267,662 research outputs found
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PRODUKTIVITAS GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 2 KLATEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi dan produktivitas guru, tingkat hasil belajar siswa program keahlian teknik kendaraan ringan, dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional dan produktivitas guru terhadap hasil belajar siswa program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 2 Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Negeri 2 Klaten yang berjumlah 7 guru. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket. Uji coba instrumen dilaksanakan pada 10 guru. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Sedangkan uji reliabilitas digunakan rumus Alpha Cronbach. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional dan produktivitas guru terhadap hasil belajar siswa digunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) tingkat kompetensi profesional guru berada pada kategori yang tinggi, sebanyak 3 guru atau 42,9% memiliki kompetensi profesional yang tinggi dan 4 guru atau 57,1% memilki kompetensi profesional yang sangat tinggi; (2) tingkat produkivitas guru seluruhnya atau 100% terkategorisasi dalam kelompok yang sangat inggi; (3) hasil belajar siswa kategori tinggi sebanyak 14,3% dan sebanyak 85,7 berada dalam kategori sangat tinggi; (4) ada pengaruh dari kompetensi profesional terhadap hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan perbedaan rata-rata hasil belajar siswa, yaitu sebesar 8,004 untuk kelompok kompetensi profesional sangat tinggi dan 7,611 untuk kelompok kompetensi profesional tinggi; (5) ada pengaruh dari produktivitas guru terhadap hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan rerata hasil belajar siswa yang sudah tergolong tinggi yang diajar oleh guru dengan tingkat produktivitas yang sangat tinggi pul
Pertumbuhan Produktivitas Perusahaan Manufaktur Indonesia dan Penanaman Modal Asing: Penerapan Metode Dekomposisi
Tulisan ini mengkaji pertumbuhan produktivitas perusahaan lokal Indonesia dikarenakan masuknya penanaman modal asing (PMA). Dengan memanfaatkan data survei perusahaan
manufaktur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) periode 1988-2000, tulisan ini mendekomposisi pertumbuhan produktivitas (productivity growth) perusahaan manufaktur
Indonesia menjadi tiga sumber penting: perubahan efisiensi teknis, kemajuan teknologi, dan perubahan efisiensi skala. Hasil memperlihatkan bahwa rata-rata pertumbuhan produktivitas total (TFP) antara 1988 dan 2000 adalah 3,51, dan sumber utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan produktivitas berasal dari kemajuan teknologi. Temuan menarik muncul ketika data dibagi menjadi dua kelompok: perusahaan asing dan perusahaan lokal. Ditemukan bahwa perusahaan asing mengalami pertumbuhan produktivitas yang lebih besar daripada perusahaan lokal, khususnya pada periode krisis ekonomi
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PT. BANK CIMB NIAGA TBK SOLO
Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kebutuhan prestasi terhadap produktivitas kerja pegawai. 2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kebutuhan kekuasaan terhadap produktivitas
kerja pegawai. 3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kebutuhan pertemanan terhadap produktivitas kerja pegawai. 4) Untuk mengetahui variabel mana yang paling mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Hipotesis penelitian adalah 1) Diduga ada pengaruh yang signifikan antara kebutuhan prestasi terhadap produktivitas kerja pegawai. 2) Diduga ada pengaruh yang signifikan antara kebutuhan kekuasaan terhadap produktivitas kerja pegawai. 3) Diduga ada pengaruh yang signifikan antara kebutuhan pertemanan terhadap produktivitas kerja pegawai. 4) Diduga kebutuhan akan prestasi paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai. Berdasarkan hasil uji F diperoleh maka Ho ditolak berarti secara bersamasama variabel Kebutuhan Prestasi (X1), Kebutuhan Kekuasaan (X2), dan Kebutuhan Pertemanan (X3) terhadap Produktivitas Kerja Pegawai berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil uji t diperoleh kebutuhan prestasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai. Variabel kebutuhan kekuasaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai. Variabel kebutuhan pertemanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai
Productivity And Productivity Risk Of Potato Farming In Banjarnegara Regency
Penelitian bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan risiko produktivitas kentang varietas Granola dan Atlantic per musim tanam serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi. Penelitian dilakukan di Wilayah Kabupaten Banjarnegara di tiga kecamatan yaitu Batur,
Pejawaran dan Wanayasa. Dari jumlah sampling frame sebanyak 270 petani diperoleh sampel petani sebanyak 151 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji beda rata-rata, uji beda varian dan uji beda nyata terkecil.
Hasil penelitian menunjukkan produktivitas kentang varietas Granola tidak berbeda dengan varietas Atlantic pada semua musim tanam. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas adalah jumlah tenaga kerja, benih, pupuk phonska, fungisida, dan insektisida. Tingkat serangan hama penyakit berpengaruh menurunkan produktivitas kentang. Risiko produktivitas kentang varietas Atlantic lebih besar dibanding varietas Granola. Faktor yang bersifat menurunkan risiko produktivitas (risk reducing) adalah jumlah pupuk organik, fungisida dan insektisida. Sedangkan tingkat kemiringan lahan bersifat meningkatkan risiko
produktivitas (risk inducing).
Kata kunci : produktivitas, risiko produktivitas, USAhatani kentang
Implementasi Inovasi Pendidikan dan Kompetensi Guru Serta Pengaruhnya terhadap Produktivitas Sekolah
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui implementasi inovasi pendidikan dan kompetensi guru serta pengaruhnya terhadap produktivitas sekolah. Penulisan makalah ini menggunakan metode tinjauan literatur (library research). Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi inovasi pendidikan memiliki hubungan yang positif dengan produktivitas sekolah. Artinya semakin baik implementasi inovasi pendidikan, maka akan semakin baik produktivitas sekolah. Kompetensi guru memiliki hubungan yang positif terhadap produktivitas sekolah. Artinya semakin baik kompetensi guru, maka akan semakin baik produktivitas sekolah. Implementasi inovasi pendidikan dan kompetensi guru memiliki hubungan yang positif dengan produktivitas sekolah. Artinya semakin baik implementasi inovasi pendidikan dan kompetensi guru, maka akan semakin baik produktivitas sekolah
Perancangan dan Pengukuran Produktivitas Menggunakan Metode Multi Factor Productivity dengan Klasifikasi Kriteria Malcolm Baldrige di Perusahaan Pencucian Mobil Detailing and Accessories
Perusahaan Detailing aNd Accessories adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Jasa yang ditawarkan oleh perusahaan Detailing aNd Accessories adalah cuci mobil, salon mobil, dan penjualan accessories. Perusahaan ini terletak di Surabaya dan sudah berdiri sejak dua tahun yang lalu.
Selama ini pengukuran produktivitas yang dilakukan oleh perusahaan hanya berdasarkan perhitungan finansial saja. Persaingan yang ketat membuat perusahaan perlu melakukan pengukuran produktivitas pada semua aspek yang ada agar perusahaan dapat tetap bersaing dan bertahan.Dengan dilakukan pengukuran produktivitas pada semua aspek yang ada di perusahaan, dapat diketahui tingkat produktivitas perusahaan, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaaan, dan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
Pengukuran produktivitas di perusahaan Detailing aNd Accessories ini menggunakan model Multi-Factor Productivity Measurement for Service Organization dengan klasifikasi kategori Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA). Dalam model ini akan dihitung Total Productivity Indeks (TPI) yang ditentukan berdasarkan Static Indicators, Dynamic Indicators, dan Development Indicators. Pada kategori MBNQA terdapat tujuh kategori yaitu Leadership, Strategic Planning, Customer and Market Focus, Measurement, Analysis, and Knowledge Management, Workforce Focus, Process Management, Result. Dari kategori-kategori tersebut nantinya akan ditentukan kriteria-kriteria produktivitas perusahaan.
Pengukuran produktivitas di perusahaan Detailing aNd Accessories hanya dilakukan pada cuci mobil dan salon mobil. Periode pengukuran produktivitas yang dilakukan adalah 13 periode mingguan, dimana 12 periode adalah periode sebelum implementasi dan 1 periode selanjutnya adalah setelah implementasi. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan didapatkan nilai produktivitas terendah pada cuci mobil terjadi pada periode 10 dengan nilai produktivitas 3,7797 (range score 0-10). Sedangkan pada salon mobil nilai produktivitas terendah terjadi pada periode 12 dengan nilai produktivitas 2,6366. Produktivitas tertinggi pada cuci mobil dicapai pada periode 11 dengan nilai produktivitas 8,6115. Sedangkan pada salon mobil nilai produktivitas tertinggi terjadi pada periode 3 dengan nilai produktivitas 7,3257. Selain itu ditemukan pula beberapa kriteria yang menyebabkan penurunan nilai produktivitas pada perusahaan yaitu kriteria pengukuran penyediaan data, kriteria pengukuran pengembangan pemasaran, kriteria pengembangan program baru, kriteria pengukuran dan peningkatan kinerja, dan kriteria pengukuran inovasi sistem kerja. Setelah dilakukan analisa, dilakukan perbaikan-perbaikan yang didasarkan dengan penyebab-penyebab masalah pada diagram Ishikawa.
Dari hasil analisis tersebut, kemudian diberikan beberapa usulan perbaikan. Tetapi tidak semua usulan perbaikan dapat dilaksanakan. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah membuat brosur, melakukan training karyawan, dan membuat program baru yang dapat menarik konsumen.
Setelah dilakukan implementasi, nilai produktivitas yang didapat pada cuci mobil meningkat dari periode 12 sebesar 6,5543 menjadi 8,4083. Sedangkan pada salon mobil nilai produktivitas sebelum implementasi adalah 2,6366, setelah diadakan implementasi menjadi 6,5769
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN DAYA TAHAN STRES DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA
Produktivitas mengandung pengertian yang berkenaan dengan konsep
ekonomis, filosofis, sistem dan secara spesifik produktivitas kerja ialah perbandingan
antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu tertentu.
Perbandingan output dan input akan menjadi ukuran produktivitas kerja pada
karyawan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yaitu : (1) Faktor
yang berhubungan dengan perusahaan seperti tanah, modal, manajemen, lingkungan
dan iklim kerja teknologi (mesin) dan sebagainya; (2) Faktor-faktor yang
berhubungan dengan karyawan seperti keahlian, pengalaman, umur, keadaafisik,
pendidikan, bakat, keterampilan atau keahlian, temperamen, kestabilan emosi,
kemampuan beradaptasi dengan stres atau daya tahan stres, persepsi tentang diri
sendiri atau harga diri dan motivasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan
daya tahan stres dengan produktivitas kerja karyawan pada perusahaan. Hipotesis
yang diajukan yaitu: 1) ada hubungan antara motivasi kerja dan daya tahan stres
dengan produktivitas kerja karyawan; 2) ada hubungan antara motivasi kerja dengan
produktivitas kerja 3) ada hubungan antara daya tahan stres dengan produktivitas
kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Plumbon International
Textile, Cirebon, Jawa Barat yang berjumlah 60 karyawan. Alat pengumpulan data
yang digunakan adalah skala motivasi kerja dan skala daya tahan stres, untuk
produktivitas kerja digunakan metode dokumentasi.
Hasil analisis regresi dua prediktor diperoleh nilair = 0,622; p < 0,01 berarti
ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan daya tahan stres dengan
produktivitas kerja artinya variabel motivasi kerja dan daya tahan stres dapat
digunakan sebagai prediktor untuk memprediksikan produktivitas kerja. Korelasi rx1y
= 0,453; p < 0,01 berarti ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan
produktivitas kerja, semakin tinggi motivasi kerja maka semakin tinggi produktivitas
kerja, begitu pula sebaliknya. Korelasi rx2y = 0,563; (p < 0,01) berarti ada hubungan
yang signifikan antara daya tahan stres dengan produktivitas kerja yaitu semakin
tinggi daya tahan stres maka semakin tinggi produktivitas kerja dan sebaliknya.
Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja pada subjek dalam penelitian
tergolong sedang dengan RE sebesar 69,533 dan RH sebesar 67,5. Daya tahan stres
pada subjek penelitian tergolong sedang dengan RE sebesar 81,533 dan RH sebesar
72,5. Peranan atau sumbangan efektif motivasi kerja terhadap produktivitas kerja
7,052%, sedangkan peranan atau sumbangan efektif daya tahan stres terhadap
produktivitas kerja adalah 31,689%. Total sumbangan efektif antara motivasi kerja
dan daya tahan stres terhadap produktivitas kerja adalah 38,740%. Ini berarti bahwa
produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi kerja dan daya tahan stres
saja, masih ada faktor-faktor lain misalnya tingkat inteligensi, kepemimpinan,
lingkungan kerja fisik dan psikososial.
Kesimpulan yang diperoleh adalah ada hubungan yang signifikan antara
motivasi kerja dan daya tahan stres dengan produktivitas kerja artinya variabel
motivasi kerja dan daya tahan stres dapat digunakan sebagai prediktor untuk
memprediksikan produktivitas kerja.
xv
Hubungan Antara Kohesivitas Dengan Produktivitas
Produktivitas merupakan kemampuan memperoleh manfaat yang sebesarbesarnya
dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan menghasilkan output yang
optimal. Produktivitas tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap besarnya
keuntungan atau kerugian suatu sebuah perusahaan. Salah satu faktor yang
mempengaruhi produktivitas adalah kohesivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara kohesivitas
dengan produktivitas, (2) tingkat kohesivitas, (3) tingkat produktivitas, dan (4) peran
kohesivitas terhadap produktivitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi PT.
Wangsa Jatra Lestari berjumlah 180 karyawan. Jumlah populasi 180 karyawan
dipergunakan semua sebagai subjek penelitian, maka dalam penelitian ini disebut
dengan studi populasi. Alat pengumpulan data menggunakan skala kohesivitas dan
dokumentasi produktivitas.,
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: (1) Ada hubungan positif yang sangat
signifikan antara kohesivitas dengan produktivitas. Hal ini ditunjukan hasil korelasi
product moment diperoleh hasil r = 0,316 dengan p = 0,007 (jadi p < 0,01). Artinya
semakin tinggi tingkat kohesivitas maka semakin tinggi pula produktivitas.
Sebaliknya, semakin rendah tingkat kohesivitas maka semakin rendah pula
produktivitas. (2) Sumbangan kohesivitas terhadap produktivitas sebesar 10,0%,
yang berarti masih terdapat 90,0% variabel-variabel lain yang mempengaruhi
produktivitas di luar variabel kohesivitas. Variabel-variabel tersebut di antaranya
yaitu persepsi terhadap upah, motivasi kerja, dan disiplin. (3) Kohesivitas tergolong
tinggi dengan rerata empirik (ME) = 98,311 dan rerata hipotetik (MH) = 87,5. (4)
Produktivitas tergolong sedang dengan rerata empirik (ME) = 588,485 dan rerata
hipotetik (MH) = 635
PENGARUH MASA KERJA, UMUR, ABSENSI DAN PENDIDIKAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PERUSAHAAN SOEHARNI FURNITURE DI SERENAN KLATEN
Pengukuran produktivitas kerja karyawan dilaksanakan dengan dua cara, yaitu dengan cara produktivitas total dan produktivitas parsial. Produktivitas total dinyatakan dengan perbandingan antara output dan seluruh input atau sumber daya yang digunakan, seperti tenaga kerja, modal, mesin, bahan baku, dan energi, sedangkan produktivitas parsial adalah pengukuran produktivitas untuk setiap
sumber daya yang digunakan dalam proses produksi. Masa kerja, umur, absensi dan pendidikan merupakan faktor penunjang produktivitas kerja karyawan di Perusahaan Soeharni Furniture di Serenan Klaten. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh masa
kerja, umur, absensi dan pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dan menentukan faktor yang paling dominan terhadap produktivitas kerja karyawan. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji t, uji F
dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data yang telah dilakukan, variabel masa kerja, umur, absensi dan pendidikan secara parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji F (α = 5%) sebesar F-hitung > F-tabel (46,199 > 3,06). Dengan demikian hipotesis pertama dari penelitian ini yaitu bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel masa kerja, umur, absensi, dan pendidikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan terbukti kebenarannya.
Dengan nilai t-hitung -4,959 > 2,045 hal ini menunjukkan bahwa variabel absensi memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas kerja. Disusun dengan variabel pendidikan dengan nilai t-hitung sebesar 4,174 > 2,045.
Kemudian variabel umur dengan nilai t hitung sebesar -3,209 > 2,045 dan terakhir variabel masa kerja dengan nilai t-hitung sebesar 2,675 > 2,045. Dengan demikian hipotesis kedua yaitu bahwa variabel absensi memiliki pengaruh yang
paling dominan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan terbukti kebenarannya.
Dari analisis koefisien determinasi variabel masa kerja, umur, absensi dan pendidikan memberikan pengaruh sebesar 86,2% terhadap variabel produktivitas kerja karyawan sedangkan 13,8% sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak teramati dalam penelitian ini
- …
