274,950 research outputs found
Hubungan Strategi Membaca Dengan Kemampuan Memahamiteks Bacaan Bahasa Indonesia Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fkip Umsb Padangpanjang
Penelitian ini bertujuan menggambarkan korelasi antara pemakaian strategi di dalam membaca pemahaman dengan pemahaman mahasiswa terhadap tesk bacaan dalam bentuk membuat laporan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, yaitu tes kemampuan membaca pemahaman dan angket strategi membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian gabungan (mixing) antara jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara strategi membaca dengan kemampuan memahami teks bacaan bahasa Indonesia pada mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan strategi dengan kemampuan membaca pemahaman. Apabila strategi membaca pemahaman tinggi, kemampuan membaca pemahaman juga tinggi, sebaliknya apabila strategi membaca pemahaman rendah kemampuan membaca pemahaman juga akan renda
Penerapan Teknik Scanning untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V Sdn Sidoarjo
Ada berbagai macam jenis membaca salah satunya yakni membaca pemahaman. Membaca pemahaman merupakan kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan untuk tujuan belajar sehingga memperoleh wawasan yang lebih luas tentang sesuatu yang telah dibaca. Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas V Sidoarjo dalam membaca pemahaman masih rendah. Hal itu terbukti dari hasil membaca pemahaman siswa yaitu 60,61% dari 33 siswa belum dapat mencapai KKM yang telah ditetapkan, yaitu 70. Adapun penyebab permasalahan pembelajaran membaca pemahaman kelas V guru belum menggunakan teknik pembelajaran membaca yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik scanning untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, hasil belajar membaca pemahaman siswa, kendala-kendala yang terjadi pada saat pembelajaran membaca pemahaman cara mengatasinya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SDN Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes dan catatan lapangan. Adapun teknik analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru selama pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II mendapatkan persentase keterlaksanaan 100%. Sementara itu, skor ketercapaian aktivitas guru pada siklus I adalah 76,42 dan 90,71 pada siklus II. Adapun hasil belajar membaca pemahaman siswa pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan sebesar 72,72% dan 87,88% pada siklus II. Kendala yang muncul pada proses pembelajaran membaca pemahaman dengan menerapkan teknik scanning dapat diatasi dengan memberikan contoh cara menemukan informasi khusus dengan langkah-langkah yang tepat. Jadi, dapat disimpulkan dengan menerapkan teknik scanning dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Sidoarjo
Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Teknik Skrambel Bagi Siswa Kelas IV SD Negeri Bakulan Tahun Pelajaran 2011 / 2012
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan: (1) untuk mendiskripsikan peningkatkan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik skrambel pada siswa kelas IV SD Negeri Bakulan (2) untuk membuktikan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik skrambel pada siswa kelas IV SD Negeri Bakulan (3) untuk mengidentifikasi indikator keberhasilan peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui teknik skrambel pada siswa kelas IV SD Negeri Bakulan. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 21 siswa kelas IV SD Negeri Bakulan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Prosedur penelitian yang dinilai akurat dan memenuhi harapan menggunakan desain Metode Alur dari Kemmis dan Taggart, dengan langkah sebagai berikut (1) perencanaan, (2) implementasi tindakan, (3) evaluasi dan (4) refleksi. Kriteria keberhasilan PTK ini adalah : (1) meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia pada “Kemampuan membaca pemahaman“ siswa dalam pembelajaran, (2) meningkatnya kerjasama dan tanggung jawab siswa yang ditandai dengan keberhasilan secara undividu maupun kelompok, (3) sebanyak 90% siswa telah menguasai bahasa Indonesia khusus pada kemampuan membaca pemahaman dengan nilai rata-rata minimal 70. Teknik skrambel dapat meningkatkan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Bakulan Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Membaca pemahaman siswa sebelum diperkenalkan pendekatan skrambel masih rendah. Setelah dilaksanakan beberapa kali tindakan, kemampuan membaca pemahaman siswa dapat meningkat hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan yang dimiliki siswa untuk menjawab isi pertanyaan, menentukan ide pokok pada setiap paragraf, meringkas isi bacaan, dan membuat kesimpulan maka pendekatan tersebut akan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Sampai dengan siklus III kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Bakulan mengalami peningkatan 90,48%
PENERAPAN METODE PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN DI SEKOLAH DASAR: Studi Eksperimen di kelas IV SDN Kubang Tahun Ajaran 2014/2015 Kecamatan Curug Kota Serang – Banten
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan di lapangan yaitu siswa kelas IV SDN Kubang membaca pemahamannya masih rendah yaitu 50% belum mencapai KKM. Harus adanya pengembangan dengan menerapkan metode yang inovatif, yang dapat meningkatkan membaca pemahaman. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan membaca pemahaman yaitu metode PQ4R. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran membaca pemahaman, mengetahui hasil membaca pemahaman pada kelas kontrol dan eksperimen dan mengidentifikasi perbedaan hasil pada kelas kontrol dan eksperimen dengan menerapkan metode PQ4R. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Design. Instrumen yang digunakan yaitu tes awal, tes akhir, dan lembar kegiatan pembelajaran. Teknik analisis menggunakan program SPSS Statistics versi 21 for windows. Dari hasil uji t posttest Sig. (2-tailed) 0,042 ˂ 0,05 sehingga ditolak artinya terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Oleh karena itu membaca pemahaman siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol
Penerapan Strategi Pembelajaran KWL (Know-Want-Learned) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Tunarungu Kelas VII Di SLB YPP Bajeng Raya Kabupaten Gowa Tahun 2017
Masalah penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu kelas VII. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menyediakan lembaran panduan belajar untuk membantu siswa membaca dan mengurangi kesukaran dalam membaca pemahaman. Penelitian ini merupakan penelitian Single Subject Researchdengan desain A (Baseline 1) – B (Intervensi) – A (Baseline 2). Subjek penelitian ini adalah seorang siswa tunarungu kelas VII di SLB YPP Bajeng Raya. Tehnik pengumpulan data melalui tes, didukung data wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (i) Kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu kelas VIII dalam aspek penguasaan kosakata dan menjawab pertanyaan, mengalami kenaikan level dari sebelumintervensi (basaline A1) kesesudahintervensi (basaline A2), (ii) Kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu dengan menggunakan strategi KWL mengalami peningkatan.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka penggunaan strategi KWL (Know-Want-Learned) dapat diterapkan, karena memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu kelas VIII di SLB YPP Bajeng Raya Kabupaten Gowa
PENGARUH STRATEGI RAP (READ – ASK – PARAPHRASE) DAN STRATEGI KWL (KNOW – WANT TO KNOW – LEARNED) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, membandingkan dan mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman siswa yang memperoleh pembelajaran membaca dengan menggunakan strategi RAP (Read – Ask – Paraphrase) dan siswa yang memperoleh pembelajaran membaca dengan menggunakan strategi KWL (Know – Want to know – Learned). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Cirayun Kabupaten Sumedang yang berjumlah 49 orang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain prates – pascates dua perlakuan (the pretest – posttest two treatment design). Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik sampling jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan berupa prates, pascates, dan lembar observasi. Pengolahan data ini menggunakan software SPSS 20 dan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Penerapan Strategi RAP (Read – Ask – Paraphrase) dalam pembelajaran membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, (2) Penerapan Strategi KWL (Know – Want to know – Learned) dalam pembelajaran membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, (3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang mendapatkan pembelajaran membaca menggunakan strategi KWL dan siswa yang mendapatkan pembelajaran membaca menggunakan strategi RAP. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa yang mendapatkan pembelajaran membaca menggunakan strategi KWL lebih tinggi daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran membaca dengan menggunakan strategi RAP
Using Situational Pictures to Enhance Speed Reading for Reading Comprehension (A Classroom Action Research to the Students of ELTI Gramedia Surakarta)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gambar
situasional mampu meningkatkan kemampuan membaca dengan cepat dengan
tujuan akhir untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca dan apa
kegunaannya lebih lanjut. Penelitian ini juga bertujuan untuk menggambarkan
situasi kelas saat gambar situasional diterapkan dalam kelas membaca.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diselenggarakan
dalam dua tahap terhadap siswa ELTI Gramedia Surakarta level Kids 2 kelompok
3 waktu ajaran 12.08 pada bulan Agustus hingga September 2012. Data
dikumpulkan lewat observasi, catatan di lapangan, wawancara, dokumen terkait
dan tes membaca cepat dan pemahaman bacaan (pre-test dan post-test). Data
kualitatif dianalisis lewat reduksi data, penampilan data, penarikan kesimpulan
dan verifikasi. Kuantitatif data dianalisis melalui deskripsi statistik, menentukan
nilai rata-rata tes.
Riset ini menunjukkan bahwa: (1) kecepatan membaca dan pemahaman
bacaan siswa mengalami peningkatan. Kecepatan membaca meningkat dari 58
menjadi 168 kata per menit, dan peningkatan pemahaman bacaan meliputi
kemampuan dalam menentukan: a. tujuan komunikatif suatu teks; b. ide pokok; c.
informasi tersirat dan d. informasi tersurat. Selain itu, nilai rata-rata tes
pemahaman bacaan siswa meningkat, dari 36.92 (pre-test) menjadi 86.15 (posttest).
Hasil akhir menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa lebih tinggi dari standar
nilai minimum, yaitu enam puluh. (2) Terdapat peningkatan situasi kelas, yang
meliputi: a. waktu yang dibutuhkan untuk membaca teks; b. motivasi dan c.
kemauan. Penelitian ini membuktikan bahwa gambar situasional mampu
meningkatkan kecepatan membaca siswa yang turut meningkatkan pemahaman
bacaan dan situasi kelas saat pelajaran membaca berlangsung.
Kata kunci: gambar situasional, membaca cepat, pemahaman bacaan, penelitian
tindakan kelas
Penerapan Model Cooperative Integrated Reading and Composition Dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah keterampilan membaca pemahamansiswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaanketerampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar antara kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaranCooperative Integrated Reading and Composition dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasieksperimen. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Control Groups Design (NCGD). Sampel penelitian adalah siswa SDN Sukapura kelas VA sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa SDN Sukapura kelas VB sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol. Alat pengumpul data berupa lembar soal membaca pemahaman. Teknik pengumpulan data berupa tes yaitu prates untuk mengukur kemampuan awalketerampilan membaca pemahaman dan pascates untuk melihat kemampuan akhir keterampilan membaca pemahaman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu terdapat perbedaan peningkatanketerampilan membaca pemahaman antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CIRC pada kelas eksperimendengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional pada kelas kontrol sehingga siswa pada kelas eksperimen lebih baikdalam memahami isi cerita suatu wacana.Artinya siswamemiliki keterampilan membaca pemahaman lebih baik dengan diajarkan melalui model CIRC, karena dengan CIRC siswa dituntut untukbekerja sama dengan teman kelompoknya untuk memahami isi bacaan suatu wacana serta menuliskan kembali isi cerita tersebutsebab dalam CIRCterdapat keterpaduan antara membaca dan menulis secara kooperatif
PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini secara umum dilatarbelakangi oleh masalah yang berkaitan dengan membaca pemahaman. Kemampuan membaca pemahaman siswa tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan membaca pemahaman dengan model membaca interaktif melalui model pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan non-equivalent control group design, yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan (treatment) dengan model pembelajaran interaktif dan kelompok berikutnya sebagai kelompok kontrol diberikan model pembelajaran ceramah. Data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian merupakan data hasil prates dan pascates dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dari hasil deskripsi statistik pada kelompok eksperimen menunjukkan adanya peningkatan membaca pemahaman setelah mendapatkan perlakuan dengan menggunakan model membaca interaktif melalui model pembelajaran interaktif. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai pacastes yang terjadi peningkatan jika dibandingkan nilai prates. Hasil temuan yang muncul dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan membaca pemahaman yang signifikan pada kelompok eksperimen. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan model membaca interaktif melalui model pembelajaran interaktif digunakan, dapat peningkatan membaca pemahama
- …
