374,487 research outputs found

    PENGGUNAAN METODE KOMBINASI EKSPOSITORI DAN DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SISTEM REM KELAS XI DI SMK PERINDUSTRIAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui proses penerapan metode kombinasi ekspositori dan diskusi dalam proses belajar mengajar; 2) mengetahui apakah ada peningkatan aktivitas belajar siswa dengan penerapan metode kombinasi ekspositori dan diskusi dalam kegiatan belajar mengajar; dan 3) mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode kombinasi ekspositori dan diskusi pada teori sistem rem. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, yang pada prosesnya menerapkan metode kombinasi ekspositori dan diskusi. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI B 3 di SMK Perindustrian dengan jumlah 28 siswa. Sistematika pelaksanaan penelitian ini menerapkan tiga siklus. Siklus I didasarkan studi pendahuluan, penelitian dilakukan di kelas dengan menggunakan ekspositori dan diskusi dengan memberi pertanyaan tentang sistem rem dalam diskusi kelompok siswa. Pelaksanaan siklus II berdasarkan refleksi siklus I, pelaksanaan penelitian di kelas dilakukan dengan membuat kelompok diskusi yang lebih banyak. Pelaksanaan siklus III menampilkan media dalam pembelajaran teori sistem rem sebagai pendukung presentasi siswa dan mengaktifkan siswa dengan diskusi antar kelompok. Observasi dilaksanakan untuk merekam data aktivitas belajar siswa. Hasil belajar diukur menggunakan pretest dan postest pada tiap-tiap siklus. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi aktivitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses belajar-mengajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar positif. Pada siklus III aktivitas positif siswa muncul sebanyak 51,92% yang mengalami peningkatan 10,16% dibandingkan pada siklus I 41,76%. Berdasarkan nilai pretest dan postest, kenaikan prosentase siswa yang mendapatkan nilai 7,0 mengalami peningkatan 29% dari 55% pada siklus I menjadi 84% pada siklus III. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan dengan metode ekspositori dan diskusi telah memperlihatkan intensitas kenaikan partisipasi siswa dalam pembelajaran serta naiknya hasil belajar siswa

    Keefektifan Metode Diskusi Kelompok dan Bermain Peran dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Mahasiswa Thammasat University, Thailand

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya keefektifan metode diskusi kelompok dan bermain peran untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia mahasiswa Thammasat University, Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) keefektifan penerapan metode diskusi kelompok, (2) keefektifan penerapan metode bermain peran, (3) metode pembelajaran manakah yang lebih efektif antara metode diskusi kelompok dan bermain peran dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Indonesia mahasiswa di Thammasat University, Thailand. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan kajian Asia Tenggara di Thammasat University yang mengambil mata kuliah pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Thammasat University yang mengambil mata kuliah pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing yang belajar bahasa Indonesia di kelas dasar. Pengambilan data menggunakan instrumen lembar penilaian performansi keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Validitas instrumen menggunakan validitas isi. Reliabilitas instrumen diperiksa melalui teknik interrater. Data kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample Test dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode diskusi kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia mahasiswa Thammasat University, Thailand dengan nilai Sig. 0.011 ≤ 0.05; dan (2) Metode bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia mahasiswa Thammasat University, Thailand dengan nilai Sig. 0.000 ≤ 0.05; dan (3) Metode diskusi kelompok dan metode bermain peran sama-sama efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia mahasiswa Thammasat University, Thailand dengan nilai Sig. 0.091≥ 0.05. Secara statistik tidak ada perbedaan keefektifan antara metode diskusi kelompok dengan metode bermain peran. Namun, secara deskriptif kenaikan dari nilai prates ke nilai pascates pada metode bermain peran lebih tinggi daripada metode diskusi kelompok. Jadi, metode bermain peran lebih efektif daripada metode diskusi kelompok untuk meningkatan keterampilan berbicara bahasa Indonesia mahasiswa Thammasat University, Thailand

    Perbandingan antara metode active debate dengan metode diskusi ditinjau dari hasil belajar pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA N 1 kelas Manyaran Tahun ajaran 2011/2012

    Get PDF
    PERBANDINGAN ANTARA METODE ACTIVE DEBATE DENGAN METODE DISKUSI DITINJAU DARI HASIL BELAJAR PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X SMA N 1 MANYARAN Maona, A210070153, Program Studi Pendidikan Akuntansi, FakultasKeguruandanIlmuPendidikan. UniversitasMuhammadiyah Surakarta, 2011 Tujuan penelitian :1). Membedakan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA N 1 Manyaran antara menggunakan metode active debate dengan metode diskusi; 2). Metode mana yang lebih tepat untuk diterapkan pada mata pelajaran ekonomi antara metode active debate dengan metode diskusi. Populasi penelitian sebanyak empat kelas, sampel penelitian sebanyak dua kelas yaitu kelas X.2 untuk kelas eksperimen dengan metode active debate dan kelas X.3 untuk kelas kontrol dengan metode diskusi, diambil secara purposive sampling. Kemudian kedua sampel dilakukan uji matching untuk mengetahui apakah kemampuan awalnya seimbang. Teknik pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dan metode tes. Teknikan alisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama yang sebelumnya dilakukan uji persyaratan yaitu ujinormalitas dan uji homogenitas. Selanjutnya hasil analisis data dengan = 5% disimpulkan :thitung>ttabel, yaitu 3,262 >2,009 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,002. Berarti H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode active debate dan metode diskusi adalah berbeda. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari rata-rata hasil hasil belajar dari tiap kelas, dimana 83,08 untuk kelas eksperimen dengan metode active debate dan 73,58 untuk kelas kontrol dengan metode diskusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi ditinjau dari metode mengajar dengan menggunakan metode active debate dan metode diskus

    Keefektifan Metode Think Pair Share terhadap Keterampilan Diskusi Berbahasa Jawa dalam Pembelajaran Tembang Macapat Siswa Kelas XI SMA N 1 Karanganyar, Kebumen

    Get PDF
    Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Apakah ada perbedaan yang signifikan keterampilan diskusi berbahasa Jawa antara kelompok yang diajar dengan metode Think Pair Share dan kelompok yang diajar tanpa metode Think Pair Share? (2) Apakah metode Think Pair Share lebih efektif dari pada metode konvensional terhadap keterampilan diskusi berbahasa Jawa dalam pembelajaran tembang macapat pada siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan keterampilan diskusi berbahasa Jawa antara kelompok yang diajar menggunakan metode Think Pair Share dengan kelompok yang diajar tanpa menggunakan metode Think Pair Share, dan (2) manakah yang lebih efektif antara metode Think Pair Share dengan metode yang sudah ada terhadap keterampilan diskusi berbahasa Jawa dalam pembelajaran tembang macapat pada siswa. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan desain Control Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian yaitu siswa kelas XI SMA N 1 Karanganyar berjumlah 281 siswa. Penyampelan menggunakan teknik sampel acak sederhana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi terstruktur. Pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan diskusi berbahasa Jawa dan lembar pedoman penilaian keterampilan diskusi berbahasa Jawa. Validitas instrumen menggunakan validitas konstruk. Uji reliabilitas instrumen menggunakan teknik Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan uji ANACOVA. Hasil penghitungan uji-t pascates keterampilan diskusi berbahasa Jawa menunjukkan nilai p sebesar 0,000 lebih kecil dari pada taraf signifikansi sebesar 0,050. Hasil uji-t menunjukkan ada perbedaan yang signifikan keterampilan diskusi berbahasa Jawa antara kelompok yang melakukan pembelajaran dengan metode Think Pair Share dan kelompok yang melakukan pembelajaran tanpa metode Think Pair Share dalam pembelajaran tembang macapat pada siswa kelas XI SMA N 1 Karanganyar, Kebumen. Hasil penghitungan uji-ANACOVA pascates keterampilan diskusi berbahasa Jawa menunjukkan nilai p sebesar 0,000 lebih kecil dari pada taraf signifikansi 0,050. Jadi dapat disimpulkan metode Think Pair Share lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional terhadap keterampilan diskusi berbahasa Jawa dalam pembelajaran tembang macapat pada siswa kelas XI SMA N 1 Karanganyar, Kebumen

    Penerapan Metode Diskusi dan Demontrasi dalam Menceritakan Peristiwa yang Pernah Dialami Dapat Meningkatkan Pemahaman dan Daya Serap Siswa

    Get PDF
    Peningkatan pemahaman dan daya serap siswa sangat tergantung pada metode pembelajaran dan alat peraga. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pokok menceritakan peristiwa yang pernah dialami&nbsp; peneliti menerapkan penggunakan metode diskusi dan demontrasi.&nbsp; Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah Apakah dengan penerapan metode diskusi dan demontrasi, dapat meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa di kelas III SD Inpres 59 Kabupaten Sorong pada materi pokok menceritakan peristiwa yang pernah dialami. Tujuan penelitian ini&nbsp; adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan daya serap siswa pada materi sumber energi dengan menggunakan metode diskusi dan demontrasi. Untuk menjawab permasalahan di atas digunakan metode pengumpulan data ,diskusi,ceramah ,tanya jawab dan diskusi kelompok. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan prosentase dan uji data diperoleh kesimpulan&nbsp; sebagai berikut ternyatademontrasi,latihan dan&nbsp; alat peraga yang tepat siswa dalam materi pokok menceritakan peristiwa yang pernah dialami&nbsp; meningkat dengan menggunakan metode demontrasi,latihan dan alat peraga yang tepat

    PEMBELAJARAN REMEDIAL BERDASARKAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA SISWA KELAS VIII SMP N 2 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

    Get PDF
    Dalam pelaksanaan proses pembelajaran guru dapat memilih strategi dan media pembelajaran salah satunya strategi pembelajaran remedial dengan menggunakan metode pemberian tugas dan metode diskusi. Tujuan penelitian strategi pembelajaran remedial yaitu untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VIII A SMP 2 Kartasura dengan metode yang tepat antara metode pemberian tugas dan metode diskusi. Sebelum penelitian dilaksanakan siswa diberikan prites terlebih dahulu. Berdasarkan hasil pritest yang telah dilakukan pada siswa kelas VIII A SMP 2 Kartasura diperoleh rata-rata 55,2 dengan jumlah siswa sebanyak 42 orang. Nilai terendah yang dicapai siswa adalah 40 dan nilai tertinggi adalah 80. Sedangkan hasil post test diperoleh rata-rata 64,8 atau hanya meningkat sebesar 9,6. Nilai 64,8 masih dibawah KKM, siswa yang berhasil sebanyak 22 orang (52,4%) dan siswa yang remedial 20 orang (47,6%). Siswa yang belum mencapai ketuntasan akan diberi perlakuan khusus dengan menggunakan stategi pembelajaran remedial menggunakan metode pemberian tugas dan metode diskusi. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan sesuai dengan perencanaan PTK. Metode pertama dengan menggunakan metode pemberian tugas diperoleh nilai rata-rata 76,5 atau meningkat 30 poin dari pretest sedangkan metode diskusi mampu meningkatkan hasil belajar menjadi rata-rata 85,5 atau meningkat 39,0 poin dari pretest. Berdasarkan hasil penelitian dan pengumpulan data, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran remedial dengan metode pemberian tugas dan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem pernapasan pada manusia siswa kelas VIII SMP 2 Kartasura Tahun Pelajaran 2011/2012. Metode diskusi lebih memiliki keberhasilan belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pemberian tugas

    Pengaruh Penerapan Metode Diskusi Kelompok Berbasis Asesmen Diri (Self Asessment) dan Sikap Sosial terhadap Prestasi Belajar Pkn Siswa Kelas XI SMK Negeri 4 Denpasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi kelompok berbasis asesmen diri (self assessment), serta pengaruh interaksinya terhadap sikap sosial siswa. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas XI SMK Negeri 4 Denpasar. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yang mengambil 4 kelas sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes dan kuisioner, selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan ANAVA dua jalan dengan menggunakan uji-F dan uji-Tukey. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada pembelajaran PKN siswa kelas XI SMK Negeri 4 Denpasar : (1) Prestasi belajar siswa yang mengikuti metode diskusi kelompok berbasis asesmen diri lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional; (2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran dan sikap sosial terhadap prestasi belajar; (3) Pada kelompok siswa yang memiliki sikap sosial tinggi, prestasi belajar siswa yang mengikuti metode diskusi kelompok berbasis asesmen diri lebih tinggi daripada konvensional (4) Kelompok siswa yang memiliki sikap sosial rendah, prestasi belajar siswa yang mengikuti metode diskusi kelompok berbasis asesmen diri lebih rendah daripada yang konvensional.Kata Kunci : metode diskusi kelompok, prestasi belajar PKn siswa dan sikap sosial The research aims to identify and analyze the learning achievement of students who take a part in lessons by a group discussion method based on self assessment method, as well as the influence of social interaction on students attitudes. The population used was a class XI student of SMK Negeri 4 Denpasar, which consists of 11 classes. The sample in this study using random sampling techniques. This study used a group factorial design 2 x 2. Data was collected by tests and questionnaires, then the further process is analyzed by ANOVA two way using F-test and Q-test. Research shows that the PKN learning class in student grade XI of SMK Negeri 4 Denpasar:(1) learning achievement of students taking a part in a group discussion by self assessment method is higher than the learning achievement of students who study conventionally; (2) There is a significant effect between learning methods and social attitudes toward learning achievement; (3) group students having high social attitudes showed that the academic achievement in a group discussion by self assessment method is higher than students who has been taught by conventional assessment methods with;(4) the group of students who have low social attitudes showed that learning achievement of students who take a part in a group discussion by self assessment method is lower than students who take learning with conventional methods and assessment. keyword : method of discussion groups, social attitudes and achievement of PKN students learning

    PENGARUH PENERAPAN METODE DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI (Studi Analisis di Kelas XI MAN Model Ciwaringin Kabupaten Cirebon)

    Get PDF
    UJANG HERLI EFENDI : Pengaruh Penerapan Metode Diskusi Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi (Studi Analisis di Kelas XI MAN Model Ciwaringin Kabupaten Cirebon). Dalam proses pembelajaran siswa diberikan berbagai ilmu pengetahuan serta berbagai kemampuan untuk dapat berfikir logis, analitis, sistematis, kritis kreatif dan mampu bekerja sama. dengan kemampuan yang dimiliki tersebut maka kualitas siswa dapat meningkat. Selain itu, salah satu factor keberhasilan kualitas siswa juga dipengaruhi oleh factor metode mengajar. oleh karena itu guru harus bisa memillih dan menentukan metode pengajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dan daya berfikir kritis siswa. Karena Tujuan IPS adalah meliputi berkembangnya 3 ranah yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik termasuk didalamnya kemampuan berfikir kritis. metode diskusi tepat digunakan untuk tujuan tersebut, meskipun demikian masih banyak siswa kurang dalam hal kemampuan berfikir kritis pada proses pembelajaran IPS Sosiologi. Sehingga timbul ketidakjelasan antara pengaruh penerapan metode diskusi terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode diskusi, kemampuan berfikir kritis siswa dalam proses pembelajaran, dan seberapa besar pengaruh metode diskusi terhadap kemampuan berfikir kritis siswa di kelas XI MAN Model Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertitik tolak dari pemikiran bahwa pemilihan dan penggunaan metode yang baik akan dapat memacu daya berfikir kritis siswa, salah satu diantaranya adalah dengan metode diskusi. Dengan metode diskusi maka diharapkan pelaksanaan proses pembelajaran dapat optimal sehingga memberikan pengaruh yang positif terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, angket, dan studi pustaka. Populasi penelitian sebanyak 160 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 25% dari populasi yaitu 40 siswa. Data yang terkumpul diuji tingkat validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus prosentase, uji regresi, dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS v.17.0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan penerapan metode diskusi tergolong cukup baik dalam pelaksanannya, terlihat dengan hasil yang diperoleh 55,8% dan kemampuan berfikir kritis siswa tergolong cukup baik dengan hasil yang diperoleh 64,5%. Besarnya pengaruh penerapan metode diskusi yaitu 19,7% berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Adapun persamaan garis regresi yaitu ŷ= 19.734 + 0.403X. Adapun perhitungan uji Anova didapat nilai Sig. = 0,004 < α = 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh metode diskusi (X) terhadap kemampuan berfikir kritis siswa (Y)
    corecore