode yang digunakan oleh tutor adalah metode ceramah dan metode tanya jawab selain itu tutor mengunakan startegi pembelajaran juga. (3) proses pembelajaran yang dilakukan oleh tutor pun selalu menerapkan beberapa teknik dalam pembelajarannya yaitu seperti teknik membuka, teknik menjelaskan, teknik bertanya, pemberian penguatan, penerapan mengadakan variasia dan tehnik menutup, kemampuan tutor dalam penerapan pelaksanaan pembelajaran untuk memotivasi peserta berdampak pada peserta memiliki rasa percaya diri, aktif dalam pembelajaran dan merasa nyaman dalam mengikuti pembelajaran. (4) Bentuk evaluasi yang digunakan tutor pada pelatihan ini adalah bentuk evaluasi di awal, pertengahan dan akhir pembelajaran, selain itu bentuk evaluasinya bukan hanya melalui testertulis dan tes praktek tetapi melalui pengamatan tutor selama kegiatan pelatihan berlangsung itulah yang menjadi bahan dasar pertimbangan penilaian tutor kepada peserta didiknya. This study seeks to explore the information about the Learning Skills Face Makeup And Salon In Equality Program Package B. The purpose of this study is the authors wanted to know the design of learning programs, learning strategies, teaching methods, learning and evaluation in training. Conceptual basis which used in this study is the concept of learning, training concept, the concept of life skills and the concept of packet B. The method that used in this research is descriptive method with qualitative approach. Source of data in this study is Tutor and business as the main resource persons and three (3) people from citizens which learn. Techniques of data collection used were interviews, observation, documentation studies and triangulation of data, while data analysis techniques with description of data, reduce the data and drawing conclusions. Based on interviews and the results obtained during the study may be attributed to a conclusion as follows: (1) learning makeup training and salon is an activity the provision of skills and expertise of learners in the open field work for themselves with the skills he acquired during training. 2) strategies and method which used by the tutor is a lecture and question and answer method other than that tutors use learning strategies as well. (3) the learning process is carried out by the tutor was always apply some of the techniques in which learning techniques such as opening, explaining techniques, questioning techniques, strengthening the provision, implementation and technical variasia and closing technique, the ability of the tutor in the application of the implementation of learning to motivate participants to have an impact on participants confidence, active in learning and to feel comfortable in the following study. (4) The form of evaluation that used in the tutor training is a form of evaluation at the beginning, middle and end of the lesson, but it forms not only through written test evaluation and practice tests but through tutor observation during training activity takes place that is the base material to the consideration and evaluation of the tutor learners
    corecore