2,356 research outputs found
Konsep Manajemen Pendidikan Islam: Sebuah Analisis Aspek Ontologi. Epistemologi, Dan Aksiologi Konsep Manajemen Pendidikan Islam
Tulisan ini akan membahas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis pada konsep Manajemen Pendidikan Islam. Pembahasan mengenai Ontologi Manajemen Pendidikan Islam ini akan dimulai dari tinjauan teoretis pengertian dan fungsi-fungsi manajemen, kemudian seperti apa isyarat AlQur\u27an dan Hadits tentang fungsi manajemen tersebut. Adapun pembahasan mengenai epistemologis Manajemen Pendidikan Islam akan dibahas bagaimana proses membangun Ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Dalam hal ini meliputi sumber-sumber, sarana & prasarana, cara bagaimana mengukur kebenaran ilmiah yang di anut dalam membangun teori (theoritical construction) Manajemen Pendidikan Islam. Dan pembahassan mengenai aksiologis Manajemen Pendidikan Islam akan dibahas Apa kegunaan dan manfaat Manajemen Pendidikan tersebut? Meliputi tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini mengapa Manajemen Pendidikan Islam diperlukan ? Apa manfaatnya ? Pengertian manajemen dari segi bahasa bahwa kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan terjemahan langsung dari kata “management” yang berarti: pengelolaan, ketata laksanaan, atau tata pimpinan. Sementara dalam kamus Inggris Indonesia, bahwa kata “Management” berasal dari akar kata to manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola, dan memperlakukan
Filsafat Pendidikan Islam: Telaah Epistimologi Ilmu
Philosophy and education are, them, but two stages of the some endeavor; philosophy to think out better values and idealism, education to realize these in life, in human personality. Philosophizing and education are, ten, but two stages of the some endeavor; The Islamic theory of education is fundamentally based upon the Qur\u27anic concepts. In this theory the door is left open for concepts which come from different fiels of knowledge propided thet they fit the Qur\u27anic perspective. All elements which be reconciled witch Islamic principles should be excluded..Philosophizing to think out better values and idealism, education to realize these in life, in human personality. The ultimate aim of muslim education lies in the realization of complete submission to Allah on the level of the individual, the community and humanity at large. In Islamic educational field, howewer, there are some prominent figurest who .have highly proposed educational theories in Islam. Baced on this fact, Islamic educational has two sourcesr for their educational process, and therefore, Islamic education must combined in balance they fungtion of school with the rule of society
Epistemologi Dan Rumpun Keilmuan Komunikasi Penyiaran Islam
As a field of scientific discipline, the existence of Islamic communication and broadcasting still seems to be an unanswerable question. The issue is often addressed on how the epistemology and the clumps of communication and broadcasting science is. To meet this problem, in-depth studies need to be done by tracing the philosophy of science as a basic science including ontology, epistemology, and axiology. This study is needed to dismiss such dichotomy between secular sciences and the religious sciences (Islam). An integrative-interconnected science paradigm becomes a reference of the approach to integrate between science and Islam. Thus, the epistemology of communication science is a scientific discipline that studies broadcasting and journalism like others. While the Islamic Broadcasting Studies is a field of Da\u27wa study that becomes a core value of the Islamic perspective.*** Sebagai bidang disiplin ilmu, adanya komunikasi Islam dan penyiaran nampaknya masih menjadi pertanyaan yang tidak terjawab. Masalah ini sering ditujukan pada bagaimana epistemologi dan rumpun komunikasi dan ilmu penyiaran. Untuk memenuhi masalah ini, studi perlu dilakukan secara mendalam dengan menelusuri filsafat ilmu sebagai ilmu dasar termasuk ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penelitian ini diperlukan untuk mengabaikan dikotomi seperti antara ilmu-ilmu sekuler dan ilmu-ilmu agama (Islam). Paradigma ilmu integratif-saling berhubungan menjadi acuan dari pendekatan untuk mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan Islam. Dengan demikian, epistemologi ilmu komunikasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari penyiaran dan jurnalisme seperti orang lain. Sementara Studi Broadcasting Islam adalah bidang studi Dakwah yang menjadi nilai inti dari perspektif Islam
ONTOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
Penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan Islam mempengaruhi pengembangan kurikulum yakni dengan adanya karakter disiplin siswa. Hal ini menarik perhatian pada betapa pentingnya pendidikan Islam dalam mengatasi banyaknya anak-anak di sekolah umum yang meremehkan standar perilaku seperti moralitas dan etika. Penelitian ini mengumpulkan dan mengkaji informasi pengaruh pendidikan Islam terhadap pengembangan karakter dengan menggunakan metode kepustakaan. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan Islam dapat meningkatkan karakter disiplin dengan memberikan siswa akses terhadap teks-teks agama, adat istiadat, bimbingan, peringatan, dan teladan guru yang unggul
Peta Prioritas Pengembangan Ptai Berbasis Analisis Evaluatif Perspektif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Ban-pt)
The main mandate of Islamic Higher Education is to offer islamic studies.In its development, islamic studies as a discipline has changed its paradigm not toemphasize on one normative approach only.This paper explains how Islamic Higher Education which has extendedmandate develops. The historical approach to islamic teachings makes IslamicHigher Education open possibility to the study of other disciplines. Thisrelationship often have some tense to come into one representative formula. Thedevelopment of a certain discipline will have a direct implication to thedevelopment of the institution.The evaluation instrument of the development of Higher education isaccreditation. BAN PT applies some standards that sometimes do not match thereal condition of higher education, especially islamic studies-based highereducation
Pendidikan Islam Holistik dan Komprehensif
Holistical comprehensive education can be built on a religious norm, psychology, culture, philosophy, management and Tasawwuf. Islam as a universal and true religion contains human aspect, philosophy,that has a deep, systematical, radical, universal, comprehensive and holistical thought, which suits on religious values, has a strategical position, provides huge portion of teaching in building an educational and holistical comprehensive education.In Indonesia, holistical comprehensive education is not studied deeply, whereas, there are still many problems on education that need to be solved. Therefore, this study is more focused on the religion, and philosophy, related with holistical educational design that should be done sustainably
Model Pendidikan Kesalehan Transformatif Pengembangan Epistimologi Dalam Pendidikan Islam
Transformative piety is the core of Islamic view that emphasizes the importance of transformative belief in piety activity. Piety means the ability to do good deeds for oneself and others. This research formulated transformative piety education through the formulation of theology, educational philosophy, and educational epistemology. The research found that, first, transformative piety is theologically related with the concept of caliph. Theologically, caliph relates to the concepts of tawhid, taskhiri, and taslim. These concepts make up the bases of Islamic educational paradigm, that is, an educational concept that focuses on the whole concepts (teacher, student, teaching andlearning process, goal and method) on the view of tawhid, taskhir, and taslim. Second, the model of transformative piety education therefore contains a number of concepts concerning what, why and how with regard to the implementation of education that brings the students and teachers to focuson transforming science gained in the existence of enhancement of the view of tawhid and activity of taskhir, and the achievement of taslim\u27s consciousness. The method of transformative pietyeducation focuses on consciousness of discrepancy that implicates on the appreciation of process and student context
Integrasi Ilmu Sebuah Konsep Pendidikan Islam Ideal
Dikotomi ilmu dalam Islam telah lama terjadi, salah satu wujudnya adanya lembaga pendidikaan pesantren, madrasah dan sekolah. Pesantren dan madrasah mewakili sebagai sekolah agama, sementara sekolah mereprentasikan sebagai sekolah umum. Namun para pemikir dan pemerhati pendidikan Islam terus berupaya untuk mengikis dikotomi tersebut, salah satu bentuknya adalah adanya pesantren yang mendirikan sekolah atau madrasah, sehingga terjadi integrasi keilmuan antara ilmu agama dan umum. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dengan muatan kurikulum pengetahuan umum yang dominan, hanya mampu mencetak generasi yang cerdas intelektual, namun belum diimbangi dengan kecerdasan emosional dan spiritual. Sementara pesantren yang hanya mengkaji ilmu agama semata tidak mampu mengantarkan lulusanya untuk siap dalam menghadapi dunia kerja. Integrasi ilmu agama dan umum dengan format mengintegrasikan lembaga pendidikan pesantren, madrasah dan sekolah dalam satu institusi pendidikan yang lebih dikenal dengan boarding school ternyata menjadi model pendidikan Islam yang ideal saat ini. Tuntutan ekonomi dan peluang kaum perempuan untuk masuk disektor publik dan bursa kerja, maka banyak orang tua yang menyerahkan pengasuhan dan pembimbingan putra putinya ke institusi pendidikan yang dengan program boarding. Sebab, sistem ini mampu membentuk karaktek dan penguasaan ilmu pengetahuan umum dan agama secara seimbang dengan waktu pembimbingan full time.
Kata kunci: Intergrasi Ilmu, Konsep, Pendidikan Islam Idea
Konsep Manusia Yang Menyejarah Sebagai Dasar Pengembangan Epistemologi Pendidikan Islam
Sometimes there are contradictions between social dan individual aspect of people because the social side opens a possibility in developing human autonomy, but also impedes a growth of creativity. This contradictions always accompany the history of human and determine the style of knowledge produced through an education process. In this case, the mediums used to have knowledge and the methods of education must not become aseriously debate matter, but the most important thing to reconsider is the essence of science finding
- …
