9,676 research outputs found

    Optimalisasi informasi perubahan iklim dalam rangka membangun kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim

    Get PDF
    Rata-rata temperatur global diproyeksikan meningkat antara 1.4°C sampai 5.8°C pada akhir abad ke 21. Kenaikan temperatur ini akan berdampak besar pada hasil pertanian pada daerah tropis seperti Indonesia, karena tanaman di daerah tropis sudah mendekati toleransi temperatur maksimumnya. Proyeksi perubahan iklim ini juga akan mengakibatkan perubahan pada intensitas dan jumlah curah hujan. Oleh karena itu adaptasi yang tepat diperlukan untuk mengantisipasi terhadap dampak yang merugikan dari perubahan iklim. Informasi tentang proyeksi perubahan iklim baik pada skala global maupun skala regional dapat diperoleh dari berbagai simulasi model iklim. Namun penggunaan informasi ini belum optimal, karena kurangnya kerjasama antar berbagai sektor dalam pengkajian dampak perubahan iklim pada skala lokal. Dalam makalah ini akan dibahas pentingnya dan prospek pengembangan suatu metoda atau alat untuk menggunakan informasi perubahan iklim dalam mengkaji respon sistem pertanian terhadap perubahan iklim. Kata-kata kunci: kenaikan temperatur global, perubahan iklim, adaptasi, pertania

    Pemanfaatan Model Proyeksi Iklim dan Simulasi Tanaman dalam Penguatan Adaptasi Sistem Pertanian Padi terhadap Penurunan Produktivitas Akibat Perubahan Iklim: Studi Kasus di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

    Full text link
    Despite the well-documented model-simulated adverse climate change impact on rice yields reported elsewhere, interventions to address the issue seem to be still limited, particularly at local level. This links to the uncertainty that entails to climate projection and its likely future impact, which varies across regions and climate models. The study analyzes climate change-induced rice yield reduction and the adequacy of current adaptations, to cope with a large range of impact under various climate models. Seventeen General Circulation Models (GCMs) under Representative Concentration Pathways (RCPs) climate change with scenarios of RCP8.5 and RCP4.5, combined with CROPWAT model for near-future (2011-2040) and far-future (2041-2070) projections. The study was conducted in November-December 2013, in Ujungjaya Subdistrict, the District of Sumedang. The output confirms yield reduction to occur in the near-future, to the extent variable across the GCMs. At the highest estimation, rice yield decreases by 32.00% and 31.81%, in comparison to baseline, for near-future under RCP8.5 and RCP4.5, respectively. The reduction extends, with a slightly higher degree, to the far-future. The reduction is sensitive to variation in farming practices of the local farmers, in particular that in planting time and irrigation scheduling. The shifting of planting time to better match rainfall pattern reduces the rice yield by 12.95% for rainfed and 14.07% for the irrigated farming. Meanwhile, improved irrigation scheduling reduces the yield reduction by 16.16%. The findings provide valuable inputs for relevant authorities to understand the climate change-induced rice yield reduction, and to formalate intervention strategies for spesific-location adaptation

    Modul pelatihan pelatihan peningkatan kompetensi berbasis kecakapan abad 21 : mata pelajaran geografi sekolah menengah atas (SMA)

    Get PDF
    Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 7 ayat (1) huruf d menyatakan bahwa "profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi

    Prediksi Kenaikan Muka Air Laut Di Pesisir Kabupaten Tuban Akibat Perubahan Iklim

    Full text link
    Kenaikan muka air laut adalah salah satu dampak dari Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akibat semakin meningkatnya aktivitas manusia yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Dampak dari kenaikan muka air laut itu sendiri akan sangat dirasakan oleh daerah pesisir di negara-negara kepulauan, salah satunya adalah Indonesia (Kabupaten Tuban). Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menganalisa skenario Perubahan iklim apa yang sesuai dengan pesisir Kabupateb Tuban sehingga bisa digunakan untuk memprediksi kenaikan muka air laut yang terjadi selama beberapa tahun mendatang. Selain memprediksi kenaikan muka air laut, paramater lain yang akan diprediksi berkaitan dengan Perubahan iklim yaitu Perubahan temperatur serta presipitasi. Analisa skenario Perubahan iklim pada penulisan makalah ini menggunakan software MAGICC/SCENGEN, serta ER Mapper untuk pembuatan visualisasi daerah genangan. Dari hasil analisa diperoleh skenario Perubahan iklim yang sesuai dengan pesisir Kabupaten Tuban adalah skenario B2AIM. Dan berdasarkan hasil analisa MAGICC diperoleh bahwa akan terjadi kenaikan sebesar 1.43 meter pada tahun 2050. Kemudian berdasarkan hasil analisa SCENGEN akan terjadi Perubahan curah hujan yang cukup besar pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober. Dan akan terjadi kenaikan temperatur yaitu sebesar 1.56⁰C pada tahun 2050

    Analisa Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kerja di Kabupaten Indragiri Hilir

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan antara lain adalah: “memberikan gambaran tentangpersediaan dan kebutuhan tenaga kerja serta memberikan gambaran tentang peluangkerja yang tersedia sebagai landasan menggerakkan pembangunan sektor-sektorstrategis.Penelitian dilaksanakan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Analisa tentangkondisi ketenagakerjaan kini dan masa datang melalui metode analisis deskriptifkuantitatif yang dibantu oleh perangkat statistik. Untuk itu data yang digunakan dalamrangka studi ini adalah data Susenas.Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ekonomi KabupatenIndragiri Hilir pada tahun 2010 tumbuh sebesar 7,35% dan pertumbuhan kesempatankerja sebesar 4,84%, dengan elastisitas sebesar 0,6585. Sehingga jumlah kesempatankerja pada tahun 2010 sebanyak 354.201 orang. Sedangkan perkiraan ekonomiKabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2015 tumbuh sebesar 7,72% dan pertumbuhankesempatan kerja sebesar 4,14%, dengan elastisitas kesempatan kerja sebesar 0,5363.Diperkirakan PDRB atas dasar harga konstan 2000 Kabupaten Indragiri Hilir sebesarRp. 10.012,91 milyar dan kesempatan kerja yang tercipta sebanyak 438.490 orang.Sehingga produktivitas tenaga kerja Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2015diperkirakan sebesar Rp. 22,83 jut

    Perubahan Iklim dalam Konteks Sistem Produksi dan Pengembangan Kopi di Indonesia

    Full text link
    Coffee is one of the Indonesian largest export commodities and has a strategic role in the economy of nearly two million farmers' livelihood. The potency of Indonesia's coffee export is quite high because of its preferred taste, however the trend of national coffee production is only 1-2% per year. On the other hand, the impacts of climate change also threaten the achievement of increased production targets. This paper reviews the impact climate change on coffee production and the adaptation strategies. The main coffee producing regions in Indonesia are Aceh, North Sumatera, South Sumatera, Lampung, Bengkulu, East Java and South Sulawesi Provinces. Most of these regions are vulnerable to climate change. The increasing of extreme climate events such as drought due to El Niño causes a decline in national coffee production to 10%. On the contrary, the longer wet season due to La Niña caused the decreased coffee production to 80%. Indirect impacts due to rising temperatures are increased incidence of coffee borer and leaf rust disease which can lead to a 50% decline on coffee production. Due to rising temperatures, the projected coffee production areas are projected to shift to higher elevations. Numerous adaptive technologies have been intoduced, however adaptive capacaity of farmers are still low. This condition is exacerbated by the limited access of most farmers to climate information, markets, technology, farming credits, and climate risk management information. To overcome the problem, policy makers, stakeholders and farmers have to accelerate the adaptation practices since the climate change has occurred and will continue to happen
    corecore