7 research outputs found

    Strategi Perilaku Guru Dalam Membantu Siswa Yang Mengalami Kesulitan Belajar Matematika

    Get PDF
    Rendahnya hasil belajar matematika siswa ini tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah proses pembelajaran yang tidak tepat. Dalam prosedur umum pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut : kegiatan pra-pembelajaran, penyajian informasi, partisipasi siswa, evaluasi dan tindak lanjut yang sesuai dengan KKM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku guru dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur umum pembelajaran yang meliputi kegiatan pra pembelajaran meliputi persiapan yang dilakukan sebelum mengajar meliputi media dan metode. Dari persiapan yang dilakukan menurutnya efektif dan bisa membantu dalam proses pembelajaran, dan dari kendalanya subjek tidak mengalami. Sedangkan dari penyajian informasi, usaha yang diberikan meliputi latihan dan permainan. Untuk kendala tidak begitu mengalami kesulitan, dalam proses pembelajaran subjek berusaha memberikan contoh disetiap pembelajaran. Dari partisipasi siswa subjek menggunakan latihan, permaian, respon yang muncul pun siswa merasa senang. Evaluasi sendiri subjek memberikan sebuah latihan, dari latihan yang diberikan menurutnya efektif karena dengan memberikan latihan subjek dapat mengetahui kualitas siswanya. Dari evaluasi yang diberikan dalam proses penilaian dengan cara subjek memberikan latihan dan latihan tersebut diperiksa apabila hasilnya jelek maka akan diberi latihan lagi serta diberi bimbingan. Dari tindak lanjut yang diberikan berupa mereview dan memberikan tambahan jam pelajaran. Kendalanya bagaimana cara siswa itu tertarik dan mau datang saat diberikan les

    Perbedaan Keterampilan Sosial Siswa Akselerasi Dengan Reguler

    Get PDF
    Penyelenggaraan program akselerasi atau percepatan belajar selain memberikan manfaat dan keuntungan bagi siswa berbakat akademik ternyata juga berpeluang menimbulkan permasalahan dan potensi negatif di bidang akademis yakni siswa mengalamai hambatan dalam mengembangkan keterampilan sosialnya dibandingkan siswa kelas reguler. Tujuan penelitian untuk mengetahui:1) Perbedaan keterampilan sosial siswa akselerasi dan reguler;2) Tingkat keterampilan sosial siswa akselerasi dan reguler. Hipotesis yang diajukan ada perbedaan keterampilan sosial antara siswa akselerasi dan reguler. Siswa reguler memiliki keterampilan sosial lebih tinggi dibandingkan dengan siswa akselerasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI program akselerasi dan siswa program reguler SMA N 1 Sukoharjo. Jumlah siswa program akselerasi sebanyak 47 siswa, sedangkan jumlah siswa kelas reguler diambil 40 siswa. Alat ukur menggunakan skala keterampilan sosial. Analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis) diperoleh nilai t = 2,659; p=0,009 (p<0,01). Hasil ini berarti ada perbedaan yang sangat signifikan keterampilan sosial antara siswa kelas reguler dengan siswa kelas akselerasi. Nilai rata-rata keterampilan sosial siswa kelas reguler sebesar 106,200, dan nilai rata rata siswa kelas akselerasi sebesar 95,660; dengan demikian keterampilan sosial siswa kelas reguler lebih tinggi dibandingkan siswa kelas akselerasi. Nilai R2 = 0,077, menunjukkan sumbangan efektif perbedaan program akselerasi dan regular terhadap keterampilan sosial sebesar (7,7%). Nilai rerata empirik (RE) keterampilan sosial pada siswa kelas reguler =106,200 dan kelas akselerasi =95,660 dengan nilai rerata hipotetik (RH) = 107,5. Perbandingan nilai rerata empirik dan hipotetik tersebut menunjukkan keterampilan sosial pada siswa reguler dan siswa akselerasi tergolong sedang, namun kategori keterampilan social siswa kelas reguler sedang mengarah ke tinggi, adapun siswa kelas akselerasi keterampilan sosialnya mengarah ke kategori rendah

    Hubungan Body Image Terhadap Penerimaan Diri Pada Remaja

    Get PDF
    Manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak dapat hidup tanpa orang lain. Menurut Walgito (2001) dorongan atau motif sosial pada manusia, mendorong manusia mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau interaksi sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara manusia satu dengan manusia yang lain. Penerimaan diri yang baik ialah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungannya, sehingga remaja merasa puas terhadap diri sendiri dan lingkungan. Pada subjek peneletian yang peneliti ambil teori diatas tidak sepenuhnya benar. Pada beberapa siswa dengan kemampuan inteletual yang menonjol, terdapa beberapa siswa yang memiliki body image kurang baik namun dapat memiliki penerimaan diri yang baik. Hal ini sedkit memberikan gambaran bahwa body image tidak sepenuhnya memberikan penerimaan diri yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunaan 100 responden yang merupakan siswa-siswi SMA Negeri 14 Surabaya dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara penerimaan diri pada remaja dengan body image yang ditunjukkandari hasil uji t dan uji F yang menunjukkan hasil yang positif dan signifikan

    Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Prestasi BElajar Pada Siswa Kelas VII Di SMP N 1 Sambong Kabupaten Blora

    Get PDF
    An education, learning becomes a way of demonstrating a positive change to later obtain new skills and knowledge. Learning the needs of all people, because by studying a person can understand or master something that ability can be improved. In studying and adjusting an existing lesson in school, many junior high school students who face all the problems on himself that demands time, energy and mind of students. Suppose on existing activities within the scope of school subjects, extracurricular activities and other general activities and the student must adapt himself to the school and outside the school environment. This must be balanced so that students can achieve better academic achievement. Learning achievement is influenced by two factors: internal and external factors. Factors include 1) the physical body which health factors, 2) psychological, namely intelligence (EQ and IQ), attention, interest, talent motives, maturity, readiness and self efficacy. If intelligence is high then the student learning achievement is high, and vice versa. The main objective of this research was to determine the relationship between emotional intelligence and academic achievement in class VII SMP N 1 Sambong Blora. The hypothesis is the existence of a positive relationship between emotional intelligence and academic achievement of students of class VII in SMP N 1 Sambong Blora. Research subjects are students of class VII A, VII B and VII C SMP Negri 1 Sambong responden.Teknikpengambilan totaling 100 samples using population studies. Data collection tools used intelligence scale emosidanpengambilan average results of students in the semester report cards 1. Methods of data analysis using nonparametric Spearman's correlation technique rho. Based on nonparametric analysis obtained correlation coefficient (r) of 0,270; p = 0.003 (p <0.01). The results showed there was a significant positive correlation between emotional intelligence and academic achievement, and vice versa very significant negative relationship between emotional intelligence, the lower the learning achievement. Emotional intelligence effective contribution to the learning achievement of 7.29% .Kecerdasan emotions have empirical mean sebesar109,79dan hypothetical mean that berartikecerdasan 92.5 emotion is high. While the variable learning achievement has the empirical mean (RE) of 3.13509 and the average hypothetical (RH) of 284.25, which means emotional intelligence on the subject was moderate

    Dukungan Sosial Keluarga Dalam Memotivasi Menyelesaikan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Get PDF
    Thesis is a form of scientific papers in the structure of the curriculum of undergraduate education programs that describe the special efforts of the application of integrated science that has been obtained in accordance with a specialization. But in reality not all students are able to complete the thesis on time. Final students have different problems to move on to their final project. In terms of social support, these students of course need support, at least the attention of others so that they are motivated to be able to complete their thesis. Students need support, especially support from their family to be motivated in completing thesis. The purpose of this study is to understand social support in motivating the students who are completing the thesis in the Psychology Study Program Faculty of Psychology Muhammadiyah University of Surakart. The method used in this research is qualitative research method with descriptive narrative strategy. Data collection method used in this research is open questionnaire and semi structured interview given to 4 psychology students who are, have or will do thesis, 4 informants consisted of 3 male informants and 1 female informant who are in the process of preparing thesis, has just been going to prepare a thesis or who have compiled thesis in the long term. The results showed that family social support can motivate students to immediately complete the thesis. The informants who get social support from their family, feel sorry for the parents who have bothered to finance their lectures so that the informants are increasingly motivated to immediately complete the thesis

    Hubungan Antara Harga Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa

    Get PDF
    Salah satu permasalahan yang sering dilakukan mahasiswa dalam perkuliahan berkaitan dengan pengelolaan waktu atau disiplin waktu. Prokrastinasi merupakan istilah dalam literatur ilmiah psikologi yang menunjukkan pada perilaku ketidakdisiplinan terhadap waktu. Indikasi terdapatnya prokrastinasi pada mahasiswa adalah lamanya selalu menunda-nunda mengerjakan tugas-tugas akademik yang harus diselesaikan. Banyak faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, salah satunya yaitu harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara harga diri dengan prokrastinasi akademik; 2) Sumbangan atau peranan harga diri terhadap prokrastinasi akademik.; 3) Tingkat atau kondisi harga diri subjek penelitian dan 4) Tingkat atau kondisi prokrastinasi akademik. subjek penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Psikologi UMS tahun akademik 2007-2008-2009 berjumlah 90 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik incidental non random sampling.Metode pengumpulan data menggunakan skala harga diri dan skala prokrastinasi akademik. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil analisis product moment diperoleh nilai r = -0,528; p = 0,000 (p < 0,01). Artinaya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara harga diri dengan prokrastinasi akademik. Semakin tinggi harga diri maka semakin rendah prokrastinasi akademik, sebaliknya semakin rendah harga diri maka semakin tinggi prokrastinasi akademik. Nilai koefisien determinan (r2) sebesar 0,279. Hal ini berarti sumbangan harga diri terhadap prokrastinasi akademik sebesar 27,9%, maka masih terdapat 72,1% faktor-faktor lain yang mempengaruhi prokrastinasi akademik selain variabel harga diri misalnya kelelahan dan kondisi psikologis, ketidaksenangan terhadap tugas, manajemen waktu, gaya pengasuhan orang tua dan faktor lingkungan yang lunak atau longgar pengawasannya. Berdasarkan kategorisasi diketahui harga diri pada subjek penelitian tergolong sedang ditunjukkan oleh rerata empirik (RE) = 94,567 dan rerata hipotetik (RH) = 92,5. Prokrastinasi akademik pada subjek penelitian tergolong sedang, ditunjukkan oleh rerata empirik (RE) = 106,933 dan rerata hipotetik (RH) = 112,5

    Hubungan Antara Bakat Numerik Dengan Prestasi Belajar Matematika

    Get PDF
    Abstraksi. Pendidikan mempunyai peran penting bagi perkembangan dan kemampuan siswa. Melalui pendidikan diharapkan siswa dapat mengembangkan potensinya, agar menjadi pribadi yang bermutu. Indikator pencapaian keberhasilan sekolah dalam menggemban tugasnya dapat dilihat dari pencapaian prestasi belajar yang tinggi. Salah satu variabel yang turut menentukkan dalam pencapaian prestasi belajar adalah Bakat. Sejalan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bakat numerik dengan prestasi belajar matematika. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan populasi yaitu siswa kelas XI jurusan IPS, di SMA Negeri 1 Limbangan Kendal, sampel yang digunakan adalah kelas XI IPS1 dan kelas XI IPS3 sebanyak 72 siswa. Diambil melalui cluster sampling. Peneliti menggunakan alat tes A5 dan dokumentasi prestasi belajar matematika. Pengujian hipotesis dengan analisis statistik korelasi product moment kendallÔÇÖs. Hasil uji hipotesis menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan antara bakat numerik dengan prestasi belajar matematika dengan nilai r= 0,513 dan p= 0,000 (p< 0,01), artinya semakin tinggi bakat numerik siswa maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar matematika, namun sebaliknya semakin rendah bakat numerik siswa,maka akan semakin rendah pula prestasi belajar matematika. Sumbangan efektif sebesar 46,4 % faktor bakat numerik dapat mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa
    corecore